PDA

View Full Version : Pemanasan Global dan dunia dengan hari-hari yang semakin pendek...



Pages : [1] 2

Trademaks
21-04-07, 00:17
Efek pemanasan global mengakibatkan durasi hari-hari menjadi semakin pendek di seantero dunia!

Penelitian institusi Max Planck Institute for Meteorology di Hamburg, Jerman yang dipimpin oleh Felix Landerer dkk dengan menggunakan model simulasi komputer menelaah efek terjadinya Global Warming. Dalam studinya para ilmuwan hanya memperhitungkan terjadinya pemanasan suhu, dan tidak mengasumsikan terjadinya fenomena lapisan es yang mencair di kutub es dunia.

Oleh karenanya dalam hal total massa air dalam lautan adalah tidak berubah adanya, dan perubahan yang diperhitungkan yakni dalam hal densitas (kerapatan massa) dan distribusi air.
Dengan menghangatnya suhu laut pada samudera di muka bumi menyebabkan pemuaian volume air hingga menyebabkan efek naiknya level permukaan laut, yang menimbulkan kenaikan genangan air pada setiap garis bibir pantai di dunia, dan efek akhir yang timbul yakni ternjadinya peralihan sebaran massa dari lokasi kedalaman lautan menuju bibir pantai.

Fenomena global lain akibat Global Warming, seperti mencairnya es di kutub, perubahan kecepatan angin, dan bahkan perubahan dan interaksi antara inti magma cair bumi dengan lapisan padat kerak bola dunia yang menyelubunginya yang menimbulkan perbedaan suhu.

Hingga efek akhirnya bisa mengakibatkan dunia dengan hari-hari yang semakin pendek .

referensi : http://www.iptek.net.id/

AcanthaZ
21-04-07, 02:10
Betul Tuh OM!!!
suhu aja meningkat sekitar 0.6 derajat Celcius......
sudah banyak yg Punah dan binatang2 pergi ke arah Kutub!!!
gimana klo ningkat ampe 2 Derajat Celcius??
pasti hancur!!!

MimiHitam
21-04-07, 02:12
protokol tokyo dah lama jg, sampe sekarang gak ada hasilnya

soalnya manusia egois mikirin diri ndiri, mikirin duid, ga mikirin hutan ditebang, gak mo susah2 pake bus, gak mikirin nasib binatang yg punah, banyak pemikiran salah lagi, mikir "ah cuma naik mobil pribadi 1 odang mana ngefek buat pemanasan global?".. ato "aduh bunuh binatang badak 1 aja gak ngefek ke ekosistem" itu mending klo 1 orang yg mikir, klo 100???

ini salah satu ujian terbesar dari Tuhan

The_Scourge
21-04-07, 05:10
Semua akan Terjadi menurut KehendakNya.
kalo dolo jaman es,batu manusia masi sedikit aja uda banyak terjadi bencana.Cth nya punahnya dinosaurus.
apa lagi skrg manusia banyaknya bukan maen... semua itu da Tertulis kok...

Trademaks
23-04-07, 23:49
Dampak pemanasan global yang dirasakan Indonesia diakibatkan semakin berkurangnya area hutan. Padahal, hutan berfungsi menyerap karbondioksida.

Di Indonesia, kebakaran hutan sangat mendukung terjadinya pemanasan global. Hutan yang kita miliki telah disalahgunakan dengan dibiarkan ditebang secara liar. Padahal, itu sangat memengaruhi penyerapan karbondioksida di udara. Pemerintah seharusnya memperhatikan hal tersebut.


Menurut Anda, sejauh ini bagaimana usaha pemerintah?

RiverLee
25-04-07, 04:57
Nol Besar tah , hahaha , dari dulu juga setiap tahun pembakaran hutan selalu ada , entah berapa luas hutan yang udah rata , jadi inget waktu sma di pekanbaru riau , pergi sekolah bukannya menghirup udara segar di pagi hari malah batuk-batuk ..

soal pemanasan global masih blom kerasa banget di indo , orang-orang juga banyak yang gak nyadar ..maksudnya hari-hari menjadi semakin pendek apa yah ? bisa jelasin lebih spesifik , gak pake bahasa ilmiah tapi heheh..

krusszz
25-04-07, 05:06
Nol Besar tah , hahaha , dari dulu juga setiap tahun pembakaran hutan selalu ada , entah berapa luas hutan yang udah rata , jadi inget waktu sma di pekanbaru riau , pergi sekolah bukannya menghirup udara segar di pagi hari malah batuk-batuk ..

soal pemanasan global masih blom kerasa banget di indo , orang-orang juga banyak yang gak nyadar ..maksudnya hari-hari menjadi semakin pendek apa yah ? bisa jelasin lebih spesifik , gak pake bahasa ilmiah tapi heheh..

gw anak pekanbaru.....dari tk ampe smp...pas sd pernah ke sekolah jarak pandang cuma 2m.....maklum pembakaran hutan buat buka lahan sawit

maksudnya hari makin pendek tuh kynya matahari lebih cepat terbit/terbenam...jadi malamnya jadi lebih panjang/lebih pendek......-correct me if i'm wrong-

h_e_L_p_m_e
25-04-07, 13:33
berdoalah kepada Tuhan..
gw tobat ah..

Trademaks
26-04-07, 07:05
Sejauh ini, kesukaran mereduksi emisi berlebih disebabkan oleh keengganan negara-negara utara dalam mengurangi pembakaran minyak bumi bagi keberlangsungan perekonomian mereka. Hal ini tak sebanding dengan pola pembangunan di negara-negara selatan.

Problematika pemanasan global telah menjadi agenda masyarakat dunia. Adakah harapan untuk mengubah gaya hidup dan model pembangunan global?

Trademaks
03-05-07, 20:27
Kamis 3 Mei 2007

Buku rekor dunia, Guinness Book of Record akan memasukkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kehancuran hutan tercepat di dunia. Indonesia diperkirakan telah menghancurkan 300 kali luas lapangan bola setiap jamnya.

Deforesasi tahunan tercepat di dunia adalah Indonesia, dengan 1,8 juta hektare hutan dihancurkan per tahun antara tahun 2000 hingga 2005. Ini setara dengan 51 kilometer persegi per harinya.

Selain tercatat sebagai penghancur hutan tercepat di dunia, Indonesia juga menjadi penyebab pencemaran karbon terbesar di dunia karena kebakaran hutan.

Hingga sekarang diperkirakan sebesar 25 persen dari emisi pencemaran karbon dunia disebabkan oleh pembakaran hutan. Emisi pencemaran karbon sendiri dikenal sebagai penyebab pemanasan global.

referensi : http://www.sinarharapan.co.id/

MimiHitam
03-05-07, 20:31
seharusnya lbi keras hukumannya, kyk hukuman mati buat penebang hutan, trus larangan menebang hutan, reboisasi, dll....

MimiHitam
03-05-07, 20:34
btw ini articel lain yg pengancur utan tercepet

INDONESIA PENGHANCUR HUTAN TERCEPAT

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia mengalami tingkat laju penghancuran hutan tercepat di dunia. Tahun ini, Indonesia meraih tingkat laju deforrestasi tahunan tercepat di dunia dengan rata-rata penghancuran hutan 1,8 juta hektare per tahun.

Menurut lembaga swadaya masyarakat bidang lingkungan, Greenpeace, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (3/5), antara tahun 2000-2005 terjadi penghancuran hutan sebesar dua persen setiap tahun atau sekitar 51 kilometer kubik per hari. Untuk itu, dalam kampanye penolakan penebangan hutan di Indonesia, Greenpeace mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk segera menghentikan penebangan hutan secara besar-besaran.

Menurut Greenpeace, untuk mencegah penggundulan hutan, masyarakat dan pemerintah harus sama-sama mengistirahatkan hutan dari penebangan legal maupun ilegal. Pemerintah dan masyarakat juga dituntut untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan karena Indonesia telah mendapat Guinness World of Record untuk masalah ini. Greenpeace meminta Indonesia untuk mencontoh negara lain seperti China yang sudah mengurangi penebangan hutan dan melakukan penanaman pohon. Namun, penanaman pohon itu pun harus disertai dengan perawatan, bukan hanya dibiarkan hingga mati.(DEN)

MimiHitam
03-05-07, 20:35
maaf dobel post

CHINA NEGARA PENYEBAB UTAMA PEMANASAN GLOBAL

Metrotvnews.com, Bangkok: Sekitar 400 ahli dan ilmuwan dunia tengah mengikuti pertemuan Intergovernmental Panel on Climate Change di Bangkok, Thailand, Senin (30/4). Pertemuan itu guna membahas upaya memerangi pemanasan global. Perhatian kali ini difokuskan kepada China yang menggeser kedudukan Amerika Serikat sebagai salah satu negara produsen gas dan rumah kaca terbesar di dunia. China dituding paling banyak memproduksi karbon dioksida dan gas lainnya yang memicu terjadinya pemanasan bumi.

China menolak tudingan tersebut. China menyatakan, negara majulah sebagai penyebab utama pemanasan global. Meski demikian, China berjanji akan mengurangi emisi gas rumah kaca. Delegasi China, Sun Guo Shun, juga mengingatkan kepada negara maju agar berkomitmen penuh memerangi perubahan iklim serta tidak terlalu mendominasi setiap pertemuan PBB yang berupaya mengendalikan pemanasan global.(YUL)

ventriloquist
08-05-07, 05:08
makanya,jgn pake tango..
flask of sapphire water aja.
hehehe


susah bgt kale buat ngentiin penebangan hutan di indonesia..
org indonesia sndiri mata duitan
hutan yg di tebang kayuna di jual ke malaysia
di malaysia di jadiin mabel di jual lagi di indonesia dgn harga yg jauh lbh tinggi ::hiks::


lagian penebangan hutan terbesar kan di kalimantan
sedangkan pemerintah pusat cuma merhatiin jawa
terutama jakarta


so??

krusszz
10-05-07, 14:52
emang kalimantan paling gede tu ilegal lodging nya......yg kedua kynya riau deh.....CMIIW

MimiHitam
10-05-07, 18:26
DEPHUT MENOLAK INDONESIA DISEBUT PENGHANCUR HUTAN TERCEPAT DUNIA
Ahmad Fauzi Wibowo, Kepala Pusat Informasi Departemen Kehutanan

Metrotvnews.com, Jakarta: Departemen Kehutanan membantah pernyataan yang menyebut Indonesia sebagai negara yang paling cepat menghancurkan hutan tercepat di dunia. Di Jakarta, Jumat (4/5), Kepala Pusat Informasi Departemen Kehutanan, Ahmad Fauzi Wibowo mengatakan terdapat pemahaman yang berbeda antara pihaknya dan Greenpeace dalam melihat laju pengurangan lahan hutan di Indonesia.

Luas hutan Indonesia yang mengalami degradasi pada 2000 hingga 2005 seluas 1,2 juta hektare atau sekitar 0,9 persen. Berdasarkan laporan Greenpeace, dari tahun 2000 hingga 2005, sekitar 1,8 juta hektare tanah di Indonesia mengalami deforestasi. Dengan data ini, Indonesia menjadi negara penghancur hutan tercepat di dunia.(BEY)

bluedarknezz
11-05-07, 18:10
klo masalah global warming mah jgn dipikirin dolodah tu mah dah mao ilang
yg jadi maasalah skrg klo ga salah menurut pentagon lapisan ozon makin menebal dan terus menebal dalam waktu yg sgt cepat di kutub.
mungkin lbh cepat dari penipisiannya pada waktu dulu
bila ozon menebal dan menebal dalam kecepatan ini
bumi bisa2 kembali mengalami zaman es alias second ice age
klo lo pikir dgn polusi bisa nipisin kembali ozon salah besar tuhh malah bikin kita mati
lo pikir deh klo ozon menebal berarti suhu berkurang n klo lo truzz polusiin tuh polusi ga bakal ngaruhin ke ozon itu sendiri jadi yah mao ga mao bumi mang harus kiamat

CMIIW

Trademaks
15-05-07, 21:12
Menurut anda, apa yang seharusnya dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk menghentikan
Pemanasan Global?

Sedikit gambaran sederhana pemanasan global
http://climatechange.menlh.go.id/images/stories/animation.swf

Trademaks
22-05-07, 18:27
Selasa, 22 Mei 2007
Inggris mendesak China untuk meningkatkan upaya memerangi perubahan iklim.London memperingatkan, pemanasan global yang tidak terkendali dapat menghancurkan ekonomi China.

Desakan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Inggris Margaret Beckett setelah lawatan enam hari di China. Menlu Beckett menuturkan, Beijing menciptakan kemajuan penting dalam mengurangi emisi karbon dan telah merencanakan target-target ambisius.

Berdasarkan laporan Badan Energi Internasional (IEA), China sekarang sedang menggenjot pertumbuhan ekonominya dan diperkirakan akan segera mengimbangi Amerika Serikat (AS) sebagai penghasil emisi gas karbondioksida terbesar dunia. Pemerintah China menyerukan pengurangan emisi gas rumah kaca.Tetapi target minimal tahun lalu tidak dapat tercapai. China pun terus melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Kalau dampak perubahan ini tidak diantisipasi dengan baik, mungkin saja kesejahteraan **** atau dunia bisa terancam.

referensi : http://www.seputar-indonesia.com/

DoOs_101
24-05-07, 19:46
Dah ada tanda2 global warming yang sangat menyeramkan, seperti air pasang naek di jawa selatan... Kalian perlu google Aztec calendar doomsday. Menurut scientist kebudayaan Aztec sudah pernah melewati dua cycle of doom yaitu global warming yang berubah menjadi ice age. Menurut scientist kebudayaan Aztec dulunya berasal dari tanah Amerika dan mengungsi ke Mexico karena kejadian ice age tersebut, sudah terjadi dua kali. Sehinga mereka merancang sebuah calendar doomsday dimana the next doomsday adalah tahun 2013 menurut perhitungan dan intrepertasi scientists.

Bisa dihitung dengan jari :D

"global warming adalah prossess alamiah, dan bisa dipersiapkan untuk survival manusia, yang harus ditakutkan adalah apabila akan terjadi polar shift di bumi"

Trademaks
04-06-07, 22:54
Sejumlah pulau kecil di Indonesia diprediksikan hilang pada 30 tahun mendatang akibat pemanasan global.
Kondisi alam, terutama laut, cukup mengkhawatirkan dengan naiknya suhu pemanasan global setiap tahun. Apalagi selama ini pulau-pulau kecil di Indonesia kurang terpelihara.

Hal itu pun didukung dengan pernyataan salah seorang pakar lingkungan dari India, Rajendra Pachauri, mengatakan, pemanasan global setiap tahun menaikkan permukaan laut yang berdampak tenggelamnya pulau-pulau kecil di dunia, termasuk di Indonesia. Pemanasan global juga berdampak pada jadwal tanam, pola tanam, serta hasil pertanian dan kehutanan secara besar-besaran. Fenomena itu sesungguhnya sudah dirasakan sebagian masyarakat Indonesia dengan terjadinya banjir akibat hujan tidak beraturan.

Mungkinkah Indonesia akan kehilangan Pulau2 kecilnya?

referensi : http://www.rileks.com/

BadOne
07-06-07, 21:34
Gw denger2 si suhu di Greenland aja udah ningkt daripada yang 10 thn lalu

MimiHitam
08-06-07, 12:46
tapi bukannya penguapan naek, malah ga banjir? cuma kekeringan kok Y_Y

DoOs_101
11-06-07, 01:53
Bukan mi, nanti pada saat air laut menaek, ada titik puncaknya dimana akan terjadi environmental shift. Yang tadinya pemanasaan bumi langsung jadi pendinginan bumi dan akan terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Sudah di analisa sama scientist dan juga archiologist terkenal. Makanya sampe2 ditemukan Mamoth beku di dalam es di dalem perutnya masih lg makan... Tandana dia beku secara kaget dan langsung. Yah kalo ini terjadi yang ada bukan hanya berdoa tapi kaboor! Kalo mau beli dagger of blink trus kabor deh ke Mars.

doubledoank
11-06-07, 06:27
Bukan mi, nanti pada saat air laut menaek, ada titik puncaknya dimana akan terjadi environmental shift. Yang tadinya pemanasaan bumi langsung jadi pendinginan bumi dan akan terjadi dalam waktu yang sangat cepat. Sudah di analisa sama scientist dan juga archiologist terkenal. Makanya sampe2 ditemukan Mamoth beku di dalam es di dalem perutnya masih lg makan... Tandana dia beku secara kaget dan langsung. Yah kalo ini terjadi yang ada bukan hanya berdoa tapi kaboor! Kalo mau beli dagger of blink trus kabor deh ke Mars.

dengan kata lain ada kemungkinan akan terjadi zaman es kedua.......

MimiHitam
13-06-07, 15:18
dan hanya sedikit orang yg slamet x(

ichu
13-06-07, 20:53
gile aja ne.. trus gmn ne ga bisa apa2 lg kayana nunggu waktu doang?kira2 terjadinya brp taun lg?70thn? kllau di atas itu si gpp soalnya gw uda tua... wakkaka

doubledoank
14-06-07, 13:58
Barusan liat berita kalau angke tergenang air laut setinggi 30 cm, walaupun air di pompa keluar namun tetap masuk lagi karena ternyata air laut sudah lebih tinggi daripada daratan angke...... apakah ini efek pemanasan global atau karena emang lagi siklus pasang air aut?

kayanya ntar kita atau generasi setelah kita akan mengalami kaya yang di film the day after tomorrow........

Trademaks
22-06-07, 01:02
Pemerintah saat ini telah membuat KPH (Kelompok Pengelolaan Hutan) di seluruh kawasan hutan di Indonesia dengan tujuan memanfaatkan hutan sesuai peruntukkannya, seperti kawasan resapan air dan perlindungann seluruh satwa yang ada di dalamnya.

Perlu diketahui bahwa Negara "Maritim" Indonesia saat ini terdapat lebih dari 10 ribu pulau kecil dari total lebih 17 ribu pulau yang ada.Bahkan di kawasan hutan Indonesia saja, separuhnya sudah terdegradasi akibat perbuatan orang yang tidak bertangungjawab, luas hutan di Indonesia yang tersisa sekarang tinggal sekitar 120,9 juta hektar.

Menurut u, berfungsikah sikap yang diambil oleh pemerintah guna menjaga hutan ? Seiring meningkatkannya pemanasan global yang mencairkan gunung es yang ada di Kutub Utara dan Kutub Selatan.

tangan_setan5
28-06-07, 23:52
WOI ALL
sbnrna emang china yang parah membuat pmanasan global
tapi gw baca brta tadi katnya CHIna menolak bahwa CHina itu ngara yg menyebabkan pmansan GLOBAL

Ktanya SMua Pabrik itu jga yang kelolo ITU AS,rusia,JEpang,prancis,jerman,itali,israel, DLL
kalo mnrt gw ga salah china
soalnya yang buat pmanasan global emang d ngara china tapi itu smua pabrik buatan EROPA+AMERICA

FACK U AMERICA

BANGCADDDDDDDDDDDDDDDDDDD KAU
ga CUKUP APA IRAK? MAU IRAN SKRG? HA?? MAU CHINA SKRG D SALAIN?
PISANK LO

MimiHitam
29-06-07, 10:14
hmm siapa suruh tiongkoknya nagsih izin :p

tangan_setan5
29-06-07, 20:54
nah itulah
karena china butuh uang makanya negaranya d korbanin
sama ke indonesia
mau bayar utang harus jualan pulau lah
jualan tambang emas lah
dan jualan smuanya

smua ngara tuh butuh uang
kalo ga butuh uang mana bisa dia membuat negara trsbt!!!

Trademaks
29-06-07, 23:15
Pada tanggal 5 Juni , negara-negara seluruh dunia umumnya memperingatnya sebagai Hari Lingkungan Hidup.

Pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim (climate change) belum menjadi mengedepan dalam kesadaran multipihak. Pemanasan global (global warming) telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif).

Tidak banyak memang yang memahami dan peduli pada isu perubahan iklim. Sebab banyak yang mengatakan, memang dampak lingkungan itu biasanya terjadi secara akumulatif. Pada titik inilah masalah lingkungan sering dianggap tidak penting oleh banyak kalangan, utamanya penerima mandat kekuasaan dalam membuat kebijakan.

Berperankah Hari Lingkungan Hidup selama ini ?

tangan_setan5
01-07-07, 23:53
ini yang menyebabkan smua kan manusia
padahal manusia udah d brikan kepercayaan dari tuhan buat menjaga bumi ini
kok malah gini?

kayak pribahasa habis manis sepah d buang,, di pake kekayaan alam trus asap2 nya malah d buang smbarangn,,!!

Trademaks
02-07-07, 22:27
Senin, 02 Juli 2007

Indonesia baru mulai tergerak untuk mengkampanyekan upaya pengurangan pemanasan global meski dunia internasional sudah menyadari dampak pemanasan global ini sejak lama.

"Indonesia baru menyadari saat ini dan tergerak untuk berkampanye mengurangi pemanasan global, sedangkan dunia internasional sudah mengkampanyekannya sejak sekitar 100 tahun lalu," kata Menteri Lingkungan Hidup, Rahmat Witoelar, ketika berbicara pada Workshop "Kebijakan Lokal untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dalam Mengendalikan Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global" di Hotel Salak, Kota Bogor, Senin (2/7).

Workshop dihadiri sekitar 30 walikota yang peduli terhadap pemanasan global, serta lembaga-lembaga lain yang terkait dengan lingkungan hidup.

Dikatakan Rahmat, penyebab pemanasan global adalah penggunaan bahan bakar minyak bumi dan batu bara yang dapat menimbulkan efek rumah kaca serta alih guna lahan dengan cara pembakaran hutan.

Perubahan iklim global, kata dia, sudah disadari dunia internasional, sejak satu abad lalu setelah terjadi revolusi industri di Inggris pada abad ke-19 dengan terjadinya peningkatan suhu global 0,8 derajat celcius akibat meningkatnya karbon dioksida (CO2) di atmosfer.

"Hal ini menyebabkan efek rumah kaca yang berlebihan, sehingga menyebabkan radiasi panas balik ke bumi makin besar. Dampaknya terjadi peningkatan suhu udara di permukaan bumi atau pemanasan global," katanya.

Indonesia adalah salah satu negara yang rentan terhadap pemanasan global, karena tingginya penggunaan energi yang bersumber dari bahan bakar minyak dan batu bara serta banyaknya kerusakan hutan.

Untuk mengurangi pemanasan global, kata dia, harus dilakukan tindakan nyata berupa pengurangan pemakaian energi yang bersumber dari bahan bakar minyak dan batu bara serta meminimalisir kerusakan hutan.

"Diperkirakan, pada tahun 2100 mendatang, suhu udara global akan meningkat dalam kisaran 1,4 hingga 5,8 derajat celcius, yang berdampak pada meningkatnya penguapan serta berubahnya pola curah hujan dan tekanan udara. Perubahan ini berdampak pada perubahan iklim global," jelasnya.

Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rentan terhadap perubahan iklim global ini, karena meningkatnya permukaan air laut akibat meningkatnya penguapan serta perubahan pola curah hujan bisa merusak kehidupan dan ekosistem di Indonesia.

Upaya untuk memperlambat perubahan iklim, menurut dia, dilakukan mulai dari yang sederhana dan lokal hingga berskala internasional. "Kegiatan yang sedang dikampanyekan dan digalakkan saat ini adalah mitigasi perubahan iklim, yang harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat," katanya.

Kebijakan lokal
Sementara itu, Walikota Bogor, Diani Budiarto mengatakan, upaya mengurangi pemanasan global yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor, adalah perubahan moda transportasi dari angkot menjadi bus, dengan rasio tiga banding satu.
Dengan perubahan ini, emisi gas buang bisa dikurangi sampai 53 persen.

Kemudian, masalah sampah harus ditangani dengan baik, sehingga gas metan (CH4) yang bisa menimbulkan efek rumah kaca bisa dikurangi. "Kalau sampai dibiarkan tidak ditangani dengan baik, maka gas metan akan menguap ke udara dan membentuk lapisan di atmosfer yang bisa menyebabkan efek rumah kaca," kata dia.

Sebaliknya jika sampah dikelola dengan baik maka gas metan bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar, baik untuk memasak maupun untuk energi penggerak. Karena itu, empat program prioritas pemerintah Kota Bogor, yakni pendidikan, kesehatan, kebersihan, dan transportasi, seluruhnya adalah program memperlambat pemanasan global.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Sosial Ekonomi (Asda Bidang Sosek) Indra M Rusli mengatakan, workshop tersebut akan menghasilkan Deklarasi Bogor. Dalam deklarasi tersebut para peserta workshop, baik dari pemerintahan, swasta, maupun aktivis lingkungan akan membuat komitmen melakukan efisiensi energi.

"Deklarasi Bogor ini merupakan deklarasi lanjutan tahun 2004 yang telah dilakukan oleh Pemkot Bogor dengan para pengusaha di Bogor untuk mengurangi penggunaan energi," kata dia.


referensi : http://www.republika.co.id/

tangan_setan5
04-07-07, 12:17
ini hanya tuhan yang tau
gw cuma bisa geleng2 doank(bukan lagu)

manusia manusia
di kasi dada minta paha

tape de

MimiHitam
05-07-07, 19:02
Udara Malaysia Memburuk Setelah Hutan Indonesia Terbakar


Kuala Lumpur - Kualitas udara di wilayah Malaysia semakin hari mendekati level tidak sehat. Jarak pandang pun semakin memburuk akibat asap yang berasal dari kebakaran hutan di Indonesia.

"Di Sumatera terdapat sekitar 200 lebih titik api saat ini dan angin bertiup sangat kencang," kata Direktur Departemen Meteorologi Malaysia Lim Sze Fook kepada kantor berita AFP, Senin (2/7/2007).

Lim menjelaskan daerah yang terkena dampak asap kebakaran hutan Indonesia itu mulai dari wilayah semenanjung barat dari Selangor hingga Perak, Penang, Kedah, dan Perlis.

"Indikator polusi udara masih menunjukkan di atas ambang 100," jelasnya.

Dalam indeks polusi udara, angka antara 101 hingga 200 menunjukkan udara sudah tidak lagi sehat. Sedangkan indeks rata-rata yang dapat ditolerir manusia adalah antara 51 dan 75.

didot
05-07-07, 20:55
Kiamat sudah dekat....

tangan_setan5
06-07-07, 15:49
Bukan kiamat sudah dkat

tanda2 Kiamat SUdah dkt
kiamatnya blom
tanda2nya aja yang udah!

MimiHitam
21-07-07, 09:19
Senin, 02 Juli 2007

Indonesia baru mulai tergerak untuk mengkampanyekan upaya pengurangan pemanasan global meski dunia internasional sudah menyadari dampak pemanasan global ini sejak lama.

"Indonesia baru menyadari saat ini dan tergerak untuk berkampanye mengurangi pemanasan global, sedangkan dunia internasional sudah mengkampanyekannya sejak sekitar 100 tahun lalu," kata Menteri Lingkungan Hidup, Rahmat Witoelar, ketika berbicara pada Workshop "Kebijakan Lokal untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dalam Mengendalikan Perubahan Iklim Akibat Pemanasan Global" di Hotel Salak, Kota Bogor, Senin (2/7).

Workshop dihadiri sekitar 30 walikota yang peduli terhadap pemanasan global, serta lembaga-lembaga lain yang terkait dengan lingkungan hidup.

Dikatakan Rahmat, penyebab pemanasan global adalah penggunaan bahan bakar minyak bumi dan batu bara yang dapat menimbulkan efek rumah kaca serta alih guna lahan dengan cara pembakaran hutan.

Perubahan iklim global, kata dia, sudah disadari dunia internasional, sejak satu abad lalu setelah terjadi revolusi industri di Inggris pada abad ke-19 dengan terjadinya peningkatan suhu global 0,8 derajat celcius akibat meningkatnya karbon dioksida (CO2) di atmosfer.

"Hal ini menyebabkan efek rumah kaca yang berlebihan, sehingga menyebabkan radiasi panas balik ke bumi makin besar. Dampaknya terjadi peningkatan suhu udara di permukaan bumi atau pemanasan global," katanya.

Indonesia adalah salah satu negara yang rentan terhadap pemanasan global, karena tingginya penggunaan energi yang bersumber dari bahan bakar minyak dan batu bara serta banyaknya kerusakan hutan.

Untuk mengurangi pemanasan global, kata dia, harus dilakukan tindakan nyata berupa pengurangan pemakaian energi yang bersumber dari bahan bakar minyak dan batu bara serta meminimalisir kerusakan hutan.

"Diperkirakan, pada tahun 2100 mendatang, suhu udara global akan meningkat dalam kisaran 1,4 hingga 5,8 derajat celcius, yang berdampak pada meningkatnya penguapan serta berubahnya pola curah hujan dan tekanan udara. Perubahan ini berdampak pada perubahan iklim global," jelasnya.

Indonesia sebagai negara kepulauan sangat rentan terhadap perubahan iklim global ini, karena meningkatnya permukaan air laut akibat meningkatnya penguapan serta perubahan pola curah hujan bisa merusak kehidupan dan ekosistem di Indonesia.

Upaya untuk memperlambat perubahan iklim, menurut dia, dilakukan mulai dari yang sederhana dan lokal hingga berskala internasional. "Kegiatan yang sedang dikampanyekan dan digalakkan saat ini adalah mitigasi perubahan iklim, yang harus dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat," katanya.

Kebijakan lokal
Sementara itu, Walikota Bogor, Diani Budiarto mengatakan, upaya mengurangi pemanasan global yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor, adalah perubahan moda transportasi dari angkot menjadi bus, dengan rasio tiga banding satu.
Dengan perubahan ini, emisi gas buang bisa dikurangi sampai 53 persen.

Kemudian, masalah sampah harus ditangani dengan baik, sehingga gas metan (CH4) yang bisa menimbulkan efek rumah kaca bisa dikurangi. "Kalau sampai dibiarkan tidak ditangani dengan baik, maka gas metan akan menguap ke udara dan membentuk lapisan di atmosfer yang bisa menyebabkan efek rumah kaca," kata dia.

Sebaliknya jika sampah dikelola dengan baik maka gas metan bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar, baik untuk memasak maupun untuk energi penggerak. Karena itu, empat program prioritas pemerintah Kota Bogor, yakni pendidikan, kesehatan, kebersihan, dan transportasi, seluruhnya adalah program memperlambat pemanasan global.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Sosial Ekonomi (Asda Bidang Sosek) Indra M Rusli mengatakan, workshop tersebut akan menghasilkan Deklarasi Bogor. Dalam deklarasi tersebut para peserta workshop, baik dari pemerintahan, swasta, maupun aktivis lingkungan akan membuat komitmen melakukan efisiensi energi.

"Deklarasi Bogor ini merupakan deklarasi lanjutan tahun 2004 yang telah dilakukan oleh Pemkot Bogor dengan para pengusaha di Bogor untuk mengurangi penggunaan energi," kata dia.


referensi : http://www.republika.co.id/


paling cuma sadar2 bla2, ntar ga dijalanin, rakyatnya aja masih ngerusak hutan, apalagi pemerintah ::lol::

klo mau dibuat penyuluhan, biar rakyat sadar

MimiHitam
27-07-07, 14:30
Kekacauan Cuaca Dunia Mulai Terjadi di Seluruh Dunia

Dampak perubahan iklim dunia mulai terasa dimana-mana. Kalau di Eropa sedang mengalami musim panas yang menyengat, Inggris justru sedang kebanjiran. Indonesia pun sama, banjir dan tanah longsor masih terjadi di Sulawesi di tengah musim kemarau ini. Jakarta yang biasanya gerah dan panas di bulan-bulan ini, selalu berawan dan terkadang juga ada hujannya. Semua dampak ini tidak semuanya akibat dari pemanasan global semata, tapi juga bisa terkait dengan susunan planet-planet di sistem Tata Surya. Yang jelas bumi kita ini sudah tua, dan bisa saja sekarang ini proses menuju kehancurannya secara perlahan. Pengaruh gelombang elektro-manetik dari angkasa raya, diyakini mempengaruhi iklim bumi kita (termasuk perilaku manusianya yg semakin menjadi edan!). Jadi, Kiamat memang sudah dekat!

Kekacauan Cuaca Terus Mendera
Eropa Kepanasan, Inggris Kebanjiran

LONDON - Kekacauan cuaca terus berlangsung di beberapa bagian dunia. Para ahli mengungkapkan, situasi tersebut terjadi karena percepatan perubahan iklim akibat ulah manusia.

Terjadi perbedaan cuaca sangat ekstrem antara satu tempat dengan tempat lain, bahkan yang berdekatan lokasinya. Contohnya, sementara sebagian besar wilayah Eropa kepanasan, banjir justru melanda Inggris.

Di Yunani dilaporkan suhu udara menembus angka 45 derajat Celsius. Panas yang berlebihan itu menyebabkan kebakaran di beberapa tempat. Tidak hanya melahap hutan, api juga menghabiskan desa. Begitu hebatnya kebakaran itu, sampai-sampai Perdana Menteri Yunani Costas Karamanlis meminta bantuan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membantu memadamkan api.

Sekitar 30 desa terancam. Warga setempat menyatakan kalau sekitar 50 sampai 60 rumah sudah terbakar. Helikopter sudah dikirim untuk mengevakuasi warga.

PMK Yunani mengatakan, mereka sedang berjuang memastikan titik api yang tidak terkontrol. Termasuk yang menimpa pulau wisata Chios dan Cephallonia. Di kedua pulau tersebut api mengancam habitat sejenis kuda poni yang hampir punah.

Kawasan yang paling berbahaya adalah daerah dekat Aegio, utara Peloponnese. Lima area di kawasan tersebut ditetapkan dalam kondisi darurat. "Yunani menghadapi masalah yang sangat sulit, seiring timbulnya kebakaran hutan dan kondisi cuaca yang tak terprediksi," kata Karamanlis.

Tak hanya di Yunani, udara panas yang terjadi bulan ini menyebabkan 500 orang meninggal dunia di Hungaria. Setidaknya 19 ribu warga Rumania masuk rumah sakit karena kepanasan. Di Bulgaria, udara panas juga menyebabkan kebakaran hutan.

Bila Eropa kepanasan, di Amerika terjadi sebaliknya. Hujan es disertai angin ribut melanda kawasan Laramie, Wyoming, AS. Kejadian itu menyebabkan sebagian kota terendam air.

Hal yang sama terjadi di Inggris. Ahli cuaca mengatakan, Mei dan Juli tahun ini adalah bulan terbasah sejak 1766. Hujan deras yang memicu banjir di kawasan utara dan tengah itu sudah memakan empat korban meninggal dunia.

Saat ini sebagian wilayah Inggris masih terendam air. Bahkan, banjir kali ini yang terbesar sepanjang 60 tahun dan menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi. Meski badan lingkungan menyatakan permukaan air di Sungai Severn dan Thames tidak lagi naik, para meteorologis memastikan hujan masih akan turun.

Hujan terburuk diperkirakan tiba di Devon, Cornwall, Somerset, dan Dorset. Namun, warga di kawasan lain yang sudah tidak lagi hujan seperti Gloucestershire, Berkshire, dan Oxfordshire, masih cemas akan kemungkinan turunnya hujan.

Namun, begitu banjir selesai, bukan berarti masalah ikut tuntas. Profesor Ian Cluckie, kepala Konsorsium Manajemen Risiko Banjir, menjelaskan, banjir memicu berbagai penyakit. "Seperti disentri dan kolera," kata Cluckie.

MimiHitam
29-07-07, 10:24
Kutub Utara Terus Menyusut

Bukti pemanasan global bisa ditemukan di semua belahan bumi. Berdasar beberapa dokumen perubahan temperatur udara, pemanasan global membuat laut semakin panas. Selain itu, dataran es -terutama di Antartika- mencair, glasier meleleh, level air laut meningkat, habitat berubah, serta memengaruhi penyebaran binatang dan tumbuhan.

Panel Internasional Lingkungan pada Perubahan Iklim (IPCC) menyebutkan, level ketinggian air laut meningkat 15-20 sentimeter. Penambahan tersebut terjadi karena kenaikan suhu (menyumbang 3-7 cm) dan melelehnya gunung serta bukit es (menyumbang 2-4 cm). Level air laut meningkat sangat tinggi di lokasi seperti perairan Kanada di Kutub Utara. Bahkan, salah satu desa di sana terancam tenggelam akibat air laut.

Selama beberapa dekade ini, es Kutub Utara mengalami penurunan signifikan. Hasil penelitian terkini yang dilakukan Badan Antariksa AS (NASA), es di Kutub Utara mencair hingga 9,6 persen per dekade. Melelehnya es itu makin cepat pada kurun waktu terakhir ini. Jika dibandingkan dengan kondisi 1979-2000, es yang menutupi Kutub Utara pada September 2000-2005 ini berkurang hingga 20 persen. Penipisan es tersebut mengancam ekosistem laut, keseimbangan suhu hangat, dan habitat hewan. Populasi beruang kutub pun berkurang karena tipisnya es membuat perburuan makanan menjadi lebih sulit.


Gunung es kutub terus menyusut dan mencair, cairannya akan menambah volume airlaut sehingga permukaan laut akan naik terus. Maka akan banyak pulau-pulau seperti di Indonesia akan tenggelam (di negara kita, dalam beberapa tahun akan ada 5000 pulau tenggelam). Yang jauh dari laut akan aman? Tidak juga, naiknya suhu bumi menyebabkan penguapan air laut semakin banyak. Untuk selanjutnya hujan akan turun tidak beraturan lagi, terjadilah banjir dimana-mana. Jadi sama saja effeknya.

Selain itu, dalam studi yang dilakukan pada 2005, hangatnya laut selama 40 tahun terakhir berhubungan dengan pelepasan polusi karbondioksida oleh industri. Observasi tersebut dilakukan ilmuwan kelautan dari Institusi Scripps. "Salah satu penyebab pasti pemanasan global adalah efek rumah kaca," kata Dr Barnett, ketua tim peneliti.

Bukti lain berkurangnya es ditunjukkan dalam jurnal ekspedisi pertama ke Alaska. Pada 1790, mereka yang mengunjungi kawasan dekat Glacier Bay melaporkan hanya sedikit permukaan air laut yang terlihat karena lapisan es begitu tebal. Lantas, pada 1890, sekitar 40 mil permukaan laut tampak. Saat ini, permukaan air laut yang terlihat mencapai sekitar 60 mil. Dokumentasi mengenai melelehnya es di Alaska itu dimiliki Bruce Molinia dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat.

Bahkan, dalam laporan reporter BBC David Shukman, disebutkan temuan para peneliti yang menunjukkan es di Greenland saat ini juga meleleh lebih cepat.

Sumber: http://www.jawapos.co.id/index.php?a...il_c&id=296804

MimiHitam
29-07-07, 10:30
Mengajak negara-negara berseteru duduk bersama seperti merukunkan macan dan gajah. Tapi itu bukan hal mustahil bagi Adiyatwidi Adiwoso A. Kuasa usaha sementara Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk PBB ini berhasil mengajak duduk bersama para wakil dari Amerika Serikat, ****, dan India guna membahas soal lingkungan.

Bersama 50-an wakil negara dan organisasi dunia, ketiga negara yang saling ngotot soal panas bumi itu bersedia hadir untuk urun rembuk dalam seminar sehari di Doral Arrowwood Resort, New York, akhir bulan lalu. Selama hampir 10 jam mereka bersedia duduk membahas sejumlah masalah menyongsong konferensi PBB soal perubahan iklim dunia yang bakal digelar di Bali, Desember nanti.

Dari judulnya, "The Role of the United Nations in Climate Change: Exploring the Way Forward from Now to Bali and Beyond", seminar di kawasan resor New York itu digelar untuk menyatukan visi ke-50 negara lewat pertemuan informal ini. "Brainstorming ini mengajak delegasi agar bicara secara lebih terbuka mengeluarkan unek-uneknya," tutur Adiyatwidi di sela-sela seminar.

Sikap terbuka itulah yang tercermin dari para delegasi, walau dengan gaya diplomasi. Bukan lewat adu jotos atau menggebrak meja. Seperti diutarakan Kevin M. Conrad, Direktur Coalition for Rainforest Nations, "Negara-negara industri selalu menuntut negara-negara berkembang menghentikan penebangan pohon dan penggundulan hutan." Namun, katanya, mereka tidak memberikan alternatif.

Bank Dunia, UNDP (Program Pembangunan PBB), lanjutnya, tidak memberi jalan keluar bagi negara berkembang untuk membayar utang mereka bila penebangan pohon --penghasil utama devisa-- dihentikan. "IMF hanya bisa menaikkan suku bunga pinjamannya," kata Conrad yang asal Selandia Baru. Sejumlah wakil organisasi keuangan dunia yang duduk di lapis belakang merah wajahnya.

Suara senada diutarakan Ajai Malhotra, Duta Besar India untuk PBB. "Bagaimana caranya mengubah tradisi rakyat jelata yang menggunakan kayu atau batu bara untuk bahan bakar di dapur," ujarnya. Seperti diketahui, India merupakan salah satu negara yang banyak menyumbang gas buang terbesar di dunia. Selama 1990 hingga 2004, konsumsi energi India meningkat 37% dan emisi gas buangnya mencapai 1,12 ton per tahun per kapita.

Sementara itu, **** yang berpenduduk 1,3 milyar jiwa menyumbang gas buang sebanyak 4,03 ton. Negara komunis yang kini menggeliat dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 10% setiap tahun itu diramalkan akan menyaingi Amerika Serikat sebelum tahun 2010 dengan total gas buang sebanyak 21,75 ton. Karena itulah, **** berupaya menurunkannya lewat pengolahan teknologi energi batu bara agar lebih akrab lingkungan. "Bagaimana caranya? Beri kami bantuan teknis untuk mengatasi hal itu," kata Bai Yongjie, konsul RRC di PBB.

Yang tak luput dari kritik adalah Amerika Serikat, yang diwakili Michael G. Snowden, salah satu staf dan penasihat perwakilan Amerika di PBB. Dan yang melontarkannya tak lain Dr. Alan Robock, profesor dari Universitas Rutger. "Saya sebagai warga Amerika sungguh malu melihat negara kami, yang punya dana, kecanggihan teknologi tinggi, dan sumber daya manusia yang cukup cerdas dan banyak, ternyata tak mampu mengurangi sumbangan gas buang dunia sebesar 21,75 ton," ujar Robock, Kepala Departemen Ilmu Lingkungan Universitas Rutger, New Brunswick, New Jersey, Amerika Serikat.

Gara-gara ketiga negara besar --Amerika, India dan ****-- itulah suhu bumi meningkat. Tahun 2005 merupakan tahun paling panas selama 125 tahun. Suhu terpanas tercatat setinggi 58 derajat celcsus di Al-Asisiyah, Libya. Menurut prediksi para ilmuwan, suhu tersebut akan meningkat 0,2 derajat setiap dekade dalam jangka waktu 20 tahun mendatang. Seandainya jumlah gas buang diupayakan konstan pada tahun 2000, pemanasan bisa dipastikan masih meningkat 0,1 derajat setiap dekade.

Jangan heran bila gunung-gunung es di kedua kutub dunia meleleh. Stasiun televisi ABC, Kamis pekan lalu, melaporkan bahwa burung penguin banyak yang mati akibat kelaparan karena krisis bahan makanan, seperti ikan dan plankton. Cairan es pun menyebabkan permukaan air laut meningkat dan mengikis pantai-pantai sejumlah negara, seperti Bangladesh, Maldives, Barbados, atau Indonesia. Bahkan banyak pulau yang hilang tertelan air laut. Indonesia, misalnya, kehilangan 2.000 pulau dari total pulau yang jumlahnya sekitar 17.000.

Demikian juga Bangladesh. Sebagai negara yang tergolong "rendah" dan paling rentan akibat pemanasan dunia, air laut telah merambah Pantai Bengal dan mendorong air asin itu semakin menjorok ke daratan. Akibatnya, banyak petani yang mengubah lahan pertaniannya menjadi tambak udang atau ikan laut. "Dulu kami kebanjiran 20 tahun sekali, tapi kini sudah empati kali mengalami banjir bandang dalam 20 tahun," tutur Salimul Huq, Direktur Program Perubahan Iklim Institut International untuk Lingkungan Bangladesh, kepada majalah Time.

Kekhawatiran semakin besar setelah menyadari bahwa dana yang disalurkan organisasi keuangan dunia untuk menekan panas bumi tak seimbang. Kebutuhan pembangunan pembangkit listrik atau fasilitas umum lainnya yang akrab lingkungan baru terpenuhi separuhnya. Pembangunan pembangkit listrik di negara-negara berkembang, yang setahun membutuhkan dana US$ 165 milyar, baru mendapatkan dana US$ 80 milyar. Para pemodal besar baru menanamkan investasinya ke industri akrab lingkungan belakangan ini. Demikian juga kewajiban penggantian perubahan iklim bagi negara-negara industri.

Kecemasan itulah yang mendorong negara-negara Uni Eropa dan Asia untuk mendesak PBB agar memasukkannya sebagai agenda politik dunia. Proses pun bergulir lewat lobi makan siang, Mei lalu, dimotori oleh Indonesia dan Inggris. Forum ini berkembang dengan melibatkan Singapura, Indonesia, dan negara-negara kepulauan lainnya. "Indonesia dipilih sebagai ketua karena posisinya yang cukup netral. Sebagai anggota OPEC, punya hutan luas, negara kepulauan, dan anggota G-77," kata Adiyatwidi Adiwoso, yang akrab dipanggil Wike.

Sejumlah forum bergulir. Selain forum informal di New York, sebelumnya ada forum G-8 di Heiligendam, Jerman, dan forum lainnya, yang kelak bakal dimatangkan dalam Conference of Parties of the United Nations Framework on Climate Change and the 3rd Meeting of Parties of Kyoto Protocol di Bali, 3-14 Desember 2007. Intinya, menyusun langkah strategis masalah lingkungan pasca-Protokol Kyoto yang berakhir pada 2012. Harapannya, antara lain, Amerika Serikat dan negara berkembang yang belum bersedia meratifikasi Protokol Kyoto mau terlibat di masa mendatang.

Meski masih jauh, indikasi ke arah itu mulai tampak di New York, akhir Juni lalu. Buktinya, hampir seluruh delegasi bersedia menghadiri urun rembuk informal yang diselenggarakan di kawasan wisata Doral Arrowwood, Rye Brook, yang nyaman dan apik. Kamarnya luas, keluarga mereka bisa berenang, sementara delegasi mengerutkan dahi di ruang rapat. Malamnya, mereka menikmati makan malam lobster yang lezat dan minuman anggur, sambil menyaksikan tarian tango suguhan sebuah akademi tari New York. "Mereka terus mendukung agar Indonesia tetap menjadi pemimpin," ujar Wike.


referensi : http://www.gatra.com/

MimiHitam
31-07-07, 18:53
Cuaca Ekstrem di China, 700 Meninggal

BEIJING - Bencana alam seperti banjir, petir, dan longsor di berbagai tempat di Tiongkok sepekan ini menewaskan hampir 700 orang. Menurut kantor berita resmi Tiongkok Xinhua, badai pada akhir pekan lalu membuat 17 jiwa melayang. Sepuluh orang meninggal di Provinsi Hubei ketika hujan mengakibatkan sungai terbesar di wilayah itu, Yangtze, dan anak sungai utamanya, Sungai Han, meluap.

Di Provinsi Shaanxi di bagian selatan negara tersebut, lima orang meninggal karena banjir yang menenggelamkan jalan-jalan di sekitar Shangluo. Hujan es pada Sabtu (28/7) menyerang Provinsi Anhui, daerah timur Tiongkok, juga menelan korban. Sedikitnya, satu orang tewas dan tiga lainnya terluka. Hujan es itu mengakibatkan Sungai Han meluap dan jutaan warga jadi menderita.

Tambang batu bara di bagian tengah Tiongkok juga menjadi sasaran badai. Ada 69 penambang di Henan terperangkap dalam tambang Minggu (29/7) setelah banjir menerjang. Tim penyelamat sampai saat ini masih berusaha memompa air dan membuat lubang untuk mengalirkan oksigen kepada korban yang terperangkap. Ahli cuaca mengatakan, hujan deras masih akan menimpa Provinsi Guizhou, Yunnan, Sichuan, dan Hubei pada hari-hari mendatang.

Badai saat musim panas dianggap sebagai kejadian rutin di Tiongkok. Namun, ahli cuaca mengatakan bahwa pemanasan global yang dipicu oleh maraknya polusi dari pabrik, pertanian, dan kendaraan bermotor membuat iklim semakin tidak bersahabat.

"Frekuensi dan intensitas terjadinya iklim keras semakin meningkat. Rekor badai hujan terburuk, banjir terburuk, dan gelombang panas paling berat lebih mudah terjadi tahun-tahun belakangan ini," kata Dong Wenjie, dirjen Beijing Climate Centre
http://www.indopos.co.id/index.php?a...il_c&id=297103

Trademaks
13-08-07, 22:31
CALIFORNIA - Pepohonan ternyata tidak mampu meminimalisir meluasnya global warming. Dibutuhkan banyak asupan air dan nutrisi untuk bisa mempertahankan pohon sebagai pencegah global warming.

Awalnya pepohonan diduga dapat menghisap karbondioksida dan menyemburkan oksigen ke atmosfer bumi. Banyaknya pepohonan pun akan semakin banyak menyerap karbondioksida yang secara otomatis akan mencegah perluasan global warming.

Para ilmuwan di Universitas Duke, Carolina Utara, telah menanamkan pohon pinus setiap hari selama 10 tahun. Diharapkan pohon-pohon tersebut akan menyerap banyak karbondioksida. Namun dalam penelitiannya, hanya beberapa pohon saja yang dapat menyerap karbon dengan maksimal. Pohon-pohon tersebut ternyata memiliki kelebihan asupan air dan nutrisi yang berakibat mampu menyerap karbon lebih banyak. Pohon jenis inilah yang mampu membantu mencegah global warming.

Proyek yang diadakan Departemen Energi, yang diberi nama eksperimen Free Air Carbon Enrichment (FACE), membandingkan empat hutan pinus yang menerima gas karbondioksida.

"Pada beberapa wilayah, pertumbuhannya mencapai 10 persen atau lebih sedangkan di wilayah lain mencapai 40 persen lebih. Wilayah dengan capaian 40 persen tersebut ternyata kaya akan sumber air dan nutrisi pohon," ujar Direktur FACE project, Ram Oren, seperti dilansir Live Science, Senin (13/8/2007). Dengan demikian, tambah Oren, jika ketersediaan air menurun di satu wilayah pepohonan, secara tidak langsung akan semakin meningkatkan kuantitas karbondioksida.

"Artinya kita tidak lagi memiliki media untuk meminimalisir karbon yang merupakan penyebab dari pemanasan global," pungkasnya. Satu-satunya cara, menurut Oren, adalah memberikan air berkualitas dengan kuantitas yang baik untuk pepohonan dengan cara memfertilisasi seluruh wilayah. Fertilisasi sangat diperlukan karena saat ini air sangat jarang ditemukan.


referensi : http://www.okezone.com/

Trademaks
18-08-07, 02:49
Terkait ....


Para ilmuwan belum dapat membuktikan bahwa kegiatan manusia adalah penyebab pemanasan global, kata sekelompok anggota parlemen Australia, Senin (13/8).

Pemanasan adalah akibat dari fenomena alam dan juga terjadi di planet lain seperti Mars, Jupiter, Pluto dan Neptunus, ungkap mereka pada bab tersendiri dalam laporan parlemen mengenai perubahan iklim.

"Adalah sifat yang wajar jika planet-planet yang memiliki lapisan cair, mengalami iklim yang bervariasi. Karena itu, setiap saat, kita bisa memperkirakan sekitar setengah planet-planet menjadi makin panas. Ini tidak ada hubungannya dengan kegiatan manusia," tulis mereka.

Iklim yang berubah juga terjadi di planet lain termasuk bulan terbesar di planet Neptunus, Triton, dan hal itu menyanggah pandangan yang menyakini pemanasan Bumi disebabkan gas rumahkaca akibat kegiatan manusia, kata mereka.

Mereka yang menyakini perubahan iklim, termasuk raja media Rupert Murdoch, kata mereka, seringkali memiliki pandangan mengenai lingkungan hidup tanpa pengetahuan.

"Ini menunjukkan masalah yang lebih umum lagi yaitu kebanyakan pernyataan di masyarakat, yang mempromosikan bahwa pemanasan adalah akibat kegiatan manusia, berdasarkan ketidaktahuan," tulis mereka.

Keempat anggota parlemen itu adalah anggota pemerintahan koalisi John Howard, dua di antaranya adalah mantan menteri.

"Howard menjaga jarak dari mereka dengan mengatakan "Tidak, saya tidak sependapat dengan pandangan itu," katanya ketika ditanya mengenai pernyataan mereka tentang Rupert Murdoch.

Howard, sebelumnya adalah seorang yang skeptis terhadap pemanasan global, sampai dia menerima sebagian besar pendapat ilmiah yang mengemukakan bahwa emisi gas rumahkaca adalah penyebab pemanasan Bumi.

Empat orang itu adalah mantan menteri, Jackie Kelly dan Danna Vale, mantan ilmuwan peneliti Dennis Jensen dan seorang anggota parlemen dari Northern Territory, David Tollner.


referensi : http://www.gatra.com/

Trademaks
31-08-07, 18:01
WASHINGTON - Musim hujan nanti, angin topan dan badai akan lebih sering terjadi sebagai dampak yang ditimbulkan akibat iklim bumi yang semakin panas. Pernyataan ini berdasarkan studi yang dilakukan para ilmuwan NASA.

Para ilmuwan di Institut Goddard NASA, institut yang bertugas untuk mempelajari seluk beluk angkasa raya, telah menemukan dampak dini yang terjadi karena perubahan iklim yang tidak menentu. Model perubahan iklim seperti ini dapat menyebabkan angin bertiup lebih kencang dari biasanya saat musim hujan nanti seiring dengan memanasnya atmosfir bumi.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan bantuan komputer yang akan mengevaluasi kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan angin topan. Cuaca dalam komputer tersebut ditingkatkan secara bertahap sebanyak 5 derajat farenheit (dua derajat selsius) sehingga lebih panas dari cuaca sebelumnya.

"Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa intensitas angin topan dan badai lebih sering terjadi seiring dengan meningkatnya panas," ujar salah satu ilmuwan, seperti dikutip Yahoo News, Jumat (31/8/2007).


referensi : http://www.okezone.com/

MimiHitam
31-08-07, 20:49
yg aneh kok pake bukti, dah jelas yg bikin global warning aktifitas manusia yang merusak lingkungan, emangnya siklus global warning ada apa? aya2 wae

Trademaks
03-09-07, 19:28
Pemerintah Indonesia sedang mematangkan gagasan pembentukan Forum Delapan Negara yang Memiliki Hutan Hujan Tropis (Forestry Eight), sebagai salah satu upaya mengatasi pemanasan global.

"Indonesia sebagai penggagas Forestry Eight akan melakukan inisiatif pertemuan pada 24 September 2007, bersamaan dengan penyelenggaraan sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York," kata Juru Bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal, sebelum mengukuti rapat tertutup soal Forestry Eight, di Istana Tampaksiring, Bali, Jumat.

Rapat tertutup dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dihadiri Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Menhut MS Kaban, Mensesneg Hatta Rajasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Emil Salim.

Menurut Dino, gagasan Indonesia membentuk Forestry Eight dengan mengikutsertakan Brazil, Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Gabon, Kamerun, dan Kosta Rika, adalah karena selama ini belum ada gerakan diplomatik yang menghubungkan negara-negara yang memiliki hutan hujan tropis.

Negara-negara yang memiliki hutan hujan tropis berada di antara 10 derajat Lintang Utara dan 10 derajat Lintang Selatan dari garis khatulistiwa.

"Saat ini baru delapan negara yang menyatakan ikut bergabung, namun kita tetap menunggu jika ada negara yang secara fisik memiliki hujan hutan tropis untuk bergabung," ujarnya.

Ia menjelaskan inisiatif Presiden Yudhoyono melakukan pertemuan di New York, menjelang menjelang pertemuan atau KTT Forestry Eight pada Desember 2007 di Bali, bersamaan dengan penyelenggaraan pertemuan tingkat dunia tentang "Millenium Global Devepeloment Goals" dengan isu utama "Global Climate Change".

Indonesia saat ini tercatat menjadi negara ketiga terbesar setelah Brazil dan China sebagai penyebab emisi dari hutan, antara lain akibat kebakaran hutan dan praktik pembalakan liar atau " illegal logging".

Forestry Eight yang disebutkan Dino, mencakup 80 persen negara yang memiliki hutan hujan tropis.

"Sejauh ini baru Malaysia yang telah menyatakan menyambut baik atas pembentukan forum tersebut," katanya.

Dijelaskan, 25 persen dari seluruh emisi global berasal dari masalah-masalah kehutanan, sedangkan 75 persen berasal dari emisi yang ditimbulkan industri, pertambangan dan energi, serta limbah rumah tangga.

Dino juga menjelaskan pembentukan forum Forestry Eight ini diharapkan dapat memperjelas pengaturan masalah pemakaian energi oleh industri-industri di seluruh negara.

Selama ini "Protocol Kyoto" cenderung hanya menekankan mengatasi emisi di sektor industri tanpa terlalu memperhatikan masalah-masalah di sektor kehutanan.


referensi : http://www.antara.co.id/

Trademaks
07-09-07, 01:26
Cara terbaik Atasi Global Warming
SERPONG-Efek pemanasan global (global warming) sangat mengkhawatirkan bagi kehidupan manusia. Selain disumbang oleh rumah kaca, global warming juga disokong oleh penggunaan energi secara besar-besaran.

"Kita tidak bisa terhindar dari pemanasan globa yang saat ini sedang terjadi. Paling mungkin dilakukan meminimaslisir keadaan itu dengan menghemat energi," ujar Menko Kesra Abu Rizal Bakrie ketika memberi sambutan dalam seminar bertajuk Kawasan hemat energi di Puspiptek, Setu, Tangerang, kemarin.

Bakrie mengharap pada semua peserta untuk ikut membantu pemerintah dalam mengatasi global warming. Sebab, persoalan itu, sudah menjadi perhatian semua pihak. Masyarakat juga tidak boleh antipati terhadap persoalan itu. "Saya rasa ini menjadi tanggungjawab bersama untuk menghadapinya," tambah Ical sapaan akrab Abu Rizal Bakrie.



Sementara itu, Dr Tri Harso Karyono, arsitek peneliti di Balai Besar Teknologi Energi (B2TE), mengatakan, untuk menghemat energi itu sangat mudah. Caranya dengan menghemat energi dan memperbanyak hutan-hutan sebagai daerah resapan air dan udara.

"Setiap rumah juga bisa dibuat taman-taman supaya udara sejuk. Itu akan mengurangi dan mengimbangi pembuangan gas dari rumah tangga selain pancaran sinar matahari," ungkapnya.

Di bagian lain Djauhari Tatang perwakilan Summarecon Mal Serpong (SMS) yang menjadi pembicara dalam kesempatan itu, menuturkan pihaknya memanfaatkan tenaga gas genset dalam menghemat energi. Selain itu untuk memperkuat suplay energi dimanfaatkan juga sumber panas matahari.

"Dengan cara ini maka kami lebih praktis dalam menghemat energi. Apalagi kami tidak menggunakan energi listrik," jelasnya.



referensi : http://www.indopos.co.id/

Trademaks
10-09-07, 22:31
Pemanasan global mengakibatkan meningkatnya kasus flu burung (Avian Influenza/AI) karena meningkatnya suhu udara mendorong peningkatan penguapan sehingga kondisi udara lebih lembab, sementara virus AI sangat menyukai kondisi lembab dan dingin.

Oleh karena itu, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) akan mengupayakan agar efek pemanasan global terhadap peningkatan kasus AI ini bisa dimasukkan dalam pembahasan sidang UN Forum on Convention on Climate Change (UNFCCC) di Bali, Desember mendatang.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMG, Prof Mezak A Ratag mengatakan di Bogor, Senin, masalah tersebut --efek pemanasan global terhadap peningkatan kasus AI-- memang belum dikaji oleh Panel Antar-pemerintah untuk Perubahan Cuaca (Intergovernmental Panel on Climate Change). "Masalah ini belum masuk 'assessment' perubahan iklim UNFCCC," katanya.

BMG, kata dia, akan melakukan pemetaan iklim (mikro klimat) di tingkat sub kabupaten sehingga bisa digunakan sebagai sistem peringatan dini bagi penyebaran virus flu burung. "Kalau tadinya BMG hanya fokus (pemetaan iklim) untuk masalah pangan, sekarang juga ke masalah penyebaran penyakit," katanya.

Sementara itu, peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB), Agik Suprayogi mengatakan, angka kejadian AI di daerah tropis tinggi karena wilayah ini kelembabannya juga tinggi. "Ada hubungan antara karakter klimat (mikro klimat) dengan kasus kejadian AI," katanya. Riset yang dilakukannya sejak 2003 tersebut mengambil sampel Bogor dan masih harus dipertajam lagi untuk skala nasional.

Menurut hasil riset Agik, Bogor merupakan salah satu daerah potensial terjadi wabah flu burung karena karakter klimat di Bogor cenderung mengarah ke temperatur hangat, curah hujan tinggi dan sangat lembab. Kemungkinan kondisi ini sangat disenangi oleh virus flu burung. Pada Desember 2004 sampai Februari 2005 terjadi wabah flu burung di Bogor karena bulan-bulan tersebut merupakan bulan yang lembab dengan temperatur udara rendah.

Dengan adanya gambaran mengenai hubungan antara perubahan cuaca dan kejadian penyakit, maka dapat diperoleh metode untuk sistem peringatan dini bagi masyarakat. "Seperti juga halnya untuk demam berdarah, masyarakat sudah tahu pada waktu-waktu kapan saja kita mesti ekstra hati-hati mengantisipasi penyebaran penyakit," katanya.


referensi : http://www.republika.co.id/

Trademaks
14-09-07, 23:00
SEOUL - Pemenang penghargaan nobel asal Bangladesh Muhammad Yunus mengaku prihatin dengan dampak pemanasan global (global warming) yang makin terasa. Dia menyarankan warga dunia untuk mengubah gaya hidup, yang menurut mereka memberikan kontribusi besar terhadap situasi itu.

Perubahan yang dia sarankan adalah kepedulian konsumen tersebut pada setiap produk yang dikonsumsikan. Untuk itu, menurut dia, perlu kategorisasi tingkat keramahan suatu produk terhadap lingkungan.

Itu ditunjukkan dalam warna labelnya. Yaitu, merah, kuning, atau hijau. "Warna hijau menunjukkan bahwa produk tersebut terbuat dari bahan-bahan yang bisa diperbaharui," terang pria kelahiran India Britania tersebut saat berpidato dalam simposium perubahan iklim di Seoul, Korea Selatan (Korsel), kemarin (13/9).

Keprihatinan lelaki berusia 67 tahun itu tidak terlepas dari makin gawatnya dampak pemanasan global terhadap kehidupan masyarakat di banyak negara. "Bagi sebagian besar penduduk dunia, masalah tersebut mungkin masih menjadi kekhawatiran. Tapi, bagi kami, itu sudah menyangkut hidup dan mati," papar pendiri Grameen Bank tersebut.

Menurut dia, tidak kurang dari 40 persen wilayah Bangladesh berada pada daratan yang tingginya kurang dari satu meter di atas permukaan laut. "Padahal, permukaan air laut meningkat sekitar tiga milimeter tiap tahunnya," kata Yunus. Artinya, sekitar 150 juta penduduk negeri Asia Selatan tersebut harus siap jika sewaktu-waktu air laut meluap dan menenggelamkan tempat tinggal mereka.

Penerima Nobel Perdamaian 2006 itu juga melaporkan bahwa frekuensi dan intensitas banjir di Bangladesh semakin meningkat tiap tahun. Karena itu, menurut dia, perubahan gaya hidup sudah harus dilakukan mulai sekarang. "Kita bisa memulainya dengan satu komitmen. Yakni, masing-masing generasi akan meninggalkan dunia ini dalam keadaan jauh lebih baik daripada saat kita menemukannya. Bisakah kesimpulan yang sederhana ini kita sepakati secara global?" ujarnya.


referensi : http://www.indopos.co.id/

Ashclaine
14-09-07, 23:03
Wah2, makin kacau aja dah..
di Jakarta gmn yah, mau ubah gaya hidup de..
ga pake motor 2 tak lg de :D

Trademaks
24-09-07, 10:39
MONTREAL - Upaya penyelamatan lapisan ozon terus dilakukan. Yang terkini, 190 negara meneken perjanjian pengurangan penggunaan bahan kimia yang berefek pada berlubangnya ozon dan memperburuk pemanasan global.

Negara-negara tersebut sepakat bahwa dalam jangka 10 tahun, tidak ada lagi yang menggunakan hidroklorofluorokarbon (HCFC). Negara maju diperbolehkan menggunakan HCFC hingga 2020, sedangkan negara berkembang memiliki tenggat waktu sampai 2030. Itu berarti sepuluh tahun lebih cepat daripada perjanjian sebelumnya, protokol Montreal.

Ketua program lingkungan PBB Achim Steiner menyambut baik persetujuan untuk lebih mempercepat larangan penggunaan senyawa kimia berbahaya hidroklorofluorokarbon (HCFC). Hal itu dianggap sebagai "isyarat penting" dalam usaha memperlambat perubahan iklim. Dalam kesempatan tersebut, Steiner juga menyambut baik kerelaan Tiongkok untuk turut serta dalam perjanjian itu. "Hal ini mungkin terobosan terpenting dalam proses negosiasi lingkungan internasional selama paling tidak lima atau enam tahun," ujar Steiner, Sabtu (22/9).

Menteri Lingkungan Kanada John Baird menjuluki kesuksesan pertemuan 190 negara dan European Union selama seminggu itu sebagai sebuah langkah besar dalam memerangi global warming. "Perjanjian untuk mempercepat pembersihan HCFC segera dibukukan, seperti kisah kesuksesan dari protokol Montreal," ujarnya.


referensi : http://www.indopos.co.id/

MimiHitam
24-09-07, 14:30
mau semua negara dunia ribut2 gini pecuma tanpa tindakan yang pasti

MimiHitam
26-09-07, 19:35
Suhu Pulau Jawa Meningkat Ekstrim
TEGAL - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Meteorologi Tegal, Jawa Tengah, mencatat terjadinya peningkatan suhu secara ekstrim di sejumlah kota besar di Pulau Jawa beberapa hari terakhir.

Hasil pantauan BMG, suhu mencapai 35,6 derajat celcius. Peningkatan ini dikatagorikan BMG termasuk ekstrim, karena dalam 10 tahun terakhir suhu maksimum hanya mencapai 34,8 derajat celcius.

Kepala BMG Tegal Agus Hadi Utomo kepada sejumlah wartawan menjelaskan, peningkatan suhu mulai terdeteksi hari Senin 24 September lalu. Namun, saat itu, suhu tertinggi terpantau 34,4 derajat celcius belum termasuk katagori ekstrim. Selasa kemarin suhu meningkat hingga kategori ekstrim.

"Hari ini suhu udara di Kota Tegal jam 13.00 WIB mencapai 35,4 derajat Celcius dengan kelembaban 36 persen. Ini sudah ekstrim. 10 tahun terakhir suhu maksimum hanya 34,8 derajat celcius," jelas Agus, Rabu (26/9/2007).

Dia mengatakan, untuk wilayah Pulau Jawa, suhu maksimal secara rata-rata di atas 35 derajat Celcius.

"Kota-kota besar seperti Jakarta bahkan akan lebih tinggi.
Semarang pada jam yang sama suhu sudah mencapai 35,6 derajat Celcius dengan kelembaban 32 persen jauh lebih panas dan kering. Apalagi saat ini sedang musim badai utara," terangnya.

BMG memprediksi hingga Oktober mendatang suhu akan semakin meningkat. Pasalnya, saat itu matahari berada persis di atas Pulau Jawa. Menurut Agus peningkatan suhu secara ekstrim terjadi akibat pemanasan global (global warming).

Dia mengingatkan agar masyarakat lebih waspada karena dengan kelembaban hanya 36 persen kebakaran akan mudah terjadi.
http://www.okezone.com/index.php?opt...49742&itemid=2

Trademaks
04-10-07, 21:56
Brisbane (ANTARA News) - Survei terbaru Pusat Studi-Studi Amerika Serikat (USSC) Universitas Sydney yang dipublikasi, Rabu, mendapati 76 persen responden melihat pemanasan global sebagai masalah yang lebih serius daripada apa yang disebut fundamentalisme Islam.

Terhadap isu pemanasan global itu, sebanyak 69 persen dari 1.213 orang warga Australia yang ikut dalam survei tersebut menginginkan AS dan negaranya menentukan target pengurangan emisi.

Seterusnya, lebih dari dua pertiga orang responden survei yang dilakukan para peneliti Universitas Sydney pada Juli 2007 itu melihat Presiden AS, George W.Bush, sebagai masalah citra yang serius akibat kebijakan-kebijakan luar negerinya.

Namun, lebih dari separuhnya yang diwawancarai tetap memandang AS sebagai negara yang disukai.

Hasil survei itu mengindikasikan pandangan warga Australia pada isu-isu pertahanan, luar negeri, ekonomi dan perdagangan, termasuk AS sebagai mitra pertahanan, citra AS dan Presiden Bush, perang Irak dan Afghanistan, perubahan iklim, perdagangan dan investasi AS, serta praktik bisnis AS dan ketenagakerjaan.

Terhadap beberapa isu ini, para responden survei yang antara lain melibatkan Prof.Murray Goot itu juga dimintai pandangannya tentang negara-negara seperti Inggris, Jepang, China, Indonesia, dan Korea Utara.

Hasil survei itu mendapati sebanyak 92 persen responden mengharapkan AS tetap menjadi mitra pertahanan utama Australia, dan 79 persen responden menganggap aliansi kedua negara "sangat penting" guna melindungi Australia.

Sebanyak 74 persen responden juga mengungkapkan keyakinannya bahwa AS akan membantu Australia jika negara lain menyerangnya.

Pejabat Ketua USSC Universitas Sydney, Prof.Alan Dupont, mengatakan, temuan survei ini menunjukkan pandangan warga Australia tentang AS yang jauh lebih kompleks dan bernuansa dibandingkan hasil-hasil jajak pendapat sebelumnya akibat metode riset dan kedalaman pertanyaan yang diajukan.

"Orang-orang Australia jelas dapat membedakan antara kebijakan luar negeri AS dari pemerintahan tertentu dan nilai strategis aliansi AS yang masih mendapat dukungan besar kendati meluasnya penolakan terhadap konflik Irak," katanya.


referensi : http://www.antara.co.id/

MimiHitam
10-10-07, 18:48
Greenpeace: RI harus Menghentikan Penghancuran Hutan Hujan Tropiknya
Gerakan suaka-alam "Greenpeace" mengatakan Indonesia harus menghentikan penghancuran hutan hujan tropis dan jangan lagi menghancurkan hutan gambut di Indonesia menjadi lahan pertanian.

Imbauan ini disampaikan menjelang KTT Perubahan Iklim PBB Desember mendatang di Bali yang diharapkan akan diikuti para wakil hampir 190 negara, untuk membahas kesepakatan baru dalam menghadapi penghangatan suhu bumi.

Kesepakatan yang telah berlaku selama ini, yang dikenal dengan nama Protokol Kyoto, akan habis masa berlakunya dalam tahun 2012.

Gerakan suaka-alam Greenpeace cabang Asia Tenggara mengatakan, di Indonesia-lah terjadi penggundulan hutan yang terpesat antara tahun 2000-2005.

Dikatakan, pemerintah Indonesia harus bertindak sebelum KTT di Bali itu untuk menghentikan penghancuran hutan gambut menjadi lahan pertanian dan memastikan diambilnya langkah-langkah tepat untuk mencegah dan memadamkan kebakaran hutan.

Gerakan suaka-alam Greenpeace telah mengerahkan puluhan pegiatnya ke Sumatera untuk mengumpulkan bukti-bukti bahwa pengrusakan hutan terus terjadi di pulau itu.
http://www.radioaustralia.net.au/ind...s/s2055444.htm

Trademaks
16-10-07, 19:08
LONDON - Gas rumah kaca ternyata membuat bumi semakin lembab. Hal ini disinyalir dapat menimbulkan gelombang badai yang semakin kuat, cuaca yang semakin panas dan hujan yang semakin sering pada wilayah tropis.

Temuan ini dipublikasikan Journal Nature melalui Reuters, Senin (15/10/2007). Hal ini mengungkapkan betapa keterlibatan manusia sangat kentara dalam menimbulkan gas rumah kaca yang akhirnya mengakibatkan tingkat kelembaban yang tinggi secara global. Inilah yang akhirnya menyebabkan perubahan cuaca yang cukup signifikan pada tahun-tahun belakangan ini.

Gas emisi manusia seperti Methanol dan karbondioksida yang menimbulkan panas pada atmosfir merupakan kesalahan terbesar manusia yang akhirnya menimbulkan perubahan cuaca. Bahkan para ilmuwan memprediksi bahwa temperatur global akan meningkat 2 sampai 6 derajat celsius pada akhir abad ini, yang akhirnya menyebabkan banjir, kekeringan dan badai yang menyeramkan.

"Kami telah memprediksi sejak sekian lama bahwa kelembaban akan meningkat seiring dengan meningkatnya gas rumah kaca," ujar Nathan Gillet, Peneliti cuaca dari Universitas East Anglia.

Temuan ini cukup berharga untuk menjadi perhatian bagi negara-negara tropik yang rentan dengan banjir dan badai.


referensi : http://www.okezone.com/

Trademaks
17-10-07, 12:57
Diprediksi Habis 16-100 Tahun Lagi
Bagi Pen Hadow, Kutub Utara terlalu menarik untuk hanya dikunjungi satu kali. Petualang Inggris yang pada 2003 sukses mencatatkan diri sebagai orang pertama yang mencapai Artik melalui ekspedisi solo itu bakal kembali tahun depan. Tidak hanya berpetualang, dia akan mengukur ketebalan lapisan es di kutub.

Pada petualangan kedua ke Kutub Utara, Hadow didampingi dua rekannya, termasuk seorang ilmuwan perempuan. Pria berjuluk "Polar Pen" itu akan kembali bertolak ke Kutub Utara pada pertengahan Februari nanti.

Dalam petualangan keduanya yang bertajuk Vanco Arctic Survey (VAS) tersebut, Hadow mengusung misi pembuktian pemanasan global (global warming). "Diharapkan, hasil misi VAS nanti mampu memberikan prediksi yang lebih tepat mengenai daya tahan lapisan es Artik sebelum mencair ke lautan karena tergerus pemanasan global," paparnya.

Hadow, Ann Daniels, dan Martin Hartley akan memulai petualangan mereka dari Point Barrow, Negara Bagian Alaska, Amerika Serikat. Setelah menempuh perjalanan 2.000-2.200 kilometer, ketiganya diperkirakan tiba di Kutub Utara pertengahan Juni 2008.

Itu berarti, mereka harus menghabiskan sedikitnya 120 hari di tengah hawa dingin Kutub Utara yang bisa mencapai minus 50 derajat Celsius. Menggendong peralatan riset yang beratnya mencapai 85 kilogram, ketiganya ditargetkan bisa menempuh jarak sekitar 18 kilometer per hari.

Mereka juga dijadwalkan merenangi lautan es dengan suhu udara sekitar minus 1,8 derajat Celsius. "Olahraga air" itu, setidaknya, harus mereka jalani seratus jam selama misi berlangsung. Perjuangan yang tidak mudah memang.

Namun, demi kepentingan umat manusia, tiga petualang itu optimistis misinya akan sukses. "Ini akan menjadi misi pertama, mengukur ketebalan lapisan es dan salju Kutub Utara dengan menapaki tiap kilometer permukaan Artik," ujar Joao Rodrigues dari Cambridge University.

Untuk mendukung akurasi pengukuran tersebut, peralatan Hadow dan dua rekannya akan diperbarui tiap dua pekan. Sebuah radar yang ditanamkan dalam lapisan es Artik diprogram untuk melakukan pengukuran tiap ketebalan 20 sentimeter.

Sementara itu, inti es akan dibor tiap 20 kilometer perjalanan guna mengukur kepadatannya. Berdasar perhitungan terbaru, diperkirakan bahwa lapisan es Artik akan mencair dalam jangka waktu 16-100 tahun. Tiap tahun, sekitar delapan persen lapisan tersebut mencair dan mampu meningkatkan permukaan air laut kurang lebih 10-20 sentimeter.

Menurut Hadow, lapisan es Kutub Utara memang hanya mewakili tiga persen wilayah bumi. Namun, kawasan tersebut juga merefleksikan sekitar 80 persen energi matahari yang menembus atmosfer bumi. "Peningkatan permukaan air laut mulai 20-80 sentimeter berpotensi membanjiri sekitar 300 juta jiwa tiap tahun," tambah Hadow dalam pernyataan tertulis yang dirilis kemarin.

Tahun ini, pencairan es Kutub Utara tercatat 39 persen di bawah minimum. Dengan demikian, Artik bakal bebas es sekitar 25 tahun lagi.


referensi : http://www.indopos.co.id/

MimiHitam
17-10-07, 19:53
Lubang Ozon Menyusut 30%

JAKARTA--MEDIA: Lubang di lapisan ozon Bumi 30% lebih kecil daripada ukuran yang terdeteksi tahun lalu, demikian laporan terbaru yang dibuat berdasarkan hasil pantauan satelit milik Badan Luar Angkasa Eropa Envisat.

Massa lapisan ozon berkurang 0,3% tiap tahunnya, sementara ketebalannya selalu berfluktuasi dari tahun ke tahun.

Bagian yang paling besar penurunannya ada di bagian utara Antartika, yang kerap disebut dengan ‘lubang’, dan biasanya puncak ukuran lubang ini terjadi pada September dan Oktober lalu kembali ke ukuran awal di pergantian tahun.

Para peneliti hingga saat ini tidak begitu yakin bahwa mengecilnya lubang ozon berarti kondisi lapisan penghalau radiasi matahari telah membaik.

"Walaupun lubang mengecil dari kondisi normal, kami belum bisa menyimpulkan bahwa lapisan ozon sudah pulih," kata Ronald van der A, peneliti senior di Institut Meteorologi Belanda, seperti dikutip dari LiveScience, Jumat.

Pada 2007, lapisan ozon di atas Antartika susut 30,5 juta ton, lebih rendah dibandingkan dengan data tahun sebelumnya yang mencapai 44,1 juta ton.

Van der A mengatakan, berbagai perubahan suhu dan kondisi atmosferik menyebabkan ozon terus berkurang, dan tidak ada tanda-tanda bakal pulih dalam periode waktu yang lama.

"Tahun ini lubang ozon tidak terlalu tepat berada di pusat Kutub Selatan, sehingga ia bisa berkombinasi dengan udara yang lebih hangat," katanya.

Berdasarkan sifat fisiknya, ozon akan habis di suhu yang lebih rendah daripada -78 derajat Celcius, maka udara yang hangat akan melindungi lapisan tipis ozon yang berada sekitar 25 km di atas kepala kita.

Sejak tahun 1985 berbagai zat yang merusak ozon, seperti CFCs, telah dilarang penggunaannya.

Ozon berfungsi sangat penting bagi proses menghalau radiasi sinar matahari yang dapat menimbulkan kanker kulit dan katarak, serta mengancam kehidupan bawah air laut. (Ant/OL-03)

MimiHitam
19-10-07, 18:13
Angin di Kutub Utara Memanas, akibatnya es Jutub Ters Mencair
TEMPO Interaktif, Seattle:Peneliti menemukan arus angin di Kutub Utara terus menghangat. Akibatnya es terus mencair, suhu udara menghangat dan satwa liar sekarat. Selain itu semak-semak mulai tumbuh di area tundra dan kawanan karibu di Kanada dan sebagian Alaska semakin sedikit.

"Ini hal yang tidak biasa dan sepertinya merupakan pertanda pemanasan global," kata juru bicara Badan Kelautan dan Atmosferik Nasional (National Oceanography and Atmospheric Administration-NOAA), James Overland pada wartawan di Seattle, Amerika Serikat, Rabu waktu setempat.

Laporan NOAA menekankan bahwa keadaan di Arktik akan mempengaruhi seluruh planet. Laporan ini juga menunjukkan di musim dingin dan musim semi 2007, temperatur di Kutub Utara dan Samudra Arktik tidak banyak berubah. Hal ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya di mana perubahan musim berpengaruh pada suhu.

Peneliti telah memperkirakan kutub bumi akan mengalami dampak awal pemanasan global. Laporan Badan Amerika Serikat untuk Arktik 2006 lalu telah menyediakan pedoman penelusuran perubahan di bumi akibat pemanasan global.
http://www.tempointeraktif.com/hg/lu...109708,id.html

MimiHitam
02-11-07, 07:49
Indonesia Jadi Juru Damai Lingkungan Global

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia, yang akan menjadi tuan rumah pertemuan rutin Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim (UNFCCC) di Nusa Dua, Bali, Desember 2007, sebenarnya bisa memainkan peran sebagai juru damai dalam masalah lingkungan global.

"Indonesia bisa menjadi semacam juru damai untuk mengatasi isu-isu yang masih kontroversial dengan menunjukkan bahwa kita memiliki kemampuan untuk itu," kata pakar dan pengamat lingkungan, Dr Hira Jhamtani di Jakarta, Kamis.

Menurut penulis buku "Globalisasi dan Monopoli Pengetahuan itu, hal tersebut bisa diterapkan antara lain bila pemerintah menunjuk orang-orang yang tepat dan memahami secara menyeluruh mengenai permasalahan lingkungan dalam UNFCCC.

Untuk itu, Hira berharap agar delegasi dari Indonesia benar-benar mempersiapkan diri apalagi waktu menuju pertemuan tersebut hanya tinggal sekitar satu bulan.

Hal yang bisa diposisikan oleh Indonesia sebagai juru damai, ujar dia, antara lain dengan menegaskan kepada negara maju untuk menurunkan tingkat emisi mereka sendiri sebelum membicarakan tentang pemberian dana kepada negara lain yang memiliki tingkat emisi yang nihil atau rendah.

Hira, yang juga aktifis "Third World Network" itu mengaku telah menuturkan hal itu kepada sejumlah perwakilan pemerintah dalam beberapa forum tidak resmi. Namun, hingga kini masih belum ada tanggapan yang memuaskan.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Chalid Muhammad, mengharapkan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat memimpin negara-negara di kawasan Selatan untuk bekerja sama dalam menghadapi berbagai permasalahan lingkungan hidup.

"Presiden sebenarnya dapat membentuk persatuan dari negara-negara berkembang di Selatan agar dapat menekan negara-negara Utara yang maju untuk memotong emisi karbonnya," katanya.

Menurut dia, hal itu bisa dilakukan antara lain bila Indonesia menunjukkan komitmennya yang kuat untuk menyelamatkan hutan yang terletak di dalam wilayahnya.

Chalid juga mengatakan, selain dengan komitmen, kemungkinan Indonesia untuk memimpin negara Selatan akan jauh lebih besar bila diplomasi Indonesia dengan negara lain dikembangkan secara baik dan benar.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

http://www.antara.co.id/arc/2007/11/1/indonesia-jadi-juru-damai-lingkungan-global/

Trademaks
02-11-07, 17:30
Para ilmuan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim.

Hal yang patut dicatat di sini adalah ternyata tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global.

Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah suhu benar-benar telah meningkat. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi, tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan.

Bagaimana menurut anda ?

MimiHitam
03-11-07, 07:51
Para ilmuan yang mempertanyakan pemanasan global cenderung menunjukkan perbedaan yang masih dipertanyakan antara prediksi model pemanasan global dan perilaku sebenarnya yang terjadi pada iklim.

Hal yang patut dicatat di sini adalah ternyata tidak semua ilmuwan setuju tentang keadaan dan akibat dari pemanasan global.

Beberapa pengamat masih mempertanyakan apakah suhu benar-benar telah meningkat. Yang lainnya mengakui perubahan yang telah terjadi, tetapi tetap membantah bahwa masih terlalu dini untuk membuat prediksi tentang keadaan di masa depan.

Bagaimana menurut anda ?

ya jelas salah manusia, yang polusi itu udah ga enak diliat, apalagi efeknya

MimiHitam
09-11-07, 15:50
Dampak Pemanasan Global di Indonesia
Sejumlah Kota Besar Bakal Terendam

[BOGOR] Dampak terjadinya pemanasan global bagi Indonesia seharusnya diwaspadai dan diantisipasi, sebab sebanyak 12 pulau kecil dan sejumlah kota besar di antaranya Jakarta, Semarang (Jawa Tengah), termasuk jalur pantura (pantai utara), Merauke (Papua), Pulau Sumatera bagian timur, sebagian Kalimantan Timur dan Selatan terancam terendam air laut yang pasang.

Peringatan itu disampaikan empat peneliti dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yakni, Dr Ing Khafid (ahli Surveyor Pemetaan), Dewayany Sutrisno Phd (pakar pengelolaan pesisir dan kelautan), Dr Ing Fahmi Amhar (Kepala Balai Penelitian Geomatika), Dr Ir Antonius Bambang Sujarnako (peneliti Geografi) di di Bogor, Selasa (6/11).

Menurut Khafid, menyebutkan, ancaman serius terendamnya beberapa kota besar dan belasan pulau kecil itu berdasarkan penelitian, akibat pemanasan global dunia dan mencairnya iceland di kawasan kutub. Kondisi itu akan mengakibatkan sekitar 30 persen daerah pantai akan tergenang air laut pasang, sehingga mulai dari sekarang harus diantisipasi.

Dampak mencairnya iceland di kutub ini pun menyebabkan kenaikan tinggi air laut dapat mencapai antara 5 sampai 7 meter. Ke 12 pulau kecil terdepan dari 92 pulau di wilayah Indonesia yang terancam hilang terendam pasangnya air laut itu teridentifikasi meliputi Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Sekatung, Pulau Sebatik, Pulau Maratua, Pulau Fani, Pulau Mapia, Pulau Enu, Pulau Asutubun, Pulau Dana, Pulau Raijua dan Pulau Mangudu.

"Karena itu Indonesia harus mulai mencatat data-data kenaikan permukaan air laut sejak sekarang. Sebab saat ini Indonesia sangat blank tentang data kenaikan air laut per tahunnya ", ujar Khafid seusai mengikuti Forum Riset Geomarin yang diselenggarakan oleh Bakosurtanal dan Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB serta Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (Mapin).

Pertemuan dalam forum riset geomarin itu pun diagendakan membuat rekomendasi kepada Bappenas untuk kawasan yang rawan dan perlu diantisipasi sebagai dampak pemanasan global dunia.

Kota-kota atau daerah yang bakal terendam pasangnya air laut sebagai dampak pemansan global itu, lanjut Khafid, mengingat letak daerah perkotaan tersebut sangat landai dengan asumsi ketinggian ombak lautan sekitar satu meter. Dampak pemanasan global juga akan terjadi hal serupa di kawasan Banglades, juga termasuk negeri Belanda yang memiliki tanggul cukup kokoh saat ini pun diliputi kekhawatiran pasangnya air laut.

Pemanasan global yang terjadi saat ini, menurut Khafid, berkaitan dengan suhu atau temperatur di mana terjadi perubahan suhu dunia yang sangat signifikan dari tahun ke tahunnya. Berdasarkan data terkumpul sejak tahun 1860 sampai tahun 1950-an tercatat suhu bumi mengalami naik dan turun mengikuti musim dan jika di buat grafiknya ada kecenderungan suhu bumi naik 0,75 persen.

Yang menjadi masalah dan mengkhawatirkan bagi penduduk dunia saat ini, memasuki era perindustrian terjadi kenaikan suhu bumi di abad 21 ini sangat mencolok, yakni suhu bumi rata-rata naik 1 sampai 4 derajat Celcius atau setara 0,55 derajat Celcius per 10 tahunnya.

Contoh Belanda

Untuk jangka panjang, Indonesia memang patut mencontoh negeri Belanda dengan membangun tanggul di tepi pantai khususnya bagi daerah yang landai dan terancam terendam air laut. Saat ini Indonesia sebagai negeri kepulauan yang memiliki batas-batas sebanyak 183 titik, diprediksikan juga akan ada terjadi perubahan dengan adanya perubahan iklim sebagai dampak pemanasan global tersebut.

Hasil pendataan Bakosurtanal tentang pulau yang ada di Indonesia yang dulunya tercatat sebanyak 17.500 pulau besar dan kecil, saat ini terdata hanya kurang dari 10.000 pulau yang tersebar di wilayah Indonesia. Hal ini diperkirakan terjadi karena kurangnya akurasi perhitungan dengan menggunakan peta lama, atau memang banyak pulau yang hilang.
http://www.suarapembaruan.com/News/2...esra/kes01.htm

siap2 pindah ibukota neh

MimiHitam
09-11-07, 16:45
Global Warning: Akhir Dari Segala Batas

Kehidupan mempunyai batas begitu juga organisme. Kini, batas sudah tidak ada lagi dengan rasa ketidakpuasan manusia yang tak mengenal batas-batas. Abad ini merupakan kemunduran peradaban manusia bukan kemajuan peradaban manusia. Banyak para ahli mengatakan bahwa sains adalah penyelamat manusia abad modern. Betapa hebatnya, ketika manusia menciptakan, mesin uap, kapal, kereta api, lampu gas, computer, fotografi, AC, lampu gas, pesawat dan berbagai produk yang mengagumkan semua orang di dunia termasuk penulis.

Dan ini merupakan peradaban kemajuan manusia. Di sinilah muncul bahwa manusia adalah mahluk sempurna, luar biasa. Marxisme juga menyatakan sains sebagai penyelamat kehidupan. Dan manusia, pada akhirnya menjadi penguasa segala bidang, baik dari social, ilmu pengetahuan, sampai-sampai menjajah bulan. Sadar tidak sadar pada saat bersamaan manusia menjadi tuan penguasa alam, penguasa dirinya sendiri-bebas. Mengutip Toffler bahwa “Tujuan akhir kemenangan sains subyeksi proses evolusi itu sendiri untuk manusia yang sadar”.

Kekuasaan diatas kekuasaan kekuatan rasionalitas manusia tidak bisa dipungkiri lagi. Dan, kekuasaan dan kekuatan merupakan tujuan utama manusia tanpa harus memikirkan dampak dari kehidupan ekologis. Namun, bukan pesimis sains sudah terbukti tidak lagi mengenal batas kemanusian dan ekosistim kehidupan. Ternyata sains di abad globalisasi ini berbeda dengan tujuan yang diharapkan. Ilmuwan tetap mengatakan dengan kredo humanistik bahwa pekerjaannya demi kebaikan manusia sebagai alat untuk menyelamatkannya.

Terbukti, riset untuk sains memerlukan uang yang banyak. Dan, ironisnya ilmuwan tahu bahwa proyeknya harus dijual belikan. Dewasa ini sains sepenuhnya dikuasai oleh militer dan sistim ekonomi kapitalis global. Bisnis tetap bisnis, sains tidak bisa menghidupi dirinya sendiri dan akhirnya membunuh kehidupan ekologis.

Mengutip Robert Musil, matematika, Ibu sains alam eksak, nenek ilmu mesin juga ibu jauh sains yang memiliki semangat darinya, pada akhirnya,melahirkan gas beracun dan pesawat tempur. Dan, tujuannya, penulis menyimpulkan bahwa sains adalah mesin pembunuh biosfer kehidupan manusia.

Dari sainslah lahir sistim ekonomi global dan memicu pemanasan global yang membahayakan umat manusia dan kehidupannya. Salah satu ilmuwan abad ini Fritjop Capra dalam penelitiannya bahwa ilmu pengetahuan telah terjebak dalam jalur yang salah dengan menempatkan ilmu fisika sebagai panutan. Menurutnya, dunia sains sudah waktunya mengganti kiblat dari ilmu fisika—ilmu benda-benda mati—menuju ilmu biologi—ilmu tentang benda-benda hidup. Karena secara hirarkis mahluk hidup memiliki kompleksitas lebih tinggi ketimbang benda-benda mati.

Bahaya dari global warning penulis pernah menyampaikannya dalam tulisan yang berjudul Hancurnya Bumi:Ujung dari Global warning. Namun, bahaya kini sudah tidak dipedulikan manusia. Oleh, karena itu manusia merupakan pencipta sistim dan menciptakan bentuk-bentuk baru demi keuntungan ekonomi domain tanpa harus memikirkan bahaya. Pada akhirnya sistim pasarlah yang berbicara. Yang lemah bakal ditindas secara ekonomi. Dalam teori Chaos bahwa pasar merupakan sistim yang hidup dan terus bergerak. Teori usang Adam Smith pun ditinggalkan dengan mengemukakan bahwa dipasarlah proses demokrasi sepenuhnya berjalan dan hak asasi terjunjung.

Terbukti, mereka negara-negara besar (AS, Inggris, Australia, Israel) ribut perang ingin menguasai sumber daya alam di negara-negara lemah dan harus membunuh ribuan juta manusia. Indonesia satu-satunya negara yang taken for granted terhadap invansi mereka meski harus menjual sumber daya alam dan binatang langkanya termasuk manusianya yang berada diambang kemiskinan. Data World Bank tahun 2006 mengemukakan angka kemiskinan di Indonesia mencapai 37-39 juta jiwa dan jumlah pengangguran 10-12 juta jiwa diantara 100 juta angkatan kerja jiwa.

Ekspoitasi alam terus berlanjut meskipun peraturan lingkungan hidup terbaru muncul dalam masyarakat Internasional, produk ramah lingkungan, dan banyaknya perjuangan organisasi pencinta lingkungan dunia, namun deforestasi hutan, kepunahan satwa liar dalam jutaan tahun tak pernah berhenti. Pada Juli 2000, para Ilmuwan yang mencapai kutub Utara diatas kapal pemecah es Rusia Yamal berhadapan dengan suatu pemandangan yang aneh dan mengerikan suatu permukaan air terbuka luas, selebar satu mil, sebagai pengganti es tebal berabad-abad menutupi Samudra Artik (New York Times, (19/08), Tahun 2000). Terbukti, apakah bisa sains dan sistim ekonomi kapitalis globalisasi mempunyai solusi untuk mengatur iklim global terkendali lagi, membuat terumbu karang terbaru, membikin ozone buatan yang bisa melindungi kehidupan mendatang dari pemanasan global.

Adanya bencana artificial manusia bukan murni alam merupakan bukti dari pemanasan global yang dibuat manusia abad ini. Para Ilmuwan yang bertanggungjawab atas riset mereka tidak hanya secara intelektual namun juga secara moral. Sains juga menciptakan produk-produk baru seperti apa yang diungkapkan Jean Baudrillad bahwa di bagian lain dari Samudera Atlantik, kodok-kodok dan tikus tanpa kepala sedang dikloning di laboratorium-laboratorium pribadi, yang dilakukan sebagai persiapan untuk pengkloningan tubuh-tubuh manusia tanpa kepala yang nantinya akan dipergunakan sebagau sumber-sumber donasi organ tubuh.

Belum lagi, akibat dari sains melahirkan spesies baru yakni terjadi pada kasus Henrietta Lacks, sel-sel tumor yang diambil sebagai sampel dari tubuhnya yang kemudian dikembangbiakan di sebuah laboratorium akan terus berlanjut berkembang biak tanpa batas. Bahkan, sel-sel tersebut membentuk spesemen luar biasa dan mematikan sehingga menyebar ke seluruh dunia dan bahkan bisa hidup di luar angkasa, yaitu di permukaan Satelit AS Discoverer 17. Secara tidak sadar, kita dibunuh oleh perbuatan kita sendiri sebagai manusia. Manusia itu memang tidak pilih-pilih kasih; dia sendiri dengan senang hati akan bersedia menjadi kelinci percobaan seperti halnya makhluk-makhluk yang lain, baik yang hidup maupun yang mati.

Manusia dengan penuh semangat bermain-main dengan masa depannya sendiri sebagai sebuah spesies persis sebagaimana dia bermain-main dengan masa depan dari semua makhluk yang lain. Dalam upaya pencariannya yang membuta untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih besar lagi, manusia telah memprogram kehancurannya sendiri dengan keganasan yang sama kejamnya dengan caranya menghancurkan segala hal yang lain. Anda hampir-hampir tak bisa menuduh manusia itu sebagai bersifat egosentris. Manusia mengorbankan dirinya seperti juga mengorbankan segenap spesies lainnya dalam sebuah takdir yang asing dan bersifat coba-coba.

Percobaannya yang mengeluarkan Budget (anggaran nasional) banyak menelurkan bencana – bencana efek pengaruh global warning. Lantas, ujungnya bisa saja jaman es abad lalu kembali lagi yang menghancurkan kehidupan dinosaurus. Bukan berarti penulis pesimis, dan ini bisa saja mungkin terjadi bahwa dunia peradaban modern berjalan mundur bukan maju seperti perhitungan peledakan *** menuju titik awal yakni 0 artinya, menuju kehancuran. Selain itu, Penyakit era globalisasi pun semakin kompleks, mulai dari penyakit jiwa ( Schizoprhenia), AIDS, SARS belum lagi kanker kulit akibat dari radiasi matahari tidak bisa disembuhkan oleh para ahli-ahli di bidangnya tersebut.

Global warning merupakan pintu akhir dari segala batas menuju kepunahan spesies manusia dan organisme lainnya. Oleh karena itu, meski dunia terlambat menanggapinya, bencana-bencana tidak bisa dicegah dengan alat secanggih apapun yang siap menghancurkan ekosistim kehidupan bumi. Meskipun, bakal ada revolusi secara radikal, namun penulis tanpa harus menjadi pesimis memprediksi bahwa ini adalah proses involusi manusia dan mahluk hidup lainnya, seperti ilmu gravitasi yang ditemukan Ensteins bahwa benda jatuh kebawah, namun dewasa ini benda kembali pada asalnya, bukan lagi jatuh ke bawah.

http://beritahabitat.net/2007/08/22/global-warning-akhir-dari-segala-batas/

Trademaks
20-11-07, 03:22
http://www.gatra.com/images/gambar/227/71.jpg

Tanpa bermaksud apriori, Pertemuan Para Pihak/Conference of Parties/COP Ke-13 bagi peratifikasi Protokol Kyoto (tanpa Amerika) maupun peserta konvensi (dengan Amerika) tentang perubahan iklim untuk penurunan dan stabiliasi emisi gas rumah kaca akan sulit dicapai. Argumennya, sekalipun mengikat secara hukum (legally binding), karena sifatnya voluntary basis dan saling menguntungkan, maka sangat sulit menagih komitmen kewajibannya para pihak. Tanpa sanksi yang jelas dan tegas bagi peratifikasi Protokol Kyoto maupun konvensi memosisikan penurunan emisi melalui joint implementation scheme, clean development mechanim, emission trading, dan mekanisme lainnya hanya menjadi wacana.

Penolakan emiter terbesar Amerika Serikat dengan 36,1% total emisi dunia pada 1990 untuk meratifikasi Protokol Kyoto tanpa redistribusi ke negara ANNEX 1 menyebabkan target penurunan emisi yang menjadi tanggung jawab negeri adidaya itu tidak terjadi. Posisi emisi gas rumah kaca pada saat ini, yang mencapai 20% di atas emisi tahun 1990, menyebabkan stabilisasi gas rumah kaca ke masa dasar menjadi sangat berat.

Bahkan boleh dikata tidak mungkin dilakukan, karena membutuhkan investasi teknologi dan biaya sangat besar. Tidak tercapainya stabilisasi gas rumah kaca pada periode komitmen pertama (2008-2012) menyebabkan kenaikan suhu permukaan bumi 2 derajat celsius dipercepat. Akibatnya, bumi pun makin panas, dan bencana lingkungan tinggal menunggu eksplosinya.

Pembangunan yang tidak sensitif terhadap climate change dengan lebih mengutamakan pertumbuhan sesaat yang tidak berkesinambungan menyebabkan reduksi emisi dan stabilisasi gas rumah kaca tak dapat dilakukan. Pilihan membangun jalan tol sebagai moda transportasi utama yang memerlukan pembebasan tanah sangat mahal, merusak lingkungan, mengalihfungsikan lahan sawah, boros bahan bakar minyak dibandingkan dengan moda transportasi kereta api --yang murah, efisien, dan ramah lingkungan karena jalurnya sudah tersedia-- merupakan teladan rendahnya sensitivitas dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Lambatnya implementasi program penanaman tanah kosong untuk hutan (afforestation), penghutanan kembali (reforestation), dan pengurangan emisi kegiatan deforestasi menyebabkan sumber emisi terus bertambah tanpa diikuti peningkatan wadah penyerap yang signifikan. Kebijakan subsidi terhadap energi yang tidak ramah lingkungan, seperti batu bara, tanpa memperhitungkan kebersihan dan keberlanjutan energi menyebabkan energi terbarukan tidak mendapat tempat yang proporsional untuk berkembang, sehingga peningkatan emisi dan pemanasan atmosfer semakin tidak terkendali.

Belum tersedianya mekanisme pendanaan yang jelas dan harga karbon yang rendah menyebabkan perdagangan karbon dan mekanisme pembangunan bersih belum dapat diimplementasikan secara optimal. Negara pemilik hutan tropis sebagai penambat karbon menginginkan harga yang proporsional dengan pengorbanan yang dilakukan. Pada saat ini, harga 1 ton CO2 berkisar US$ 5. Padahal, menurut kalkulasi, harga wajarnya US$ 10-US$ 20. Sehingga antara calon penambat karbon dan pembeli certified emission reduction (CER) saling menunggu untuk mendapatkan harga terbaik.

Posisi wait and see ini terjadi karena CER merupakan surat berharga yang dapat diperdagangkan, sehingga terbuka peluang untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan mekanisme pasar. Karena itu, diperlukan kebijakan tegas dan transparan dalam penurunan dan stabiliasi emisi lintas sektor, lintas provinsi, kabupaten/kota yang konsisten pada saat memulai pemilihan moda transportasi, penggunaan bahan bakar, dan penghapusan subsidi energi fosil agar adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dapat dipercepat.

Kegagalan penurunan emisi gas rumah kaca peratifikasi Kyoto Protokol dan strategi pembangunan yang tidak sensitive climate change memosisikan bumi terus memanas. Akibat lain, antisipasi perubahan iklim pun berada di simpang jalan. Negara-negara kepulauan (island countries) maupun negara-negara lintang rendah (khatulistiwa) merupakan korban/victim pertamanya. Indonesia adalah contoh kongkret dampak buruk itu.

Peningkatan suhu permukaan bumi dan laut yang ekstrem akibat pemanasan global akan menenggelamkan pulau-pulau kecil Indonesia yang jumlahnya ribuan, menaikkan intensitas dan besaran gelombang, mengacaukan musim, menurunkan produksi ikan, sehingga sangat mengganggu sistem dan kemampuan produksi pangan nasional.

Abrasi pantai, ancaman pada permukiman pesisir, tingginya banjir, dan kekeringan merupakan dampak pemanasan global dengan petani dan rakyat miskin sebagai korban. Ketidakadilan asasi ekonomi dan lingkungan ini, apa pun alasannya, harus dihentikan secepatnya, karena negara-negara korban pemanasan global terampas hak hidup dan kehidupannya. Negara GG 77 plus **** dan negara negara non-ANNEX 1 harus melakukan tekanan politik serta menagih komitmen negara emiter ANNEX 1 agar secepatnya mengimplementasikan komitmen dan kewajibannya dalam menurunkan emisi.

COP Ke-13 di Bali, yang direncanakan berlangsung pada 3-14 Desember 2007, harus mampu menghasilkan: (1) peta dan skema baru penurunan emisi dengan mengintegrasikan kepentingan Amerika Serikat serta (2) jenis dan mekanisme pendanaan yang transparan. Pengenaan pajak emisi (emission tax) terhadap produsen mesin pengguna bahan bakar fosil dan penghasil bahan bakar fosil untuk pendanaan mekanisme pembangunan bersih dan subsidi langsung korban pemanasan global perlu diintroduksi. Komitmen Amerika untuk mendukung Indonesia sebagai pelaksana COP Ke-13 dapat dimanfaatkan untuk mendorong kesepakatan penurunan emisi agar hajat besar dengan dana APBN Rp 114 milyar itu dapat memberi manfaat langsung bagi pemilik kedaulatan negeri.

referensi : http://www.gatra.com/artikel.php?id=109551


sependapat dengan pemberitaan ini ?

MimiHitam
04-12-07, 19:49
Bali Terancam Tenggelam
Gagah Wijoseno - detikcom

Nusa Dua - Perubahan iklim mengancam keelokan wisata pantai di Bali. Hal ini disebabkan pulau yang berjuluk 1.000 pura itu rawan atas perubahan iklim yang meningkatkan kenaikan permukaan laut.

"Kecenderungan tenggelam ada di sebagian Afrika dan Asia adalah tempat yang paling beresiko saat ini," kata Direktur Program Perubahan Iklim Global Hans Verolme dalam keterangan persnya di Nusa Dua, Bali, Selasa (4/12/2007).

Ancaman lain dari perubahan iklim adalah curah hujan yang sangat tinggi. Hans mencontohkan kasus banjir di Bangladesh beberapa waktu lalu yang menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Ancaman perubahan iklim tidak hanya dirasakan negara-negara tertentu saja. Tetapi, efek jangka pendeknya terutama akan muncul di negara-negara dunia ketiga.

"Efek perubahan iklim akan dirasakan oleh orang-orang di seluruh dunia, namun negara-negara berkembang menghadapi faktor resiko yang lebih besar," tambah Hans.

Untuk itu, WWF mendesak pemerintah negara-negara maju untuk meningkatkan dana adaptasi bagi negara-negara berkembang. Dalam skala yang lebih besar, dunia juga harus mengurangi emisi CO2 sampai 80 persen pada tahun 2050. (gah/ana)

Source : http://www.detiknews.com/index.php/d...490/idkanal/10

====================

ini bener2 masalah yg sangat serius!@

MimiHitam
10-12-07, 13:30
Global rallies focus on climate

http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/44288000/jpg/_44288493_bigben_300.jpg
Organisers said 10,000 protesters marched through central London

Mass demonstrations have taken place across the UK and worldwide to coincide with UN climate change talks in Bali.

Marches were held in 50 cities globally, including London, Cardiff, Glasgow and Belfast.

In London protesters delivered a letter to Downing St calling for climate change measures to be a priority.

The rallies come midway through the summit, which is considering how to cut greenhouse gas emissions after current Kyoto Protocol targets expire in 2012.

Thousands of delegates from almost 200 nations are attending the two-week UN Framework Convention on Climate Change on the Indonesian island of Bali.

They are seeking progress towards a "Kyoto II" deal - a new global climate treaty. Talks will also focus on how to help poor nations cope in a warming world.

Organisers said 10,000 turned out for the London march and rally outside the US embassy.

The letter delivered to Prime Minister Gordon Brown said: "We feel that dealing with this threat should be the number one priority of the British government, a priority for all areas of policy and across all departments of government."

The letter also urged the government "to secure an equitable emissions treaty that is effective in preventing the catastrophic destabilisation of global climate and which minimises dangerous climate change."

Friends of the Earth director Tony Juniper said: "It is essential our politicians show the leadership required and ensure that the climate talks in Bali speed the world towards a low-carbon future and ensure the long-term security of generations to come."

He called for a strong climate change law that cuts UK emissions by 3% a year and includes emissions from international aviation and shipping, as well as annual milestones.

Milestones

Indonesian Environment Minister Rachmat Witoelar, who is president of the conference, said he hoped the United States, which did not sign the 1997 Kyoto accord, would be brought on board.

Australia's Trade Minister, Simon Crean, has warned that both rich and poor nations must commit to slashing greenhouse gas emissions.

He said Australia would not sign any binding commitments until it has the results next year of a climate change report commissioned by new Prime Minister Kevin Rudd.

http://newsimg.bbc.co.uk/media/images/44288000/jpg/_44288492_ukmarch_203.jpg
The London event was one of 50 worldwide

Mr Rudd signed papers leading to the ratification of the Kyoto Protocol as soon as he took office, reversing the policy of the previous conservative government.

The US opposes Kyoto because it does not include major polluters like China and India.

It is expected to resist pressure to agree binding emission targets, despite hopes among developing countries that emission cuts of 25-40% by 2020 for industrialised countries would be included in a final agreement when the conference ends.

The figures were agreed upon earlier this year by industrialised nations that signed the Kyoto Protocol.

It commits three dozen industrialised countries to cut their greenhouse gases an average of 5% below 1990 levels between next year and 2012, when it expires.

http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/7134060.stm

krusszz
11-12-07, 01:18
dgr2 negara penghasil carbon n negara dengan efek rumah kaca tertinggi itu amerika ya ? benerkah ?

MimiHitam
11-12-07, 11:48
sama aj as, china, india itu penghsil besar

Nining_Meida
15-12-07, 15:27
Sekjen PBB Dukung AS, Peserta Terbelah

NUSA DUA - Hari pertama pertemuan tingkat tinggi (high level meeting) negara anggota UNFCCC (Konferensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim) kemarin (12/12) langsung diwarnai pertentangan antardelegasi negara utama. Pertentangan itu dipicu perubahan mendadak sikap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Ban Ki-moon atas target pengurangan emisi karbon.

Pada acara pembukaan pertemuan tingkat tinggi di BICC (Bali International Convention Center) itu, Ban Ki-moon menegaskan bahwa satu-satunya jalan yang wajib dilakukan secara multilateral di Bali adalah menurunkan emisi karbon penyebab pemanasan bumi dan perubahan iklim. Namun, saat jumpa pers selang beberapa jam setelah pembukaan, diplomat senior asal Korea Selatan tersebut mengoreksi pernyataannya.

Dia menyebut, target pengurangan emisi karbon dari 25 persen sampai 40 persen hingga 2020 pada konferensi di Bali terlalu ambisius. "Yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan traktat baru (pengganti Protokol Kyoto, Red) pada 2009. Untuk target pengurangan emisi, kita mungkin perlu realistis dan mengakui bahwa target itu terdengar terlalu ambisius," ujarnya.

Melunaknya sikap Sekjen PBB itu memunculkan kecurigaan adanya lobi kuat Amerika Serikat, yang selama ini paling getol menentang adanya aturan mengikat soal pengurangan emisi gas. Sikap AS tersebut didukung penuh Jepang dan Kanada. Menteri lingkungan Kanada menegaskan, perjuangan menyelamatkan bumi dari perubahan iklim juga harus menjadi tanggung jawab negara berkembang, bukan hanya negara maju.

Arah konferensi yang semakin disetir AS itu membuat gusar delegasi Tiongkok. "Target pengurangan emisi oleh negara maju sampai 40 persen adalah bukti komitmen mereka terhadap upaya melawan perubahan iklim. Jika ini saja ditolak, apa lagi yang bisa kita harapkan?" ujar seorang anggota delegasi Tiongkok yang menolak disebut identitasnya. Sikap Tiongkok itu mewakili negara-negara berkembang serta didukung Rusia dan India.

Menanggapi tudingan bahwa AS mengendalikan konferensi PBB di Bali, Ketua Delegasi Amerika Serikat Harlan Watson menyatakan, pemerintahnya sebenarnya sangat ingin bekerja sama dengan semua negara untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. "Tapi, kami ingin negara lain menghormati pilihan kami," ujarnya di ruang Auditorium BICC, Nusa Dua, Bali.

Ketika ditanya desakan negara berkembang yang diwakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Australia Kevin Rudd soal target emisi karbon, Deputi Sekretaris Negara Bidang Demokrasi dan Hubungan Internasional AS Paula Dobriansky menegaskan bahwa AS tetap tidak akan mengikutinya. "Dalam konferensi ini, kami telah mendengarkan pendapat beberapa negara tentang bagaimana mengurangi emisi karbon, tapi kami sependapat dengan negara lain yang tidak setuju ada target mengikat untuk mengupayakannya," kata wanita yang duduk di sebelah Watson itu.

Sebelumnya pada pembukaan pertemuan, enam kepala negara kompak menekan negara-negara maju, khususnya Amerika Serikat, untuk bertanggung jawab terhadap perubahan iklim yang sekarang terjadi. Enam kepala negara itu adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, presiden Papua Nugini, presiden Republik Maladewa, PM Singapura, dan presiden Negara Kepulauan Vala.

Setelah Ban Ki-moon memberikan pesan-pesan singkat, Presiden SBY memaparkan pendapatnya. Dalam pidatonya, SBY mendesak agar negara-negara maju memberikan kontribusi lebih besar pada usaha pencegahan perubahan iklim. "Mereka harus benar-benar menurunkan emisinya dan secara intensif membagi teknologi ramah lingkungan dengan negara berkembang," ujarnya dengan nada meninggi.

Tak cuma itu, nada SBY semakin tinggi ketika menyebut Amerika Serikat, satu-satunya negara maju anggota Annex I yang tak mau terikat dalam program penurunan emisi di Protokol Kyoto. "Kita harus memastikan AS, salah satu negara yang berkekuatan ekonomi paling besar sekaligus penyumbang emisi karbon terbesar, untuk segera menandatangani Protokol Kyoto," pintanya kepada semua peserta sidang.

Sebab, lanjut dia, upaya pengurangan emisi tidak akan pernah berhasil jika Amerika Serikat tidak mau ikut dalam komitmen mengikat tersebut. Kritik SBY itu kontan disambut tepuk tangan sebagian besar delegasi yang memenuhi ruang sidang utama BICC di Hotel Westin Nusa Dua tersebut.
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=9691

---------------

Sekjen PBB sepertinya sudah sangat gila, menentang rencana untuk menyelamatkan dunia ini dari bencana yang menghampiri. Solusinya padahal jelas, emisi karbon itu harus di kurangi bersama seluruh warga Bumi, baik dengan mengurangi konsumsi energi atau menemukan teknologi ramah lingkungan. Bahkan, negara seperti Amerika Serikat dan Tiongkok juga harus dikurangi, dan mencegah pembalakan liar di negara seperti Indonesia dan Brazil dengan sosialisasi, dan perberatan hukuman. Saya sebelumnya berharap pada konferensi ini, mengingat Adelin Lis saja bebas, ternyata, konferensi yang berbiaya besar ini, tidak ada hasilnya!!

~NM~

-Krisdayanti-
16-12-07, 15:11
saya sudah siap menghadapi kiamat, saudara saudaraku yang kucinta

denie_gaara
17-12-07, 09:59
waaaaaaaaaaaaaaaa,.........
bulu kuduk gw jadi berdiri nih >.<
aduh kiamat dah didepan mata kek na
tapi gw belum siap hiks >.<

MimiHitam
29-12-07, 17:51
Presiden Ajak Masyarakat Rawat Kembali Hutan

Wonogiri, Jawa Tengah-RoL-- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali merawat hutan guna mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor seperti terjadi beberapa hari terakhir ini.

"Itu cara yang cerdas untuk merawat bumi," kata Presiden di Wonogoiri, Jawa Tengah, Sabtu, ketika mengadakan dialog dengan para pejabat serta tokoh masyarakat di Kabupaten tersebut. Sebelumnya, Bupati Wonogiri, Teguh Purnomosidi melaporkan bencana alam yang terjadi di Kabupaten ini beberapa hari yang lalu telah mengakibatkan sejumlah orang tewas, belum ditemukan sembilan orang, luka-luka empat orang, serta rumah yang rusak mencapai 1.750 unit.

Teguh juga melaporkan empat sekolah mengalami kerusakan, serta 30 jembatan juga mengalami kerusakan akibat banjir tersebut. Presiden yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono, Menkokesra Aburizal Bakri, Menkes Siti Fadilah Supari, serta Mensesneg Hatta Radjasa juga mengatakan banjir serta longsor tidak hanya terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Timur tapi juga di negara-negara lain seperti Srilangka, Bangladesh, serta Malaysia.

Yudhoyono mengatakan, banjir dan tanah longsor terutama terjadi karena pengelolaan hutan serta lahan sejak ratusan tahun lalu dilakukan secara semaunya. Karena itu, masyarakat diminta untuk kembali menanami hutan serta lahan kritis. "Kita tidak perlu menyalahkan masa lalu. Kita sekarang harus memperbaiki dan merawat hutan," kata Presiden. Sebelumnya, Bupati Wonogiri juga melaporkan bahwa banjir yang terjadi di Wonogiri antara lain disebabkan tidak terlalu berfungsinya waduk Gajah Mungkur.

Menurut Teguh, yang menjadi salah satu penyebab munculnya masalah adalah karena Pemda tidak mempunyai wewnang untuk ikut mengelola Waguk Gajah Mungkur itu. Menanggapi hal tersebut, Presiden secara spontan mengatakan akan segera mengadakan rapat khusus untuk membahas peranan Pemda dalam mengelola Waduk Gajah Mungkur.

"Saya ingin akan ada rapat khusus secepatnya," kata Presiden sambil memerintahkan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi yang juga hadir untuk memberitahu Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto agar membahas berbagai peraturan di tingkat pusat yang menghambat peranan Pemda. antara/mim

http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=318381&kat_id=23

saya ikut pak presiden!

babakulima
29-12-07, 22:38
wew ayo kawan2 kita bantu cegah pemanasan global.. mulai dari diri kita...
NGERI GW SUMPAH!!!
gmn nasib anak cucu gw ntar????

MimiHitam
05-02-08, 19:51
6 Derajat Bumi lebih panas = kiamat

Karena samudera bakal kering dan bencana makin sering

YouTube - 6 Degrees Warmer: Mass Extinction? (http://www.youtube.com/watch?v=O8qmaAMK4cM&feature=dir)
Six Degrees Could Change the World: National Geographic Channel (http://channel.nationalgeographic.com/channel/sixdegrees/?source=4003)

Surat Masa Depan Dari Tahun 2070
Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku.

Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun. Semua sangat berbeda.
Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.

Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: "JANGAN MEMBUANG BUANG AIR" Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus.

Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu.

Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.
Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi.
80&#37; makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari.

Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.


Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis.

Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.

Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31,102 galon]. Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari "kawasan ventilasi" yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.
Udara yang tersedia di dalam "kawasan ventilasi" tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas dan umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.

Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli.
Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. Dia bertanya:

- Ayah! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku...

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian... dan banyak orang lain juga!
Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan.

Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya. Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.
Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi ...

Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini!
Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini.

Dokumen ini dipublikasi di majalah "Cr&#243;nica de los Tiempos" April 2002.

(Translation in free bahasa: Yuliana Suliyanti, Aug 2007)

HENTIKAN SEKARANG!! PATUNG LIBERTY NANTI JUGA BAKAL TENGGELAM!

gegehare
06-02-08, 16:52
Kutub Utara Mencair.......
Ngeri Banget......
Bali lama2 Bisa Tenggelam Sepenuhnya neh >.<...........

Hebat ya yg ciptain lagu "Dunia Semakin Panas".......
Diciptai Sebelum kasus Global Warming semakin Mengkhawatirkan tuh......

Agito-Avenged
02-03-08, 02:39
Terharu gw baca ini :
Surat Masa Depan Dari Tahun 2070
Aku hidup di tahun 2070. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku.

Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun. Semua sangat berbeda.
Masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya.Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral.

Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja.

Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: "JANGAN MEMBUANG BUANG AIR" Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus.

Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu.

Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya.
Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi.
80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari.

Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari.Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air.


Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis.

Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.

Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31,102 galon]. Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari "kawasan ventilasi" yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen.
Udara yang tersedia di dalam "kawasan ventilasi" tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas dan umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun.

Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi.

Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli.
Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. Dia bertanya:

- Ayah! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ?

Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku...

Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian... dan banyak orang lain juga!
Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan.

Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya. Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir.
Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi ...

Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini!
Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini.


Marilah kita melakukan usaha agar bumi ini tidak hancur, sedih bgt gw . . .
huuuu

File4
13-03-08, 18:42
@Agito-Avenged

gila kk
terharu gw jadi pengen nangis

liat masa depan gw kaya gitu

::hiks:: ::hiks::
:sob::sob:

MimiHitam
19-03-08, 13:14
http://img519.imageshack.us/img519/9008/antarticapd800hh4.jpg

ZURICH, BPOST - Gunung-gunung es dunia meleleh dalam laju yang amat cepat dan beberapa di antaranya bisa hilang dalam beberapa dekade ke depan, demikian diungkapkan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Minggu (16/3).

Para ilmuwan yang meneliti kondisi sekitar 30 lapisan es di seluruh dunia menemukan bahwa lelehan es mencapai puncaknya tahun 2006.

Oleh karenanya UNEP memperingatkan bahwa kehilangan es lebih jauh bisa berakibat serius, terutama di India, di mana sungai-sungainya bersumber pada lapisan es Pegunungan Himalaya.

Wilayah pantai barat Amerika Utara yang mendapatkan sebagian air dari gletser di jajaran pegunungan seperti Rocky dan Sierra Nevada juga bakal terkena dampak.

Direktur eksekutif UNEP Achim Steiner mendesak pemerintah negara-negara untuk menyepakati langkah-langkah guna mengurangi emisi gas dalam pertemuan internasional tahun depan di ibukota Denmark, Copenhagen.

Rata-rata lapisan es dunia berkurang 1,5 meter tahun 2006. Lelehan terbanyak tercatat di lapisan es Breidalblikkbrea, Norwegia, yang leleh 3 meter tahun 2006, sedangkan gletser Echaurren Norte di Chile adalah satu-satunya yang bertambah tebal.

"Apa yang kami dapatkan ini sepertinya merupakan tren yang tak diketahui kapan berhenti," ujar Wilfried Haeberli, direktur World Glacier Monitoring Service.

Dikatakan Haeberli, es meleleh sekitar 0,3 meter per tahun antara 1980 dan 1999. Namun sejak tahun 2000, lelehan itu meningkat sekitar 50 sentimeter.
| | Banjarmasin Post Online | | - Es Dunia Meleleh Lebih Cepat (http://www.banjarmasinpost.co.id/content/view/21777/180/)

-------------

Yang tinggal di wilayah pesisir, termasuk yang di Jakarta ... sebentar lagi berubah menjadi 'Venecia-Batavia' ....

http://img213.imageshack.us/img213/2893/venecia1po5.jpg

ColdHeart
21-03-08, 01:08
negara2 maju selalu menyalahkan negara berkembang dengan penebangan liar yang terjadi di negaranya...bila kita pikirkan kembali kenapa bukan negara maju sendiri yang stop penebangan hutan mereka dari awal?? kenapa harus korbankan negara berkembang utk jadi pusat oksigen dunia?
jujur aja sering kali Indonesia disalahkan sbg negara dengan kehancuran hutan tercepat...yah mereka bisa trus2an eksploitasi hutan mereka agar yang "maju" menjadi lebih "maju" trus negara berkembang harus trus2an jaga hutannya.
mungkin pemikiran ini agak egois...cuma tetap aja terasa kemunafikan negara2 maju yang selalu mengatakan "stop global warming" tapi malahan tetap menjadi bagian dari negara yang menghasilkan panas terbesar...
Global warming bukan masalah satu atau dua negara aja tapi masalah semuanya...selama masih saling menyalahkan dan ga mau mengakuinya...dan terus memikirkan kemajuan negara sendiri dengan menciptakan teknologi yang lebih maju namun dengan efek samping menyakiti bumi kita...maka kiamat telah mulai mengetuk pintu dunia...

wizzer05
21-03-08, 10:15
makanya stop dunk.. rumah kaca, penggunaan CFC (cat semprot, farfuum, freon AC dan kulkas) emisi karbon kendaraan
dan mulai bertanam pohon, bersepeda.. dan naik busway aja.. gausah satu anggota keluarga harus satu mobil/motor

yagami_light
24-03-08, 23:39
WOI ALL
sbnrna emang china yang parah membuat pmanasan global
tapi gw baca brta tadi katnya CHIna menolak bahwa CHina itu ngara yg menyebabkan pmansan GLOBAL

Ktanya SMua Pabrik itu jga yang kelolo ITU AS,rusia,JEpang,prancis,jerman,itali,israel, DLL
kalo mnrt gw ga salah china
soalnya yang buat pmanasan global emang d ngara china tapi itu smua pabrik buatan EROPA+AMERICA

FACK U AMERICA

BANGCADDDDDDDDDDDDDDDDDDD KAU
ga CUKUP APA IRAK? MAU IRAN SKRG? HA?? MAU CHINA SKRG D SALAIN?
PISANK LO


nah itulah
karena china butuh uang makanya negaranya d korbanin
sama ke indonesia
mau bayar utang harus jualan pulau lah
jualan tambang emas lah
dan jualan smuanya

smua ngara tuh butuh uang
kalo ga butuh uang mana bisa dia membuat negara trsbt!!!

Srry sbelumnya gw kutip kata2nya...

Hmm2...emang parah bgt neh Amerika...

"Negara Perusak" kl kata gw...Indonesia aja difitnah mcm2,Irak,Malaysia...dll...byk...

(Dr suatu Info,srry gw rahasiain sedikit dr mn info ini)

...Btw srry OOT...

Pihak Amerika blg,kalo dy mw beli semua Negara di Dunia,dy bhkn mw beli Tambang Emas di Indonesia (Ini gw lupa namanya,mgkn ad yg tw? Yg di Irian)

Kutipan kata2nya "Gw mw Itu Tambang,u boleh ambil bagian di Amerika,mw sebagai Bos di perusahaan jg boleh"...Kl g slh itu kutipan dr Bush...(Gw sendiri krg paham)

1 Lg,org2 China ud byk yg pergi dr Negaranya...terutama mereka berpindahnya di Indonesia (kenyataan kan? Bnr g?!)

Ad lg,Org Amerika sebenarnya adalah "Kepala *******",mereka membayar pihak dlm dr suatu Negara (Org kepercayaan yg menyamar sbg org dalam,cth: Org Irak,yg sebenarnya adlh org kepercayaan org Amerika tsb)

PDSP
25-03-08, 15:36
tapi kq kalo misalnya amerika kepala ******* kq amerika rela ngeluarin senjata dan tentaranya bwt ke irak?

MimiHitam
28-03-08, 17:59
http://www.jive-entertainment.com/news/032008/032008-51web-news-banner%20copy.jpg

GLOBAL WARMING

Pemanasan global dan akibat buruknya terhadap alam dan dunia sudah menjadi kenyataan yang harus kita sikapi dengan tindakan aktif secara bersama-sama. Mari kita mulai komitmen dalam diri kita sendiri dan melakukan hal – hal kecil sehari-hari yang dapat memberikan kontribusi besar untuk bumi yang kita sayangi.

MULAI DARI DIRI SENDIRI

A. Beli Produk Lokal

Dengan membeli produk lokal dapat mengurangi jumlah emisi CO2 sebesar 625 kg/tahun yang diakibatkan proses pengiriman produk import. Contohnya :

* Mengkonsumsi makanan hasil budidaya lokal dan organik

* Mengkonsumsi buah-buahan sesuai musimnya.

B. Kurangi Konsumsi Daging

Dengan mengkonsumsi sayuran dan mengurangi daging ˝ kg per minggu selain lebih sehat kita juga dapat mengurangi jumlah emisi CO2 yang digunakan untuk industri pengolahan daging sapi sebanyak 248 kg/tahun.

C. Trik & Tips Berbelanja

* Jangan membeli barang yang tidak dibutuhkan.

* Beli barang-barang dalam ukuran besar, untuk mengurangi jumlah kemasan.

* Lebih baik membeli barang dengan kualitas bagus daripada kualitas rendah tapi harus sering diganti.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah jika kita membeli 15% dari barang-barang konsumsi dalam jumlah besar adalah 614 kg/tahun.

* Gunakan tas kain untuk berbelanja.

* Pilih benda-benda yang dapat diisi ulang seperti : baterai, tinta printer

* Hindari penggunaan peralatan makan dari kertas dan plastik

* Selalu gunakan serbet, saputangan dan lap dari kain.

* Gunakan kembali kantong plastik belanja untuk pelapis tong sampah.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah jika kita menggunakan serbet kain daripada serbet kertas adalah 97 kg/tahun.

MULAI DARI RUMAH KITA

A. Hemat energi

* Ganti bola lampu biasa dengan bola lampu hemat energi (Compact Fluorescent Light Bulb).

* Pasang saklar peredup dan Matikan lampu bila tidak digunakan

* Warnai tembok anda dengan cat berwarna terang.

* Matikan lampu dan buka tirai jendela di siang hari.

* Cabut kabel peralatan elektronik dari stop kontak pada saat tidak digunakan.

* Gunakan kabel ekstensi yang bisa dimatikan pada saat tidak digunakan.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang bisa dicegah jika kita mengganti 4 lampu biasa dengan lampu hemat energi (CFL) adalah 326 kg/tahun.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang bisa dicegah jika hanya memasang steker pemutar DVD dan pemutar musik ketika akan digunakan adalah sebesar 106 kg/tahun.

B. Pilih Peralatan Yang Hemat Energi

* Belilah peralatan yang memiliki logo ”Energy Star” untuk menghemat energi, contoh untuk kulkas, ac dan microwave anda.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah bila kita memperbaharui kulkas lama dengan kulkas baru berlogo ”Energy Star” adalah sebesar 674 kg/tahun.

C. Kelola Sampah Kita

* Ubah sampah organik menjadi kompos.

* Daur ulang sampah kertas (surat kabar, kardus, majalah, kotak jus dan susu, dll), sampah kaca (botol dan toples), sampah baja dan aluminium (kaleng makanan dan minuman) dan sampah plastik (botol, kantong plastik dan lain-lain).

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah jika kita mengurangi 25% produksi sampah dengan mengubahnya menjadi kompos adalah 472 kg/tahun.

D. Menanam Pohon

* Mulai tanam pohon di pekarangan rumah

* Beri campuran materi organik, seperti kulit pohon, serpihan kayu, daun kering dan kompos di sekeliling batang pohon/tanaman di tanah.

* Biarkan sisa potongan rumput tersebar di halaman Anda, daripada mengumpulkannya dalam kantong untuk dibuang.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah dengan membiarkan sisa potongan rumput di halaman, sehingga mengurangi penggunaan pupuk dan air adalah 26 kg/tahun.

MOBILITAS DI LUAR RUMAH

* Gunakan kendaraan tanpa emisi seperti sepeda dan becak, atau berjalan kaki.

* Gunakan sarana transportasi publik atau umum.

* Maksimalkan kapasitas penumpang di kendaraan kita.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah bila satu kali dalam seminggu kita bepergian bersama orang lain menggunakan satu kendaraan saja adalah 246 kg/tahun.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah jika 3 kali dalam sebulan menggunakan sepeda daripada kendaraan bermotor untuk menempuh jarak 12,8 km adalah 131 kg/tahun.

HEMAT ENERGI DI TEMPAT KERJA

A. Kurangi Penggunaan Kertas

* Gunakan kertas yang bebas klorin dan bisa didaur ulang.

* Gunakan kedua sisi kertas, amplop dan kantong bekas untuk keperluan lain.

* Gunakan dan simpan dokumen dalam bentuk softcopy.

* Gunakan e-mail atau faksimili melalui komputer.

* Hindari penggunaan lembar pengantar untuk fax.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah jika kita mendaur ulang 100 kg kertas daripada membuangnya adalah sebesar 600 kg/tahun.

yagami_light
29-03-08, 20:36
http://www.jive-entertainment.com/news/032008/032008-51web-news-banner%20copy.jpg

GLOBAL WARMING

Pemanasan global dan akibat buruknya terhadap alam dan dunia sudah menjadi kenyataan yang harus kita sikapi dengan tindakan aktif secara bersama-sama. Mari kita mulai komitmen dalam diri kita sendiri dan melakukan hal – hal kecil sehari-hari yang dapat memberikan kontribusi besar untuk bumi yang kita sayangi.

MULAI DARI DIRI SENDIRI

A. Beli Produk Lokal

Dengan membeli produk lokal dapat mengurangi jumlah emisi CO2 sebesar 625 kg/tahun yang diakibatkan proses pengiriman produk import. Contohnya :

* Mengkonsumsi makanan hasil budidaya lokal dan organik

* Mengkonsumsi buah-buahan sesuai musimnya.

B. Kurangi Konsumsi Daging

Dengan mengkonsumsi sayuran dan mengurangi daging ˝ kg per minggu selain lebih sehat kita juga dapat mengurangi jumlah emisi CO2 yang digunakan untuk industri pengolahan daging sapi sebanyak 248 kg/tahun.

C. Trik & Tips Berbelanja

* Jangan membeli barang yang tidak dibutuhkan.

* Beli barang-barang dalam ukuran besar, untuk mengurangi jumlah kemasan.

* Lebih baik membeli barang dengan kualitas bagus daripada kualitas rendah tapi harus sering diganti.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah jika kita membeli 15% dari barang-barang konsumsi dalam jumlah besar adalah 614 kg/tahun.

* Gunakan tas kain untuk berbelanja.

* Pilih benda-benda yang dapat diisi ulang seperti : baterai, tinta printer

* Hindari penggunaan peralatan makan dari kertas dan plastik

* Selalu gunakan serbet, saputangan dan lap dari kain.

* Gunakan kembali kantong plastik belanja untuk pelapis tong sampah.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah jika kita menggunakan serbet kain daripada serbet kertas adalah 97 kg/tahun.

MULAI DARI RUMAH KITA

A. Hemat energi

* Ganti bola lampu biasa dengan bola lampu hemat energi (Compact Fluorescent Light Bulb).

* Pasang saklar peredup dan Matikan lampu bila tidak digunakan

* Warnai tembok anda dengan cat berwarna terang.

* Matikan lampu dan buka tirai jendela di siang hari.

* Cabut kabel peralatan elektronik dari stop kontak pada saat tidak digunakan.

* Gunakan kabel ekstensi yang bisa dimatikan pada saat tidak digunakan.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang bisa dicegah jika kita mengganti 4 lampu biasa dengan lampu hemat energi (CFL) adalah 326 kg/tahun.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang bisa dicegah jika hanya memasang steker pemutar DVD dan pemutar musik ketika akan digunakan adalah sebesar 106 kg/tahun.

B. Pilih Peralatan Yang Hemat Energi

* Belilah peralatan yang memiliki logo ”Energy Star” untuk menghemat energi, contoh untuk kulkas, ac dan microwave anda.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah bila kita memperbaharui kulkas lama dengan kulkas baru berlogo ”Energy Star” adalah sebesar 674 kg/tahun.

C. Kelola Sampah Kita

* Ubah sampah organik menjadi kompos.

* Daur ulang sampah kertas (surat kabar, kardus, majalah, kotak jus dan susu, dll), sampah kaca (botol dan toples), sampah baja dan aluminium (kaleng makanan dan minuman) dan sampah plastik (botol, kantong plastik dan lain-lain).

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah jika kita mengurangi 25% produksi sampah dengan mengubahnya menjadi kompos adalah 472 kg/tahun.

D. Menanam Pohon

* Mulai tanam pohon di pekarangan rumah

* Beri campuran materi organik, seperti kulit pohon, serpihan kayu, daun kering dan kompos di sekeliling batang pohon/tanaman di tanah.

* Biarkan sisa potongan rumput tersebar di halaman Anda, daripada mengumpulkannya dalam kantong untuk dibuang.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah dengan membiarkan sisa potongan rumput di halaman, sehingga mengurangi penggunaan pupuk dan air adalah 26 kg/tahun.

MOBILITAS DI LUAR RUMAH

* Gunakan kendaraan tanpa emisi seperti sepeda dan becak, atau berjalan kaki.

* Gunakan sarana transportasi publik atau umum.

* Maksimalkan kapasitas penumpang di kendaraan kita.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah bila satu kali dalam seminggu kita bepergian bersama orang lain menggunakan satu kendaraan saja adalah 246 kg/tahun.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah jika 3 kali dalam sebulan menggunakan sepeda daripada kendaraan bermotor untuk menempuh jarak 12,8 km adalah 131 kg/tahun.

HEMAT ENERGI DI TEMPAT KERJA

A. Kurangi Penggunaan Kertas

* Gunakan kertas yang bebas klorin dan bisa didaur ulang.

* Gunakan kedua sisi kertas, amplop dan kantong bekas untuk keperluan lain.

* Gunakan dan simpan dokumen dalam bentuk softcopy.

* Gunakan e-mail atau faksimili melalui komputer.

* Hindari penggunaan lembar pengantar untuk fax.

Fakta : Jumlah emisi CO2 yang dapat dicegah jika kita mendaur ulang 100 kg kertas daripada membuangnya adalah sebesar 600 kg/tahun.

Waw~...pjg bgt bro...

Thx bgt bwt Info2ny...bgs bgt...

Btw,itu mslh Rumah Kaca gmn?

Ap g bs diantisipasi? G ad pengantinya yah?

1 Lg,Pabrik2...yg kurang efektif,kyny ditiadain aja deh...

serem kl semisal kejadian lg ky Lumpur Lapindo..:wacko:

Hmmm...::sleep::








Asli serem bgt gw ngeliat keadaan Global Warming gni...::hiks::

Dunia rasanya kiamat kcl...tinggal nunggu waktunya aja...::hiks::

Trademaks
22-04-08, 18:56
http://www.indopos.co.id/images/1208798289b

LONDON - Isu pemanasan global dan perubahan iklim mewarnai peringatan Hari Bumi yang jatuh 22 April hari ini. Meski begitu, belum ada tindakan yang berarti untuk mengurangi pemanasan global.

Padahal, peringatan akan bahaya pemanasan global sudah muncul sejak 2006 lalu, disampaikan pemenang Nobel Perdamaian Al Gore. "Belum ada tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi bumi," kata pemenang Nobel yang juga mantan wakil presiden Amerika Serikat tersebut.

Selain peringatan dari Al Gore, sebuah film dokumenter berjudul An Inconvenient Truth (Sebuah Kebenaran yang Tidak Menyenangkan) juga sudah beredar di seluruh dunia. Bahkan, film itu berhasil memenangkan penghargaan perfilman Oscar.

Namun, belum banyak warga dunia yang menyadari bahaya pemanasan global dan melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya. "Sejak peneliti menyatakan bahwa kita mempunyai waktu sepuluh tahun untuk menghentikan naiknya permukaan air laut, situasi semakin memburuk," ujarnya.

Menurut Al Gore, kepedulian terhadap bumi yang makin sekarat itu hanya berlangsung saat peringatan Hari Bumi itu saja. Setelah itu, warga dunia pun terkesan melupakan.

Hari Bumi pertama diperingati di Amerika Serikat. Awalnya, seorang senator AS, Gaylord Nelson, berpidato tentang lingkungan pada tahun 1969. Dia menyatakan akan adanya demonstrasi besar-besaran tentang lingkungan hidup terkait semakin rusaknya kondisi bumi.

Banyak orang yang mendukung Nelson. Dukungan itu terus membesar dan memuncak dengan diadakannya peringatan Hari Bumi yang monumental pada 22 April 1970.

Saat itu, jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi di Fifth Avenue di New York. Mereka menyerukan penghentian perusakan bumi. Tidak kurang dari 1.500 perguruan tinggi dan 10.000 sekolah berpartisipasi dalam unjuk rasa di New York, Washington, dan San Fransisco.

Gerakan itu diikuti masyarakat di berbagai negara di dunia. Sejak saat itu, tanggal demonstrasi tersebut diperingati sebagai Hari Bumi.


referensi : || Indo Pos Online || (http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=337583)


Hari Bumi?spesialkah bagi kita ?
Namun tidak ada salahnya kalau manusia yang ada di bumi ini harus “santun” terhadap alam, merawat bumi dengan cara memberi “nutrisi” pada bumi ini.

MimiHitam
23-04-08, 07:01
http://www.indopos.co.id/images/1208798289b

LONDON - Isu pemanasan global dan perubahan iklim mewarnai peringatan Hari Bumi yang jatuh 22 April hari ini. Meski begitu, belum ada tindakan yang berarti untuk mengurangi pemanasan global.

Padahal, peringatan akan bahaya pemanasan global sudah muncul sejak 2006 lalu, disampaikan pemenang Nobel Perdamaian Al Gore. "Belum ada tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi bumi," kata pemenang Nobel yang juga mantan wakil presiden Amerika Serikat tersebut.

Selain peringatan dari Al Gore, sebuah film dokumenter berjudul An Inconvenient Truth (Sebuah Kebenaran yang Tidak Menyenangkan) juga sudah beredar di seluruh dunia. Bahkan, film itu berhasil memenangkan penghargaan perfilman Oscar.

Namun, belum banyak warga dunia yang menyadari bahaya pemanasan global dan melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya. "Sejak peneliti menyatakan bahwa kita mempunyai waktu sepuluh tahun untuk menghentikan naiknya permukaan air laut, situasi semakin memburuk," ujarnya.

Menurut Al Gore, kepedulian terhadap bumi yang makin sekarat itu hanya berlangsung saat peringatan Hari Bumi itu saja. Setelah itu, warga dunia pun terkesan melupakan.

Hari Bumi pertama diperingati di Amerika Serikat. Awalnya, seorang senator AS, Gaylord Nelson, berpidato tentang lingkungan pada tahun 1969. Dia menyatakan akan adanya demonstrasi besar-besaran tentang lingkungan hidup terkait semakin rusaknya kondisi bumi.

Banyak orang yang mendukung Nelson. Dukungan itu terus membesar dan memuncak dengan diadakannya peringatan Hari Bumi yang monumental pada 22 April 1970.

Saat itu, jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi di Fifth Avenue di New York. Mereka menyerukan penghentian perusakan bumi. Tidak kurang dari 1.500 perguruan tinggi dan 10.000 sekolah berpartisipasi dalam unjuk rasa di New York, Washington, dan San Fransisco.

Gerakan itu diikuti masyarakat di berbagai negara di dunia. Sejak saat itu, tanggal demonstrasi tersebut diperingati sebagai Hari Bumi.


referensi : || Indo Pos Online || (http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=337583)


Hari Bumi?spesialkah bagi kita ?
Namun tidak ada salahnya kalau manusia yang ada di bumi ini harus “santun” terhadap alam, merawat bumi dengan cara memberi “nutrisi” pada bumi ini.

Mari kita mulai menyelamatkan Dunia dan peduli Alam dari diri kita sendiri!

MimiHitam
28-04-08, 15:04
Kurangi Polusi, Pemprov DKI Terus Gelar Care Free Day

http://www.bangfauzy.com/images/berita/normal/437340-05593827042008@f.jpg

Pemprov DKI Jakarta terus melaksanakan program Car Free Day (hari bebas kendaraan). Hal ini guna mengurangi jumlah polusi dan memberikan penyadaran terhadap masyarakat akan adanya bahaya polusi bagi kesehatan.

"Kita akan terus melaksanakan program car free day dan memberikan penyuluhan terhadap masyarakat akan penyadaran polusi udara, " kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Minggu (27/4).

Car Free Day, kata Bang Fauzi-sapaan akab Fauzi Bowo merupakan program berkelanjutan dan diteruskan ke pemerintah kota madya. "Saat ini jumlah polusi udara yang dihasilkan oleh pembuangan Co2 sangat tinggi," imbuhnya.

"Dampak dari polusi itu akan membahayakan kesehatan bagi mahluk hidup, maka program seperti ini harus terus digalakan sekaligus memberikan penyuluhan terhadap warga ibu kota," ucapnya.

Seperti diketahui, program car fee day kali ini (Minggu, 26/4) di ruas Jl Thamrin - Sudirman yang dimulai pukul 06.00 WIB sampai 13.00 WIB merupakan ke-lima kalinya. Diramaikan pula dengan aksi tarian poco-poco, sepeda santai dan berbagai acara yang berkaitan dengan penyuluhan bahaya polusi udara. Dan, juga bertepatan dalam rangka memperingati hari Hak Kekayaan Intelektual ke VIII.||bim

FAUZI BOWO - JAKARTA UNTUK SEMUA (http://www.bangfauzy.com/berita.php?id=1175\)

Bagus, untuk mengganyang pemanasan global!

xienk
28-04-08, 15:49
@atas klo bisa seh g saranin malah satu hari full ga ada kendaraan bermotor (tapi ini sulit karena banyak orang yang punya kepentingan) klo bisa juga ditambah areanya jangan cuman di sudirman doank.

Stop Global Warming!!!

heroine
28-04-08, 17:44
jumlah kendaraan di Jakarta mah udah gila gilaan dan masih terus bertambah tiap tahunnya....

kayaknya rada berat juga ya kalo orang dah biasa enak ( naik mobil pribadi) trus di suruh naik angkutan umum :D

masalahnya angkutan umum di indonesia tuh belum memberikan rasa aman dan nyaman bagi penggunanya

xienk
29-04-08, 09:17
klo mank mau 20% pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum g rasa pemerintah harus benerin dulu sektor angkutan umunya mulai dari tampilan angkutannya, fasilitasnya, sama kesadaran sopirnya

klo udah bener semua pasti banyak yang pindah ke kendaraan umum, klo kita hitung2 dalam 1 hari ada sekitar 5 orang yang pindah ke angkutan umum dalam setahun sudah ada 1825 orang dan berkuranglah 1.825 kendaraan setiap tahunnya, nah kalau satu kendaraan setiap hari mengkonsumsi bahan bakar rata2 10 liter maka bisa hemat sampai 50 liter per hari, sehingga banyak keuntungan yang bakal didapat, selain mengurangi polusi (salah satu penyebab global warming) bisa mengurangi konsumsi bahan bakar yang notabene merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.

bisa dibayangkan dimulai dari pembenahan angkutan umum aja dampaknya sangat besar untuk mencegah global warming, belum lagi dengan gerakan2 yang lainnya.

akan tetapi semua juga harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga juga, jangan membiasakan diri selalu menggunakan kendaraan pribadi, klo mendesak yah bole lah sesekali

bye-
09-05-08, 10:26
gw rasa sih keknya ga ada harapan lagi deh tinggal tunggu tanggal mainnya kapan dunia ini kiamat.. buktinya manusia pengen stop global warming dari dulu ngomong stop "global warming" tapi sampe sekarang mana buktinya?? kondisinya dah separah ini.. mungkin surat masa depan yang tahun 2070 ga bakal terjadi tahun 2070 deh kk.. keknya ga lama lagi.. (sebenarnya gw jujur gw juga sering membantu terjadinya global warming)tapi sekarang ini gw dah matiin AC hemat listrik, buang sampah pad tempatnya, pakek speda.. tapi klo kondisi dunia kek gene gw dah ga ikut ambil pusing dah.. yuang penting gw dah lakukan apa yang harus gw lakukan buat bumi.. Bukti nyata global warming di kehidupan gw..
Pas gw umur 5-7 taun gw bangun pagi dengan melihat kaca mobil gw basah karena embun sekarang dah ga lagi..

MimiHitam
16-05-08, 15:50
Sri Hartati: Atasi Global Warming dengan Penghijauan dan Lubang Biopori



Sri Hartati Fauzi Bowo menyerukan dampak negatif yang timbul akibat proses global warming hanya dapat diatasi dengan cara penghijauan serta membuat lubang biopori atau sumur resapan.

Selain itu, penghijauan tersebut sekaligus membantu program pemerintah.

"Saya mengajak ibu-ibu Dharma Wanita untuk membuat lubang biopori dalam mengantisipasi kurangnya air bersih, kerusakan pesisir, serta rusaknya sanitasi," kata Sri Hartati pada acara rutin tiga bulanan Dharma Wanita yang diadakan di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/5).

Hal ini dilakukan agar para ibu-ibu mampu menjawab tantangan dan memiliki wawasan jauh ke depan serta mampu mengubah pola pikir dan sikap mental yang sesuai dengan teknologi dan ilmu pengetahuan, untuk lebih memperhatikan nilai kepribadian bangsa Indonesia.

Pembuatan lubang biopori, lanjutmya, setidaknya dapat mengelola air hujan yang turun dan juga melakukan penggemburan tanah agar air hujan yang turun dapat langsung teresap ke dalam tanah.

Selain itu, ia juga menekankan, agar anggota Dharma Wanita bisa mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

"Sampah bisa dikelola menjadi kompos. Dan masyarakat juga dapat diberdayakan melakukan daur ulang sampah menjadi produk yang bisa dijual," pungkasnya.||bim

http://www.bangfauzy.com/berita.php?id=1200\

Nyok rame2 bikin biopori dan hemat energi!

CrL-bLaCk-
16-05-08, 20:01
gw rasa sih keknya ga ada harapan lagi deh tinggal tunggu tanggal mainnya kapan dunia ini kiamat.. buktinya manusia pengen stop global warming dari dulu ngomong stop "global warming" tapi sampe sekarang mana buktinya?? kondisinya dah separah ini.. mungkin surat masa depan yang tahun 2070 ga bakal terjadi tahun 2070 deh kk.. keknya ga lama lagi.. (sebenarnya gw jujur gw juga sering membantu terjadinya global warming)tapi sekarang ini gw dah matiin AC hemat listrik, buang sampah pad tempatnya, pakek speda.. tapi klo kondisi dunia kek gene gw dah ga ikut ambil pusing dah.. yuang penting gw dah lakukan apa yang harus gw lakukan buat bumi.. Bukti nyata global warming di kehidupan gw..
Pas gw umur 5-7 taun gw bangun pagi dengan melihat kaca mobil gw basah karena embun sekarang dah ga lagi..

Jangan putus asa dolo, bumi kita sebenarnya bisa beregenerasi tetapi karena manusia yang terlalu merusak, sehingga regenerasi yang terjadi tidak menutupi kerusakan tersebut. Apa yang kk lakukan adalah benar dan bagus, setelah kita bisa melakukan apa yang seharusnya kita bisa lakukan, mari kita ajak orang lain untuk ikut juga melakukan apa yang kita lakukan, mungkin dapat dimulai dari keluarga, kerabat dekat, dan akhirnya masyarakat. Di sinilah mungkin susahnya, tapi semakin banyak yang berusaha, maka dukungan untuk "Stop" Global Warming dapat terlaksana.

avatz
27-05-08, 14:37
"Tangan2" manusia memang "tangan2" penghancur secara alamiah, seperti anak kecil dengan mainan barunya. Tetapi "tangan2" ini bisa jadi "tangan2" pembangun , penyelamat dan lainya yg memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungannya, yg dibutuhkan adalah ilmu dan moral yang baik yg membuatnya semakin bijaksana dalam berkehidupan.

GoWa utama banyak disebabkan oleh2 polusi2 besar seperti pabrik dan kendaraan bermotor yang setiap tahunnya terus membakar fosil dan membuangnya ke atmosfir setara dengan puluhan/ratusan gunun berapi yg meletus.

Kebakaran hutan, tahukah kalian apa bila hutan terbakar dapat menyumbang 1/4 co2 ke atmosfir dari seluruh dunia. Belum termasuk hancurnya ekosistem hewan dan tumbuhan. yang senjatanya adalah tanda tangan.

Apa tindakan kita? apakah kita harus menyuruh pabrik tutup, orang tidak boleh berkendaraan bermotor, yang merusak alam harus dibunuh. jangan terlalu extreem mulai dari diri kita dulu.

Green itu lah moto kita sekarang, bagaimana caranya? Hemat, hemat dan hemat
periksa kendaraan rutin untuk mengurangi emisi gas buang

kendaraan yg terawat akan irit dan mengeluarkan emisi yang lebih sedikit
nuff said

tidak over konsumsi
ya konsumtif bisa menyebabkan GoWa, tahukah kalian berapa banya co2 yang terbakar untuk membuat 1 buah HP/laptop, cukup untuk membuat anda tidak bisa bernafas. Tradisi gonta ganti hp harus dikurangi. Dan banyak lainnya jika kita mau sedikit berpikir.

matikan peralatan rumah tangga yg ga perlu
Radio nyala, tv nyala, ps2 nyala, dvd nyala, orangnya lagi asik baca forum di pc. Ingat listrik di Indonesia masih utama dari bahan bakar fosil.

senang mengunakan barang yang dapat di recycle
Sendok plastik lebih baik dari pada sumpit kayu yg habis pakai buang brapa banyak pohon ditebang tuk buat sumpit, pecinta sumpit bawa sendiri biar bisa pake lagi.

senang menggunakan barang yg hemat energy
logo wat kecil/daya hemat menjadi pilihan utama dalam memilih barang

merawat dan menjaga tanaman yg ada dskeliling kita
dimanapun tanaman jangan kita rusak apa lagi alasannya hanya karena pemandangan, pohon tumbuh puluhan tahun kita tebang hanya 30 mnt ga adil.

tidak buang sampah sembarangan(klasik)
paling klasik dan paling susah, mobil mercy buka jendela buang dah tuh tisu dijalan tol lagi. ini yg naik orangnya bgmna gtu mendingan naik humve tapi ga buang sembarangan kan.

tidak berlebihan memakai air
buka keran sedikit saja, jangan kran dibuka full orangnya masih ngambil odol, ngaca dulu 1000 orang kaya gitu kering tuh PDAN. Itu contoh kecil penggunaan air

menggunakan barang atau alat yang ramah lingkungan
limbah rumah tangga termasuk polutan besar yg mempengaruhi lingkungan, seperti penggunaan diterjen, kulkas non cfc dan bnyak lg

kreatif dari limbah rumah tangga/industri
ini yg harus diacungkan jempol, kaleng bekas, koran bekas, botol bekas dll semua barang ini sampah tetapi dengan sedikit kreativitas dan niat yg luhur bisa menjadi, minimal barang yg berguna untuk diri sendiri atau orang lain apalagi bisa mempunyai harga jual tinggi.

berpikir sebelum bertindak
itu kata ibu guru, dan memang benar setiap tindakan kita pasti punya konsekuensi.

jangan mudah marah
marah itu menurunkan IQ dan membuang energi so.... be happy

Green mulai dari sekarang, jangan putus asa yah...:secret:

ass-hole
30-06-08, 02:14
Kapanlagi.com - Kelompok Delapan (G-8) negara-negara industri maju akan melakukan investasi bersama senilai lebih dari US$10 miliar dalam setahun untuk pelaksanaan riset dan pengembangan teknologi untuk memerangi pemanasan global, kata satu laporan di sini Minggu (29/06/08).

Rencana itu termasuk riset pembangunan gudang bawah tanah untuk karbon dioksida, dan usulan ini termasuk dalam rancangan pernyataan bersama di bidang kebijakan ekonomi yang akan diputuskan pada konferensi tingkat tinggi (KTT) G-8, yang dijadwalkan berlangsung 7-9 Juli di Jepang, kata harian bisnis Nikkei.

Perubahan iklim akan menjadi masalah yang paling dominan di KTT, yang akan dihadiri oleh para pemimpin Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat di kota peristirahatan tepi danau di Jepang utara, Toyako. Nikkei mengatakan, bahwa pihaknya telah mendapatkan garis besar draft dari pernyataan mereka.

Menurut draft itu, para pemimpin G-8 juga akan berusaha mencapai perjanjian dalam hal pembentukan sasaran negara-demi-negara, untuk mengurangi buangan gas rumahkaca menjadi hingga ke peringkat menengah pada tahun 2013, kata harian itu.

Mereka juga akan menyatakan keputusan mereka untuk mencegah terjadinya krisis ekonomi global melalui upaya-upaya yang dikoordinasikan oleh kesepakatan, berkaitan dengan dampak meningkatnya harga-harga minyak dan pangan, katanya menambahkan.

Rancangan pernyataan G-8 berkaitan dengan masalah ekonomi, yang terpenting antara lain memberlakukan sasaran jangka panjang untuk mengurangi buangan emisi global.

Namun demikian, Jepang dan Eropa masih berbeda pendapat dengan AS selama bertahun-tahun mengenai sejumlah target, yang keputusan terakhirnya diduga akan diambil oleh para pemimpin G-8 saat mereka bertemu di Toyako, kata harian itu.

Jepang dan Eropa menginginkan emisi gas diturunkan separoh di seluruh dunia pada tahun 2050. Sedangkan AS secara berhati-hati menyatakan bahwa pencapaian tujuan itu sebagai sasaran yang ambisius, katanya menambahkan.

Nikkei mengatakan bahwa pernyataan bersama tersebut akan mempertegas komitmen negara-negara G-8 untuk membentuk sasaran-sasaran kuantitatif di masa depan, meskipun angka tertentu tampaknya belum diputuskan. (kpl/rit)

http://www.kapanlagi.com/h/0000236472.html

Kapan Negara - Negara lain Siap menyusul ?

mahonk
30-06-08, 10:09
ayo selamatkan bumi kita ...