Ratusan Suporter Demo Pengurus AFC
JAKARTA, (PR).-
Sedikitnya 300 suporter Indonesia menggelar demo ke Hotel The Ritz Carlton Jakarta, tempat menginap pengurus Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Minggu (15/7) siang. Mereka melancarkan protes atas keputusan AFC yang menugaskan dua wasit Uni Emirat Arab (UEA), saat Indonesia berhadapan dengan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, Sabtu (14/7). Dua wasit dimaksud adalah Ali Al Badwawi dan asisten wasit I, Saleh Al Marzouqi.
RATUSAN suporter timnas Indonesia, Minggu (15/7) menggelar demo untuk memprotes keputusan AFC yang menugaskan dua wasit Uni Emirat Arab (UEA), Ali Al Badwawi dan Saleh Al Marzouqi, untuk memimpin pertandingan Indonesia melawan Arab Saudi, Sabtu (14/7). Para suporter mendatangi tempat menginap pengurus AFC di Hotel Ritz-Carlton Jakarta.*IRFAN SURYADIREJA/"PR"
"AFC sering menyalahkan panitia lokal Piala Asia, tapi nyatanya mereka tidak lebih baik dari panitia lokal. Kami hanya mempermasalahkan kepemimpinan wasit, bukan hasil pertandingan," ujar Danang Ismartani, Koordinator Gabungan Suporter Indonesia.
Ratusan suporter Indonesia datang menggunakan metro mini. Mereka berorasi yang berisi kecaman terhadap AFC, terkait penugasan dan kepemimpinan wasit itu. Orasi berlangsung selama satu jam. Setelah melakukan orasi, mereka akhirnya diterima pengurus dari AFC dan melakukan pertemuan tertutup.
Perwakilan dari suporter Indonesia adalah Danang dari Jakarta, Yoko dari Sleman DIY, dan Daeng Uki dari Makassar Sulawesi Selatan. Pengurus AFC yang hadir adalah Sekretaris Jenderal AFC, Dato Paul Monny Samuel.
Usai pertemuan, Samuel mengatakan, menerima semua usulan dari suporter Indonesia dan berjanji hal itu tidak akan terulang kembali. Usulan dari suporter Indonesia adalah supaya tidak menugaskan wasit yang masih satu rumpun atau wilayah dengan negara tim yang bertanding. Hal ini untuk menjaga fair play pertandingan.
"Apa yang terjadi (penunjukan wasit asal UEA-red) pada pertandingan Arab Saudi melawan Indonesia sudah sesuai dengan peraturan internasional. Tidak ada kesengajaan di situ. Kami tidak pernah memperhitungkan faktor asal negara wasit serta negara yang akan bertanding. Kami selalu menugaskan wasit yang berpengalaman. Siapa yang paling siap dan paling berpengalaman, dia yang akan kami tugaskan," ujar Samuel.
Samuel di hadapan perwakilan suporter Indonesia berjanji untuk meningkatkan kualitas wasit. "Kami tidak ingin lagi ada tim-tim sepak bola yang menjadi korban karena kualitas wasit," ujarnya.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Mony, ratusan suporter yang berasal dari Jakarta, Semarang, Sleman, Kediri, Sidoarjo, Malang, dan Makassar dengan tertib meninggalkan Hotel The Ritz Carlton. Mereka kembali ke Stadion Lebakbulus, Jakarta Selatan, markas mereka selama Piala Asia 2007. (A-65) ***
================================================== =======