Itu sih menurut TEORI gua dan gua rasa TEORI gua pasti bener. ^^
Printable View
kaga, soalnya potongannya dah ketemu..............
tapi perlu dicek di laut selatan, kemungkinan besar ada
hiii, serem juga kalo ada segitiga bermuda di indonesia
banyangin lu di deketnya trus kesedot ntah kmn (blackhole kali ya?)
wkwk
Di pesawat ADAM AIR itu ada 6 penumpang yg bekerja sebagai pastur gereja .
Pesawat Adam Air di bomb karena banyak pastur di dlm pesawat itu, Mungkin karena faktor agama. ^^
heh.. badones.. wa dapet hal baru lagi...
wa liat2 di google tentang ini..
katanya menurut salah satu buku, bermuda triangle ituw tempat hunian nya jin, kalow gk salah nama bukuny "Pembicaraan dengan Jin" katanya disana tuh sama kyk di pantai selatan....
n'
gossip di Amerika juga mengatakn kalow disana tempat mangkal ny jin khn??
n'
the dark start to fade...
GRP gua chuy!!
nah lo tanyakan ke ..????
^
^
MaO naNya... caRi d google Tentang beginian ada yanG bhS inDo gaa ??
RaTa2 Bhs inggris Mua >.<
demen banget gw ma kEk beginian
teRuz ama Nessi (Lupa gmn tulis) ada yang tao weB na kah ??
sRy kaLo salah posT >.<
Mana ratusan orang sih orang cuman 90an .
Itu di Bomb soalnya ada pastur di dalemnya karena masalah AGAMA pasti.
biasa orang klo ada pastur daripada ngebom mending ngebunuh pake racun ato apa...
gak mungkin banget sih gara2 agama
yg ngarang bukunya adalah seorang wartawan mesir yg bernama muhammad isa dawud dan judul bukunya jika diterjemahkan adalah "Dialog dengan Jin Muslim" yg kt sang wartawan adalah hasil pembicaraan dia dgn teman jin muslimnya, jelas asja ini tdk masuk akal karena didalam buku itu pun ada pembicaraan mengenai suatu hadits itu sah atau tdk hanya berdasarkan pembicaraannya dgn jim muslim tmnnya tsb, buku ini pun dibantah oleh buku
lain oleh abdul Hakim bin Amir Abdat yang berjudul "Alam Jin Menurut Al Qur'an dan As Sunnah"
saya sendiri hendak membahas mengenai segitiga bermuda bukan dr sudut pandang mistik tp dr data otentik
Asal mula istilah
ada yg tahu kapan pertama kali istilah bermuda segitiga digunakan?
menurut kamus inggris oxford edisi kedua istilah ini pertama kali digunakan pada bulan februari 1964 di artikel Argosy judul artikelnya
The Deadly Bermuda Triangle, by V. Gaddis can be attributed to all the hype and craziness centered around the mythical Bermuda Triangle.
apakah itu Argosy? bagi yg belum tahu mungkin subtitlenya bs membantu memperjelas, Argosy : Magazine of Masterpiece Fiction. atau nama lain dr Argosy, The Argosy: A Magazine of Tales, Travels, Essays, and Poems. tentunya bukan sumber yg hebat untuk karya ilmiah kelautan tp sumber yg baik untuk membuat dongeng.
wilayah bermuda segitiga
bermuda segitiga disebutkan merupakan lokasi yg terletak di antara Bermuda, San Juan Puerto Rico, dan Miami Florida tapi kalau kita melihat semua kecelakaan yg dinyatakan berhubungan dgn bermuda perbatasannya bs atlantik utara dan kadang2 ke pasifik timur dan teluk meksiko (kejadian kapal mary celeste dan sargasso sea)
kemungkinan penyebab kecelakaan di bermuda segitiga
samudra atlantik dan arus teluk
Arus di seluruh Segitiga Bermuda dipengaruhi oleh arus teluk yg hangat, Arus ini mengalir dr arah utara ke timur dari ujung Florida sampai ke Saint Lawrence Seaway lalu menyebrangi atlantik sampai ke UK. Arus membagi perairan Dingin Atlantik Utara dari air panas Sargasso Sea. arus ini sangat kuat sehingga kapal yg kecil atau tdk kenal dengan daerah ini bs menyimpang keluar jalur.
Dasr Laut
Kutub UtaraQuote:
The North-American Continental Shelf explains the wonderful blue water of the Caribbean. In many places throughout the Caribbean Islands when flying over the shelf it is possible to see large objects submerged several feet under the water. It's a splendid sight and it would make it seem that finding a lost plane submerged in these parts quite easy, especially in this day of Black Boxes (Flight Data Recorders, Cockpit Voice Recorders and Emergency Locator Transmitter).
While the Big Jets have all sorts of tracking gear, Small Aircraft only have the Emergency Lacator Transmitter Unfortunately, the Black boxes don't work very well when they are submerged. Also, when the sandy bottom of the ocean floor is disturbed it can often cause the sand to lift up into a cloud and resettle on top of whatever disturbed it. To make matters worse, if a boat has capsized it may go completely unnoticed by all but the most sophisticated sonar equipment.
But these are only minor perils when it comes to searching for sunken craft in the Triangle. The real peril is that while many people have snorkeled in the wonderful shallow areas of the Caribbean, few have gone just a few miles away from these shallow areas where the continental shelf gives way to the ocean floor! Suddenly, within a matter of miles, what was once water only a couple hundred feet deep begins an ocean thousands of feet deep. About 100 miles north of Puerto Rico is the deepest part of the Atlantic Ocean: the Puerto Rico Trench, estimated at 30,100 ft (9200 meters) deep. The Florida Straits, between Miami and the Bahamas at around 5,000 or so feet deep. This is the shallow water where so many planes and boats have disappeared with out a trace. The 120 mile distance between the Grand Bahamas from New Providence lies the North East Providence Channel which has a depth of ranging between 6,000 and 12,000 feet (2,000-4,000 meters).
The Channel is at the tip of the basin which spreads out covering much of the ocean floor from Miami and the Bahamas out to Bermuda. This basin is ap proximately 18,000 feet (6,000 meters) deep. Contrary to the Bermuda triangle legend, the water of the islands is quite deep and turbulent.
yg ini masih perkiraan, namun penting untuk pemahaman adanya reaksi yg aneh pd kompas di daerah bermuda segitiga.
kecelakaan di bermuda dan faktanyaQuote:
There are three north poles, Magnetic, Grid, and True or Celestial North. True North True north is determined by Polaris, the North Star. It can be found using the Ursa Major (Big Dipper) and Ursa Minor (Little Dipper). To find it, line up the two stars at the end of the dipper and draw an imaginary line out to the last star in Ursa Minor. This is Polaris. Grid North is the real North Pole, at 90 degrees latitude. It is the North Pole according to maps and globes. Because Polaris is not directly above Grid North, the two sometimes differ.
Flight 19. The disappearance of Five Avenger Torpedo bombers.
baca artikel berikut untuk memperjelas kejadian Flight 19 ini
kenyataannyaQuote:
On a clear day five Navy Avengers of flight 19 took off for a routine mission. The experienced crew had a route that would take them 160 miles east, 40 miles north and the 120 miles straight back to base. The planes were suppose to carry three man crews, but one crew member failed to show. Perhaps it was just coincidence, or was it premonition?
The planes had done their required preflight test and every thing checked out in good working order. It was a routine two hour mission but the planes were still fully fueled. The planes had extensive radio equipment to include ten different radio channels and homing devices that would show them the way home. The first message that came from the patrol came in at 15:45: "Control tower this is an emergency. We seem to be off course. We seem to be lost. We can't make out where we are." The tower said "Head due west", but the flight did not know which way West was. "Everything looks wrong, even the ocean looks strange". The tower was puzzled; even if the compasses were not working, the crew should have been able to fly west by following the sun (which was several hours from setting). Finally around 16:25, the flight leader announced "We're not certain where we are. We must be 225 North east of base...it looks like we are..." and then silence. A Martin Mariner flight-boat with a crew of 13 took off to look for Flight 19. The Mariner sent several routine messages back to base before it, too, disappeared in the region where Flight 19 was thought to be. At 19:04, the last message from Flight 19 was received at base. It was only a faint message which repeated the letters FT FT, the call letters of Flight 19. The search for the planes continued for weeks, and even today the U.S. Navy has a standing order for crews to keep a look out for Flight 19. The military experts were completely baffled--how could 27 men and six planes just disappear? If the Avengers would have run out of fuel, the planes would have floated long enough for the crews to get out and onto their rafts. The men were well-trained in sea survival. The official Navy report stated that the planes had vanished "as if they had flown to Mars"
1.pilot yg berpengalaman hanya Lt . Charles Taylor dan dia br dipindahkan ke pengkalan udara tsb, dan pilot2 yg lainnya masih trainee
2.Lt . Charles Taylor malam sebelumnya br saja berpesta (kemungkinan mabuk) dan tugasnya pd hari itu terpaksa dia lakukan karena tdk ada yg mau bertukar shift dengan dia.
3.compas pd kapal Lt . Charles Taylor mati tdk lama setelah lepas landas tp dia tetap terbang bermodalkan pengalaman.
4.karena tanpa kompas maka pesawat hanye berputar2 saja sampai taylor melihat satu pulau yg dia sangka florida keys padahal itu adalah sebuah pulau lain di bahama, dia lalu memerintahkan penerbangan ke utara sampai mencapai daratan florida, saat ini waktu sudah malam dan cuaca memburuk, ketika tdk juga mencapai daratan, taylor memerintahkan krunya untuk terbang ke timur karena menyangka dia berada di teluk meksiko, pdhl dia malah makin menjauh ke samudra atlantik
5.saat cuaca memburuk taylor diperintahkan untuk mengganti saluran radio dgn saluran darurat, tp dia menolak karena salah satu pesawat anak buahnya memiliki reciever yg berbeda,
6.karena taylor bersikeras tdk mau mengganti frekuensi radionya pangkalan jadi sulit memantau flight 19, pdhl kalau taylor mau merubah frekuensinya perbaikan jalur bs sehera dilakukan.
7.saat itu hujan cuaca buruk dan matahari tdk terlihat
8.crew pesawat yg lain pd saat itu tdk berani menolak perintah Taylor karena disiplin dalam militer
9.jika pesawat jatuh tanpa bahan bakar ia akan langsung tenggelam seperti batu, laut pd saat tenang pun bs berbahaya apalagi disaat cuaca buruk, apa yg bs dilakukan pilot2 yg masih trainee.
bantahan dan fakta mengenai kejadian aneh di bermuda akan disertakan nanti ::angel_not::
Sekitar 1492, ketika dirinya akan mengakhiri perjalanan jauhnya menuju dunia barunya, Amerika, Columbus sempat menyaksikan fenomena aneh di wilayah ini. Di tengah suasana laut yang terasa aneh, jarum kompas di kapalnya beberapa kali berubah-ubah. Padahal cuaca saat itu begitu baik.
Lebih dari itu, tak jauh dari kapal, pada suatu malam tiba-tiba para awaknya dikejutkan dengan munculnya bola-bola api yang terjun begitu saja ke dalam laut. Mereka juga menyaksikan lintasan cahaya dari arah ufuk yang kemudian menghilang begitu saja.
Begitulah Segitiga Bermuda. Di wilayah ini, indera keenam memang seperti dihantui 'suasana' yang tak biasa. Namun begitu rombongan Columbus masih terbilang beruntung, karena hanya disuguhi 'pertunjukkan'. Lain dengan pelintas-pelintas yang lain.
Menurut catatan kebaharian, peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah lenyapnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atalanta, pada 1880. Tanpa jejak secuilpun, kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris itu raib di sana. Selain Atalanta, Segitiga Bermuda juga telah menelan ratusan kapal lainnya.
Di lain kisah, Segitiga Bermuda juga telah membungkam puluhan pesawat yang melintasinya. Peristiwa terbesar yang kemudian terkuak sekitar 1990 lalu adalah raibnya iring-iringan lima Grumman TBF Avenger AL AS yang tengah berpatroli melintas wilayah laut ini pada siang hari 5 Desember 1945. Setelah sekitar dua jam penerbangan komandan penerbangan melapor, bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi. Beberapa menit kemudian kelima TBF Avenger ini pun raib tanpa sempat memberi sinyal SOS.
Anehnya, misteri Avenger tak berujung di situ saja. Ketika sebuah pesawat SAR jenis Martin PBM-3 Mariner dikirim mencarinya, pesawat amfibi gembrot dengan tigabelas awak ini pun ikut-ikutan lenyap. Hilang bak ditelan udara. Keesokan harinya ketika wilayah-wilayah laut yang diduga menjadi tempat kecelakaan keenam pesawat disapu enam pesawat penyelamat pantai dengan 27 awak, tak satu pun serpihan pesawat ditemukan. Ajaib.
Tahun demi tahun berlalu. Sekitar 1990, tanpa dinyana seorang peneliti berhasil menemukan onggokan kerangka pesawat di lepas pantai Fort Launderdale, Florida. Betapa terkejutnya orang-orang yang menyaksikan. Karena, ketika dicocok kan, onggokan metal itu ternyata bagian dari kelima TBF Avenger.
Hilangnya C-119
Kisah ajaib lainnya adalah hilangnya pesawat transpor C-119 Flying Boxcar pada 7 Juni 1965. Pesawat tambun mesin ganda milik AU AS bermuatan kargo ini, hari itu pukul 7.47 lepas landas dari Lanud Homestead. Pesawat dengan 10 awak ini terbang menuju Lapangan Terbang Grand Turk, Bahama, dan diharapkan mendarat pukul 11.23.
Pesawat ini sebenarnya hampir menuntaskan perjalanannya. Hal ini diketahui dari kontak radio yang masih terdengar hingga pukul 11. Sesungguhnya memang tak ada yang mencurigakan. Kerusakan teknis juga tak pernah dilaporkan. Tetapi Boxcar tak pernah sampai tujuan.
"Dalam kontak radio terakhir tak ada indikasi apa-apa bahwa pesawat tengah mengalami masalah. Namun setelah itu kami kehilangan jejaknya," begitu ungkap juru bicara Penyelamat Pantai Miami. "Besar kemungkinan pesawat mengalami masalah kendali arah (steering trouble) hingga nyasar ke lain arah," tambahnya.
Seketika itu pula tim SAR terbang menyapu wilayah seluas 100.000 mil persegi yang diduga menjadi tempat kandasnya C-119. Namun hasilnya benar-benar nihil. Sama seperti hilangnya pesawat-pesawat lainnya di wilayah ini, tak satu pun serpihan pesawat atau tubuh manusia ditemukan.
"Benar-benar aneh. Sebuah pesawat terbang ke arah selatan Bahama dan hilang begitu saja tanpa jejak," demikian komentar seorang veteran penerbang Perang Dunia II.
Seseorang dari Tim SAR mengatakan, kemungkinan pesawat jatuh di antara Pulau Crooked dan Grand Turk. Bisa karena masalah struktur, ledakan, atau kerusakan mesin. Kalau memang pesawat meledak, kontak radio memang pasti tak akan pernah terjadi, tetapi seharusnya kami bisa menemukan serpihan pecahannya. Begitu pula jika pesawat mengalami kerusakan, mestinya sang pilot bisa melakukan ditching (pendaratan darurat di atas air). Pasalnya, cuaca saat itu dalam keadaan baik. Dalam arti langit cerah, ombak hanya sekitar satu meter, dan angin hanya 15 knot.
Analisis selanjutnya memang mengembang kemana-mana. Namun tetap tidak menghasilkan apa-apa. Kasus C-119 Flying Boxcar pun terpendam begitu saja, sampai akhirnya pada tahun 1973 terbit artikel dari International UFO Bureau yang mengingatkan kembali sejumlah orang pada kasus ajaib tersebut.
Dalam artikel ini dimuat kesaksian astronot Gemini IV, James McDivitt dan Edward H. White II, yang justru membuat runyam masalah. Rupanya pada saat-saat di sekitar raibnya C-119, dia kebetulan tengah mengamati wilayah di sekitar Karibia. Gemini kebetulan memang sedang mengawang-awang di sana. Menurut catatan NASA, pada 3 sampai 7 Juni 1965 keduanya tengah melakukan eksperimen jalan-jalan ke luar kapsul Gemini dengan perlengkapan yang dirahasiakan.
Menurut Divitt, dia melihat sebuah pesawat tak dikenal (UFO) dengan semacam lengan mekanik kedapatan sedang meluncur di atas Karibia. Beberapa menit kemudian Ed White pun menyaksikan obyek lainnya yang serupa. Sejak itulah lalu merebak isu, C-119 diculik UFO. Para ilmuwan pun segera tertarik menguji kesaksian ini. Tak mau percaya begitu saja, mereka mengkonfirmasi obyek yang dilihat kedua astronot dengan satelit-satelit yang ada disekitar Gemini IV. Boleh jadi 'kan yang mereka salah lihat ? Maklum saat itu (hingga kini pun), banyak pihak masih menilai sektis terhadap kehadiran UFO.
Ketika itu kepada kedua astronot disodori gambar Pegasus 2, satelit raksasa yang memang memiliki antene mirip lengan sepanjang 32 meter dan sejumlah sampah satelit yang ada di sekitar itu. Namun baik dari bentuk dan jarak, mereka menyanggah jika telah salah lihat.
"Sekali lagi saya tegaskan, dengan menyebut UFO 'kan tak berarti saya menunjuk pesawat ruang angkasa dari planet lain. Pengertian UFO sangat universal. Bahwa jika saya melihat pesawat yang menurut penilaian saya tak saya kenal, tidakkah layak jika saya menyebutnya sebagai UFO?" sergah Divitt.
Begitulah kasus C-119 Flying Boxcar yang tak pernah terpecahkan hingga kini. Diantara kapal atau pesawat yang raib di wilayah Segitiga Bermuda kisahnya memang senantiasa sama. Terjadi ketika cuaca sedang baik, tak ada masalah teknis, kontak radio berjalan biasa, tetapi si pelintas tiba-tiba menghilang begitu saja. Tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
Banyak teori kemudian dihubung-hubungkan dengan segala kejadian di sana. Ada yang menyebut teori pelengkungan waktu, medan gravitasi terbalik, abrasi atmosfer, dan ada juga teori anomali magnetik-gravitasi. Selain itu ada juga yang mengaitkannya dengan fenomena gampa laut, serangan gelombang tidal, hingga lubang hitam (black-hole) yang hanya terjadi di angkasa luar sana. Aneh-aneh memang analisanya, namun tetap saja tak ada satu pun yang bisa menjelaskannya.
dari http://www.angkasa-online.com/09/05/peristiwa/peri1.htm