Results 1 to 2 of 2
http://idgs.in/782597
  1. #1
    OlO_mbre's Avatar
    Join Date
    Nov 2006
    Location
    depok
    Posts
    314
    Points
    306.77
    Thanks: 2 / 5 / 5

    Default Corona Hantam Bali: Destinasi Favorit Australia di Ambang Kehancuran


    Rata-rata, pusat-pusat liburan di Pulau Bali menampung sekitar 1,2 juta warga Australia setiap tahun. Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, terdapat kekhawatiran perekonomian Bali yang tergantung pada pariwisata akan mengalami keruntuhan.

    Bali adalah salah satu destinasi paling populer bagi orang Australia untuk bepergian. Berbagai pusat liburan menyambut sekitar 1,2 juta orang Australia setiap tahun.

    Namun, setelah menghentikan semua pengunjung asing memasuki Indonesia serta menempatkan orang-orang yang memutuskan untuk tinggal di Bali dalam penguncian wilayah, pantai, hotel, jalanan, klub, dan kuil yang biasanya menjadi destinasi wisata populer pun tak lagi beroperasi.

    Setelah Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengumumkan larangan bepergian pada Maret 2020, hanya warga negara Indonesia, diplomat, dan anggota keluarga yang dapat memasuki negara ini. Sementara itu, beberapa daerah tujuan wisata paling populer di Pulau Bali tetap kosong.

    Mengingat seberapa besar Indonesia bergantung pada industri pariwisata, keputusan untuk menutup perbatasan asing sama sekali tidak dianggap enteng.

    Namun, beberapa pihak menegaskan keputusan itu bisa menjadi bencana besar bagi pulau itu dan bahkan mungkin membuat perekonomian Bali runtuh. Statistik kedatangan wisatawan terbaru pada Februari 2020 menunjukkan penurunan hampir 30 persen tahun ke tahun, jumlah wisata bulanan terendah dalam empat tahun.

    “Corona telah meruntuhkan ekonomi Bali. Ini merupakan penurunan tajam sejak pertengahan Maret ketika langkah-langkah menjaga jarak diberlakukan,” tutur Mangku Nyoman Kandia, pemandu wisata yang telah berada di Bali sejak 1984, kepada ABC. “Tidak ada turis, tidak ada uang.”

    Rekan agen wisata I Gusti Ngurah Adi Mahendra mengaku telah kehilangan 80 persen dari pendapatannya pada pertengahan Maret 2020.

    “Dampak saat ini cukup terasa di sini dan memprihatinkan bagi semua orang,” keluhnya kepada South China Morning Post.

    “Pariwisata Bali dapat dikatakan hampir lumpuh total. Ini sangat mengkhawatirkan.”

    Ross Taylor, presiden Institut Indonesia di Universitas Monash di Melbourne mengatakan ketergantungan Bali yang tinggi pada pariwisata selama bertahun-tahun bisa menimbulkan kehancuran mereka pada saat dunia diminta untuk tidak meninggalkan rumah selama wabah.

    “Dari penelitian kami, kami tahu sekitar 80 persen dari PDB Bali bersumber pariwisata,” kata Taylor kepada Al Jazeera.

    “Ada transisi besar ini di mana hampir semua orang telah sepenuhnya mengandalkan pariwisata. Hasil dari hilangnya pendapatan pariwisata akan menjadi bencana besar.”

    “Di kebanyakan negara Barat, setiap rumah tangga memiliki beberapa penyangga keuangan. Namun, di Bali, kebanyakan orang hanya berpenghasilan beberapa ratus dolar sebulan. Mereka hidup dari hari ke hari atau bulan ke bulan. Jika mereka kehilangan pekerjaan, mereka tidak akan bisa melanjutkan mata pencaharian mereka lagi.”

    Ketika sebagian besar kios, toko, restoran, dan penyedia pariwisata tutup toko serta memberhentikan para staf atau dengan cuti tak berbayar, menurut laporan News.co.au, beberapa pekerja mengaku “tanpa turis, Bali akan mati.”

    Awalnya, Bali tampaknya tetap tak tersentuh sementara berbagai bagian dunia lainnya mulai merasakan dampak pandemi COVID-19 terhadap ekonomi dan jumlah kedatangan wisatawan. Namun, setelah seorang wanita Inggris berusia 50-an tahun meninggal saat berlibur di Bali, ketidakpastian mengenai apakah akan tetap berkunjung atau tinggal di pulau itu mulai membayangi.

    Indonesia melaporkan dua kasus infeksi virus corona baru pertamanya pada 2 Maret 2020 serta telah mengonfirmasi 2.491 kasus dan 209 kematian hingga Senin (6/4). Dengan demikian, Indonesia menjadi negara dengan kematian terbanyak akibat virus corona baru dan tingkat kematian tertinggi di Asia Tenggara.

    Ketika ribuan orang berbondong-bondong meninggalkan Bali, dampak pada pariwisata dan industri perhotelan setempat mungkin terasa hingga lama setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pandemi berakhir.

    “Banyak orang akan kehilangan pekerjaan karena tidak ada turis. Namun, hal itu akan berdampak paling besar pada orang-orang termiskin,” tegas Taylor. “Kami mendengar pemerintah pusat di Jakarta mungkin tidak dapat membantu orang miskin karena mereka berkonsentrasi pada insentif untuk investor dan komunitas bisnis.”

    Walaupun Bali telah menghadapi kehancuran sebelumnya, News.co.au mencatat, termasuk *** Bali pada 2002 dan 2005 serta letusan gunung berapi Gunung Agung pada 2017, pandemi kali ini tidak seperti bencana ekonomi normal. Para ahli mengatakan banyak hal yang masih belum diketahui tentang penyakit ini dapat mengganggu destinasi wisata selama bertahun-tahun yang akan datang.

    “Saya berada di Bali empat hari setelah pengeboman. Masih ada banyak kecemasan. Orang-orang khawatir hal itu terjadi lagi, tetapi kemudian hidup kembali normal dan keputusan dapat dibuat untuk perbaikan di masa depan,” ujar Taylor.

    “Namun, situasi kali ini bukan masalah biasa. Tidak ada yang tahu seberapa buruk hal-hal yang akan terjadi di Bali atau berapa lama pandemi akan berlangsung atau bagaimana akan mempengaruhi negara-negara asal wisatawan. Jika Anda bahkan tidak bisa melihat masalah dengan jelas, bagaimana Anda bisa menemukan jalan keluar?”

    Sumber: https://www.matamatapolitik.com/coro...uran-in-depth/

  2. Hot Ad
  3. #2
    Chasonoren's Avatar
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    dimana mana hatiku senang!
    Posts
    7,961
    Points
    75.80
    Thanks: 226 / 243 / 220

    Default



    hindari covid yaaa gaes


    kalo kata salah satu leader staff mah lo semua user idgs tak berguna!!!

    cam kan itu!!!

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •