Page 1 of 11 12345 ... LastLast
Results 1 to 15 of 162
http://idgs.in/171851
  1. #1
    BadOne's Avatar
    Join Date
    Jan 2007
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    251
    Points
    420.00
    Thanks: 0 / 1 / 1

    Default Gimana pendapat loe tentang PKI?

    Sudah hampir 2 bulan Soeharto dipaksa berhenti sebagai presiden oleh kekuatan mahasiswa dan rakyat.
    Dengan demikian gagallah rencananya untuk terus menjadi Presiden sampai dengan 2003. Sementara itu 21/2 bulan lagi adalah hari genapnya 33 tahun meletusnya G30S.

    Ki Oetomo Darmadi (Swadesi, No 1541/Th XXX/Juli 1998) mengemukakan,
    "Sudah 33 tahun tragedi nasional, apa yang disebut G30S menjadi ganjalan sejarah. Sudah seyogianya di era reformasi sekarang misteri tersebut disingkap secara transparan, jujur terbuka".

    "Mengapa, ini penting sebagai pelajaran sejarah, betapa dahsyatnya
    akibat-akibat yang ditimbulkan oleh peristiwa tersebut terhadap kehidupan
    bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
    Antara lain bangsa ini terbelah menjadi dua: Orde Lama dan Orde Baru, dengan implikasi luas pada sektor kehidupan sosial, politik, ekonomi dan pertahanan keamanan. Terlebih-lebih jika ditilik dari hak dasar azasi manusia (HAM) hampir seluruh Deklarasi HAM PBB (10 Des 1948) dilanggar. Pancasila hanya dijadikan lips-service, dan hampir semua hak warga sipil yang termaktub dalam batang tubuh UUD 45 dinodai.
    Terlalu banyak lembar catatan keganasan rezim Soeharto selama 32
    tahun berkuasa, sehingga ada yang menjuluki 'drakula', pembunuh berdarah
    dingin den sebagainya. Tidak mengherankan jika Indonesia ditempatkan sebagai pelanggar HAM terberat, sebab korban penubunuhan massal peristiwa G.30-S/PKI 1965 saja melampaui korban Perang Dunia II."

    Sesungguhnya sudah lama dituntut supaya misteri G30S yang sesungguhnya
    diungkap secara terbuka, jujur dan adil. Hanya saJa tuntutan semacam itu di
    masa Soeharto berkuasa suatu yang mustahil bisa dilaksanakan. Sebab dengan membuka misterinya, akan terbuka lah bahwa G3OS yang sesungguhnya ialah G30S/Soeharto, bukan G30S/PKI.

    HUBUNGAN SOEHARTO DENGAN G30S

    Hubungan Soeharto, terutama dengan Kolonel Latief, seorang tokoh G3OS,
    begitu akrab dan mesranya. Lepas dari persoalan apakah hubungan yang erat
    itu karena Soeharto yang menjadi bagian atau pimpinan G30S yang tersembunyi, atau karena kelihaian Soeharto memanfaatkan tokoh-tokoh G30S untuk mencapai tujuannya menjadi orang pertama di Indonesia.

    Hubungannya itu dapat diketahui, ketika pada 28 September 1965, Kolonel
    Latief bersama isterinya berkunjung ke rumah Jenderal Soeharto di jalan H.
    Agus Salim. Menurut Kolonel Latief (Kolonel Latief: "Pembelaan sidang
    Mahmilti II Jawa Bagian Barat" 1978) maksud kunjungannya ialah guna
    menanyakan adanya info Dewan Jenderal, sekaligus melaporkan kepada beliau.
    "Oleh beliau justru memberitahukan kepada saya, bahwa sehari sebelum saya
    datang, ada seorang bekas anak buahnya berasal dari Yogyakarta, bernama
    Soebagiyo, memberitahukan tentang adanya info Dewan Jenderal AD yang akan mengadakan coup d'etat terhadap kekuasaan pemerintahan Presiden Soekarno. Tanggapan beliau akan diadakan penyelidikan".

    Seterusnya Kolonel Latief mengemukakan bahwa 30 September 1965 (malam), ia berkunjung ke RSPAD untuk menjumpai Jenderal Soeharto, yang sedang menunggui putranya yang tersiram sup panas. Sambil menjenguk putrandanya itu, juga untuk melaporkan bahwa dini hari l Oktober l965 G30S akan melancarkan operasinya guna menggagalkan rencana kudeta yang hendak dijalankan Dewan Jenderal. Kunjungannya ke Jenderal Soeharto di RSPAD tersebut, adalah merupakan hasil kesepakatan dengan Kolonel Untung dan Brigjen Supardjo.

    Seperti diketahui menurut Brigjen Supardjo (Tempo, 1 Oktober 1988) tanggal
    16 September 1965 telah terbentuk gerakan tsb, di bawah pimpinan Letnan
    Kolonel Untung. Kolonel Latief semula berkeberatan Letkol Untung menjadi
    pimpinannya dan meminta supaya gerakan dipimpin seorang jenderal. Tetapi
    karena Kamaruzzaman (Syam) memtahankan supaya tetap Untung, karena ia
    pengawal presiden, maka akhirnya Letnan Kolonel Untung yang memimpinnya.

    Kamaruzzaman ini menurut Wertheim (Wertheim: "Sejarah tahun 1965 yang
    tersembunyi" dalam Suplemen Arah, No 1 th 1990) adalah "seorang double
    agent". Yang dimaksud "double agent" Wertheim ialah agennya Aidit (dalam
    Biro Khusus) dan agen Soeharto (yang diuntungkan oleh Peristiwa G30S).

    Sesungguhnya G30S tak akan bisa melancarkan operasi militernya dini hari l
    Oktober 1965 itu, sekiranya Jenderal Soeharto mencegahnya dan bukan
    membiarkannya. Tampaknya karena Soeharto berkepentingan agar Men/Pangad A. Yani terbunuh, maka dengan diam-diam direstuinya operasi militer G30S yang hendak dilancarkan itu. Jika Soeharto tidak berkepentingan terbunuhnya A. Yani, tentu rencana operasi G30S itu akan dicegahnya, atau langsung saja Kolonel Latief ditangkapnya, atau rencana G30S itu dilaporkannya kepada atasannya, misalnya kepada Jenderal Nasution. Dengan demikian operasi G30S itu gagal.

    Bagi Kolonel Latief dengan tidak ada pencegahan dari Jenderal Soeharto,
    berarti Jenderal Soeharto merestuinya dan operasi G30S dini hari l Oktober
    dilaksanakannya.

    Soeharto merestui operasi G30S itu secara diam-diam, karena ia mengetahui
    ada sebuah konsensus dalam TNI-AD bahwa bila Pangad berhalangan, otomatis Panglima Kostrad yang menjadi penggantinya. Dan Panglima Kostrad ketika itu adalah dirinya sendiri.

    MALING BERTERIAK MALING

    Paginya (pukul 6.30), dengan dalih ia mendapat informasi dari tetangganya,
    Mashuri, bahwa Jendral A. Yani dan beberapa jenderal lain telah terbunuh,
    Soeharto dengan Toyotanya, sendirian (tanpa pengawal) berahgkat ke Kostrad. Melalui Kebun Sirih, Merdeka Selatan. Soeharto sudah tahu benar siapa sasaran G30S.

    Sejalan dengan laporan yang disampaikan Kolonel Latief kepada Jenderal
    Soeharto di RSPAD malam itu, maka daerah, dimana markas Kostrad terletak,
    tidak diawasi atau dijaga pasukan G30S. Yang dijaga hanya daerah lain saja
    di Merdeka Selatan. Ini menjadi indikasi adanya saling pengertian antara
    G30S dengan Panglima Kostrad. Jika tidak ada saling pengertian, tentu daerah
    di mana Markas Kostrad berada juga akan dijaga pasukan G30S.

    Menurut Yoga Sugama (Yoga Sugama: "Memori Jenderal Yoga" [hal: 148-153])
    pada pagi 1 Oktober 1965 itu, dirinyalah yang pertama tiba di Kostrad.
    Kepada Ali Murtopo, Yoga Sugama memastikan bahwa yang melancarkan gerakan penculikan dini hari tersebut, adalah anasir-anasir PKI. Ali Murtopo tidak begitu saja mau menerima keterangan Yoga Sugama tersebut.

    Setelah ada siaran RRI pukul 7.20, yang mengatakan telah terbentuk Dewan
    Revolusi yang diketuai Kolonel Untung, maka Yoga Sugama memperkuat
    kesimpulannya di atas. Sebab Yoga Sugama kenal Untung sebagai salah seorang perwira TNI-AD yang berhaluan kiri. Untung pernah menjadi anak buahnya ketika RTP II bertugas menumpas PRRI di Sumatera Barat.

    Jenderal Soeharto juga bertanya kepada Yoga Sugama, "Apa kira-kira Presiden
    Soekarno terlibat dalam gerakan ini." Yoga Sugama dengan tegas menjawab
    "Ya". Tuduhan Yoga Sugama bahwa dibelakang gerakan itu adalah anasir-anasir PKI dan Presiden Soekarno terlibat, tentu saja sangat membesarkan hati Soeharto. Karena dengan demikian rencananya untuk menghancurkan PKI dan menggulingkan Presiden Soekarno mendapat dukungan dari bawahannya.

    Pada pukul jam 9.00 pagi itu Jenderal Soeharto (Tempo, 1 Oktober 1998)
    memberikan briefing. Dengan tegas ia mengatakan: "Saya banyak mengenal
    Untung sejak dulu. Dan Untung sendiri sejak 1945 merupakan anak didik tokoh
    PKI Pak Alimin". Ini tentu bualan Soeharto saja. Sebab Pak Alimin baru
    kembali ke Indonesia pertengahan tahun 1946. Bagaimana ia mendidik Untung
    sejak tahun 1945, padahal ketika itu Pak Alimin masih berada di daratan
    Tiongkok.

    Tidak lah kebetulan Kamaruzzaman mempertahankan Kolonel Untung menjadi
    pimpinan G30S. Sudah diperhitungkannya, bahwa suatu ketika nama Untung tsb akan dapat digunakan sebagai senjata oleh Soeharto untuk menghancurkan PKI. Kamaruzzaman memang seorang misterius. Secara formal dia adalah orangnya Aidit (dalam BC). Sedang sesungguhnya dia adalah di pihak lawannya Aidit, dia bertugas menghancurkan PKI dari dalam.

    Untuk itu lah maka Kamaruzzaman, seperti dikatakan Manai Sophian (Manai
    Sophiaan ("Kehormatan bagi yang berhak") membuat ketentuan bahwa persoalan yang akan disampaikan kepada Aidit, harus melalui dirinya. Banyak hal yang penting yang tak disampaikannya pada Aidit. Akibatnya setelah gerakan dimulai terjadilah kesimpangsiuran, penyimpangan yang merugikan Aidit/PKI.

    Sesuai dengan rencananya, maka Soeharto (G.30-S pemberontakan PKI",
    Sekneg, 1994, hal 146, 47) pada 1 Oktober tersebut tanpa sepengetahuan,
    apalagi seizin Presiden/Pangti Soekarno mengangkat dirinya menjadi pimpinan TNI-AD. Padahal jabatan Panglima suatu angkatan, adalah jabatan politik. Itu
    merupakan hak prerogatif Presiden untuk menentukan siapa orangnya.

    Dikesampingkannya hak prerogatif Presiden/Pangti ABRI tersebut, diakui
    Soeharto dalam 4 petunjuk kepada Presiden Soekarno yang harus disampaikan
    oleh Kolonel KKO Bambang Widjanarko yang berkunjung ke Kostrad 1 Oktober
    1965 itu. Kedatangan Bambang Widjanarko adalah untuk memanggil Jenderal
    Pranoto Reksosamudro yang telah diangkat menjadi caretaker Menpangad
    sementara oleh Presiden, untuk datang ke Halim menemui Presiden Soekarno.
    Usaha Bambang Widjanarko untuk meminta Jenderal Pranoto Reksosamudro ke
    Halim itu dihalangi Soeharto. Empat petunjuk tersebut ialah:

    1. Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro dan Mayjen TNI Umar Wirahadikusumah tidak dapat menghadap Presiden Soekarno untuk tidak menambah korban. (Ini berarti Soeharto menuduh Presiden Soekarno lah yang bertanggungjawab atas penculikan sejumlah jenderal dini hari 1 Oktober tersebut. Sesuai dengan jawaban Yoga Sugama kepadanya tentang keterlibatan Presiden Soekarno dalam G30S. Karena Ketua Dewan Revolusi adalah Kolonel Untung, pasukan pengawal Presiden Soekarno)

    2. Mayjen TNI Soeharto untuk sementara telah mengambil oper pimpinan TNI-AD berdasarkan perintah Tetap Men/Pangad. (Ini berarti perintah tetap Men/Pangad, maksudnya konsensus dalam TNI-AD lebih tinggi dari hak prerogatif presiden dalam menentukan siapa yang harus memangku jabatan panglima suatu angkatan).

    3. Diharapkan agar perintah-perintah Presiden Soekarno selanjutnya disampaikan melalui Mayjen TNI Soeharto. (Ini berarti Mayien TNI Soeharto yang mengatur Presiden Soekarno untuk berbuat ini atau itu, meski pun dibungkus dengan kata-kata "diharapkan". Semestinya Presiden yang mengatur Mayjen Soeharto, bukan sebaliknya. Presiden adalah Panglima Tertinggi ABRI).

    4. Mayjen TNI Soeharto memberi petunjuk kepada Kolonel KKO Bambang Widjanarko agar berusaha membawa Presiden Soekarno keluar dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, karena pasukan yang berada di bawah komando Kostrad akan membersihkan pasukan-pasukan pendukung G3OS yang berada di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah sebelum tengah malam 1 Oktober 1965. (Ini berarti Soeharto "memerintahkan" Soekarno meninggalkan Pangkalan Udara HPK, karena Halim akan diserbu. Padahal sebelumnya Presiden Soekarno telah memerintahkan kepada Brigjen Supardjo supaya menghentikan operasi militer G30S dan jangan bergerak tanpa perintahnya. Tampaknya perintah lisan Presiden/Pangti Soekarno demikian, dianggap tidak berlaku bagi dirinya. Malahan situasi itu digunakannya untuk "memukul" pasukan G30S.

    Empat petunjuk Mayjen Soeharto kepada Presiden Soekarno melalui Kolonel
    KKO Bambang Widjanarko menunjukkan: dengan menggunakan G30S, Jenderal
    Soeharto mulai l Oktober 1965 secara de facto menjadi penguasa di
    Indonesia. Sebagai langkah awal untuk memegang kekuasaan de jure di Indonesia nantinya. Ya, maling berteriak maling. Dirinya yang kudeta, PKI yang dituduhnya melakukan pemberontakan.


    ===

    Gimana pendapat loe tentang PKI? Kalau diliat sejarahnya, lebih banyak sisi hitam. Tapi cara lewat politiknya limuayan cemerlang. Gimana pendapat loe? Trus, gw denger, di bogor ada spanduk yang memuat PKI (palu arit). Mungkin ga kira2 PKI bangkit lagi?

    Ada dua bagian, yaitu:

    Bagian Pertama soal Peristiwa Madiun yang sudah pernah disidangkan di pengadilan Jakarta Pusat tahun 1956. D.N. Aidit sebagai Sekjen CC PKI dituntut karena dianggap mencemarkan nama baik Wakil Presiden Drs. Moh Hatta dengan tulisannya “ Tangan Hatta Berlumuran Darah” Namun karena D.N. Aidit minta agar Moh. Hatta diajukan sebagai saksi ternyata Pengadilan tidak bisa mengajukannya maka sidang diberhentikan dengan ketentuan tuntutan Hatta batal.

    D.N. Aidit dalam pembelaanya telah diuraikan dengan jelas, tak terbantah , bahwa peristiwa Madiun September 1948 adalah bualan Hatta dalam melaksanakan usulan AS ( Marle Cockran ) di Konferensi Sarangan – Madiun agar diadakan pembasmian terhadap kaum merah ( Red Drive Proposal ) dalam rangka kapitulasi pada Belanda di Konferensi Meja Bundar (KMB) di tahun 1949 yang sangat merugikan Indonesia .

    Baca brosur D.N. Aidit Menggugat.

    Bagian kedua memuat deretan fakta yang tidak terbantah bahwa peristiwa September 1965 Soeharto dengan dukungan AS (CIA) adalah dalang sebenarnya, dalam kup terhadap Presiden Soekarno, pembunuhan Jendral A yani cs, membunuh 3 juta rakyat Indonesia , memenjarakan 2 juta orang yang tidak bersalah, menangkapi , menyiksa , memperkosa, perampasan terhadap kekayaan pribadi korban Orba 1965.



    Semoga kutipan tulisan dapat menambah wawasan kita semua. Surya – Surabaya dan Waspada-Medan yang memuat tulisan peristiwa Madiun sudi memuat di harian-nya , kutipan tulisan tersebut diatas bila masih memegang teguh etika jurnalistik yaitu hak korban menjelaskan soalnya.


    Terima kasih atas perhatian Bapak , Ibu dan saudara semua.
    ***
    Ringkasan
    FAKTA KEBENARAN KORBAN TRAGEDI 1965
    1.INDONESIA JAMRUD KHATULISTIWA
    Indonesia yang demikian luas dengan kekayaan alam yang melimpah merupakan sasaran yang sangat menarik bagi negara-negara maju untuk bisa memanfaatkan kekayaan Indonesia , disamping juga memiliki jumlah penduduk yang demikian banyak sehingga sangat potensial sebagai tenaga kerja yang murah baik dalam proses produksi maupun sebagai tenaga cadangan di waktu perang, disamping sebagai pasar yang potensial bagi hasil industri negara – negara maju. Karena kelemahan sendirilah akhirnya bangsa Indonesia menjadi jajahan bangsa lain ( Belanda, Jepang dan lainnya ).
    2. INDONESIA DI TENGAH PERANG DINGIN
    Setelah Perang Dunia II berakhir dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, terjadilah era perang dingin antara Blok Barat ( kapitalis) dan blok Timur (sosialis) yang sebenarnya berlanjut sampai saat ini (tahun 2005) dengan kadar yang berbeda – beda sesuai dengan perkembangan situasinya. Era perang dingin ini sampai mempengaruhi rakyat Indonesia , sehingga secara garis besar rakyat Indonesia juga terbelah menjadi dua, yaitu yang setuju dengan paham kapitalis (golongan kanan) dan yang setuju dengan paham sosiallis (golongan kiri).
    Kondisi ini diketahui benar oleh negara-negara maju sehingga mereka berlomba-lomba menanamkan pengaruhnya di Indonesia , terutama negar-negara kapitalis sesuai dengan kepentingan negaranya masing-masing.
    3. PERISTIWA MADIUN 1948 ( KONSPIRASI POLITIK KAUM KOLONIALIS/IMPERIAL IS MELIKUIDASI RI )
    Pada tanggal 29 Januari 1948 Kabinet Hatta dibentuk dengan Programnya :
    a. Melaksanakan hasil persetujuan Renville.
    b. Mempercepat terbentuknya Negara Indonesia Serikat (berserikat dengan Belanda).
    c. Reorganisasi dan Rasionalisasi Angkatan Perang RI ( RERA APRI ).
    d. Pembangunan.
    Pemerintahan Hatta inilah yang dinilai oleh kaum kiri sebagai pemerintahan yang paling tunduk dan akan menyerahkan kedaulatan RI kepada Belanda, sehingga timbul ketidak puasan yang luas terutama karena ada rencana dari Hatta untuk merasionalisasi TNI kemudian membentuk tentara Federal bekerjasama dengan Belanda.

    * Mulai bulan Februari 1948 Kolonel A.H. Nasution bersama Divisi Siliwangi hijrah dari Jawa Barat menuju Yogyakarta sebagai pelaksanaan dari perjanjian Renville kemudian ditempatkan tersebar di wilayah Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur, khususnya di daerah yang kekuatan kaum kirinya cukup kuat, seperti di Solo dan Madiun yang dimaksudkan untuk persiapan membersihkan kaum kiri tersebut. Pasukan siliwangi tersebut segera menjadi pasukan elite pemerintahan Hatta dengan kelengkapan tempur yang lebih baik sehingga timbul iri hati pada pasukan diluar Divisi Siliwangi.
    * Pada bulan April 1948 terjadi demonstrasi terutama dari pelajar di Jawa Timur menentang RERA.
    * Pada Bulan Mei 1948 di Solo tentara Divisi Panembahan Senopati melakukan demonstrasi menentang RERA.
    * Pada tanggal 2 Juli 1948 komandan Divisi Panembahan Senopati , Kolonel Sutarto dibunuh oleh tembakan senjata api orang tak dikenal, kemudian diikuti dengan penculikan dan pembunuhan terhadap beberapa orang kiri, antara lain Slamet Widjaya dan Pardjo, serta beberapa perwira dari Divisi Panembahan Senopati , antara lain Mayor Esmara Sugeng, Kapten Sutarto, Kapten Suradi, Kapten Supardi dan Kapten Mudjono, yang kesemuanya diduga kuat dilakukan oleh Divisi Siliwangi sebagai kepanjangan tangan pemerintahan Hatta. Walaupun kemudian pembunuh Kolonel Sutarto tertangkap, tetapi pemerintah tidak mengadilinya bahkan oleh Jaksa Agung ketika itu malahan dibebaskan dengan alasan tidak dapat dituntut secara hukum (yuridisch staatsrechtelijk) .
    * Penculikan dan pembunuhan ini terus berlanjut terhadap orang-orang kiri maupun anggota Divisi Panembahan Senopati sehingga menimbulkan keresahan dan suasana saling curiga – mencurigai dan ketegangan yang tinggi.
    * Pada tanggal 21 Juli 1948 diadakan pertemuan rahasia di Sarangan Jawa Timur antara Amirika Serikat yang diwakili oleh Gerard Hopkins (penasehat urusan politik luar negeri) dan Merle Cochran (Wakil AS di Komisi Jasa-jasa baik PBB) dengan lima orang Indonesia yaitu: Wakil Presiden Moh . Hatta , Natsir, Sukiman, R.S Sukamto (Kapolri) dan Mohammad Rum yang menghasilkan rencana kompromi berupa likuidasi bidang ekonomi, politik luar negeri, UUD 1945 dan juga Reorganisasi dan Rasionalisasi (RERA) dibidang Angkatan Perang dengan menyingkirkan orang-orang (pasukan) yang di cap sebagai golongan kiri/merah dan terkenal dengan Red Drive Proposal atau usulan pembasmian kaum kiri.
    * Pada tanggal 13 September 1948 terjadilah pertempuran antara Divisi Panembahan Senopati dibantu ALRI melawan Divisi Divisi Siliwangi yang diperkuat pasukan-pasukan lain yang didatangkan ke Solo oleh pemerintahan Hatta.
    * Pada tanggal 15 September 1948 dilakukan gencatan senjata yang disaksikan oleh Panglima Besar Jendral Soedirman, petinggi-petinggi militer RI dan juga Residen Sudiro. Devisi Panembahan Senopati mentaati gencatan senjata namun lawan terus melakukan aksi-aksi yang agresif dan destruktif.
    * Sementara itu sebagian anggota Politbiro CC PKI yang tinggal di Yogyakarta memutuskan untuk berusaha keras agar pertempuran Solo dilokalisasikan dan mengutus Suripno untuk menyampaikan hal tersebut kepada Muso, Amir Syarifudin dan lainnya yang sedang berkeliling Jawa. Rombongan Muso mensetujui putusan tersebut. Jadi dalam hal ini kebijakan PKI sesuai atau sejalan dan menunjang kebijaksanaan Panglima Jendral Soedirman.
    * Sementara itu penculikan-penculik an dan pembunuhan terhadap orang-orang dan personil militer golongan kiri semakin mengganas dengan puncaknya pada tanggal 16 September 1948 markas Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) di Jalan, Singosaren Solo diserbu dan diduduki oleh kaki tangan Hatta (Siliwangi) sehingga pertempuran Solo semakin menghebat.
    * Aksi pembersihan orang-orang kiri ini tidak hanya terjadi di Solo, tetapi meluas ke Madiun dan derah lainnya, dan hasil RERA ini TNI yang tadinya berkekuatan 400.000 hanya tinggal 57.000. Sementara itu ancaman Belanda masih didepan mata terbukti kemudian dengan aksi agresi Militer Belanda II.

    Madiun

    * Oleh pemerintah Hatta didatangkanlah ke Madiun pasukan-pasukan Siliwangi yang langsung menduduki beberapa pabrik gula, mengadakan latihan-latihan militer serta menindas para buruh pabrik gula dengan membunuh seorang aggota Serikat Buruh Gula bernama Wiro Sudarmo serta melakukan pemukulan-pemukulan dan intimidasi terhadap para buruh. Penempatan pasukan ini tidak dilaporkan kepada komandan Terotorial Militer setempat sehingga menimbulkan ketegangan dan kemudian kesatuan militer setempat, yaitu Brigade 29 atas persetujuan KomandanTeritorial Militer setempat bergerak melucuti pasukan Siliwangi .
    * Dalam keadaan panas, kacau dan tak terkendali itu karena Residen Madiun tidak ada ditempat dan Walikota sakit, maka pada tanggal 19 September 1948 Front Demokrasi Rakyat (FDR) mengambil prakarsa untuk mengangkat Walikota Madiun Supardi sebagai pejabat residen sementara dan pengangkatan ini telah disetujui oleh pembesar-pembesar sipil maupun militer dan dilaporkan kepemerintah pusat di Yogyakarta serta dimintakan petunjuk lebih lanjut. Peristiwa inilah yang mengawali apa yang disebut sebagai “ Peristiwa Madiun”.
    * Pada tanggal 19 September 1948 malam hari, pemerintahan Hatta menuduh telah terjadi “ Pemberontakan PKI “ sehingga dikerahkanlah kekuatan bersenjata oleh Hatta untuk menumpas dan menimbulkan konflik horisontal dengan korban ribuan orang terbunuh, baik golongan kiri, tentara maupun rakyat golongan lain.
    * Pada tanggal 14 Desember 1948, sebelas orang pemimpin dan anggota PKI dibunuh di Dukuh Ngalihan Kelurahan Halung Kabupaten Karanganyar Karisidenan Surakarta pada jam 23.30, yaitu: 1. Amir Syarifudin, 2. Suripto, 3. Maruto Darusman, 4, Sarjono, 5. Dokosuyono, 6 Oei Gee Hwaat, 7. Haryono, 8.Katamhadi, 9. Sukarni, 10. Ronomarsono, 11. D. Mangku. Sementara itu lebih kurang 36.000 aktifis revolusioner lainnya ditangkap dan dimasukkan kedalam penjara dan sebagian dibunuh tanpa proses hukum, antara lain di penjara Magelang 31 anggota dan simpatisan PKI, di Kediri berpuluh-puluh orang termasuk Dr. Rustam, anggota Fraksi PKI dan BP KNPI , di Pati antara lain Dr. Wiroreno dan banyak lagi yang lainnya.
    * Berdasarkan fakta pada saat ini Syarifudin menjadi Perdana Menteri dan memimpin pemerintahan, karena dikhianati dalam perjanjian Renville maka secara ksatria dan demokratis menyerahkan kembali mandat pemerintah kepada Presiden Soekarno, sehingga sangat naif menuduhnya bersama golongan kiri melakukan pemberontakan dan membentuk pemerintahan Soviet-Madiun.
    * Amir Syarifudin bekas Perdana Menteri Republik Indonesia yang juga berada di kota itu (Madiun) telah membantah segala sesuatu yang disiarkan dari Yogyakarta pada masa itu. Penjelasannya melalui radio, “Undang – Undang Dasar kami adalah Undang –Undang Dasar Republik Indonesia , bendera kami adalah Merah Putih dan lagu kebangsaan tidak lain dari Indonesia Raya,” seperti disiarkan pada tanggal 20 September 1948 oleh Aneta, Kantor Berita Belanda di Indonesia .
    * Bahwa kollaborasi antar pemerintahan Hatta dengan pihak kolonialis Belanda maupun imperialis Amirika Serikat dengan sekutu-sekutunya telah berhasil memecah belah persatuan dan kesatuan serta pembelokan jalanya revolusi Indonesia .
    * Pada tanggal 19 Desember 1948 itu pula Belanda menyerbu dan menduduki Yogyakarta dengan perlengkapan perang bantuan Amirika, hal itu terjadi setelah politik Red Drive Proposal sukses dilaksanakan oleh pemerintah Hatta demi tercapainya persetujuan Roem-Royen yang merugikan RI yang dilanjutkan dengan terselenggaranya Konferensi Meja Bundar (KMB) yang dimulai pada tanggal 23 Agustus 1949 sampai 2 November 1949. dan kemudian lahirlah Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan konstitusi RIS-nya, dan hal yang sangat merugikan Indonesia antara lain Irian Barat masih ditangan Belanda dan hutang Hindia Belanda sebesar US Dollar 1,13 miliar menjadi tanggungan RI (hutang itu antara lain adalah biaya untuk memerangi RI), juga terjadi penurunan pangkat dalam APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia) bila menjadi APRIS ( Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat ).
    * Pada tahun 1954, meskipun sudah kedaluwarsa, Aidit dihadapkan pada pengadilan di Jakarta mengenai Peristiwa Madiun. Dalam hal ini PKI dituduh mengadakan Kudeta . Dasarnya adalah pidato Hatta yang menyatakan entah benar entah tidak bahwa PKI mendirikan negara soviet di Madiun dengan mengangkat Wakil Walikota Supardi jadi Residen sementara untuk mengisi kekosongan. Ini dianggap melanggar KUHP pada pasal 310 dan pasal 311. Dalam persidangan Aidit mintah agar Moh. Hatta tampil sebagai saksi. Jaksa menyatakan keberatan atas pembuktian yang akan diajukan oleh Aidit, maka jaksa harus mencabut tuduhan pasal-pasal tersebut di atas.Pada akhirnya keberatan jaksa dan tuduhan terhadap Aidit melanggar pasal 310 dan pasal 311 KUHP cicabut. Karenanya Aidit tak dapat dituntut dan bebas tanpa syarat.

    Kesimpulan dari Peristiwa Madiun

    1. Pihak imperialis kolonialis pimpinan Amirika Serikat dalam menerapkan politik pembersihan kaum kiri (Red Drive Proposal) di Indonesia sebagai bagian makro politiknya untuk membendung komunisme, telah membersihkan orang-orang kiri ( komunis ) dari salah satu syarat mutlak pengakuan negara Republik Indonesia oleh dunia internasional (pihak Barat).
    2. Pemerintah Hatta menerima dan melaksanakan tawaran tersebut antara lain dengan membuat program Reorganisasi dan Rasionalisasi (RERA) di lingkungan Angkatan Perang yang kemudian menimbulkan gelombang penolakan yang luas.
    3. Untuk meredam penolakan tersebut dilakukan upaya-upaya yang sistematis, antara lain dengan melakukan teror berupa pembunuhan, penculikan, penahanan dan intimidasi lainnya, terutama kepada kaum kiri, yang kemudian dikenal dengan Peristiwa Solo.
    4. Peristiwa Madiun sama sekali bukanlah pemberontakan PKI , apalagi fitnah bahwa PKI telah mendirikan Negara Negara Soviet Madiun, tetapi merupakan rekayasa jahat pemerintahan Hatta guna mendapatkan momentum (kondisi dan Situasi) yang tepat untuk digunakan sebagai dalih (dasar) untuk menyingkirkan (membasmi) golongan kiri dari pemerintahan maupun Angkutan Perang yang kemudian mendapat perlawanan dari rakyat yang konsekuen anti kolonialis / imperialis.

    4. GEJOLAK DALAM PENOLAKAN RERA dan KMB
    Gejolak sebagai akibat penolak RERA dan KMB ini terjadi dimana-mana antara lain.

    1. Peristiwa Batalyon 426 di Kudus tahun 1950 karena menolak dilucuti dan diberlakukan RERA, batalyon ini serbu dan melarikan diri ke barat,sebagian bergabung dengan DI/TII di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

    2. Peristiwa Merbabu Merapi Complex (MMC), terjadi di daerah Semarang , Solo, Magelang dan Yogyakarta, yaitu pejuang – pejuang revolusi yang menolak RERA dan KMB.
    3. Peristiwa Barisan Sakit Hati di Cirebon (BSH), yaitu para pejuang revolusi yang menolak RERA dan KMB.
    4. Peristiwa APRA ( Angkatan Perang Ratu Adil ) dipimpin Westerling, yaitu para bekas KNIL yang tidak puas kepada pemerintah RIS.
    5. Pergolakan Kahar Muzakar di Sulawesi Selatan.

    Gejolak –gejolak yang terjadi ini membuktikan keberhasilan politik pecah belah (devide et empera) kaum kolonialis Belanda dengan sekutunya kaum imperialis Amirika dan antek – anteknya.

    5. MEMPERTAHANKAN NKRI , PANCASILA DAN UUD 1945

    1. Republik Indonesia Serikat ( RIS )

    RIS hanya bertahan beberapa bulan dan akhirnya bubar kembali menjadi NKRI, ini karena pemimpin dan rakyat Indonesia telah sadar akan politik pecah belah dari pihak nekolim dan antek-anteknya yang akan tetap mempertahankan pengaruhnya di Indonesia , terbukti antara lain dengan adanya pemberontakan Republik Maluku Selatan ( RMS ) dan pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) pimpinan Westerling.

    2. Pemberontakan – pemberontakan

    Disamping itu pihak kolombia dan antek- anteknya tidak henti – hentinya menggoyang Indonesia dengan adanya pemberontakan PRRI dan PERMESTA yang secara aktif dibantu oleh Amirika Serikat juga membantu DI/TII di Aceh serta mendalangi percobaan pembunuhan Presiden Soekarno ( Antara lain peristiwa Cikini , peristiwa Cimanggis , peristiwa Makasar, penembakan Idul Adha, peristiwa Raja Mandala, dan lain-lainnya) .

    3. Dekrit Presiden 5 Juli 1959

    Pada sidang sidang di konstitusi telah terbukti bahwa kaum nasionalis sejati , yaitu telah terbukti bahwa kaum Nasionalis sejati, yaitu PKI dan PNI adalah mati-matian mempertahankan Pancasila sebagai dasar Negara dan NKRI sebagai satu-satunya pilihan, sehingga Konstituante menemui jalan buntu sampai keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, dimana didektif kembali ke UUD 1945 dengan PKI dan PNI menjadi pendukung setianya. Karena golongan lain menghendaki dasar negara yang bukan Pancasila.

    4. Pendukung Setia Bung Karno

    PKI dan PNI merupakan pendukung setia politik Bung Karno, Dukungan ini terwujud antara lain di dalam Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Manipol – USDEK, perebutan Irian Barat, penganyangan Malaysia . Kecuali itu keluarnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) dan Undang-Undang Pokok Bagi Hasil (UUPBH) tahun 1960 didukung sepenuhnya oleh PKI dan PNI, namun di lain pihak banyak yang tidak senang Bung Karno intim dengan PKI terutama golongan Kanan dan neokolonialis termasuk Amirika Serikat yang ingin meluaskan pengaruhnya di Indonesia dengan menjanjikan bantuan namun ditolak oleh Bung Karno. Dengan kata – katanya yang terkenal GO TO HELL WITH YOUR AID.

    5. Bung Karno Dijadikan Presiden Seumur Hidup

    Melihat besarnya kekuatan PKI yang tumbuh pesat menjadi partai terkuat maka pihak nekolim khawatir bila pemilu digelar PKI akan menang mutlak dan otomatis presidennya juga dari orang PKI. Oleh karena itu pihak Angkatan Darat melalui Jendral A.H. Nasution dengan mengajak Suwiryo ( Ketua PNI waktu itu) mengusulkan agar Bung Karno di jadikan presiden seumur hidup, agar tidak perlu dilakukan pemilu, sehingga dengan demikian tertutuplah kesempatan bagi orang PKI menjadi Presiden, dan ini adalah sebuah akal licik dari Angkatan Darat (hal ini juga diakui sendiri oleh Brigjen Suhardiman).

    6. Pembubaran Partai Masyumi dan PSI

    Presiden Soekarno membubarkan partai Masyumi dan PSI karena antara lain banyak pimpinannya terlibat dalam pemberontakan DI/TII maupun PRRI ,PERMESTA. Banyak kalangan partai tersebut menuduh bahwa ini adalah karena politik PKI, sehingga menambah ketegangan dan rasa permusuhan secara horizontal antara lain dengan timbulnya peristiwa Kanigora di Kediri , di Jawa Tengah dan ditempat –tempat lainnya.

    6. KUB & KEJAHATAN BESAR KEMANUSIAAN JENDRAL SUHARTO

    1. Prolog
    1. Skenario Pihak Nekolim

    Dari awal memang pihak Amirika Serikat dan sekutu – sekutunya telah menyiapkan dan melaksanakan beberapa sekenario untuk menguasai Indonesia antara lain dengan :

    1. Mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia tetapi Indonesia harus membasmi komunis lebih dulu dan akan menyadarkan aliasi dengan Barat (Peristiwa Madiun – KMB dan RIS).
    2. Menghasut beberapa daerah untuk berontak agar RI lemah (PRRI, PEMERSTA, RMS DAN DI/TII) dan menjadi boneka AS.
    3. Mendukung perjuangan memasukkan Irian Barat ke Indonesia dengan imbalan agar AS bisa menguasai bahan baku di Indonesia, tetapi gagal karena ditolak Bung Karno.

    1. Usaha menggulingkan Pemerintahan Soekarno

    Pemerintahan Soekarno yang semakin ke “kiri” dinilai banyak merugikan kepentingan blok Barat (nekolim) sehingga diambil langkah untuk menggulingkannya dengan berbagai cara, antara lain :

    * Tetap memberikan Bantuan bagi Angkatan Darat Indonesia untuk mendukung peranan anti komunis dan membentuk jaringan kerja intelejen guna usaha untuk menggulingkan Soekarno.
    * Penyiaran desas – desus dan penyesatan informasi, antara lain dari koran Malaysia seolah-olah PKI akan menggulingkan Jendral A.H. Nasution ( KSAD) dengan cara menyusupkan orang ke Angkatan Darat dan lain – lain yang menambah panas dan ganasnya perpolitikan di Indonesia .

    2. Isu Dewan Jendral

    Pada awalnya isu Dewan Jendral yang akan mengambil olih kekuasaan itu diangap isu fitnah dari PKI, tetapi dalam kenyataan yang terjadi Jendral Soeharto telah merekayasa dan mengambil alih kekuasan dari Presiden Soekarno, mengganti semua pejabat dari tingkat Menteri, Gubernur, Bupati sampai Lurah dengan orang-orang Angkatan Darat yang setia kepadanya, sedangkan pejabat-pejabat yang tidak loyal kepada Soeharto dicopot bahkan ditangkap, dimasukkan kedalam penjara, disiksa dan dibunuh untuk menegakkan dan melanggengkan kekuasaannya.
    Sebenarnya ada hasil rekaman rapat Dewan Jendral oleh bekas Mayor Rudhito dan pengakuan Brigjen Sukendro, namun isu kesaksian tersebut tidak pernah dipersoalkan lagi.

    3. Isu Dokumen Gilchrist

    Bersamaan dengan adanya isu Dewan Jendral maka muncul dokumen Gilchrist yang menyebutkan adanya” Our Local Army Friends” yang seolah-olah memperkuat isu Dewan Jendral. Tetapi ternyata kemudian bahwa isu Dewan Jendral dan dokumen Gilchrist merupakan jebakan bagi kekuatan revolusioner agar memuluskan Jendral Soeharto ke jenjang Kepala Negara ( Presiden).

    2. Kondisi Politik Dalam Negeri

    Situasi panas di bibang politik menjalar ke seluruh roda kehidupan bangsa Indonesia , termasuk suasana curiga-mencurigai, rivalitas yang berlebihan, saling tuduh dan lain – lain, namun yang paling menonjol adanya.:

    1. Isu Angkatan ke –5 dan Senjata dari RRC

    Pada kunjungan Menlu Subandrio ke RRC , PM Chou En Lei menjajikan untuk mempersenjatai 40 batalion tentara secara lengkap , penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G 30 S . Pada awal tahun 1965 Bung Karno mempunyai ide tentang angkatan ke –5 yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Tetapi kalangan Militer (AD) tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurigai karena pihak militer menuduh itu ulahnya PKI. Hal ini memang direkayasa oleh CIA melalui pemberitaan di Koran Bangkok yang mengutip berita dari koran Hongkong.

    2. Isu Sakitnya Bung Karno

    Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G 30 S telah beredar isu sakit parahnya Bung Karno. Hal ini meningkatkan kasak kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karno meningggal dunia.
    Menurut Subandrio , Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya Sakit ringan saja, jadi tidak ada alasan sakitnya bung Karno digunakan PKI untuk mengambil alih kekuasaan.

    3. Isu masalah Tanah dan Bagi Hasil (Aksi Sepihak)

    Pada tahun 1960 keluarlah Undang – Undang Pokok Agraria (UUPA) dan Undang – Undang Pokok Bagi Hasil (UUPBH) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari Panitiya Agraria yang dibentuk pada tahun 1948. Panitiya Agraria yang menghasilkan UUPA terdiri dari wakil pemerintah dan wakil berbagai ormas tani yang menceriminkan 10 kekuatan partai politik pada masa itu. Walaupun UU – nya sudah ada namun pelaksanaan di daerah tidak jalan sehingga menimbulkan gesekan antara para petani penggarap dengan pihak pemilik tanah yang takut terkena UUPA, melibatkan sebagian massa pengikutnya dengan melibatkan sebagian massa pengikutnya dengan melibatkan backing aparat keamanan.
    Peristiwa yang menonjol dalam rangka ini antara lain peristiwa Bandar Betsi di Sumatera Utara, peristiwa du Klaten dan peristiwa di Ketaon, Banyudono, Boyolali, yang memakan korban seorang pemuda tani bernama Jumeri yang disebut sebagai’ aksi sepihak ‘ dan kemudian digunakan dalih oleh militer untuk membersihkannya.

    3. Persiapan Pihak Jendral Soeharto

    1. Dengan latar belakang yang kurang terpuji karena telah melakukan berbagai pelanggaran, antara

    Lain :

    1. Terlibat sebagai pelaku dalam Peristiwa Kudeta tahun 1946, tetapi begitu pelaku kudeta ditindak dengan cepat dan lihainya segera turut serta menangkapi para pelaku lainnya, sehingga tampaknya seolah-olah dia sebagai pahlawan penyelamat.
    2. Terlibat sebagai dalang berbagai penjualan inventaris AD dan penyelundupan ekspor gula sewaktu menjabat Panglima Diponegoro berpangkat kolonel, dibantu oleh Letkol Munadi, Mayor Yog Sugama dan Mayor Sudjono Humardani. Untuk menindaknya Mabes AD membentuk tim dipimpin Mayjen Suprapto, dengan anggota S. Parman, MT Haryono dan Sutoyo. Sebenarnya Nasution menghendaki agar Soeharto cs diseret ke pengadilan militer, tetapi karena dibela Gatot Subroto maka presiden Soekarno memeti-eskan perkara ini, tetapi Nasution tetap mencopot Soeharto sebagai Panglima Diponegoro dan mengirimnya belajar ke Seskoad, di sanalah Soeharto bertemu dan bergaul dengan Brigadir Jendral Suwarno yang merupakan agen CIA dan telah berhasil menciptakan Seskoad menjadi pemikir dan produsen perwira-perwira calon pucuk pimpinan AD maupun pemimpin – pemimpin pemerintahan di kemudian hari.
    3. Dalam rangka konfrontasi dengan Malaysia pada bulan Mei 1964 dibentuk Komando Mandala Siaga (Kolaga) yang dipimpin oleh Men. Pangau Laksdya Omar Dani sebagai wakilnya Brigjen Achmad Wiranata Kusuma. Achmad kemudian digantikan oleh Mayjen Soeharto yang juga merangkap sebagai Pang Kostrad. Terjadi friksi antara Omar Dani dengan Soeharto, bahkan Soeharto menyatakan kepada Presiden Soekarno bahwa Omar Dani tidak cocok sebagai Panglima Kolaga. Soeharto sebagai Wakil Pang Kolaga juga melakukan sabotase berupa penyelundupan dan menghambat pingiriman pasukan ke Malaysia terutama dilakukan melalui Kemal Idris. Disamping itu juga melakukan penghianatan dengan cara mengirim pasukan yang tidak siap (Diponegoro) dan memberitahukan kepada Inggris pasukan – pasukan diselundupkan ke Malaysia sehingga pasukan-pasukan itu dengan mudah ditangkap atau dihancurkan. Hal ini semua tentu sepengetahuan pimpinan AD, tetapi pimpinan AD tidak berbuat apa-apa karena ,memang mengikuti skenario dekolim. Dari 546 terasa ditahan Malaysia hanya 21 dari AD.

    2. Menggalang Letkol Untung, Kolonel Latief dan Brigjen Suparjo untuk membahas rencana Dewan Jendral yang akan menggulingkan Bung Karno. Dan Soeharto menjajikan tambahan pasukan, yang kemudian ternyata adalah Yon 454 dan Yon 530.

    3. Soeharto memberi perintah dengan telegram No. T.220/9 pada tanggal 15 September

    1965 dan mengulangi lagi dengan radiogram No. T.239/9 pada tanggal 21 September
    1965 kepada Yon 5.30 Brawijaya. Jawa Timur dan Yogya dan Yon 454 Banteng Raider Diponegora Jawa Tengah untuk datang ke Jakarta dengan kelengkapan tempur penuh. Ketika datang ke Kostrad diterima oleh Soeharto dan juga dilakukan inspeksi pasukan pada tangal 29 September 1965. Sedangkan Yon 328 Siliwangi datang dengan tanpa peluru. Tanggal 30 September 1965, jam 17.00 WIB , Yon 454 diperintahkan ke Lubang Buaya untuk bergabung dengan pasukan – pasukan yang lainnya guna melakukan gerakan pada malam harinya.

    4. Merekrut Yoga Sugama tanpa produser yang benar untuk ditarik ke Kostrad dari posnya di luar negeri ( Yugoslavia ). Begitu pengumuman RRI tentang adanya G 30 S, maka segera Yoga Sugama menyatakan bahwa PKI telah berontak dan memerintahkan agar gudang-gudang senjata di buka untuk melawan PKI. Dari mana ia tahu bahwa memang bukan mereka sendiri yang merencanakan dan merekayasa, karena Yoga Sugama adalah anak buah setia Soeharto sejak di Diponegoro (Jawa Tengah)
    5. Melakukan kontak rahasia dengan Malaysia dan CIA. Disamping melakukan penyelundupan dan melakukan sabotase berupa menghambat gerakan militer ke Malaysia, Soeharto juga melakukan kontak-kontak dengan Malaysia , Inggris maupun AS (CIA), tugas ini sebagian besar pelaku lapangannya adalah Ali Murtopo dengan tujuan untuk mematangkan pelaksanaanya rencana gerakannya. Ini juga terbukti dengan cepatnya pihak Soeharto melakukan perdamaian dengan Malaysia setelah mendapat surat Pemerintah 11 Maret 1966.
    6. Pengendalian dan Pemanfaatan Syam Kamaruzaman. Soeharto telah lama mengenal Syam di yogyakarta awal revolusi 1945. Pada tanggal 31 Desember 1947 Syam Kamaruzaman bersama lima orang dari kelompok Pathuk masuk ke Jakarta. Aktifitas mereka di Jakarta termasuk Syam mendirikan Serikat Buruh terutama Serikat Buruh Transport. Syam Kamaruzaman ikut serta mendirikan Serikat Buruh Pelayaran dan Pelabuhan serta menjadi salah seorang pengurus. Pada tahun 1951 ikut serta membantu DN. Aidit keluar dari kapal dan pelabuhan sewaktu Aidit datang kembali dari luar Jakarta . Sejak itu dia mempunyai hubungan dengan DN.Aidit. Pada tahun 1964 Syam diangkat sebagai ketua Biro Khusus yaitu jaringan PKI tetapi diluar struktur resmi PKI dengan tugas menyampaikan informasi ke Aidit selaku ketua CC PKI, membina anggota ABRI dan melaksanakan tugas-tugas lain yang tidak diketahui oleh pimpinan formal PKI. Ini adalah merupakan penyimpangan dari kebiasaan Partai Komunis Indonesia . Kedekatan Syam ini dimanfaatkan dan dikendalikan sepenuhnya oleh CIA dan Soeharto. Informasi menyesatkan telah dimasukkan ke PKI. Kondisi ini yang mungkin oleh Bung Karno dikatakan sebagai “ keblingernya Pimpinan PKI”.

    4. Kondisi pertentangan Internal Angkatan Darat

    Sebenarnya telah lama terjadi pertentangan antara faksi-faksi di kalangan internal AD yaitu sejak reorganisasi dan rasionalisasi Angkatan Perang Indonesia dalam pemerintahan Hatta. Pertentangan itu terutama antara profesionalisme model Barat yang dibumbui oleh pembelajaran politik sebagai bagian dari keikusertaanya dalam kekuasaan negara, dengan semangat revolusioner warisan revolusi 1945 yang masih kental dikalangan perwira menengah AD.
    Pada tahun 1965 telah terpecah dalam dua kubu, yaitu kubunya Jendral achmad Yani yang loyal kepada Presiden Soekarno dan kubunya Jendral A.H. Nasution – Soeharto yang tidak mendukung kebijaksanaan Presiden Soekarno tentang persatuan nasional terutama tentang Nasakom dan Penggayangan Malaysia.
    Dengan lihainya Soeharto bertindak seolah-olah loyal terhadap kepemimpinan Nasution maupun Yani dan sekaligus pendukung Soekarno, namun dilain pihak Soeharto merangkul kelompok perwira yang ingin menyelamatkan Bung Karno, dan kemudian kelompok tersebut diorganisasi dan dimanfaatkan untuk menghancurkan kelompok Yani maupun Nasution , menghancurkan PKI yang kemudian merebut kekuasaan.

    5. Kondisi Pihak PKI

    Sebenarnyalah pihak PKI tidak melakukan persiapan apa-apa, persiapan PKI hanyalah memenuhi himbauan Presiden Soekarno guna mengirim tenaga dengan komposisi yang mencerminkan Nasakom untuk dididik sebagai sukarelawan menganyang Malaysia, tetapi pada saat G 30 S meletus latihan sedang dicutikan oleh Komodor Udara Dewanto sebagai penanggung jawab akhir latihan sukarelawan, jadi memang tidak untuk melakukan gerakan.
    Aidit hanya menyuruh beberapa orang ke daerah untuk memonitor situasi dan menunggu perintah lebih lanjut yang ternyata tidak pernah diberikannya. Dalam surat Aidit kepada Bung Karno, Aidit menyatakan bahwa PKI tidak terlibat dalam G 30 S adalah murni gerakan militer (AD) karena adanya salah urus diantara militer sendiri.
    Adapun keterlibatan Syam dalam G 30 S tidak bisa dipandang mewakili PKI, karena disamping dia seorang intel AD agen CIA, juga tidak mendapat mandat dari CC PKI, justru keterlibatan Syam dalam G 30 S bertujuan untuk memberi kesempatan legalitas bagi Jendral Soeharto guna menghancurkan gerakan, juga menghancurkan PKI serta Bung Karno.

    2. Pelaksanaan G 30 S

    1. Fakta-rakta sebelum terjadinya G 30 S

    1. Pada bulan April 1962 ketika Presiden Kenedy bertemu dengan PM Inggris Harold McMillan keduanya sepakat tentang kehendak untuk melekuidasi Soekarno pada saatnya yang tepat, untuk itu dinas intelejen (CIA dan M16) bekerjasama saling isi – mengisi untuk merealisasikannya.

    2. Dalam bulan Desember 1964 seorang Duta Besar Pakistan di Eropa melaporkan kepada Menlu Zulfikar Ali Bhuto tentang hasil percakapannya dengan seorang perwira intelejen Belanda yang bertugas di NATO yang menginformasikan sejumlah dinas intelejen Barat sedang menyusun suatu skenario akan terjadi kudeta militer yang terlalu dini yang dirancang untuk gagal, dengan begitu terbukalah secara legal bagi AD Indonesia untuk menghancurkan kaum komunis dan menjadikan Bung Karno sebagai tawanan Angkatan Darat. Indonesia akan jatuh kepangkuan Barat laksana sebuah apel busuk.
    3. Hal senadapun telah dilaporkan oleh wartawan Der Spiegel bernama Godian Troeller bahwa akan terjadi perebutan kekuasaan oleh militer dalam waktu dekat.
    4. Dalam bulan April 1965 Elsworth Bunker utusan khusus Presiden AS Jhonson menghabiskan waktu 15 hari di Indonesia guna melakukan evaluasi. AS paling tidak menghadapi enam pilihan untuk membuat perhitungan terhadap Indonesia dan Presiden Soekarno seperti ditulis oleh David Johnson :

    1. Tidak campur tangan dengan kemungkinan Indonesia jatuh ketangan Komunis.

    2. Mencoba berbuat sesuatu agar Soekarno mengubah politiknya yang kian ke kiri tetapi tidak ada hasilnya .
    3. Singkirkan Soekarno dengan akibat yang tidak dapat diduga.
    4. Dukung AD untuk mengambil alih kekuasaan yang telah bertahun-tahun dilaksanakan tetapi belum berhasil.
    5. Usahakan provokasi PKI untuk melakukan aksi yang akan membuahkan legitimasi untuk pembasmian selanjutnya bergerak untuk menghadapi Soekarno.
    6. Sebagai varian no 5, jika PKI tidak melakukan sendiri maka alternatifnya ini perlu dilengkapi dengan segala macam rekayasa untuk mendiskriditkan PKI hingga terjadi situasi untuk membasmi PKI dan Soekarno sekaligus. Pilihan terakhir inilah yang kemudian diambil.
    5. Kira –kira seminggu sebelum meletus G 30 S seluruh tenaga ahli perusahaan Westinghouse (AS) ditarik dari proyek PLTU Tanjung Perak Surabaya tanpa alasan yang jelas dan digantikan dengan tenaga dari Jepang, karena pemerintah AS telah mengetahui akan terjadinya G 30 S.
    6. Pada tanggal 23 April 1965 Dubes AS di Jakarta , Jones membuat laporan rahasia kepada Wakil Menlu AS Urusan Timur Jauh William Burdy yang juga tokoh CIA tentang rancangan kudeta di Indonesia yang disampaikan secara pribadi dan langsung kepadanya. Kemudian dalam telegram No 1879 tangal 24 Mei 1965 dari Bangkok Jones melaporkan bahwa rencana tersebut tertunda karena para penggerak tidak dapat bekerja lebih cepat lagi. Jadi rencana kudeta terhadap Bung Karno itu memang ada dan dikendalikan oleh pihak nekolim.
    7. Pada tanggal 30 September 1965 malam Aidit diculik oleh militer yang berseragam Cakrabirawa dan tidak dikenalnya dengan dalih dipanggil ke Istana, namun ternyata dibawa ke Halim dan diisolasi di rumah Serda Suwardi, hanya bisa berhubungan dengan Central Komando I di Penas melalui kurir yaitu Syam Kamaruzaman sendiri, sehingga praktis dia tidak bisa apa-apa semuanya tergantung Syam intel AD dan CIA yang berhasil menyusup ke tubuh PKI untuk menghancurkan PKI.
    8. Tidak ada anggota PKI yang berada dalam pasukan G 30 S, melainkan hanya Syam Kamaruzaman sendiri.
    9. Tanggal 30 September 1965 malam kira-kira jam 22.00 Kolonel Latief telah melaporkan tentang rencana G 30 S kepada Jendral Soeharto di Rumah Sakit Gatot Subroto.

    2. Fakta –fakta Dalam Pelaksanaan Gerakan

    1. Pasukan yang digunakan dalam G 30 S didatangkan ke Jakarta dan bergerak ke Lubang Buaya atas perintah Kostrad.

    2. Naskah pengumuman pertama tentang G 30 S disiapkan oleh Syam dan ditandatangani oleh Untung dan Brigjen Suparjo yang menyatakan penyelamatan Presiden Soekarno dari kudeta Dewan Jendral.
    3. Naskah pengumuman kedua dan naskah –naskah lain dibuat oleh Syam namun tidak diteken oleh Untung meski namanya disebutkan, jadi tidak sah dan nama Letkol Untung telah dicatut oleh Syam. Justru pengumuman kedua ini yang isinya bertentangan 180 derajat dengan pengumuman pertama, yaitu mendemisionerkan kabinet Dwikora, kekuasaan berpindah kepada Dewan Revolusi, kenaikan pangkat bagi pelaksanaan gerakan. Isi pengumuman ini sungguh telah memojokkan G 30 S dan kemudian digunakan alasan untuk menghancurkannya.
    4. Pembunuhan para Jendral tahanan G 30 S baik di Jakarta maupun Yogyakarta dilakukan sendiri oleh pasukan yang terlibat G 30 S.
    5. Tidak ada penyiksaan , pencukilan mata, maupun penyiletan kemaluan Jendral oleh Gerwani maupun angggota Pemuda Rakyat, ini sesuai dengan Visum et Repertum dari tim dokter yang mengautopsi (bedah mayat) para Jendral yaitu tim dokter yang diketahui oleh Brigjen TNI Dr. Rubiono Kertapati dengan visum et repertum nomor 103, 104, 105, 106, 107, 108 109 ( untuk tujuh korban) yang menyatakan tidak ada bekas penyiksaan dalam tubuh korban seperti penyiksaan, pencukilan mata dan sebagainya. Hal itu dinyatkan oleh Presiden Soekarno dalam pidato pada HUT LKBN Antara tanggal 12 Desember 1965 dan pembukaan Konferensi Gubernur Seluruh Indonesia tanggal 13 Desember 1965.
    6. Pada saat gerakan yaitu tanggal 30 September 1965 maupun 1 Oktober 1965, Lubang Buaya menjadi tempat latihan sukarelawan pengganyangan Malaysia ini sedang kosong karena Sukwan dicutikan oleh Komandan Udara Dewanto.
    7. D.N. Aidit diambil dari tempat isolasinya di rumah Sersan Suwandi di Halim selanjutnya dipaksa oleh Syam untuk terbang ke Yogyakarta untuk akhirnya jatuh dalam kekuasaan agen intel AD tamatan sekolah intel AD di Bogor bernama Sriharto Harjominangun yang telah menyusup dalam Biro Khusus PKI . Awal November 1965 Aidit ditangkap dan dieksekusi oleh Kolonel Yasir Hadibroto atas perintah Soeharto.
    8. Baik pada saat gerakan tanggal 1 Oktober 1965 maupun sesudahnya tidak ada satupun dari pemerintahan, baik pemerintahan Pusat, pemerintahan Daerah Tingkat II maupun sampai Tingkat Kelurahan yang dipaksa turun oleh orang PKI untuk diganti dengan orang-orangnya.
    9. Tidak ada gerakan massa PKI dimanapun yang dikerahkan guna mendukung atau membantu G 30 S.
    10. Pada tanggal 1 Oktober 1965 malam hari, RRI diambil alih oleh Pasukan RPKAD (Kostrad) tanpa terjadi tembak-menembak ( damai ) dan pasukan yang tadinya kembali kepada induk kesatuan yang memerintahkannya.
    11. Jadi memang G 30 S ini dirancang oleh Arsiteknya yang Mayjen TNI Soeharto untuk membunuh saingan – saingannya, untuk kemudian gagal, sehingga momentum tersebut dapat dipakai dalih untuk menghancurkan PKI dan menggusur Bung Karno.
    12. Pada tanggal 2 Oktober 1965 Soeharto didampingi oleh Yoga Sugama dan anggota kelompok bayangannya mendatangi Bung Karno memberikan kuasa kepada Soeharto untuk memulihkan keamanan. Surat kuasa tersebut merupakan surat kuasa pertama yang mengawali kemenangan Soeharto dan cikal bakal terbentuknya Kopkamtib (kemudian berubah menjadi Bakorstanas) , yang merupakan alat palu godam rezim Soeharto untuk melibas siapa saja yang menentang kekuasaan rezim Orde Baru Soeharto.

    3. Epilog

    Fakta – fakta setelah Terjadinya Gerakan

    1. Fakta – fakta Kejahatan yang dilakukan oleh Jendral Soeharto

    1. Jendral Soeharto mengangkat dirinya sendiri sebagai pimpinan tertinggi Angkatan Darat.

    2. Jendral Soeharto membangkang perintah dengan cara pada waktu Jendral Amir Mahmud dan Jendral Pranoto Reksosamodro telah dihalangi ketika dipanggil menghadap Presiden Soekarno ke Bogor dalam situasi genting dan sangat menentukan.
    3. Melakukan pembredelan mass media sehingga yang bisa terbit hanyalah harian Berita Yudha dan Angkatan Bersenjata yang merupakan corong mereka guna menciptakan opini luas dan memonopoli kebenaran versi Soeharto.
    4. Melakukan penangkapan, penahanan, penyiksaan, perampasan hak asasi manusia, melakukan pembunuhan terhadap Aidit, Lukman dan Nyoto yang berstatus Menteri sehingga perbuatan tersebut sudah dapat dikategorikan sebagai makar terhadap pemerintahan yang sah guna melaksanakan ambisinya menggusur Bung Karno sebagai Presiden RI. Dengan cara tersebut sebagai KUDETA MERANGKAK.
    5. Menyalah-gunakan Surat Perintah 11 Maret 1966 justru untuk menggulingkan Bung Karno dengan menangkapi para menteri pembantu Bung Karno, memenjarakan dan bahkan ada yang dibunuhnya.
    6. Membubarkan PKI, yang mana Bung Karno sendiri walaupun ditahan sampai mati tidak pernah mau membubarkan PKI.
    7. Mengganti secara paksa para anggota DPR dan MPR yang tidak sejalan dengan politiknya untuk diganti dengan orang-orangnya guna melicinkan jalan menuju penggantian Presiden dari Bung Karno kepadanya dan membuat produk-produk hukum guna mendukung kekuasaannya, diantaranya TAP MPRS No.25 Tahun 1966 tentang PKI sebagai organisasi terlarang diseluruh wilayah Negara RI dan larangan menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunisme/Marxisme- Leninisme dan TAP MPRS No. 33 tahun 1976 tentang pencabutan kekuasaan pemerintahan Soekarno.
    8. Melakukan pembantaian massal terhadap para tahanan yang telah ditahan dengan dalih pembersihan G 30 S dan anggota PKI, dimana lebih dari 3.000.000 (tiga juta)orang dibunuh tanpa proses pengadilan dan ini merupakan pembantaian manusia terbesar di dunia di luar perang dan sepanjang sejarah manusia berada di muka bumi.
    9. Menerbitkan aturan tidak bersih lingkungan untuk merampas hak asasi manusia keturunan anggota PKI untuk menduduki posisi tertentu dalam pemerintahan, misalnya menjadi TNI, POLRI dan Pegawai Negeri Sipil maupun pegawai BUMN.
    10. Menghasut dan merekrut massa untuk dijadikaan atau dipengaruhi sebagai pelaku pembantaian massal terhadap orang-orang PKI.
    11. Memalsukan sejarah seolah – olah dalam G 30 S adalah PKI jadi kedua –duanya adalah satu dalam melakukan gerakan, padahal keduanya adalah berbeda sama sekali.
    12. Melakukan penangkapan dan penahanan secara semena-mena tanpa proses hukum serta membuangnya di Pulau Buru, Nusakambangan, Plantungan dan lain-lain tanpa fasilitas kemanusiaan yang cukup sehingga banyak yang meninggal dunia.

    2. Fakta – fakta Kejadian Lainnya

    PKI dalam hal lain

    1. Tidak ada gerakan massa PKI untuk mendukung G 30 S.
    2. Tidak ada penggantian satupun dari kepala pemerintahan mulai Kepala Desa (Lurah), Camat,Bupati/ Walikota, Gubernur maupun Presiden oleh orang PKI.
    3. PKI tidak menguasai gedung-gedung pemerintahan maupun proyek-proyek vital.
    4. PKI tidak mengangkat senjata untuk melawan atau pun melakukan perlawanan bawah tanah sebagai persiapan untuk memberontak.

    Jadi tidak ada suatu indikasi maupun bukti bahwa PKI melakukan pemberontakan dan makar terhadap pemerintah yang sah baik ditingkat pusat maupun daerah.
    7. KESIMPULAN

    1. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa :

    1. Peristiwa 1965 adalah merupakan kudeta (Makar) yang dilakukan oleh Jendral Soeharto dengan disponsori secara aktif oleh Amirika Serikat, Inggris, Australia, pengikut-pengikutny a dengan diikuti peristiwa pelanggaran HAM berat berupa penangkapan, penahanan, penyiksaan, pembunuhan ( penghilangan paksa ) dan mendiskriminasikan mereka termasuk keturunannya.

    2. Bahwa Jendral A. Yani cs dibunuh atas rekayasa dan skenario Jendral Soeharto, guna melancarkan jalan upaya kudetanya.
    3. Bahwa untuk menguasai dan membentuk pendapat umum, Jendral Soeharto mulai pada tanggal 2 Oktober sampai tanggal 10 Oktober 1965 melakukan pembredelan ( larangan terbit) tanpa hak kepada semua surat kabar kecuali harian Berita Yudha dan Angkatan Bersenjata yang digunakan sebagai corong propaganda mereka dan telah melansir dan membesar-besarkan berita bohong serta fitnah yang keji seolah-olah telah terjadi penyiksaan, penyiletan kemaluan jendral – jendral yang diculik ke lubang buaya, dicungkil matanya sambil melakukan pesta seks yang disebut “Pesta Harum Bunga” oleh Pemuda Rakyat dan Gerwani.
    4. Akibat fitnah dan bohong ini telah menyulut rasa antipati dan histeria massa untuk menghukum orang – orang yang dicurigai sebagai PKI, dan dipakai landasan memfitnah bahwa orang PKI itu a-moral, atheis, kafir, dan lain-lainnya yang jelek, sehingga perlakuan apa saja diaanggap halal dan boleh diterapkan semuanya.
    5. Bahwa Bung Karno telah ditahan dan mengalami penyiksaan fisik dan psikisnya sampai beliau meninggal dunia.
    6. Bahwa PKI sebagai kekuatan politik besar yang menang secara demokratis telah secara sistematis dihancurkan oleh kekuatan militer Angkatan Darat atas perintah Soeharto.
    7. Bahwa untuk melanggengkan kekuasaannya Jendral Soeharto dan kroni-kroninya telah mengeluarkan berbagai peraturan perundang-undangan yang cacat hukum antara lain: Tap MPRS No 25 tahun 1966, Tap MPRS No. 33 tahun 1967, tentang Aturan Bersih Diri , Bersih Lingkungan serta aturan-aturan lain yang diskriminatif dan nyata-nyata tidak sejalan dengan norma – norma agama, norma UUD 1945 maupun norma-norma dalam Pancasila serta bertentangan dengan norma-norma yang berlaku universal di seluruh dunia.
    8. Secara singkat dan tegas dapat dikatakan bahwa Jendral Soeharto telah melakukan kejahatan sebagai berikut :
    * Melakukan Makar (kudeta) terhadap pemerintahan yang sah.
    * Melakukan pelanggaran HAM berat.
    * Melakukan kebohongan publik.
    * Melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
    * Melakukan penyimpangan atas makna Surat Perintah 11 Maret 1966.

    Semua kejahatan diatas harus diadili dan dihukum setimpal dan korbannya harus direhabilitasi, diberika kompensasi maupun restitusi, baik baik menyangkut harkat dan martabatnya maupun


    Information about KUDETA 65/ Coup d'etat '65, click: http://www.progind. net/
    http://geocities. com/lembaga_ sastrapembebasan /

  2. The Following User Says Thank You to BadOne For This Useful Post:
  3. #2
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,256
    Points
    16,525.95
    Thanks: 14 / 57 / 42

    Default

    pki gak mungkin muncul lagi, soalnya dilarang. trus ada lagi, pki dulu difitnah pak harto biar dia jadi presiden... jadi pki dibantai semua bla2 tonton aja editorialnya metro tv

  4. #3
    Tyr's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    The Dark Deepest Abyss of Hell
    Posts
    355
    Points
    448.60
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    sistem pki itu komunis dan komunis itu kata gw sucks, bayangin aja lu mau dibungkam harus nurut 100% atau mati ambil contoh USSR dulu aja lu ga terima putusan pemerintah lu didatengin KGB dan lu tinggal sejarah , lalu lu harus sama kaya dengan yg lain semua harus disamain ih najis deh kalo kalo itu usaha lu sendiri masa harus dikasih ke yg laen emang lu ga ada privasi, intinya gw ga suka sistem komunis .
    At this moment all I feel is hate and rage ,
    My Hatred always lead my way ,
    My sorrow always become my strength ,
    And my Vengence always become my willpower


  5. #4
    [Z]piritbreaker's Avatar
    Join Date
    Jan 2007
    Location
    JaPan ( Jogja Panazzz )
    Posts
    474
    Points
    542.80
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    Quote Originally Posted by Tyr View Post
    sistem pki itu komunis dan komunis itu kata gw sucks, bayangin aja lu mau dibungkam harus nurut 100% atau mati ambil contoh USSR dulu aja lu ga terima putusan pemerintah lu didatengin KGB dan lu tinggal sejarah , lalu lu harus sama kaya dengan yg lain semua harus disamain ih najis deh kalo kalo itu usaha lu sendiri masa harus dikasih ke yg laen emang lu ga ada privasi, intinya gw ga suka sistem komunis .
    Idem bro~~

    Pokoknya segala yang berbau komunis menurut gw suckz. Kenapa?? Ya karna itu tadi diatas ::showoff::

    Suka gak suka harus sama?? Emank mao loe digituin?? Hare gene getooww lhoohhh ::ajeb2::

  6. #5
    -LichKing-'s Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    Pondok Gede, Bekasi.
    Posts
    2,338
    Points
    2,709.50
    Thanks: 18 / 51 / 37

    Default

    benci PKI? tentu saja..... semua hutang2 indonesia bermula sejak awal pki muncul padaal sebelumnnya ga ada hutang2 negara tuh.... gara2 mr. harto naik aja jadi presiden utang2 negara mulai timbul.... pki juga komunis wa ga suka hal2 berbau komunis....
    Jadi momod ga usa ngemis cendol.

  7. #6

    Join Date
    Nov 2006
    Location
    Bandung-Makassar-Jakarta-Toraja
    Posts
    2,137
    Points
    2,761.00
    Thanks: 0 / 2

    Default

    NO PKI please...............
    PKI itu mengutamakan Negara di atas segala2nya..... bagus juga sih pendapat itu.... tp masa PKI tidak percaya TUHAN... NO NO NO

  8. #7

    Join Date
    Dec 2006
    Posts
    9
    Points
    9.90
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    PKI suck !!!
    ngga menghargai prinsip orang lain, kalo berbeda pendapat = dibunuh !!!
    PKI = ::fyou::

  9. #8

    Join Date
    Nov 2006
    Location
    BoGoR [GreEn CitY]
    Posts
    100
    Points
    111.30
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    gW gK seTuJu ma PKI ::angryfire::

    TaPi gK uSaH maRaH2" n amPe ngeHuJaT sOeHarTo . . .

    gW gK maKsuD BeLaiN dYa oRanG ::rolling::

    eManG dYa PunYa baNyaK saLaH ma IndOnesIa n nGeRuK HaRta BangSa !

    TaPi gK seMuA yG dYa LaKuiN saLaH kaN . . .

    n LaGeePuLa dYa JuGa ManusIa !

    PoKoKnya seLaEn NGadiLin dYa KiTa JuGa meSti MiKiRaN baNgSa yG kiAn n NiaN teRpuRuk iNi!!!

    HIDUP LAH INDONESIA !!!
    :le3::

  10. #9
    BadOne's Avatar
    Join Date
    Jan 2007
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    251
    Points
    420.00
    Thanks: 0 / 1 / 1

    Default

    Truss, menurut loe kenapa di kurikulum pembelajara berubah yang awalnya G 30 SPKI Jadi, G 30 S? Menurut loe siapa dalang g 30 s tersebut?

  11. #10

    Join Date
    Nov 2006
    Location
    BoGoR [GreEn CitY]
    Posts
    100
    Points
    111.30
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    kLo teNtaNg peRubaHaN kuRiKuLum daRi G30 SPKI jaDi G30 S iTu KaN uDaH jeLaS. SeJaK ZaMaN pReSiDeN guSdUr (kLo gK saLaH) paRa keLuaRga PKI uDaH diKeMbaLiKaN sTaTuS meReKa. sOaLnYa paS reZiM sOeHaRto keLuaRga paRa penGiKUT PKI iTu diBeRi HuKUmaN PoLiTiK aRtiNya gK boLe maSuK ke daLaM peMeRinTaHan n gK daPeT keBeBaSaN kaYaK oRang noRmaL seRtA diJauHi oLeH maSyaRaKaT spY gaK diCuRiGai oLeH PeMeRinTaH. N aDa JuGa VeRsi" LaEn seLaEn PKI yG jaDi daLanG G30september.

  12. #11
    Tyr's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    The Dark Deepest Abyss of Hell
    Posts
    355
    Points
    448.60
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    jadi simpulannya itu
    PKI->komunis
    komunis->sucks
    sucks->buat kalangan ga mampu dan sotoy
    jadi bila kita lihat dari logika nya menurut hukum interferensi Hypothetical sylogysm
    PKI->buat kalangan ga mampu dan sotoy
    At this moment all I feel is hate and rage ,
    My Hatred always lead my way ,
    My sorrow always become my strength ,
    And my Vengence always become my willpower


  13. #12
    -diperesmas-'s Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    431
    Points
    528.70
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    PKI dan segalam kegiatan berbau komunis sangat dilarang..

    Komunis tidak percaya adanya Tuhan sedangkan kita negara Ketuhanan, so, sangat bertolak belakang dengan Dasar negara.

    dulu ada yang bilang PKI itu didalangi oleh CIA udnutk menjatuhkan Soekarno.

    Zaman dahulu Soekarno sangat di hormati dan ditakuti oleh Amerika karena Nasionalisnya.

    But zaman masih ada komunis dulu, negara kita termasuk negara kuat lho.

    Contoh, Angkatan Udara kita dahulu peringakat 4 di dunia lho....lah sekarang..?? AU aja pesawat yg paling bagus cuma F-16 ama Sukhoi

  14. #13
    Trademaks's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    Indonesia
    Posts
    1,980
    Points
    3,106.70
    Thanks: 3 / 3 / 3

    Default G 30 S PKI Tetap Misteri

    Kalau peristiwa G30S dan munculnya pemerintah Suharto sesudahnya, dibayangkan sebagai suatu pertentangan antara rezim Sukarno yang menaungi partai komunis, dengan pemerintah baru yang dimotori oleh Angkatan Darat. Pada waktu itu masyarakat Indonesia dan internasional menganggap bahwa korban-korban yang jatuh sebagian besar oleh emosi masyarakat yang melawan kegiatan orang-orang komunis, orang-orang PKI yang opresif, yang keras.

    Akan tetapi pandangan sejarah yang lahir sesudahnya dan sekarang, mempertanyakan juga apakah memang demikian hitam-putihnya ????, mungkin juga suatu unsur yang ada dibelakang pembunuhan itu untuk motif-motif politik...

  15. #14
    IsabeL's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Posts
    268
    Points
    66.05
    Thanks: 1 / 1 / 1

    Default

    PKI terlarang bgt... klo masalah mkin / ga nya bangkit, semua nya bisa aja terjadi yg penting kita musti waspada sama yg namanya PKI.

  16. #15
    kairi-chan's Avatar
    Join Date
    Jun 2007
    Location
    Tempat bertemunya Buaya dan Hiu
    Posts
    801
    Points
    964.50
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    klo gw ngomong sebenernya pki itu bukanlah sebuah ideologi ,tetapi agama sesat yang tidak dapat hidup berdampingan dengan agama lainnya ,masa gara-gara kita lahir di negara itu ,kita diharuskan melupakan pencipta dan pemelihara kita

Page 1 of 11 12345 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •