Results 1 to 9 of 9
http://idgs.in/587032
  1. #1
    TGR-BLAK2AN's Avatar
    Join Date
    Nov 2006
    Location
    OP 107 - MOD 401
    Posts
    2,702
    Points
    813.92
    Thanks: 39 / 181 / 162

    Thumbs up [EVENT] DIABETES MELLITUS (DM)

    Diabetes Mellitus



    SEJARAH

    Diabetes adalah salah satu dari penyakit pertama di dunia yang berhasil dijabarkan, dengan sebuah manuskrip mesir pada tahun 1500 SM yang menyebutkan kalimat "Mengosongkan urine terlalu hebat". Kasus pertama yang dijabarkan, dipercaya sebagai Diabetes Tipe 1. Para dokter India pada kisaran waktu yang sama mengidentifikasi penyakit tersebut dan mengklasifikasikannya sebagai madhumeha atau "urine madu", yang dikarenakan urine tersebut dapat memikat semut. Istilah "Diabetes" sendiri pertama kali dipakai pada tahun 230 SM oleh Greek Appollonius of Memphis. Penyakit ini dianggap sangat jarang terjadi pada masa kerjaan Romawi, dengan Galen berujar bahwa dia hanya melihat 2 kasus Diabetes sepanjang karirnya. Hal ini mungkin terjadi karena diet dan gaya hidup orang-orang jaman dahulu, atau karena simtoma klinis telah diobservasi pada saat tingkat akhir dari Diabetes. Galen awalnya menamai penyakit tersebut "Diare Urine" (Diarrhea Urinosa).

    Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 diidentifikasikan sebagai 2 kondisi yang berbeda, pertama kalinya oleh dokter India Sushruta dan Charaka pada tahun 400-500 Masehi dengan Tipe 1 diasosiasikan dengan "Orang Muda" dan Tipe 2 diasosiasikan dengan "Kelebihan Berat Badan". Istilah "Melllitus" atau "Dari Madu" ditambahkan oleh Briton John Rolle pada akhir tahun 1700an untuk membedakan kondisi dengan Diabetes Insipidus, yang juga diasosiasikan dengan "Sering Buang Air Kecil". Sementara banyak pengukuran telah dicoba, perawatan secara efektif belumlah dikembangkan hingga awal abad ke 20, sampai akhirnya dua orang berkebangsaan kanada, Frederick Banting dan Charles Herbert Best mengembangkan Insulin pada tahun 1921 dan 1922. Hal ini lalu disusul dengan pengembangan dari Insulin yang dapat bekerja tahan lama (NPH) pada tahun 1940an.



    Hari Diabetes Dunia

    Setiap tanggal 14 November selalu diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Peringatan ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan global terhadap risiko Diabetes. Peringatan hari Diabetes Sedunia ini mengajak seluruh elemen masyarakat di berbagai belahan dunia menggiatkan berbagai aktivitas untuk mencegah angka kesakitan Diabetes yang semakin meningkat setiap tahunnya.

    Peringatan Hari Diabetes Sedunia dimulai oleh International Diabetes Federation (IDF) dan World Health Organization (WHO). Tanggal yang diambil yakni 14 November merupakan hari kelahiran dari Frederick Banting , dimana beliau bersama dengan Charles Best menemukan bahwa insulin dapat digunakan untuk pengobatan pasien diabetes pada tahun 1922.
    WHO memperkirakan saat ini ada lebih dari 346 juta orang menderita diabetes di seluruh dunia. Angka ini diperkirakan akan menjadi dua kali lipat pada tahun 2030 jika tidak dilakukan intervensi. Data WHO tahun 2008, di Indonesia, diabetes merupakan penyebab kematian nomor 1 dari angka kematian yang disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular.

    Tahun ini, peringatan hari Diabetes Sedunia mengusung tema “Edukasi dan Pencegahan Diabetes: Selamatkan Masa Depan Kita”. Logo yang digunakan pada peringatan Hari Diabetes Sedunia ini adalah lingkaran biru, dimana warna biru melambangkan langit biru yang menyatukan seluruh bangsa dan juga merupakan warna dari bendera PBB. Sedangkan lingkaran tanpa putus merupakan simbol dari usaha yang dilakukan terus menerus, pada beberapa budaya, lingkaran melambangkan kehidupan dan kesehatan. Sehingga lingkaran biru yang diusung pada kampanye Hari Diabetes Sedunia ini merupakan kesatuan dari seluruh komunitas diabetes di Dunia untuk mengatasi pandemi diabetes.

    DEFINISI

    Diabetes Mellitus (DM) atau biasa disebut dengan Diabetes, yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit "Kencing Manis" adalah sebuah penyakit yang dikarenakan terjadinya suatu kelainan metabolik di mana seseorang memiliki gula darah yang tinggi, yang disebabkan oleh pankreas yang tidak memproduksi insulin yang cukup, atau karena sel tubuh yang tidak merespon terhadap insulin yang diproduksi. Gula darah yang tinggi ini menyebabkan beberapa gejala klasik seperti Polyuria (Frekuensi urinasi/Buang air kecil yang tinggi), Polydipsia (Meningkatnya rasa haus) dan Polyphagia (Meningkatnya rasa lapar).

    Berbagai penyakit, sindrom dan gejala yang dapat terpicu oleh Diabetes Mellitus, antara lain: Alzheimer, Ataxia-Telangiectasia, Down Syndrome, Penyakit Huntington, Kelainan Mitokondria, Distrofi Miotonis, Penyakit Parkinson, Prader-Willi Syndrome, Werner Syndrome, Wolfram Syndrome, Leukoaraiosis, Demensia, Hipotiroidisme, Hipertiroidisme, Hipogonadisme, dan lain-lain.

    KLASIFIKASI

    World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan bentuk Diabetes Mellitus berdasarkan perawatan dan gejala :

    1. Diabetes Tipe 1, yang meliputi gejala Ketoasidosis hingga rusaknya sel beta di dalam pankreas yang menyebabkan Auto Imunitas, dan bersifat idiopatik. Diabetes Mellitus dengan Patogenesis jelas, seperti Fibrosis Sistik atau defisiensi Mitokondria, tidak termasuk pada penggolongan ini.

    2. Diabetes Tipe 2, yang diakibatkan oleh defisiensi Sekresi Insulin, seringkali disertai dengan Sindrom Resistansi Insulin.

    3. Diabetes Gestasional, yang meliputi Gestational Impaired Glucose Tolerance (GIGT) dan Gestational Diabetes Mellitus (GDM).

    Dan menurut tahap klinis tanpa pertimbangan patogenesis, diklasifikasikan menjadi:

    4. Insulin requiring for survival diabetes, seperti pada kasus defisiensi peptida-C.

    5. Insulin Requiring For Control Diabetes. Pada tahap ini, sekresi insulin endogenus tidak cukup untuk mencapai gejala normoglicemia, jika tidak disertai dengan tambahan hormon dari luar tubuh.

    6. Not Insulin Requiring Diabetes.
    Tahap klinis keempat serupa dengan klasifikasi IDDM (Insulin-Dependent Diabetes Mellitus), sedang tahap kelima dan keenam merupakan anggota klasifikasi NIDDM (Non Insulin-Dependent Diabetes Mellitus). IDDM dan NIDDM merupakan klasifikasi yang tercantum pada International Nomenclature of Diseases pada tahun 1991 dan revisi ke-10 International Classification of Diseases pada tahun 1992.

    Klasifikasi Malnutrion-related Diabetes Mellitus, MRDM, tidak lagi digunakan oleh karena, walaupun malnutrisi dapat memengaruhi ekspresi beberapa tipe Diabetes, hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa malnutrisi atau defisiensi protein dapat menyebabkan Diabetes. Subtipe MRDM; Protein-deficient pancreatic diabetes mellitus, PDPDM, PDPD, PDDM, masih dianggap sebagai bentuk malnutrisi yang diinduksi oleh diabetes mellitus dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Sedangkan subtipe lain, Fibrocalculous pancreatic diabetes, FCPD, diklasifikasikan sebagai penyakit Pankreas Eksokrin pada lintasan Fibrocalculous Pancreatopathy yang menginduksi Diabetes Mellitus.

    Klasifikasi Impaired Glucose Tolerance, IGT, kini didefinisikan sebagai tahap dari cacat regulasi glukosa, sebagaimana dapat diamati pada seluruh tipe kelainan hiperglisemis. Namun tidak lagi dianggap sebagai Diabetes.

    Klasifikasi Impaired Fasting Glycaemia, IFG, diperkenalkan sebagai simtoma rasio gula darah puasa yang lebih tinggi dari batas atas rentang normalnya, tetapi masih di bawah rasio yang ditetapkan sebagai dasar diagnosa Diabetes.

    Tabel Perbandingan Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2




    Diabetes Mellitus Tipe 1

    Diabetes Mellitus Tipe 1, Diabetes anak-anak (Childhood-Onset Diabetes, Juvenile Diabetes, Insulin-Dependent Diabetes Mellitus (IDDM)) adalah Diabetes yang terjadi karena berkurangnya rasio insulin dalam sirkulasi darah akibat hilangnya sel beta penghasil insulin pada Langerhans pankreas. IDDM dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.

    Sampai saat ini IDDM tidak dapat dicegah dan tidak dapat disembuhkan, bahkan dengan diet maupun olah raga. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.

    Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada Diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi Auto Imunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi Auto Imunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.

    Saat ini, Diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Pengobatan dasar diabetes tipe 1, bahkan untuk tahap paling awal sekalipun, adalah penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian. Penekanan juga diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga). Terlepas dari pemberian injeksi pada umumnya, juga dimungkinkan pemberian insulin melalui pump, yang memungkinkan untuk pemberian masukan insulin 24 jam sehari pada tingkat dosis yang telah ditentukan, juga dimungkinkan pemberian dosis dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan. Serta dimungkinkan juga untuk pemberian masukan insulin melalui "Inhaled Powder".

    Perawatan diabetes tipe 1 harus berlanjut terus. Perawatan tidak akan memengaruhi aktivitas-aktivitas normal apabila kesadaran yang cukup, perawatan yang tepat, dan kedisiplinan dalam pemeriksaan dan pengobatan dijalankan. Tingkat Glukosa rata-rata untuk pasien diabetes tipe 1 harus sedekat mungkin ke angka normal (80-120 mg/dl, 4-6 mmol/l). Beberapa dokter menyarankan sampai ke 140-150 mg/dl (7-7.5 mmol/l) untuk mereka yang bermasalah dengan angka yang lebih rendah, seperti "Frequent Hypoglycemic Events". Angka di atas 200 mg/dl (10 mmol/l) seringkali diikuti dengan rasa tidak nyaman dan buang air kecil yang terlalu sering sehingga menyebabkan dehidrasi. Angka di atas 300 mg/dl (15 mmol/l) biasanya membutuhkan perawatan secepatnya dan dapat mengarah ke ketoasidosis. Tingkat glukosa darah yang rendah, yang disebut hipoglisemia, dapat menyebabkan kehilangan kesadaran.

    Diabetes Mellitus Tipe 2

    Diabetes Mellitus Tipe 2 (Adult-Onset diabetes, Obesity-Related Diabetes, Non-Insulin-Dependent Diabetes Mellitus, (NIDDM)) merupakan tipe Diabetes Mellitus yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen, termasuk yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10 dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin serta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati. Mutasi gen tersebut sering terjadi pada kromosom 19 yang merupakan kromosom terpadat yang ditemukan pada manusia.

    Pada NIDDM ditemukan ekspresi SGLT1 yang tinggi, rasio RBP4 dan hormon resistin yang tinggi, peningkatan laju metabolisme glikogenolisis dan glukoneogenesis pada hati, penurunan laju reaksi oksidasi dan peningkatan laju reaksi esterifikasi pada hati.

    NIDDM juga dapat disebabkan oleh dislipidemia, lipodistrofi, dan sindrom resistansi insulin.

    Pada tahap awal kelainan yang muncul adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Hiperglisemia dapat diatasi dengan obat anti diabetes yang dapat meningkatkan sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari hepar, namun semakin parah penyakit, sekresi insulin pun semakin berkurang, dan terapi dengan insulin kadang dibutuhkan. Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme terjadinya resistensi ini, namun obesitas sentral diketahui sebagai faktor predisposisi terjadinya resistensi terhadap insulin, dalam kaitan dengan pengeluaran dari adipokines (suatu kelompok hormon) itu merusak toleransi glukosa. Obesitas ditemukan di kira-kira 90% dari pasien dunia dikembangkan diagnosis dengan jenis 2 kencing manis. Faktor lain meliputi mengeram dan sejarah keluarga, walaupun di dekade yang terakhir telah terus meningkat mulai untuk memengaruhi anak remaja dan anak-anak.

    Diabetes Mellitus Tipe 3

    Diabetes Mellitus Gestasional (Gestational Diabetes, Insulin-Resistant Type 1 diabetes, Double Diabetes, Type 2 Diabetes which has progressed to require injected insulin, Latent Auto-Immune Diabetes Of Adults, Type 1.5" Diabetes, Type 3 Diabetes, LADA) Atau Diabetes Mellitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan, dengan keterlibatan interleukin-6 dan protein reaktif C pada lintasan patogenesisnya. GDM mungkin dapat merusak kesehatan janin atau ibu, dan sekitar 20–50% dari wanita penderita GDM bertahan hidup.

    Diabetes melitus pada kehamilan terjadi di sekitar 2–5% dari semua kehamilan. GDM bersifat temporer dan dapat meningkat maupun menghilang setelah melahirkan. GDM dapat disembuhkan, namun memerlukan pengawasan medis yang cermat selama masa kehamilan.

    Meskipun GDM bersifat sementara, bila tidak ditangani dengan baik dapat membahayakan kesehatan janin maupun sang ibu. Resiko yang dapat dialami oleh bayi meliputi makrosomia (berat bayi yang tinggi/diatas normal), penyakit jantung bawaan dan kelainan sistem saraf pusat, dan cacat otot rangka. Peningkatan hormon insulin janin dapat menghambat produksi surfaktan janin dan mengakibatkan sindrom gangguan pernapasan. Hyperbilirubinemia dapat terjadi akibat kerusakan sel darah merah. Pada kasus yang parah, kematian sebelum kelahiran dapat terjadi, paling umum terjadi sebagai akibat dari perfusi plasenta yang buruk karena kerusakan vaskular. Induksi kehamilan dapat diindikasikan dengan menurunnya fungsi plasenta. Operasi sesar dapat akan dilakukan bila ada tanda bahwa janin dalam bahaya atau peningkatan resiko luka yang berhubungan dengan makrosomia, seperti distosia bahu.

    EPIDEMI

    Secara global, pada tahun 2010, diperkirakan sekitar 285 juta orang mengidap Diabetes, dengan jumlah pengidap Diabetes Tipe 2 berjumlah sekitar 90%. Meluasnya penyakit ini melonjak dengan sangat cepat, dan pada tahun 2030, diperkirakan jumlahnya akan bertambah nyaris 2 kali lipat. Diabetes Mellitus terjadi di seluruh dunia, namun lebih sering terjadi (terutama Tipe 2) di negara-negara berkembang. Lonjakan terbesar yang nantinya terjadi di tahun 2030, diperkirakan akan terjadi di benua asia dan afrika. Meningkatnya jumlah pengidap Diabetes di negara-negara berkembang diperkirakan terjadi karena adanya tren urbanisasi dan juga perubahan gaya hidup.
    Berikut beberapa negara dengan jumlah populasi pengidap Diabetes tertinggi di dunia :

    Australia

    Populasi penduduk pribumi di negara-negara dunia pertama memiliki kemungkinan yang lebih tinggi dalam terjangkit penyakit Diabetes dibandingkan dengan penduduk non-pribumi di sana. Di Australia, dilaporkan bahwa pengidap Diabetes dari penduduk pribumi jumlahnya lebih besar hampir 4 kali lipat dari penduduk non pribumi. Program kesehatan komunitas pencegahan di sana, seperti Sugar Man (Edukasi tentang Diabetes) menunjukkan beberapa hal yang positif untuk menangani masalah Diabetes ini.

    ****

    Hampir 1 dari 10 orang dewasa di **** mengidap Diabetes. Sebuah studi pada tahun 2010 memperkirakan lebih dari 92 juta orang dewasa di sana mengidap penyakit ini, dan sekitar 150 juta orang lainnya menunjukkan gejala awal dari penyakit ini. Menjangkitnya penyakit Diabetes di **** meningkat dengan sangat cepat, sebuah penelitian tahun 2009 mengungkapkan terjadinya peningkatan sebesar 30% dalam jangka waktu 7 tahun.

    India

    India memiliki jumlah pengidap Diabetes terbanyak dari negara-negara lainnya di dunia, menurut Fondasi Diabetes Internasional, walaupun menurut kalkulasi data yang belakangan ini dilakukan, **** lah yang terbanyak. Lebih dari 50 juta penduduk India mengidap Diabetes, sekitar 7.1 % dari jumlah orang dewasa di India, dan membunuh sekitar 1 juta orang per tahun. Usia rata-rata dari permulaan terjangkitnya penyakit ini di India adalah umur 42 ½ tahun. Meluasnya penyakit ini disebabkan sebagian besar oleh kombinasi antara keturunan genetik, asupan kalori tinggi pada makanan, dan gaya hidup di mana kurangnya aktivitas pada penduduk berusia dewasa menengah ke atas.

    Inggris

    Sekitar 3.8 juta orang di Inggris mengidap Diabetes, namun Badan Amal Diabetes di Inggris memperkirakan jumlah itu akan meningkat menjadi 6.2 juta orang pada tahun 2035/2036. Badan tersebut juga memperkirakan Layanan Kesehatan Nasional akan menghabiskan dana sekitar 16.9 milliar Poundsterling untuk menangani Diabetes pada tahun 2035, atau sekitar 17% dari total dana dari Layanan Kesehatan Nasional ‘hanya’ dialokasikan pada penyakit Diabetes saja.

    Amerika Serikat

    Setidaknya sekitar 20 tahun, tingkat meluasnya Diabetes di kawasan Amerika Utara meningkat sangat tajam. Di tahun 2010, hampir 26 juta orang mengidap Diabetes di Amerika Serikat, di mana sekitar 7 juta orang lainnya tidak terdiagnosa. Sedangkan sekitar 57 juta orang diperkirakan mengalami Pre-Diabetes.

    Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah mengkondisikan ini sebagai sebuah epidemi. National Diabetes Information Clearinghouse memperkirakan bahwa Diabetes saja menghabiskan dana sekitar 132 milliar Dollar per tahun di Amerika Serikat. Sekitar 5% - 10% dari kasus Diabetes yang terjadi di kawasan Amerika Utara merupakan Diabetes Tipe 1, dan sisanya adalah Tipe 2.

    American Diabetes Association (ADA) pada tahun 2003 menyatakan bahwa 1 dari 3 bayi di Amerika Serikat yang lahir setelah tahun 2000 suatu saat akan mengidap Diabetes dalam kehidupan mereka. Dan juga masih menurut ADA, sekitar 18.3% (8.6 juta) penduduk Amerika Serikat berumur 60 tahun atau lebih mengidap Diabetes.

    TANDA-TANDA DAN GEJALA (SIMTOMA)



    Gejala/Simtoma klasik dari penderita Diabetes yang tidak dirawat adalah :

    1. Polyuria (Frekuensi urinasi/Buang air kecil yang tinggi)
    Sering buang air kecil. Air seni/air kencing orang yang menderita diabetes biasanya dikerumuni semut karena kadar gulanya tinggi. Gangguan ini disebabkan karena hormon insulin dalam darah sedikit atau pada penderita diabetes tipe I tidak ada sehingga ginjal tidak dapat menyaring gula dalam darah jadi gula tersebut keluar bersama air seni.

    2. Polydipsia (Meningkatnya rasa haus)
    Karena sering buang air kecil jadi kita juga gampang haus. Sering kali karena mudah haus air minumnya adalah air dingin (dari kulkas/dengan es) dan sebagian besar orang Indonesia bila minum air dingin/dengan es lebih senang juga menggunakan sirup. Di mana sirup notabene manis.

    3. Polyphagia (Meningkatnya rasa lapar)
    Karena apabila lapar kita makan nasi. Terlalu banyak makan akan dapat menaikkan kadar gula karena didalam karbohidrat yang ada pada nasi mengandung glukosa (gula).

    4. Penyembuhan yang lama pada luka
    Tanda penting lainnya yang perlu dicermati adalah apabila penderita diabetes mendapat luka di tubuh cenderung membutuhkan waktu lama dalam penyembuhannya.

    5. Letih dan lesu
    Selain itu ada pula tanda berupa letih dan lesu. Kondisi ini disebabkan karena produksi gula dalam darah terhambat, sehingga pembuatan energi menjadi ikut terganggu.

    6. Terganggunya fungsi visual (Penglihatan)
    Pandangan kabur atau tidak jelas juga bisa jadi merupakan gejala diabetes melitus yang perlu diwaspadai.

    7. Kehilangan berat badan
    Penderita Diabetes biasanya juga memiliki gejala terjadi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.

    8.Sering kesemutan
    Gejala ini disebut neuropati. Hal ini karena kandungan gula dalam darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan system saraf.

    Simtoma dapat berkembang secara cepat (Hitungan minggu atau bulan) di Diabetes Tipe 1, Sedangkan di Diabetes Tipe 2, simtoma tersebut berkembang jauh lebih lambat atau mungkin tidak ada sama sekali.

    Dan setelah jangka panjang tanpa perawatan memadai, dapat memicu berbagai komplikasi kronis, seperti :

    1. Gangguan pada mata dengan potensi berakibat pada kebutaan.
    2. Gangguan pada ginjal hingga berakibat pada gagal ginjal.
    3. Gangguan Kardiovaskular, disertai lesi membran basalis yang dapat diketahui dengan pemeriksaan menggunakan mikroskop elektron.
    4. Gangguan pada sistem saraf hingga disfungsi saraf autonom, foot ulcer, amputasi, charcot joint dan disfungsi seksual.
    5. Dan gejala lain seperti dehidrasi, ketoasidosis, ketonuria dan hiperosmolar non-ketotik yang dapat berakibat pada stupor dan koma.
    6. Rentan terhadap infeksi.

    Gejala klinis yang dialami oleh penderita diabetes dapat diketahui melalui pemeriksaan di laboratorium. Pemeriksaan pertama adalah pemeriksaan kadar gula darah. Pada prosesnya pengambilan darah untuk pengecekan ini dilakukan dua kali atau dalam dua kondisi yaitu setelah puasa (8 jam tidak menerima asupan gula baik melalui makanan atau minuman) dan kondisi biasa (tidak puasa atau minimal 2 jam setelah makan). Pada kedua pemeriksaan ini apabila, kadar gula biasa ≥ 120 mg/dl atau kadar gula puasanya ≥ 126 mg/dl, berarti Anda positif (+) menderita Diabetes.

    Kata Diabetes Mellitus itu sendiri mengacu pada simtoma yang disebut Glikosuria, atau kencing manis, yang terjadi jika penderita tidak segera mendapatkan perawatan.

    Jadi, segelah periksa gula darah Anda. Penanganan yang cepat dan tepat akan memberikan hasil yang lebih baik.

    Komplikasi

    Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.

    Tabel Diagnosa






    FAKTOR PENYEBAB

    Penyebab dari terjadinya Diabetes tergantung dari masing-masing tipe Diabetes itu sendiri.

    Diabetes Tipe 1
    Penderita Diabetes Tipe 1 biasanya disebabkan sebagian karena faktor genetik keluarga dan juga dipicu oleh beberapa infeksi virus tertentu yang didapat dari lingkungan hidup si penderita, dengan beberapa bukti kejadian mengarah ke Virus B4. Sebuah elemen genetis di dalam individu yang mudah dipengaruhi oleh beberapa pemicu ini telah dilacak kepada HLA Genotypes tertentu. Namun, bahkan dalam beberapa orang yang telah mewarisi kepekaan tersebut, penyakit Diabetes Tipe 1 tampaknya memerlukan sebuah pemicu ekologis.

    Penderita Diabetes Tipe 1 juga bisa disebabkan oleh faktor gizi si penderita pada masa kanak-kanak atau dewasa awal, yang menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas, 90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur.

    Awal mula terjangkitnya Diabetes Tipe 1 pada seseorang sama sekali tidak berhubungan dengan gaya hidup.

    Diabetes Tipe 2
    Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan Diabetes tipe 2. Beberapa di antaranya berasal dari keluarga dan sejarah genetika. Tetapi beberapa diantaranya juga dapat terjadi karena kemunduran gaya hidup dalam mencegah Diabetes Tipe 2. Faktor-faktor tersebut antara lain :

    1. Kegemukan (Obesitas)
    Faktor pertama yang biasa menyebabkan Diabetes Tipe 2 adalah obesitas. Statistik menyatakan bahwa 30% dari orang dewasa gendut. Karena terlalu banyak menyimpan lemak dalam tubuh maka tubuh seseorang menjadi gendut. Padahal lemak menghentikan kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin, jadi orang gendut lebih beresiko terserang Diabetes Tipe 2.

    2. Pola/Gaya Hidup Tidak Berubah
    Orang yang tidak mau merubah diri ke gaya hidup sehat dan dan tidak mempedulikan masalah kegemukan, lebih mudah terserang Diabetes Tipe 2. Terlalu banyak diam dan kurang aktivitas (gerak) akan menjadikan obesitas, selanjutnya obesitas akan menyebabkan kita terserang Diabetes Tipe 2. Kita sebaiknya meningkatkan aktivitas untuk menurunkan tingkat gula darah dan membantu insulin agar bekerja lebih efektif.

    3. Kebiasaan Makan Tidak sehat
    90 % dari jumlah orang yang telah didiagnosa mengidap Diabetes Tipe 2 disebabkan oleh kegemukan. Makan tidak sehat merupakan kontribusi besar untuk obesitas. Terlalu banyak lemak, tidak cukup serat, dan terlalu banyak karbohidrat adalah kontribusi pada penyakit diabetes (kencing manis). Makan yang sehat dapat mencegah dan mengurangi resiko terserang Diabates Tipe 2.

    4. Sejarah Keluarga dan Genetika
    Nampaknya orang-orang yang memiliki anggota keluarga yang telah didiagnosa mengidap Diabetes Tipe 2 juga merupakan peluang besar bagi Diabetes untuk menyerang tubuh seseorang.

    5. Usia Bertambah
    Semakin tua usia seseorang berdampak semakin besar pula kemungkinan seseorang mengalami resiko terkena Diabetes Tipe 2. Kemampuan organ tubuh orang tua akan banyak mengalami kemunduran fungsional secara bertahap, jadi ada kemungkinan bila kemampuan pankreas untuk memproses insulin juga berkurang. Jika insulin tidak dihasilkan atau tidak dimanfaatkan oleh tubuh, menyebabkan Diabetes sedang terjadi.
    Berikut ini adalah daftar-daftar komprehensif dari penyebab terjadi Diabetes :

    Cacat genetis atas fungsi β-cell
    1. Maturity Onset Diabetes of the Young (MODY)
    2. Mutasi Mitochondrial DNA

    Cacat genetis dalam Proses atau Tindakan Insulin
    1. Cacat dalam konversi ProInsulin
    2. Mutasi Insulin gene
    3. Mutasi Insulin receptor

    Cacat Exocrine pancreatic
    1. Chronic pancreatitis
    2. Pancreatectomy
    3. Pancreatic neoplasia
    4. Cystic fibrosis
    5. Hemochromatosis
    6. Fibrocalculous pancreatopathy

    Endocrinopathies
    1. Growth hormone excess
    2. Cushing syndrome
    3. Hyperthyroidism
    4. Pheochromocytoma
    5. Glucagonoma

    Infeksi
    1. Cytomegalovirus infection
    2. Coxsackievirus B

    Obat-Obatan
    1. Glucocorticoids
    2. Thyroid hormone
    3. β-adrenergic agonists
    4. Statins


    PATOFISIOLOGI

    Kemungkinan induksi diabetes tipe 2 dari berbagai macam kelainan hormonal, seperti hormon sekresi kelenjar adrenal, hipofisis dan tiroid merupakan studi pengamatan yang sedang laik daun saat ini. Sebagai contoh, timbulnya IGT dan diabetes mellitus sering disebut terkait oleh akromegali dan hiperkortisolisme atau sindrom Cushing.

    Hipersekresi hormon GH pada akromegali dan sindrom Cushing sering berakibat pada resistansi insulin, baik pada hati dan organ lain, dengan simtoma hiperinsulinemia dan hiperglisemia, yang berdampak pada penyakit kardiovaskular dan berakibat kematian.

    GH memang memiliki peran penting dalam metabolisme glukosa dengan menstimulasi glukogenesis dan lipolisis, dan meningkatkan kadar glukosa darah dan asam lemak. Sebaliknya, insulin-like growth factor 1 (IGF-I) meningkatkan kepekaan terhadap insulin, terutama pada otot lurik. Walaupun demikian, pada akromegali, peningkatan rasio IGF-I tidak dapat menurunkan resistansi insulin, oleh karena berlebihnya GH.

    Terapi dengan somatostatin dapat meredam kelebihan GH pada sebagian banyak orang, tetapi karena juga menghambat sekresi insulin dari pankreas, terapi ini akan memicu komplikasi pada toleransi glukosa.

    Sedangkan hipersekresi hormon kortisol pada hiperkortisolisme yang menjadi penyebab obesitas viseral, resistansi insulin, dan dislipidemia, mengarah pada hiperglisemia dan turunnya toleransi glukosa, terjadinya resistansi insulin, stimulasi glukoneogenesis dan glikogenolisis. Saat bersinergis dengan kofaktor hipertensi, hiperkoagulasi, dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.

    Hipersekresi hormon juga terjadi pada kelenjar tiroid berupa tri-iodotironina dengan hipertiroidisme yang menyebabkan abnormalnya toleransi glukosa.

    Pada penderita tumor neuroendokrin, terjadi perubahan toleransi glukosa yang disebabkan oleh hiposekresi insulin, seperti yang terjadi pada pasien bedah pankreas, feokromositoma, glukagonoma dan somatostatinoma.

    Hipersekresi hormon ditengarai juga menginduksi diabetes tipe lain, yaitu tipe 1. Sinergi hormon berbentuk sitokina, interferon-gamma dan TNF-α, dijumpai membawa sinyal apoptosis bagi sel beta, baik in vitro maupun in vivo. Apoptosis sel beta juga terjadi akibat mekanisme Fas-FasL, dan/atau hipersekresi molekul sitotoksik, seperti granzim dan perforin; selain hiperaktivitas sel T CD8- dan CD4-.

    MANAJEMEN PENANGANAN

    Diabetes Mellitus adalah sebuah penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan kecuali dalam beberapa situasi yang sangat spesifik. Manajemen penanganan Diabetes Mellitus berpusat pada tindakan menjaga tingkat gula darah dalam tubuh senormal mungkin (Euglycemia), tanpa menyebabkan Hypoglycemia. Hal ini biasanya dapat dilaksanakan dengan diet, berolahraga, dan penggunaan obat yang dianjurkan (Insulin dalam kasus Diabetes Tipe 1, Pengobatan secara oral, seperti halnya Insulin, dalam Diabetes Tipe 2)

    Pengetahuan, pemahaman dan partisipasi Pasien sangatlah vital, di manal dalam hal ini, komplikasi dalam Diabetes sangat jauh berkurang terjadi pada orang yang dapat mengatur tingkat gula darah mereka dengan baik. Tujuan dari perawatan ini adalah sebuah level HbA1C sebesar 6.5 persen namun tidak boleh lebih rendah dari itu, dan mungkin boleh diatur lebih tinggi. Perhatian juga harus diarahkan terhadap beberapa masalah kesehatan lainnya yang dapat memunculkan efek dari Diabetes, seperti Merokok, Tingkat kolesterol yang tinggi, Obesitas, Tekanan darah tinggi, dan kurangnya olahraga.
    Gaya Hidup

    Terdapat peranan penting di dalam pengetahuan dan pemahaman pasien penderita tentang Diabetes, disertai dengan program diet dan olahraga rutin yang bertujuan untuk menjaga tingkat glukosa dalam darah tetap berada di level yang diperbolehkan, hal ini harus dijaga baik itu dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.

    1. Pengetahuan Dan Pemahaman
    Semua penderita hendaknya memahami bagaimana menjalani diet dan olah raga untuk mengontrol penyakitnya. Mereka harus memahami bagaimana cara menghindari terjadinya komplikasi.

    Penderita juga harus memberikan perhatian khusus terhadap infeksi kaki sehingga kukunya harus dipotong secara teratur. Penting untuk memeriksakan matanya supaya bisa diketahui perubahan yang terjadi pada pembuluh darah di mata.

    2. Diet
    Pengaturan diet sangat penting. Biasanya penderita tidak boleh terlalu banyak makan makanan manis dan harus makan dalam jadwal yang teratur. Penderita diabetes cenderung memiliki kadar kolesterol yang tinggi, karena itu dianjurkan untuk membatasi jumlah lemak jenuh dalam makanannya. Tetapi cara terbaik untuk menurunkan kadar kolesterol adalah mengontrol kadar gula darah dan berat badan.

    Contoh makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita diabetes : nasi merah, roti gandum, serelia, polong-polongan, sayuran, dan buah-buahan segar terutama yang mengandung antioksidan tinggi.

    Yah intinya sih, penderita diabetes itu WAJIB mengkonsumsi jumlah karbohidrat secara tepat pada setiap jam makan mereka, tidak terlalu sedikit dan juga tidak boleh terlalu banyak.

    3. Olahraga
    Nah, kalo soal olahraga, tentu saja penderita diabetes sangat dianjurkan untuk melakukan olahraga, olahraga yang teratur bagi penderita diabetes dapat memperbaiki kontrol kadar gula darah. Bonus lainnya, olahraga teratur bisa menurunkan berat badan dan mencegah perut buncit, plus menurunkan resiko sakit jantung.

    Tips Berolahraga
    Soal batasan berolahraga bagi penderita diabetes, memang terdapat batasan. Dan alangkah baiknya, sebelum melakukan olahraga, para penderita diabetes dapat melakukan Exercise Stress Test sebelum olahraga untuk orang yang telah menderita diabetes selama 10 tahun atau lebih-lebih dan penderita diabetes yang berusia lebih dari 40 tahun. Tes ini dapat dilakukan di rumah sakit. Melalui tes ini, Para penderita Diabetes dapat mengetahui seberapa besar intensitas olahraga yang dapat mereka lakukan.

    Lalu, untuk menghindari luka yang terjadi di kaki, apalagi pada saat melakukan jogging, atau aktivitas olahraga lainnya yang memfokuskan pada pijakan kaki, gunakanlah sepatu yang sesuai, dan cenderung berukuran agak besar.

    Penderita diharap selalu memeriksa gula darah sebelum berolahraga. Jangan berolahraga saat gula darah sangat tinggi atau sangat rendah (di bawah 100 mg/dl), Kalau gula darah sedang rendah, Penderita bisa makan buah, cracker, atau segelas susu/jus, kemudian periksa kembali gula darah. Kalau kadar gula darah sudah normal, penderita bisa berolahraga.

    Penderita juga diharapkan selalu membawa sumber karbohidrat seperti permen, tablet glukosa, gula pasir, atau minuman bergula, untuk menghindari kadar gula darah terlalu rendah setelah berolahraga.

    Nah kalau yang ini buat jaga-jaga, Penderita diharap selalu membawa identifikasi diri atau info bahwa penderita menderita diabetes. Beri tahu keluarga penderita/orang lain waktu dan tempat si penderita berolahraga. Selain mengurangi rasa kuatir mereka, penderita bisa juga berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu.

    Nah, kalau udah selesai berolahraga, lakukan peregangan selama 5-10 menit setelah olahraga untuk membuat otot yang tegang kembali rileks.

    Jika Penderita merasakan gejala hipoglikemia (kadar gula darah rendah) seperti keringat dingin, pusing, tremor, segera konsumsi karbohidrat sederhana yang dengan cepat menaikkan kadar gula darah. Permen, teh manis, atau jus buah bisa dicoba. Setelah itu, perhatikan keadaan setelahnya. Apabila gejala hipoglikemi masih berlanjut, disarankan segera cari pertolongan medis.

    Waktu Dan Jenis Olahraga
    Waktu terbaik untuk berolahraga adalah sekitar 1 jam setelah makan, ketika gula darah Penderita sedikit lebih tinggi.

    Jenis olahraga Terbaik untuk Diabetes adalah Kombinasi olahraga aerobik, latihan beban dan fleksibilitas merupakan olahraga yang direkomendasikan untuk penderita diabetes. Kalau bisa, capailah target untuk beraktivitas fisik selama 150 menit per minggu.

    Ingatlah untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan. Sebelum mulai olahraga, minum air terlebih dahulu. Jangan lupa juga untuk minum air selama berolahraga, terutama ketika sudah melakukan olahraga aerobik lebih dari 30 menit.

    Pengobatan

    Terapi Pengobatan Untuk Diabetes Mellitus
    Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Namun, kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan.

    Meskipun demikian, semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang menjadi semakin berkurang. Untuk itu diperlukan pemantauan kadar gula darah secara teratur baik dilakukan secara mandiri dengan alat tes kadar gula darah sendiri di rumah atau dilakukan di laboratorium terdekat.

    Pengobatan diabetes meliputi pengendalian berat badan, olah raga dan diet. Seseorang yang obesitas dan menderita diabetes tipe 2 tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badannya dan berolah raga secara teratur.

    Namun, sebagian besar penderita merasa kesulitan menurunkan berat badan dan melakukan olah raga yang teratur. Karena itu biasanya diberikan terapi sulih insulin atau obat hipoglikemik (penurun kadar gula darah) per-oral.

    Diabetes tipe 1 hanya bisa diobati dengan insulin tetapi tipe 2 dapat diobati dengan obat oral. Jika pengendalian berat badan dan berolahraga tidak berhasil maka dokter kemudian memberikan obat yang dapat diminum (oral = mulut) atau menggunakan insulin.

    1. Pengobatan Oral/Obat Hipoglikemik Oral (OHO)

    Golongan sulfonilurea seringkali dapat menurunkan kadar gula darah secara adekuat pada penderita diabetes tipe 2, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe 1. Contohnya adalah glipizid, gliburid, tolbutamid dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya.

    Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulinnya sendiri. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus.

    Metformin secara umum direkomendasikan sebagai perawatan utama terhadap penderita Diabetes Tipe 2, di mana terdapat bukti jelas yang mana Metformin tersebut mengurangi resiko kematian. Sedangkan penggunaan rutin dari aspirin, belum dilihat dapat meningkatkan efek dari Diabetes yang sederhana.

    Obat hipoglikemik per-oral biasanya diberikan pada penderita diabetes tipe 2 jika diet dan oleh raga gagal menurunkan kadar gula darah dengan cukup.

    Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian.

    Jika obat hipoglikemik per-oral tidak dapat mengontrol kadar gula darah dengan baik, mungkin perlu diberikan suntikan insulin.

    2. Terapi Sulih Insulin

    Diabetes Tipe 1 secara tipikal diobati dengan kombinasi antara Insulin reguler dan Insulin NPH, atau analogi Insulin sintetis. Ketika Insulin digunakan dalam Diabetes Tipe 2, sebuah formulasi yang tahan lama biasanya ditambahkan berkala, sambil melanjutkan pengobatan secara oral.

    Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan insulin sehingga harus diberikan insulin pengganti. Pemberian insulin hanya dapat dilakukan melalui suntikan, insulin dihancurkan di dalam lambung sehingga tidak dapat diberikan per-oral (ditelan).

    Bentuk insulin yang baru (semprot hidung) sedang dalam penelitian. Pada saat ini, bentuk insulin yang baru ini belum dapat bekerja dengan baik karena laju penyerapannya yang berbeda menimbulkan masalah dalam penentuan dosisnya.

    Insulin disuntikkan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri.

    Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda:

    Insulin kerja cepat
    Contohnya adalah insulin reguler, yang bekerja paling cepat dan paling sebentar.
    Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam. Insulin kerja cepat seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan.

    Insulin kerja sedang
    Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan.
    Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama 18-26 jam. Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.

    Insulin kerja lambat
    Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan.
    Efeknya baru timbul setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam.

    Sediaan insulin sebaiknya stabil dalam suhu ruangan selama berbulan-bulan sehingga bisa dibawa kemana-mana.

    Pemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:
    1. Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya
    2. Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosisnya
    3. Aktivitas harian penderita
    4. Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya
    5. Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari

    Sediaan yang paling mudah digunakan adalah suntikan sehari sekali dari insulin kerja sedang. Tetapi sediaan ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal.

    Kontrol yang lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yaitu insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur malam.

    Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang hari.

    Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya; penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulinnya tergantung kepada makanan, olah raga dan pola kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.

    Beberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh, karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistansi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.

    Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan dibawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam.

    Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.

    Dukungan (Support)

    Di negara-negara yang memperbolehkan sistem membuka praktek dokter umum, contohnya Inggris, perawatan diperbolehkan untuk dilakukan di luar Rumah Sakit, dengan spesialis berbasis RS, perawatan dilakukan hanya dalam kasus komplikasi, pengaturan gula darah yang sulit, atau proyek riset. Di dalam ruang lingkup yang lain, pembuka praktek dokter umum dan para spesialis merawat pasien dalam bentuk sebuah tim khusus.


    TRIVIA

    Diabetes ternyata juga dapat terjadi pada hewan loh, terutama pada ****** dan kucing. Hewan yang berumur sedang biasanya yang paling sering terjangkit. ****** betina, memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk terjangkit Diabetes, dibandingkan ****** jantan, sedangkan kucing jantan justru lebih mudah terjangkit daripada kucing betina. Dalam kedua spesies hewan ini, semua jenis ras mungkin saja terjangkit, namun beberapa jenis ras ****** kecil sepertinya secara spesifik mengidap Diabetes, seperti jenis Miniature Poodle. Simtoma/Gejala juga berhubungan dengan kekurangan cairan dan Polyuria, namun gejalanya mungkin agak lebih sulit dideteksi.

    Hewan yang mengidap Diabetes sangat rapuh terjangkit infeksi. Namun komplikasi jangka panjang seperti di manusia sangat jarang terjadi pada hewan. Cara penanganan terhadap hewan yang terjangkit Diabetes kurang lebih sama dengan penanganan terhadap manusia.
    Ternyata banyak sekali loh film yang beredar di pasaran, di mana terdapat sebagian kecil dari film tersebut yang mengisahkan tentang Diabetes sebagai plot dan karakter yang terdapat di dalam film tersebut. Di antara beberapa film tersebut yang cukup populer adalah, Click, Basic Instinct 2, Con Air dan juga Panic Room.

    Untuk lebih lengkapnya, silahkan dilihat di Tabel di bawah ini.

    Tabel Daftar Film Yang Terdapat Plot Cerita Tentang Diabetes





    KALIMAT PENUTUP

    Saya sangat berterima kasih karena diadakannya Event IDGS's ARTICLE OF DISEASE ini, sehingga saya dapat diberi kesempatan membuat thread mengenai penyakit Diabetes Mellitus ini walaupun saya menyadari masih sangat banyak kekurangan di sana-sini pada thread ini yang semoga dapat dimengerti dan dimaklumi.

    Saya juga ingin berpesan kepada kita semua agar selalu menjaga kesehatan kita semua dengan mengatur pola makan yang benar, makan makanan yang sehat dan bergizi, dan beristirahat yang cukup serta rajin berolahraga, karena kesehatan kita itu sangatlah berharga.
    Special Thanks To :

    1. Tuhan Yang Maha Esa
    2. IDGS
    3. Momod Amuf dan Seluruh Panitia & Juri Event

    SUMBER
    SUMBER II
    SUMBER III
    SUMBER IV
    Last edited by TGR-BLAK2AN; 24-11-12 at 01:47.
    TS JAYA AUDIO - Car Audio Video & Accessories Shop
    BSD AUTOPARTS BLOK B NO 26-27, BSD CITY-SERPONG
    Telp: 021 9990 2855 Hp : 0817 088 9549 BB : 2773DE9C


    >> MY PUBLIC OPERATOR THREAD <<
    >>> WELCOME TO SF SPORTS <<<

    >> EVENT SPORTS OBSERVER <<


  2. The Following 2 Users Say Thank You to TGR-BLAK2AN For This Useful Post:
  3. #2
    hunteress's Avatar
    Join Date
    Dec 2010
    Location
    Surabaya
    Posts
    1,609
    Points
    9,257.14
    Thanks: 103 / 72 / 56

    Default

    Gaya Hidup

    Terdapat peranan penting di dalam pengetahuan dan pemahaman pasien penderita tentang Diabetes, disertai dengan program diet dan olahraga rutin yang bertujuan untuk menjaga tingkat glukosa dalam darah tetap berada di level yang diperbolehkan, hal ini harus dijaga baik itu dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
    itu yang dimaksud diet dan olahraga yg bagaimana?
    apa ada batasan olahraga pada orang diabetes? kalo ada bagaimana rekomendasi yang baik untuk melakukanya?
    Quote Originally Posted by dying View Post
    ayo kok lek podo dadi , mangan" nak sumber rejo ya

  4. #3
    TGR-BLAK2AN's Avatar
    Join Date
    Nov 2006
    Location
    OP 107 - MOD 401
    Posts
    2,702
    Points
    813.92
    Thanks: 39 / 181 / 162

    Default

    Quote Originally Posted by hunteress View Post
    itu yang dimaksud diet dan olahraga yg bagaimana?
    apa ada batasan olahraga pada orang diabetes? kalo ada bagaimana rekomendasi yang baik untuk melakukanya?
    Coba saya jawab pertanyaannya yah..


    Yang dimaksud dengan diet di sini lebih mengarah ke pengaturan pola makan dan jenis makanan yang kita konsumsi, dalam hal ini terutama jenis dan jumlah kandungan karbohidrat dan gula yang masuk ke dalam tubuh, karena kita tahu sendiri, penderita diabetes tidak boleh mengkonsumsi makanan secara sembarangan, apalagi yang mengandung banyak gula dan juga garam.

    Contoh makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita diabetes : nasi merah, roti gandum, serelia, polong-polongan, sayuran, dan buah-buahan segar terutama yang mengandung antioksidan tinggi.

    Yah intinya sih, penderita diabetes itu WAJIB mengkonsumsi jumlah karbohidrat secara tepat pada setiap jam makan mereka, tidak terlalu sedikit dan juga tidak boleh terlalu banyak.

    Nah, kalo soal olahraga, tentu saja penderita diabetes sangat dianjurkan untuk melakukan olahraga, olahraga yang teratur bagi penderita diabetes dapat memperbaiki kontrol kadar gula darah. Bonus lainnya, olahraga teratur bisa menurunkan berat badan dan mencegah perut buncit, plus menurunkan resiko sakit jantung.

    Soal batasan berolahraga bagi penderita diabetes, memang terdapat batasan. Dan alangkah baiknya, sebelum melakukan olahraga, para penderita diabetes dapat melakukan Exercise Stress Test sebelum olahraga untuk orang yang telah menderita diabetes selama 10 tahun atau lebih-lebih dan penderita diabetes yang berusia lebih dari 40 tahun. Tes ini dapat dilakukan di rumah sakit. Melalui tes ini, Para penderita Diabetes dapat mengetahui seberapa besar intensitas olahraga yang dapat mereka lakukan.

    Lalu, untuk menghindari luka yang terjadi di kaki, apalagi pada saat melakukan jogging, atau aktivitas olahraga lainnya yang memfokuskan pada pijakan kaki, gunakanlah sepatu yang sesuai, dan cenderung berukuran agak besar.

    Penderita diharap selalu memeriksa gula darah sebelum berolahraga. Jangan berolahraga saat gula darah sangat tinggi atau sangat rendah (di bawah 100 mg/dl), Kalau gula darah sedang rendah, Penderita bisa makan buah, cracker, atau segelas susu/jus, kemudian periksa kembali gula darah. Kalau kadar gula darah sudah normal, penderita bisa berolahraga.

    Penderita juga diharapkan selalu membawa sumber karbohidrat seperti permen, tablet glukosa, gula pasir, atau minuman bergula, untuk menghindari kadar gula darah terlalu rendah setelah berolahraga.

    Nah kalau yang ini buat jaga-jaga, Penderita diharap selalu membawa identifikasi diri atau info bahwa penderita menderita diabetes. Beri tahu keluarga penderita/orang lain waktu dan tempat si penderita berolahraga. Selain mengurangi rasa kuatir mereka, penderita bisa juga berjaga-jaga apabila terjadi sesuatu. (Memang agak ribet sih, tapi lebih baik sedia payung sebelum hujan kan?)

    Waktu terbaik untuk berolahraga adalah sekitar 1 jam setelah makan, ketika gula darah Penderita sedikit lebih tinggi.

    Jenis olahraga Terbaik untuk Diabetes adalah Kombinasi olahraga aerobik, latihan beban dan fleksibilitas merupakan olahraga yang direkomendasikan untuk penderita diabetes. Kalau bisa, capailah target untuk beraktivitas fisik selama 150 menit per minggu.

    Ingatlah untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan. Sebelum mulai olahraga, minum air terlebih dahulu. Jangan lupa juga untuk minum air selama berolahraga, terutama ketika sudah melakukan olahraga aerobik lebih dari 30 menit.

    Nah, kalau udah selesai berolahraga, lakukan peregangan selama 5-10 menit setelah olahraga untuk membuat otot yang tegang kembali rileks. Cooling down, man!

    Jika Penderita merasakan gejala hipoglikemia (kadar gula darah rendah) seperti keringat dingin, pusing, tremor, segera konsumsi karbohidrat sederhana yang dengan cepat menaikkan kadar gula darah. Permen, teh manis, atau jus buah bisa dicoba. Setelah itu, perhatikan keadaan setelahnya. Apabila gejala hipoglikemi masih berlanjut, disarankan segera cari pertolongan medis.

    Intinya sih, kombinasi Diet dan Olahraga itu merupakan Manajemen Penanganan Diabetes yang sangat baik dan penting bagi si penderita.

    Semoga jawaban saya dapat membantu yah.

    Thanks
    Last edited by TGR-BLAK2AN; 16-11-12 at 08:24.
    TS JAYA AUDIO - Car Audio Video & Accessories Shop
    BSD AUTOPARTS BLOK B NO 26-27, BSD CITY-SERPONG
    Telp: 021 9990 2855 Hp : 0817 088 9549 BB : 2773DE9C


    >> MY PUBLIC OPERATOR THREAD <<
    >>> WELCOME TO SF SPORTS <<<

    >> EVENT SPORTS OBSERVER <<


  5. The Following User Says Thank You to TGR-BLAK2AN For This Useful Post:
  6. #4
    AmuF's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    Bandung
    Posts
    375
    Points
    306.41
    Thanks: 4 / 17 / 15

    Default

    itu tanda klinis cuma 3p ?
    Polidispsi
    poliuri
    polifagi

    kalo memang masih ada, bisa ditambahkan sebelum tanggal 25 November 2012..
    thx you
    Last edited by AmuF; 16-11-12 at 15:20.
    Mari berbagi Ilmu Kesehatan disini
    Konsultasi Kesehatan IDGS ? Tanyakan Disini

  7. #5
    TGR-BLAK2AN's Avatar
    Join Date
    Nov 2006
    Location
    OP 107 - MOD 401
    Posts
    2,702
    Points
    813.92
    Thanks: 39 / 181 / 162

    Default

    Quote Originally Posted by AmuF View Post
    itu tanda klinis cuma 3p ?
    Polidispsi
    poliuri
    polifagi

    kalo memang masih ada, bisa ditambahkan sebelum tanggal 25 November 2012..
    thx you
    Edited

    Thanks
    TS JAYA AUDIO - Car Audio Video & Accessories Shop
    BSD AUTOPARTS BLOK B NO 26-27, BSD CITY-SERPONG
    Telp: 021 9990 2855 Hp : 0817 088 9549 BB : 2773DE9C


    >> MY PUBLIC OPERATOR THREAD <<
    >>> WELCOME TO SF SPORTS <<<

    >> EVENT SPORTS OBSERVER <<


  8. The Following User Says Thank You to TGR-BLAK2AN For This Useful Post:
  9. #6
    AmuF's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    Bandung
    Posts
    375
    Points
    306.41
    Thanks: 4 / 17 / 15

    Default

    Berikut ini adalah daftar-daftar komprehensif dari penyebab terjadi Diabetes :

    Obat-Obatan
    1. Glucocorticoids
    2. Thyroid hormone
    3. β-adrenergic agonists
    4. Statins
    apa hubungan penggunanaan obat2an ini dengan DM, apakah komplikasi obat merusak pankreas, atau obat dapat meningkatkan kadar gula ?

    oh ya,
    contoh ni :
    sepupu anda laki-laki berusia 7tahun datang dengan ibunya, ibunya menanyakan kenapa anaknya sering merasa haus, kencingnya bisa 20x dalam sehari, luka saat jatuh ga sembuh2.
    lukanya telah dirawat dengan baik, namun tetap tidak sembuh,
    orang tuanya menanyakan ke anda, kenapa anaknya sering haus, kenapa anaknya sering kencing, kenapa lukanya tidak kunjung sembuh, kira-kira apa yang harus dia lakukan untuk anaknya.

    1 kasus lagi yang mgkn km jumpai misalnya
    kakek dari sepupumu mendadak pingsan dikamar Mandi, dengan riwayat DM tipe 2, dia rutin minum obat anti diabetik. pasien makan pagi sedikit, dan minum obat Glibenclamide 5mg setelah makan pagi.
    kira2 apa yang di derita kakek ini ?


    km mengerti ngga kalo DM biasanya berkaitan dengan Ketoasidosis ?
    apa itu ketoasidosis ?
    kapan muncul ketoasidosis ?
    bagaimana penanganannya ?


    tlg selama penilaian jangan di edit dlu Artikelnya,
    kita panitia membutuhkan jawaban Pertanyaan yang dilontarkan, karna Artikel dianggap fix dari Peserta.
    thx
    Last edited by AmuF; 24-11-12 at 02:40.
    Mari berbagi Ilmu Kesehatan disini
    Konsultasi Kesehatan IDGS ? Tanyakan Disini

  10. #7
    TGR-BLAK2AN's Avatar
    Join Date
    Nov 2006
    Location
    OP 107 - MOD 401
    Posts
    2,702
    Points
    813.92
    Thanks: 39 / 181 / 162

    Default

    Berikut ini adalah daftar-daftar komprehensif dari penyebab terjadi Diabetes :

    Obat-Obatan
    1. Glucocorticoids
    2. Thyroid hormone
    3. β-adrenergic agonists
    4. Statins

    apa hubungan penggunanaan obat2an ini dengan DM, apakah komplikasi obat merusak pankreas, atau obat dapat meningkatkan kadar gula ?
    1. Glucocorticoid
    Glucocorticoid berhubungan dengan Diabetes, karena komplikasi dari penggunaan obat tersebut dalam terapi pengobatan penyakit lain (misal : asma, transplantasi organ, atau kemoterapi pada penyakit leukemia dan kanker) dapat menghalangi proses kegiatan Insulin dalam tubuh dan memicu terjadinya sebuah kondisi yang disebut gluconeogenesis, yakni sebuah proses di mana tubuh seseorang memecah senyawa non-karbohidrat menjadi glukosa, contohnya protein menjadi glukosa.

    Kesimpulannya, komplikasi dari penggunaan Glucocorticoid ini dapat meningkatkan kadar glukosa darah, yang berujung pada munculnya penyakit Steroid Diabetes.

    2. Hormon Thyroid
    Penyakit Diabetes dan kelainan Thyroid kerap muncul bersamaan dalam tubuh seorang penderita. Kedua kondisi ini saling berkaitan satu sama lain yang menimbulkan sebuah disfungsi dari sistem hormon dalam tubuh.

    Kelainan Thyroid dapat menyebabkan sebuah dampak yang sangat besar dalam pengaturan glukosa darah, dan kelainan Thyroid yang tidak dirawat dapat mempengaruhi manajemen perawatan Diabetes pada seorang penderita.

    Hormon Thyroid mempengaruhi metabolisme glukosa darah melalui beberapa mekanisme. Hyperthyroidism (Kelenjar tiroid yang terlalu aktif) telah lama diketahui dapat berkembang menjadi Hyperglycemia (Meningkatnya kadar gula dalam darah) yang akhirnya berujung pada penyakit Diabetes.

    Kesimpulannya, komplikasi dari Hormon Thyroid ini dapat meningkatkan kadar glukosa darah, yang berujung pada munculnya penyakit Diabetes.

    3. β-adrenergic agonist
    β-adrenergic agonist dapat mempengaruhi homeostasis (suatu kondisi keseimbangan internal yang ideal, di mana semua sistem tubuh bekerja dan berinteraksi dalam cara yang tepat untuk memenuhi semua kebutuhan dari tubuh) glukosa dengan memodulasi sekresi insulin dalam tubuh, metabolisme liver, dan konsumsi glukosa terhadap otot tubuh, yang berujung dapat menimbulkan terjadinya Hypoglycemia (Kurangnya kadar glukosa dalam darah secara tidak normal).

    Hal ini secara spesifik disebabkan oleh beta(2)-agonist yang berefek pada sel beta pankreas yang berakibat meningkatnya jumlah sekresi insulin, dan juga mekanisme yang lain, seperti meningkatnya sekresi glucagon dan efek-efek hepatic, yang menyebabkan meningkatnya glukosa serum secara keseluruhan dan berkurangnya sensitivitas insulin secara drastis.

    Kesimpulannya, komplikasi dari penggunaan β-adrenergic agonist ini dapat menimbulkan kerusakan pada pankreas, yang berujung pada munculnya kondisi Hypoglycemia.

    4. Statin
    Penggunaan Statin yang dikombinasikan dengan pola makan yang baik dan olahraga akan efektif sebenarnya bertujuan untuk menurunkan kolesterol pada tubuh seseorang.

    Namun belakangan ini, banyak laporan dari pasien yang mengonsumsi statin mengalami kenaikan gula darah, sehingga belum lama ini Badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat (FDA) mewajibkan produsen obat penurun kolesterol golongan statin untuk menyatakan di kemasan obat adanya efek samping peningkatan resiko Diabetes Mellitus.

    Beberapa obat penurun kolesterol golongan statin diantaranya adalah Lipitor, Pravachol, Crestor, Zocor, dan beberapa obat generik lainnya.

    FDA juga mengatakan selain efek samping dapat meningkatkan gula darah, penggunaan Statin juga dapat menimbulkan adanya resiko penurunan daya ingat dan kebingungan, namun risiko itu bisa dihilangkan jika konsumsi statin dihentikan.

    Kesimpulannya, komplikasi dari penggunaan Statin ini dapat meningkatkan kadar glukosa darah, yang berujung pada munculnya penyakit Diabetes.


    oh ya,
    contoh ni :
    sepupu anda laki-laki berusia 7tahun datang dengan ibunya, ibunya menanyakan kenapa anaknya sering merasa haus, kencingnya bisa 20x dalam sehari, luka saat jatuh ga sembuh2.
    lukanya telah dirawat dengan baik, namun tetap tidak sembuh,
    orang tuanya menanyakan ke anda, kenapa anaknya sering haus, kenapa anaknya sering kencing, kenapa lukanya tidak kunjung sembuh, kira-kira apa yang harus dia lakukan untuk anaknya.
    Bila dilihat kasusnya, jelas terlihat bahwa diagnosa utama dari anak tersebut mengalami gejala-gejala mengidap penyakit Diabetes, dan bila terjadi Diabetes pada seorang anak, biasanya dipengaruhi oleh faktor keturunan.

    Apa yang harus dilakukan oleh ibunya adalah dengan membawa anaknya melakukan uji pengecekan darah di Laboratorium, untuk memastikan tipe Diabetes yang diderita oleh anaknya, apakah Diabetes Tipe 1 atau Diabetes Tipe 2. Lalu melakukan perawatan dan pengobatan terhadap anaknya sesuai petunjuk dan rekomendasi medis dari dokter yang menanganinya.


    1 kasus lagi yang mgkn km jumpai misalnya
    kakek dari sepupumu mendadak pingsan dikamar Mandi, dengan riwayat DM tipe 2, dia rutin minum obat anti diabetik. pasien makan pagi sedikit, dan minum obat Glibenclamide 5mg setelah makan pagi.
    kira2 apa yang di derita kakek ini ?
    Bila dilihat kasusnya, tampak si kakek makan pagi sedikit, lalu dia mengkonsumsi obat yang berguna untuk menurunkan kadar glukosa, sedangkan jumlah glukosa yang masuk ke dalam tubuh sangat sedikit.

    Akibatnya tubuh kekurangan glukosa untuk proses metabolisme dalam tubuh, sehingga si kakek ini mengalami pingsan. Atau biasa dalam istilah kedokteran, disebut Hypoglycemia (Kurangnya kadar glukosa dalam darah secara tidak normal) atau istilah sederhananya, ‘gula darah rendah’.


    km mengerti ngga kalo DM biasanya berkaitan dengan Ketoasidosis ?
    apa itu ketoasidosis ?
    kapan muncul ketoasidosis ?
    bagaimana penanganannya ?
    Iya Diabetes memang berkaitan erat dengan Ketoasidosis.

    Ketoasidosis adalah suatu komplikasi serius akibat Diabetes di saat tubuh memproduksi asam pada darah, yang disebut juga keton, dengan kadar yang sangat tinggi.

    Ketoasidosis muncul dan biasanya terjadi pada saat tubuh penderita Diabetes sangat kekurangan akan insulin. Diabetes ketoasidosis bisa terjadi dalam waktu yang sangat cepat, kadang dapat terjadi hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.

    Penanganan terhadap Diabetes Ketoasidosis meliputi :

    1. Dalam kondisi Dehidrasi
    - Pada mulanya larutan saline 0,9% NACl diberikan dengan kecepatan yang sangat tinggi (Biasanya 0,5 – 1 L/ jam selama 2 - 3 jam ).
    - Setelah beberapa jam pertama, larutan normal saline 45% merupakan cairan infus pilihan untuk terapi dehidrasi selama tekanan darah pasien tetap stabil dan kadar natriumnya tidak terlalu rendah.
    - Infus dengan kecepatan sedang hingga tinggi (200 - 500ml/jam) dapat dilanjutkan untuk beberapa jam berikutnya.
    - Lakukan pemeriksaan tanda – tanda vital (termasuk memantau perubahan ortostatik pada tekanan darah dan frekuensi jantung ).
    - Lakukan pengkajian paru dan pemantauan asupan serta haluaran cairan.

    2. Dalam kondisi Kehilangan elektrolit
    - Lakukan pemantauan kalium sesering mungkin.
    - Lakukan penggantian kalium dengan hati - hati serta tepat waktu (tindakan ini penting untuk menghindari gangguan irama jantung berat yang dapat terjadi pada hipokalemia).
    - Tambahkan kalium sampai 40mEq/jam kedalam cairan infus (pemberian kalium lewat infus harus dilakukan meskipun konsentrasi kalium dalam plasma tetap normal).
    - Setelah diabetes ketoasidosis teratasi, kurangi kecepatan cairan.
    - Pembacaan hasil EKG dan pengukuran kadar kalium yang sering (pada awalnya setiap 2 hingga 4 jam sekali) diperlukan selama 8 jam pertama terapi.

    3. Dalam kondisi Asidosis
    - Lakukan pemberian insulin melalui infus dengan kecepatan lambat tapi berkelanjutan (misal : 5 unit/jam).
    - Ukur kadar glukosa darah setiap jam.
    - Tambahkan Dekstrosa kedalam cairan infus (misalnya D5NS atau D5 45NS) bila kadar glukosa mencapai 250 - 300 mg/dl (13,8 – 16,6 mmol/L) untuk menghindari penurunan kadar gula darah yang terlalu cepat.
    - Pemberian infus insulin sebaiknya dilakukan terpisah dari larutan rehidrasi lain untuk memungkinkan pengubahan kecepatan dan isi larutan rehidrasi dengan sering.
    Last edited by TGR-BLAK2AN; 28-11-12 at 15:04.
    TS JAYA AUDIO - Car Audio Video & Accessories Shop
    BSD AUTOPARTS BLOK B NO 26-27, BSD CITY-SERPONG
    Telp: 021 9990 2855 Hp : 0817 088 9549 BB : 2773DE9C


    >> MY PUBLIC OPERATOR THREAD <<
    >>> WELCOME TO SF SPORTS <<<

    >> EVENT SPORTS OBSERVER <<


  11. The Following User Says Thank You to TGR-BLAK2AN For This Useful Post:
  12. #8
    Creative.10's Avatar
    Join Date
    Sep 2012
    Location
    Pasuruan, Jawa Timur
    Posts
    17,426
    Points
    20.17
    Thanks: 37 / 158 / 141
    Default Category

    Default

    Thank's gan infonya , gk nyesel baca panjang-panjang tetapi bermanfaat ..
    nice share gan

  13. #9
    Ginza's Avatar
    Join Date
    Jul 2009
    Posts
    464
    Points
    0.47
    Thanks: 149 / 3 / 3

    Default

    Keren threadnya, ada Trivia segala..
    GameRs NeveR DiE

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •