haha, sip. Thx supportnya. Kalo gw bisa konsisten tiap 3 ari kayak gini terus enak nih, latihan mental paling dasar dikejer deadline :llaugh:
Printable View
sep... huheuh... dikomersilin keknya :top: neh hehehe...
ada perusahaan penerbit yang maw terima ga ya XD~~
o.. jadi tiap 3 hari ya o.o
serasa lebih dikit y yg part ini, tp tetep seru
awkawkwk
Sebelum membaca The Will of A Fireling: AYA ini, direkomendasikan untuk terlebih dahulu membaca: The Will of A Fireling
Title: The Will of A Fireling: AYA - Part V
Author: RiX777
11. Fireling's Sprite
Hari 3, Rabu - 07.30
Hm, langit di luar sangat gelap, hujan deras sekali. Padahal kemarin sepertinya masih cerah. Hari ini kami tidak akan pergi ke restoran ayah, sepertinya lokasi sekitar tempat itu sedang diamankan oleh polisi untuk mencegah kejadian yang tak terduga dalam waktu-waktu dekat ini. ...sialnya aku sudah terlanjur bangun sepagi ini, seharusnya aku bisa tidur sampai jam 12 siang dengan cuaca seperti ini. Kemarin malam aku tidak bisa langsung tertidur, masih memikirkan...
Glasswing: "Hatto, sepertinya ada yang menunggu di depan rumah, cepat bukakan pintunya" << berbicara dari dapur
"Ya..." << langsung bergegas ke pintu depan
... *jgrek*
"...?!"
Kanika: "Hai!" << berpakaian casual, dilapisi jas hujan, membawa tas besar, seperti orang yang hendak bepergian ke luar negeri. Kedua kalinya Kanika muncul tanpa kostum ninjanya
"Kanika?? Sedang apa kau di sini?!"
Kanika: "...boleh aku masuk dulu? Dingin sekali di luar"
"Nanti orang tuaku kaget melihatmu"
Kanika: "...kenapa? Ada yang aneh dengan penampilanku? Aku tidak mengenakan battle suit-ku kok..."
"...memangnya ada apa?"
Kanika: "...aku mau tinggal di sini"
"...! Hei, jangan bercanda, mau membunuhku di tengah malam?"
Kanika: "Hatto, kau ini... seorang wanita cantik kedinginan di luar, kau tidak merasa kasihan sama sekali?"
"..." << berwajah heran dan curiga
Kanika: "...hei"
Glasswing: "Hatto... kalau mau bicara, ajak masuk dulu tamumu itu! Dasar aneh!" << berteriak dari dapur lagi
Kanika: "Dengar itu, hihi..."
"...cepat masuk" << langsung masuk sendiri
Kanika: "...sama saja dengan Ralph" << ikut masuk
... berjalan masuk
"Hmp, memangnya kau mau bilang kau ini siapa?" << berhenti sejenak
Kanika: "Hah?"
"Ya, kau tidak mungkin mau memperkenalkan dirimu sebagai anggota ERG yang bertugas untuk bla bla bla itu kan?"
Kanika: "Aku sudah keluar dari ERG"
"...?! Bagaimana itu bisa ter-..."
Kanika: "Sederhana saja, aku gagal membunuhmu dan terus menerus mencampuri urusan Underworld yang seharusnya bukan pekerjaanku sama sekali, jadi ya begitulah..."
"Baiklah sekarang jelaskan maksudmu ke rumahku sekarang"
Kanika: "Boleh kita duduk dulu?"
"Tidak"
Kanika: "..."
Glasswing: "Wah wah, kehujanan ya? Maafkan anak saya, Hatto selalu memperlakukan tamunya dengan buruk. Kau teman Hatto yang datang ke restoran kami kemarin siang bukan?" << keluar dari dapur, menghampiri Shinozaki dan sang tamu
Kanika: "Eh...iya... maaf waktu itu aku..." << kaget, ternyata Glasswing Shinozaki itu dapat mengingat wajah seseorang dengan cepat hanya dengan sekali lihat
Venus: "Kyaaa Kanika!! Sudah lama tidak bertemu!!" << muncul tiba-tiba dan segera mendekat
"...?"
Kanika: "Hai Venus..." << pintar bersandiwara
"...(ini semakin gila)"
Glasswing: "Oh... teman Venus juga?"
Venus: "Bukan"
"..."
Kanika: "..."
Glasswing: "Loh?"
Venus: "Dia saudara sepupuku"
"..." << tidak ingin terlibat dalam bohong membohong
Kanika: "...ya"
...
Ceritanya begini, Kanika sekarang memperkenalkan diri sebagai sepupu Venus, minta ijin tinggal bersama Venus di rumah ini sampai permasalahan munculnya makhluk-makhluk asing dari Underworld beres - Kanika mengaku tempat tinggalnya dekat dengan munculnya portal-portal Underworld.
Aku, sangat tidak setuju! Kanika ini mencurigakan, tujuannya tidak jelas... Kenapa Venus malah membantu Kanika? Lagi-lagi ini memperkuat kemungkinan Venus bukanlah diriku...
...
Hmm, ...aku mulai merasakan kekuatan Underworld lagi... dan yang kali ini akan menjadi sangat gawat...
"Kanika, ...sepertinya portal itu akan terbuka lagi..."
Kanika: "Oh ya? Di mana??"
"Di tempat yang sama dengan kemarin... tapi kali ini akan banyak sekali yang muncul, ...sangat banyak"
Kanika: "Aku akan ke sana sekarang dan membantai sebanyak-banyaknya, apapun yang keluar dari portal itu" << langsung berlari keluar rumah tanpa membuang waktu
"H-Hei..." << mengejar Kanika yang sudah keluar rumah, di luar masih hujan
Kanika: "Cepatlah menyusul, aku yakin ex-partnerku Ralph kali ini tidak akan menutup portal itu seperti kemarin, dia ingin meneliti portal itu lebih lanjut, jadi kita harus menahan segalanya yang keluar dari portal itu." << sudah ada di atas atap rumah seberang dan sudah dengan kostum ninjanya, kemudian melompat lagi ke tempat yang lebih jauh
Venus: "Hatto? Bagaimana?"
"Tentu saja, berangkat!" << sambil mengambil jaketnya, dan bersiap menyalakan motornya. Sepertinya tidak pamit dulu
*blassss* << berubah ke wujud Fireling, tentu saja CS-I juga ikut berubah seperti biasa
"Venus??"
*siiing....* << tubuh Venus bersinar, perlahan-lahan mengecil dan berubah kembali ke wujud Fireling Sprite yang melayang-layang di udara
"Hah? Apa yang terjadi?!"
Venus: "Aku tidak tau, ini sama sekali di luar kendaliku... tapi tidak apa, aku bisa ikut Hatto lagi sekarang, nyahaha... ikou!!" << segera duduk di bahu kanan Shinozaki
"Oke..." << start motor
*vrooooo...* << melesat menuju lokasi
12. White Eyes
Hari 3, Rabu - 07.50
*duar.... jder... duarrr* << ledakan dari tembakan-tembakan bola api pasukan Succubus dalam jumlah banyak
*wuts! tep!* << Kanika, menghindari semua tembakan yang dirahkan padanya
Kanika: "...(benar, banyak sekali... kali ini Succubus dari Chaos Realm yang muncul, semuanya sudah tidak bernyawa, tapi masih bergerak dan masih bisa menggunakan kekuatan mereka dengan baik... pekerjaan Underworld ini benar-benar mengesalkan)"
???: "...30 ekor..." << muncul lagi sesosok Raiser tak dikenal dari belakang pasukan Succubus yang menyerang Kanika
Kanika: "...?!"
???: "Seorang diri... mengalahkan 30 Succubus." << bukan suara laki-laki, female Raiser
Kanika: "Raiser Legia?? Satu-satunya female Raiser dari Underworld??"
Raiser Legia: "Wow, kau tahu banyak... wahai elite sweeper ERG... benar, aku adalah Legia, ...Raiser terkuat yang hanya menerima direct command dari Orpheus dan Volos. Dapat membangkitkan makhluk apapun beserta dengan kekuatannya tanpa mengalami degradasi kualitas sedikitpun. Spesialisasiku adalah menggandakan makhluk yang kubangkitkan..."
Kanika: "Ya ya, jadi sebenarnya 30 Succubus yang kuhabisi tadi itu hanya 10 ekor yang asli, 20 ekor yang lain adalah kekuatan ekstramu. Kau mampu menggandakan korbanmu sebanyak 3 kali lipat."
Raiser Legia: "Tepat sekali, bayangkan apabila yang kubangkitkan adalah seekor Demon Dragon, atau bahkan anak emasmu si nomor 12 itu, hohoho..."
Kanika: "...ya, itu akan jadi gawat sekali. Tapi ngomong-ngomong, aku bukan anggota ERG lagi, jadi jangan sebut aku elite sweeper atau semacamnya..." << melesat maju melewati kumpulan pasukan Succubus yang melindungi Raiser Legia
*wush! wush! wush!* << Succubus dari berbagai arah terbang mengepung dan mengejar Kanika yang berlari terlalu cepat dan sulit ditembak, Kanika hanya mengincar sang Raiser yang berdiri dengan tenang
Kanika: "Phantom!"
*blassss!!!* << ledakan energi berwarna hitam dari kostum ninja Kanika, menghempaskan semua Succubus yang sudah berada di dekat Kanika, sekarang Kanika dapat melihat jelas targetnya, sang Raiser yang tinggal berjarak 5 langkah di depannya
Kanika: "Night!" << tebasan cepat
*zuing!* << dengan sekejap, Legia sudah mundur sangat jauh ke belakang, menghindari tebasan Kanika
Kanika: "...?!!" << walaupun terkejut, Kanika segera menarik kedua pistolnya dengan cepat...
*set! set!* << mengarahkan kedua pistolnya ke arah Legia
Raiser Legia: "Hmp..." << helmet yang dikenakan Legia terbuka di bagian mulutnya, sehingga Kanika masih bisa melihat senyuman kecil di bibir Legia
Kanika: "Double Death!"
*JDAR!!* << sudah ditembakkan
*zuing! zuing!* << Tubuh Legia seperti tidak tersentuh, menghilang sesaat, kemudian muncul lagi setelah tembakan Double Death Kanika melewati tempatnya berdiri.
Kanika: "Ah?!"
Raiser Legia: "Giliranku?" << sedikit melebarkan kedua tangannya
*zuing!* << tubuh Legia jadi ada tiga
*zuing! wung! wung!* << kemudian menjadi enam, semua tubuhnya melayang 5 cm di atas tanah, melesat dan membentuk sebuah lingkaran besar mengelilingi Kanika yang masih berdiri kebingungan
Raiser Legia: "Bagaimana?" << salah satu tubuhnya berbicara
*zung! zung! zung!* << keenam tubuh Legia itu menembakkan sebuah bola energi besar berwarna biru dari tangan kanannya, seperti yang pernah dilakukan Raiser Targa saat pertama kali muncul
Kanika: "...! Mirror!" << karena masih sedikit kaget, tidak sempat menghindar dan langsung mengaktifkan satu lagi kekuatan dari ninja suitnya
*wuzh... zwang zwang zwang!!* << tubuh Kanika berputar sesaat dan menepis keenam bola energi yang ditembakkan ke arahnya, ada 2 bola energi yang nyasar dan menghancurkan 2 ekor Succubus yang sedang terbang mendekat
*vrooooo....* << suara motor yang sudah dikenal, dari kejauhan
Kanika: "...dia benar-benar terlambat"
...
"Uah...?! Banyak sekali!! Kali ini Succubus dari Chaos Realm!!" << masih di atas motor, mempercepat motornya ke arah pasukan Succubus yang terlihat sedang terbang di udara
Venus: "Hatto!! Itu Kanika! Dia dalam bahaya!!"
"...!! Jauh sekali... baiklah... Fire Charge!!"
*zrub!! vroooooooo....* << favorit Shinozaki dengan motornya, melesat seperti meteor yang meluncur horizontal di atas tanah, melesat ke arah Kanika
Kanika: "...dia mau membunuhku ya?" << bersiap-siap
Raiser Legia: "Anak-anak, hentikan barbar itu" << memerintahkan pasukan Succubusnya untuk menghentikan Shinozaki
*duar duar duar duar duar* << semua tembakan bola api dari pasukan Succubus itu terpental ke arah lain, laju Fire Charge terlalu kuat untuk dibendung dengan tembakan bola api biasa.
Kanika: "..."
*wuts!* << Kanika, melihat keenam tubuh Legia yang semuanya sedang lengah - lucu sekali - langsung menggunakan kesempatan ini untuk melompat keluar dari lingkaran yang dibentuk Legia, Kanika melompat jauh ke sebelah kiri (dari arah pandang Shinozaki)
Raiser Legia: "..." << sadar dia lengah
*zung zung zung zung* << Keenam tubuh Legia menembakkan bola energi biru ke arah Kanika tanpa henti, sementara Kanika terus berlari dan menghindari semuanya
*jdarrrr... brugh*
Kanika: "Ugh!!" << sebuah bola energi yang meledak di tanah dekat kaki kiri Kanika ternyata menimbulkan kerusakan yang parah, Kanika terjatuh dan kesulitan berdiri sementara Legia belum berniat menghentikan tembakannya
"Kanika!" << segera menghentikan Fire Charge yang hanya dapat melesat lurus untuk merubah arah motornya, melesat ke kiri - bermaksud menutup arah tembakan dengan motornya sendiri
Raiser Legia: "Cih..." << karena tubuhnya ada enam, dapat membagi tugas
*zung zung zung... duar duar!!* << tiga tubuh Legia menembakkan bola-bola energi ke arah Shinozaki, sebuah tembakkan telak mengenai motornya yang langsung terpental, tapi Shinozaki sudah sempat melompat.... kemudian...
***...(slow motion effect activated)...***
"Venus! Kanika harus kulindungi! Tapi aku benar-benar membutuhkan kekuatan lebih untuk menahan serangan makhluk gila ini!" << ini benar-benar masih melayang di udara
"Tentu, kita lakukan seperti satu tahun yang lalu! Ganbatte ne!" << Venus yang masih ada di bahu Shinozaki, tiba-tiba menghilang *zap!* dengan efek lidah api
"Good, sekarang..."
*wuts!* << Shinozaki melakukan satu flip ke depan di udara untuk menjangkau Kanika
...
*drap!* << mendarat dengan 2 kaki dan tangan kiri, tepat 2 langkah di depan Kanika, menutupi arah tembakan dengan sempurna
...
*set* << kemudian berdiri tegak menghadap ke tembakan-tembakan yang melesat kencang ke arahnya
Kanika: "H-Hatto?! Apa yang-..."
***...(slow motion effect deactivated)...***
*JDUAR!! duar jder!! duar!!* semua tembakan Legia yang bertubi-tubi menghantam Shinozaki tanpa henti, ledakan-ledakan yang terjadi sampai membuat kepulan debu yang menyulitkan pandangan mata
Kanika: "...." << sambil berusaha susah payah dengan kakinya yang terluka parah untuk sedikit mundur menjauh, ledakannya tetap terasa walaupun tidak menyentuh Kanika sama sekali
*trik! trik!* << ada banyak serpihan es kecil yang tiba-tiba beterbangan, berasal dari ledakan-ledakan tembakan yang menghantam tubuh Shinozaki
Raiser Legia: "Hmph..." << menghentikan tembakannya
*zuing!* << dalam sekejapnya kembali menjadi satu tubuh. Sepertinya kelelahan setelah menembak tanpa henti
Kanika: "...serpihan es?? Jangan-jangan... ...!!" << melihat ke kepulan debu yang belum hilang, tapi sudah dapat melihat sosok sang Fireling nomor 12 yang masih berdiri tegak
"..." << Shinozaki - menoleh ke belakang, memastikan apakah orang yang dilindunginya itu masih utuh atau tidak...
kedua matanya yang bersinar putih terang selama dua detik... full armor dari atas sampai bawah, warnanya abu-abu seperti aspal, dengan sedikit corak-corak hitam kecil. Tubuhnya sangat dingin, juga sangat berat, akan sulit digunakan untuk berlari. Batu kekuatan di kepalanya berbentuk segitiga terbalik. Seperti yang sudah dikenal oleh mereka yang mengerti struktur tubuh Fireling, inilah Frozen Form. Menahan segala jenis serangan dengan seluruh tubuhnya demi orang yang dilindunginya.
...
Raiser Legia: "...?! Itu... Frozen Form?!"
Kanika: "Hatto, kau... kenapa..."
"Kanika." << masih berdiri dengan posisi yang sama
Kanika: "Y-Ya??"
"Kau cukup beruntung, ...menggantikan posisi Leyn, ...kalau kau tahu maksudku" << kemudian melihat ke depan, ke arah Raiser Legia yang masih terkagum-kagum
Kanika: "..."
"Dan satu lagi..."
Kanika: "H-Hah...?"
"Sekarang bagaimana caraku menghadapi Raiser itu? Dia bukan petarung jarak dekat bukan?"
Kanika: "....Itu pertanyaan yang tidak dapat kujawab, tuan Fireling..."
...
The Will of Fireling: AYA - Part V
RiX777
whoa
setelah ditunggu berabad-abad lamanya (lebay mode on)
jadi makin positif nih..
Kanika gantiin Leyn..
trus asmara deh.. :D
kyaaa kanika menggantikan leyn :phmm:
sweet bangettttttt...
nice !
looking for the next chapter!
lanjutannya ditunggu ya
dah gak sabar pengen baca lagi
Sebelum membaca The Will of A Fireling: AYA ini, direkomendasikan untuk terlebih dahulu membaca: The Will of A Fireling
Title: The Will of A Fireling: AYA - Part VI (Interlude)
Author: RiX777
Quote:
----------------
"Kau cukup beruntung, ...menggantikan posisi Leyn, ...kalau kau tahu maksudku" << kemudian melihat ke depan, ke arah Raiser Legia yang masih terkagum-kagum
Kanika: "..."
"Dan satu lagi..."
Kanika: "H-Hah...?"
"Sekarang bagaimana caraku menghadapi Raiser itu? Dia bukan petarung jarak dekat bukan?"
Kanika: "....Itu pertanyaan yang tidak dapat kujawab, tuan Fireling..."
...
----------------
13. The Truth Behind The Chaos
Ini aku, Anubiros... Raja penguasa Chaos Realm termuda di sepanjang sejarah, satu-satunya pemimpin yang berusaha untuk membawa Chaos Realm ke dalam era perdamaian. Aku sudah berhasil mencapainya sebanyak dua kali, yang terakhir adalah satu tahun yang lalu, waktu itu aku dibantu oleh seekor Fireling hasil rekayasa musuhku sendiri, di bumi - ia dikenal dengan nama: Nomor 12. Di Chaos Realm, Fireling ini sudah menjadi legenda, yang selalu dipuja oleh para pengikutku.
Peperangan tidak pernah bisa lepas dari Chaos Realm, seakan sudah menempel lekat pada riwayat hidupnya. Baru satu tahun aku merasakan perdamaian yang langka di dunia yang kuperintah ini, datang lagi musuh dari leluhur-leluhurku: para Raiser dari Underworld. Mereka sangat kuat, tapi jumlah mereka terlalu sedikit untuk dapat mengatasi pasukan Chaos Realm.
Tapi tidak akan ada yang menyangka, pemimpin mereka - Orpheus dan Volos - datang dan menyerang benteng Chaos Realm tiba-tiba di suatu malam yang gelap bersama dengan seluruh Raiser yang masih baru maupun yang sudah veteran.
...
Taros: "Yang mulia Anubiros, laporan dari menara pertama di gerbang utama melaporkan kemunculan tiba-tiba 15 orang Raiser dari Underworld, 4 di antaranya adalah Raiser yang pernah muncul pada perang sebelumnya"
"...ugh, ini benar-benar terlalu mendadak"
Kerbiros: "...15 orang Raiser, apabila kita mengirim seluruh pasukan dalam istana untuk melawan mereka, itu sama saja dengan mengirim pasukan kita sendiri ke ajal."
Taros: "Err... laporannya belum selesai yang mulia! Itu yang sudah sampai di gerbang utama, masih ada sekitar 2 atau 3 orang Raiser lagi yang datang menyusul dengan pasukan-pasukan Imps, Succubus, dan Firelings yang mereka bantai sepanjang jalan! Dan sampai detik ini, mereka masih terus mengumpulkan pasukan dari mayat-mayat pasukan kita!"
"...?!"
Kerbiros: "...Yang mulia Anubiros, kita harus melakukan sesuatu sekarang sebelum mereka menjebol masuk istana."
"Brengsek, apa yang sebaiknya..."
Taros: "Maaf memotong yang mulia! Biarkan hamba yang turun ke sana dan mempertahankan gerbang benteng sampai yang mulia Anubiros menemukan jalan keluar!"
"Aku tidak akan mengijinkan itu Taros, seekor Fireling muda yang baru saja mencapai Fighter Form seperti dirimu tidak akan bertahan lama melawan 15 Raiser sekaligus!"
Taros: "Yang mulia! Aku harus membalas kematian rekan-rekanku! Dan jangan lupa, aku keturunan Fireling murni, kekuatanku di atas Fireling hasil rekayasa Valdiros, setidaknya aku bisa mengulur sedikit waktu bagi yang mulia..."
"..."
Taros: "...kumohon!"
Kerbiros: "Pergilah, dan buktikan bahwa kau layak memegang kendali pasukan pertahanan gerbang utama, Taros. Dan jangan lupa untuk membunuh DUA ORANG Raiser sebelum kau kembali kemari."
"...?!"
Taros: "Terima kasih! Jendral Kerbiros! Yang mulia, aku tidak peduli walaupun yang mulia tidak mengijinkanku, aku akan turun sekarang!" << memberi hormat dan langsung melesat pergi dalam Fighter Formnya
"Taros!" << memanggil sesaat sebelum Taros menuruni tangga
Taros: "...?!" << berhenti dan melihat ke arah Anubiros
"Kau akan menerima hukuman yang berat nanti, jadi jangan sia-siakan kesempatan ini" << berkata sambil tersenyum
Taros: "Terima kasih, yang mulia Anubiros!" << langsung turun setelah memberikan satu kali lagi hormat terakhir
...
Kerbiros: "Lihat itu, dia adalah salah satu keturunan Phobos dan Daemos, tapi dia sangat langka... memiliki Fire Edge di tangan kanannya seperti Phobos, tapi juga mampu menembakkan bola-bola api dari tangannya seperti Daemos."
"Memang... dan selama ini hanya dia yang mampu melakukan hal itu, entah akan jadi sekuat apa dia nantinya saat mencapai wujud maksimalnya."
Kerbiros: "..."
"Sekarang aku akan mengubah Allegretto ke wujud Demon Dragonnya sekali lagi"
Kerbiros: "Betul, setelah itu kau harus segera pergi dari sini dan berpindah sementara ke dimensi lain...bawa juga Phobos dan Daemos pergi bersamamu"
"...?! Jangan bercanda, aku tidak akan meninggalkan tempat ini!"
Kerbiros: "Ini hanya untuk alasan keamanan, jumlah mereka bahkan tidak mencapai 20, sebenarnya aku sendiri bersama Allegretto sudah cukup untuk memukul mundur mereka semua, apalagi ada Taros dan pasukan elitnya."
"Lalu kenapa aku harus pergi?!"
Kerbiros: "...karena aku sudah tua, ada kemungkinan aku tidak sekuat aku yang dulu saat melawan mereka beberapa tahun yang lalu."
"Haha, kau ini lucu paman. Aku tidak akan meninggalkan orang tua tidak berdaya yang bau tanah seperti paman untuk mati di tangan penjahat-penjahat perusak perdamaian itu." << bangkit berdiri, mengambil pedangnya - Firesong. Kemudian menuruni tangga diikuti Phobos dan Daemos - menuju tempat Allegretto beristirahat
Kerbiros: "...sebenarnya itu keterlaluan" << ternyata cukup tersinggung - mengikuti Anubiros dari belakang
"Haha, maaf." << kemudian menyentuh kepala Allegretto yang masih berwujud Nightmare...
...
...di depan gerbang
...
Taros: "Dengarkan aku para saudaraku! Para Fireling pelindung Chaos Realm, aku tidak peduli apakah kalian adalah Fireling karya Valdiros ataupun keturunan Fireling murni. Di sini kita semua satu! Tujuan kita sama! Pukul mundur semua pengacau ini, demi Anubiros raja kita dan demi Chaos Realm! Jumlah mereka sangat sedikit, hanya 15 orang! Apabila kalian berhasil membunuh 1 orang, sisanya 14! Lakukanlah 15 kali, maka jatah kalian selesai! Sisanya akan dibereskan oleh pasukan divisi lain!"
Pure Firelings: "Hoooo..."
Valdiros' Firelings: "Graaa..."
...di arah berlawan sejauh jarak panah crossbow.
Raiser Legia: "Woo, lihatlah semangat mereka yang di depan gerbang itu, ajal sudah menjemput, mereka masih begitu riang... kurasa aku bisa menyerahkan mereka pada kalian berlima? Flutee, Gigant, Trinet, Lewind, dan Zraith?"
...berlima, hanya mengangguk cepat dan langsung menerjang ke arah pasukan Taros yang berjumlah 20 kali lebih banyak dari mereka berlima, terdiri dari 30 Fireling murni dan 70 Fireling Valdiros.
Raiser Flutee: "Aku Flutee..., senjataku hanya alat musik tiup ini... siapapun yang tidak memiliki tingkat fokus tinggi dan mendengar suara tiupanku, akan kesulitan bergerak, kemampuanku membangkitkan makhluk yang sudah mati tidak begitu baik, tapi jasaku tentu sangat dibutuhkan rekan-rekanku, hihihi"
Raiser Gigant: "Gigant di sini, bersenjata pedang raksasa yang kuciptakan sendiri, memiliki panjang 3,5 meter dan berberat 1 ton. Menghempaskan puluhan musuh dalam satu sapuan. Makhluk yang kubangkitkan hanya akan bertahan selama satu jam, hmm aku memang masih perlu banyak belajar"
Raiser Trinet: "Aku Trinet, bertarung dengan tombak bermata tiga. Makhluk yang kubangkitkan akan memegang senjata yang sama denganku, itu kalau mereka mempunyai 2 tangan, hehe"
Raiser Lewind: "Lewind. Layaknya angin, di saat aku menyerang, tak terlihat. Apakah senjataku? Itulah Kebingunganmu. Di mana kekuatanku? Di sanalah Ketakutanmu. Berbahayakah aku? Jawablah dengan kematianmu."
Raiser Zraith: "Aku Zraith, ...aku tidak suka berpidato. Mari kita mulai pertarungan ini dengan upacara pemanggilan roh."
Raiser Legia: "...aku baru sadar kalau mereka memperkenalkan diri mereka satu persatu, mereka tampak seperti kumpulan makhluk *****"
Raiser Almanox: "Hahahaha, Legia sayang... itulah sebabnya aku tidak pernah menyuruh para junior, apalagi Raiser baru seperti mereka untuk maju bersamaan... lagipula yang di depan gerbang itu hanya sekumpulan Fireling, kenapa sampai 5 orang? Dua orang saja sebenarnya sudah cukup... Atau mungkin 1 orang Lewind pun sudah lebih dari cukup"
Raiser Legia: "Ya, Lewind memang berbeda, dia sangat berbahaya. Tapi kali ini, dia sendiri tidak akan sanggup, di sana ada Taros"
Raiser Almanox: "Taros??"
Raiser Legia: "Setiap Fireling memiliki kelemahan, yang memiliki Fire Edge akan kesulitan di jarak jauh, sedangkan yang menguasai Fire Shot, akan kewalahan di jarak dekat. Taros tidak memiliki kecacatan itu."
Raiser Almanox: "Hanya itu?"
Raiser Legia: "Mungkin, ...tapi kau akan lihat sebentar lagi. Hihi..."
Raiser Almanox: "..."
Raiser Legia: "Bagaimana dengan Targa dan Rondach?"
Raiser Almanox: "Masih mengumpulkan mayat di belakang jembatan tadi, katanya mereka belum akan berhenti sebelum setengah Chaos Realm jadi pasukan mereka"
Raiser Legia: "...memangnya mereka mampu mengendalikan pasukan sebanyak itu?"
Raiser Almanox: "Tidak"
Raiser Legia: "...cepat panggil mereka kemari"
Raiser Almanox: "Tunggu Legia, aku masih harus melihat kehebatan Taros..."
Raiser Legia: "Terserah, aku tidak bertanggung jawab apabila Orpheus dan Volos tiba lebih awal"
...
Dalam waktu kurang dari 10 detik, hampir setengah dari pasukan Fireling yang dipimpin oleh Taros sudah berguguran tanpa mampu melawan sedikitpun dikarenakan tiupan suling Flutee. Gigant, Trinet, dan Lewind membunuh tanpa ampun, Zraith memanggil roh-roh pasukan yang sudah gugur dan mengganggu konsentrasi pasukan Taros agar lebih mudah 'dibekukan' oleh Flutee.
Di saat itulah, aku baru keluar bersama Phobos, Daemos, Kerbiros, dan Allegretto yang sudah berwujud Demon Dragon. Tapi ada pemandangan yang sangat tidak enak dipandang. Tiba-tiba di kejauhan, di batas pandangan mata terjauh, langit berubah biru dan hitam, sebuah portal biru raksasa sebesar gunung terbuka, energi biru yang membingkai portal raksasa itu menyambar-nyambar ke segala arah. Dan siapapun yang tinggal di Chaos Realm tahu apa maksud dari portal raksasa itu...
Kerbiros: "Itu..."
"Itu Underworld... kedatangan kastil Orpheus dan Volos"
Kerbiros: "Artinya mereka akan turun tangan kali ini"
"Benar..."
Kerbiros: "Ini sangat serius, kau harus segera pergi dari sini, kita tidak pernah memperkirakan kedatangan Orpheus dan Volos..."
"Tidak"
Kerbiros: "Ya, kau pergi - dan cari cara untuk mengembalikan Chaos Realm ke sedia kala, perang mendadak kali ini - kita sudah kalah"
"Ini namanya kalah sebelum berperang, sejak kapan kau jadi seperti ini paman?"
Kerbiros: "Jangan bodoh! Musuhmu kali ini adalah Orpheus dan Volos!! Mereka tidak bisa mati!! Kau mampu membunuh satu di antara mereka?! Yang satunya akan menghidupkan lainnya!! Kau butuh satu orang lagi yang mampu membunuh Orpheus atau Volos secara bersamaan!!"
"Kau bisa melakukannya bersamaku paman!"
Kerbiros: "Sudah kubilang aku sudah tua, waktuku tidak lama lagi, cepat pergi sekarang!"
"Phobos dan Daemos masih bisa!"
Kerbiros: "Mereka terlahir hanya untuk melindungi dirimu, ingat itu. Orpheus dan Volos juga tidak cukup ***** untuk bertarung dalam jarak yang dekat untuk dibunuh secara bersamaan, mereka berdua akan bertarung berjauhan! Sedangkan Phobos dan Daemos harus selalu berada di sisimu"
"Lalu siapa yang bisa?!"
Kerbiros: "Kau lupa dengan temanmu di bumi itu?"
"...?!"
Kerbiros: "Jangan buang waktu lagi. Ini demi Chaos Realm, juga pasukanmu, jangan sia-siakan mereka yang sudah mati mempertahankanmu. Bawalah juga sisa-sisa pasukan penjaga istana"
"...Allegretto, akan tinggal di sini"
Kerbiros: "Hmph, kau hanya akan menambah pasukan mereka nantinya"
"Tidak paman, aku yakin kalian semua akan menang dan aku akan kembali ke sini tanpa perlu membawa legenda itu kembali"
Kerbiros: "Haha, kalau itu maumu, baiklah, biarkan Allegretto kesayanganmu itu bertarung bersamaku"
"Baik, aku pindah dimensi sekarang"
Kerbiros: "..."
*zuiingg* << Raja Chaos Realm yang dapat berpindah dimensi sekali dalam 1 hari, Anubiros
...
Taros: "...teman-temanku... saudaraku..."
Raiser Gigant: "Uh-oh... jangan menangis Fireling kecil, teman-temanmu tidak merasakan sakit kok. Tenanglah"
Taros: "..."
Raiser Trinet: "Ya, tentu itu karena kehebatanku dalam memainkan tombakku, tidak seperti dirimu yang berisik dan dan menyakitkan telinga, Gigant"
Raiser Gigant: "Kau mau merasakan pedangku?"
Raiser Trinet: "Hmph, coba saja!"
Raiser Lewind: "..."
Raiser Flutee: "Hihihi, kalian selalu bertengkar..."
Raiser Zraith: "Flutee!! Bodoh!"
Raiser Flutee: "...?!"
Taros: "Heaaaa....." << lepas dari tiupan suling Flutee
Raiser Gigant: "Argh, akan kuhabisi Fireling itu sekarang" << maju ke arah Taros, diikuti Trinet dari belakang
Taros: "Yang kulindungi adalah benteng ini! Tidak akan ada yang melewati gerbang ini sebelum aku mati! Aku butuh kekuatan lebih!!"
Raiser Gigant: "Hraaaah!!!" << mengangkat tinggi pedangnya, bersiap membelah Taros
*siiing* << tubuh Taros bersinar
*TRANGGG!! brasss...* << pedang Gigant patah saat membentur kepala Taros, bagian pedang yang terpisah beku dan pecah menjadi serpihan es saat jatuh ke tanah
Taros: "...!!" << mengepalkan tangan kanannya dan langsung meninju dada Gigant
*DHUG!!* << tepat ke dada
Raiser Gigant: "Hugh!! I-Ini... Fro-Frozen...Form...?!"
*sriing... PRANG!!!* << bagian dada yang ditinju Taros berubah menjadi es dan pecah, jebol sampai ke punggung, mengakhiri nyawa Gigant seketika
Raiser Trinet: "Heaah!!" << menyerang dengan tombaknya
*Trangg!!" << menusuk perut Taros, tapi tidak berefek
Raiser Trinet: "A-Apa?!"
*grep! sriiing...* << Taros meraih tombak Trinet dengan kedua tangannya, dengan cepat - tombak Trinet membeku, kemudian tangan Trinet juga membeku jadi es, perlahan-lahan sampai ke bahunya, Trinet tidak dapat melepaskan diri
Raiser Trinet: "...H-Hei tolong a-...!!!!" << beku sampai seluruh tubuh
*whup! PRANG!!!* << menendang patung es Trinet dengan kaki kirinya, pecah berkeping-keping
Raiser Zraith: "Flutee! Cepat mainkan kembali suling bodohmu itu!"
Raiser Flutee: "B-Baik!!"
Taros: "..." << menoleh ke arah Flutee, membuka telapak tangan kanannya dan menembakkan es berbentuk "icicle" yang tajam ke arahnya sebanyak 3 kali
*wuts wuts wuts! jleb jleb jleb!* << menjebol leher, menancap di dada, dan di perut
Raiser Flutee: "...!!!" << tidak dapat berkata-kata lagi, masih berdiri setengah hidup dengan matanya terbuka lebar...
Raiser Zraith: "...!! Lewind! Lakukan sesuatu!"
Raiser Lewind: "Baik..." << menghilang dari pandangan
*ZRET!!* << tiba-tiba terdengar suara aneh dan kepala Flutee terpisah dari tubuhnya, Lewind muncul lagi di posisi awalnya
Raiser Zraith: "Lewind! Apa yang kau lakukan?!!"
Raiser Lewind: "Mempercepat kematiannya. Tidaklah kutolong apabila manfaatnya tiada. Tenggorokannya hilang oleh tembakan musuh, sulingnyapun kehilangan peniupnya."
Raiser Zraith: "K-Kau...!!"
Raiser Lewind: "Keadaan tidak sesuai harapan, angin bertiup pergi" << menghilang lagi
Raiser Zraith: "Hei!! Kau berniat kabur?!"
... tampaknya Raiser Lewind benar-benar meninggalkan area pertarungan, meninggalkan Raiser Zraith yang sebentar lagi juga akan berakhir
...
Raiser Almanox: "Dia berbahaya sekali"
Raiser Legia: "Sekarang kau mengerti? Lihatlah, kita kehilangan 3 orang Raiser sekaligus, sebentar lagi akan jadi 4 orang, Zraith tidak akan dapat berbuat apa-apa tanpa bantuan Flutee"
Raiser Almanox: "Bagaimana dengan Lewind? Dia menghilang lagi?"
Raiser Legia: "Biarkan saja, aku juga tidak rela dia mati di sini"
Raiser Almanox: "Bukan itu maksudku, bukankah dia seharusnya bisa mengimbangi Taros?"
Raiser Legia: "Orpheus dan Volos sudah tiba, tidak usah kita bahas lagi, lebih baik kita segera mundur dan bergabung dengan Raiser yang lain"
...
Raiser Targa: "Legia! Almanox!" << berlari dari kejauhan
Raiser Legia: "Selalu seperti ini, kau merusak image para Raiser"
Raiser Targa: "Ini gawat! Rondache terbunuh!"
Raiser Almanox: "Terbunuh oleh siapa?!"
Raiser Targa: "Itu! Tubuhnya dikoyak-koyak oleh Demon Dragon itu..." << menunjuk ke sebelah barat benteng Chaos Realm, ada Allegretto
Raiser Almanox: "Hanya seekor kadal raksasa! Di mana Raiser yang lain?!"
Raiser Targa: "Kau kenal Kerbiros?!"
Raiser Almanox: "Ya, si makhluk berkepala ****** itu, ada apa?!"
Raiser Targa: "Semua sudah dibunuh olehnya...
Raiser Almanox: "Sejak kapan makhluk dari dunia lain bisa membantai Raiser?! Satu lawan satu saja sudah tidak mungkin, ini malah dibantai oleh satu makhluk setengah orang setengah ******! Hari ini adalah hari yang aneh!"
???: "Apa yang aneh? Saudaraku, Almanox?" << suara yang beraura sangat gelap
Raiser Almanox: "O-Orpheus...?!"
Orpheus: "Hari ini kita kehilangan sejumlah Raiser yang tidak kapabel. Kalian, yang masih bertahan hidup sampai kedatanganku dan Volos berarti memiliki hari yang sukses di depan nanti. Apa yang kau maksud dengan aneh?"
Raiser Almanox: "M-Maaf... Orpheus, aku hanya merasa aneh, mengapa seekor Fireling bisa membunuh 4 Raiser sekaligus, ...dan Kerbiros yang ada pada perang sebelumnya itu, sepertinya dulu dia tidak sekuat itu..."
Orpheus: "Hmmm... aku mengerti kebingunganmu... tapi janganlah kau habiskan waktumu untuk masalah tidak penting ini, kau hanya akan berakhir seperti Raiser lain yang sudah gugur apabila terus berpikir seperti itu. Ingat, jumlah kita tinggal 6 orang..."
Raiser Almanox: "Baik! Aku mengerti..."
Orpheus: "Bagus... sekarang Legia dan Almanox boleh mencari makhluk-makhluk yang kalian suka, pilih yang kuat, atau boleh juga menunggu Volos membereskan Kerbiros dan Demon Dragon itu... tapi Targa, kau cukup lanjutkan pekerjaanmu, tugasmu tetap mengumpulkan pasukan Chaos Realm dalam jumlah banyak"... << sambil berjalan maju ke arah Taros yang baru saja menghabisi Raiser Zraith
Legia, Almanox, Targa: "Baik"
...
Raiser Almanox: "Dia masih menghitung Lewind? Kita ini seharusnya hanya berlima! Lewind selalu menghilang di saat genting"
Raiser Targa: "Kau tidak seperti biasanya Almanox, biasanya kau selalu tenang"
Raiser Legia: "Tenanglah, Orpheus yakin Lewind bisa diandalkan, itulah mengapa dia masih menganggap Lewind adalah bagian dari kita"
Raiser Almanox: "...hmph, baiklah kalau kau bilang begitu."
Raiser Targa: "Siapa yang kalian pilih?"
Raiser Almanox: "Apanya?"
Raiser Legia: "Maksudmu... yang akan kita bangkitkan?"
Raiser Almanox: "Aku tertarik dengan Kerbiros, dia menghabisi semua rekan kita sendirian, itu sudah terlalu gila"
Raiser Targa: "Dia belum mati... err, ya sebentar lagi akan mati, ... bagaimana denganmu Legia? Taros?"
Raiser Legia: "Hohoho... sudahlah, kita lihat saja nanti"
...
Aku belum pergi, aku - Anubiros - yakin benar bahwa Kerbiros, Taros, dan Allegretto serta sisa pasukan Chaos Realm lainnya dapat memepertahankan benteng ini, aku hanya melihat di atas bukit belakang benteng supaya paman Kerbiros bisa bertarung dengan tenang. Aku masih sangat yakin saat dia berhasil membunuh Raiser terakhir yang melawannya... keyakinan itu pun hilang setelah Volos datang membunuh Kerbiros dengan sangat-sangat mudah, juga Allegretto kesayanganku...
Aku tau, aku harus segera pergi dari tempat ini, jangan sampai pengorbanan mereka semua sia-sia. Dan yang pasti, aku harus meminta bantuanmu sekali lagi, nomor 12. Clasphart "Hatto" Shinozaki.
The Will of Fireling: AYA - Part VI
RiX777
keren @__@
tapi Taros gimana..
kok nggak tertulis dibunuh @_@
sepertiny melarikan diri ikut ama Anubiros ato gimana @_@
btw nice part :)
selingan yang indah :powh:
kyaa kelanjutan cinta Hatto sama Kanika masih ditunggu !!
makin penasaran aja nih ceritanya