0 * 0 =?????
nga nyangka 0 tu segitu rumitnya ya
tp emank ribet jga apalagi yg g jago main angka./gg
Printable View
0 * 0 =?????
nga nyangka 0 tu segitu rumitnya ya
tp emank ribet jga apalagi yg g jago main angka./gg
ehm, emang angka 0 membuat efek yg besar dimana"...
kayak perkalian dan penjumlahan...
tapi gw juga bingung.. kok bisa 0 * x = 0 ?
maksudnya, 0 kan berarti 'ketiadaan'
kalo 'ketiadaan' dilipatgandakan berapa kalipun tetep 'ngga ada' kan?
tapi kalo disuruh ngasi contoh apa itu ketiadaan, ga mungkin. soalnya ketiadaan itu bener2 ga ada sama sekali. apa coba yg bener2 ga ada sama sekali?
bayangan? ada tuh...
hantu? udah banyak yg pernah liat ***** kan?
dinosaurus? tuh tulangnya ada di museum
jadi, 'ketiadaan' itu ga mungkin terjadi...
loh, jadi ngomongin ketiadaan. hehehe maap2 keasikan mikir...:D:search:
Nah gw juga pernah denger dari guru math wa katanya 1 : 1 =1, 2:2 = 1, dan semua angka yang sama dibagi dengan angka yang sama hasilnya 1, trus kenapa 0:0 hasilnya E
kenapa ga 1...
tapi berkat 0 kita punya istilah baru
"Dimulai dari 0 ya pak"
(tidak ada) : (tidak ada) = yah ga bisa di bagi lah org ga ada apa2.. paling tulis di scientific calc jg jdnya "math error".. kl di sma bilangnya "tak terdefinisi"
0 itu nggak ada... tapi 0 itu ada???
@.@ antara ada dan tiada...
berarti klo tak terhingga dikali 0 = 0?,
Koq jadi ribet begini ya @ @
gw g bisa cerna lg ne bacaannya
masalahnya angka nol yg dimaksud sebagai simbol doang ato sebagai angka.sebelom ada simbol angka 123 kan mereka pakai simbol2 buat nunjukin angka.jangan2 cuman bentuk geometri bulet ,dianggap angka nol .
pada jaman di rumusin aljabar kan, baru simbol 123456789 dipopulerin <---(cmiiw)
@atas gwe: jgn di cerna :p di puter...di jilat...dicelupin.....
semua angka sama kale..
cmn ada sejarah nya sndiri" dan ithu bisa karangan manusia sndiri..
darimana anda bisa berpendapat sperti itu? Sedangkan banyak bukti sejarah yang menyebutkan Angka 0 berasal dari Arab (salah satunya dari postingan kucinkz dari copas http://shofiqsula.wordpress.com/2008...sul-angka-nol/)
Makanya kalo kita belajar Matematika angka 1, 2, 3, ... disebut bilangan Asli dikarenakan dari dahulu (Jaman Yunani dan Romawi) lazim digunakan.. Dan kita ketahui pula bahwasanya dunia barat (Eropa dan Amerika) lebih cenderung menggunakan referensi dua peradaban kuno tersebut (Yunani dan Romawi) daripada peradaban dari dunia Timur (khususnya dunia Arab)..
Dan untuk TS, saran saya sebelum memposting sesuatu hendaklah dibaca dan direvisi mana2 kata2 atau sesuatu yang membuat orang lain mudah membaca dan memahaminya.. Terus terang, saya pun bingung ketika membaca bagian ini..
timbul pertanyaan besar.. LHO MANA GAMBARNYA??? Padahal dsitu disebutkan gambar 1a, gambar 1b dan gambar 2..Quote:
Lain lagi. Jika seseorang berangkat dari nol, ia tidak mungkin sampai ke bilangan 4 tanpa melewati terlebih dahulu
bilangan 1, 2, dan 3. Tetapi, yang lebih aneh adalah pertanyaan mungkinkan seseorang bisa berangkat dari titik nol? Jelas
tidak bisa, karena bukankah titik nol sesuatu titik yang tidak ada? Aneh dan sulit dipercaya? Mari kita lihat lebih jauh.
Perhatikan garis bilangan (Gambar 1a), di antara dua bilangan atau antara dua buah titik terdapat sebuah ruas. Setiap
bilangan mempunyai sebuah ruas. Jika ruas ini dipotong-potong kemudian titik lingkaran hitam dipindahkan ke
tengah-tengah ruas (Gambar 1b), ternyata bilangan 0 tidak mempunyai ruas. Jadi, bilangan nol berada di awang-awang.
Bilangan nol tidak mempunyai tempat tinggal alias tunawisma. Itulah sebabnya, mengapa bilangan nol harus menempel
pada bilangan lain, misalnya, pada angka 1 membentuk bilangan 10, 100, 109, 10.403 dan sebagainya. Jadi, seseorang
tidak pernah bisa berangkat dari angka nol menuju angka 4. Kita harus berangkat dari angka 1.
Mudah, tetapi salah
Guru meminta Ani menggambarkan sebuah garis geometrik dari persamaan 3x+7y = 25. Ani berpikir bahwa untuk
mendapatkan garis itu diperlukan dua buah titik dari ujung ke ujung. Tetapi, setelah berhitung-hitung, ternyata cuma ada
satu titik yang dilewati garis itu, yakni titik A(6, 1), untuk x=6 dan y=1 (Gambar 2). Sehingga Ani tidak bisa membuat garis itu.
Sang guru mengingatkan supaya menggunakan bilangan nol. Ya, itulah jalan keluarnya. Pertama, berikan y=0 diperoleh
x=(25-0)/3=8 (dibulatkan), merupakan titik pertama, B(8,0). Selanjutnya berikan x=0 diperoleh y=(25-3.0)/7=4 (dibulatkan),
merupakan titik kedua C(0,4). Garis BC, adalah garis yang dicari. Namun, betapa kecewanya sang guru, karena garis itu
tidak melalui titik A. Jadi, garis BC itu salah.
Ani membela diri bahwa kesalahan itu sangat kecil dan bisa diabaikan. Guru menyatakan bahwa bukan kecil besarnya
kesalahan, tetapi manakah yang benar? Bukankah garis BC itu dapat dibuat melalui titik A? Kata guru, gunakan bilangan
nol dengan cara yang benar. Bagaimana kita harus membantu Ani membuat garis yang benar itu? Mudah, kata konsultan
Matematika. Mula-mula nilai 25 dalam 3x+7y harus diganti dengan hasil perkalian 3 dan 7 sehingga diperoleh 3x+7y=21.
Selanjutnya, dalam persamaan yang baru, berikan y=0 diperoleh x=21/3=7 (tanpa pembulatan) itulah titik pertama P(6,1).
Kemudian berikan nilai x=0 diperoleh y=21/7 = 3 (tanpa pembulatan), itulah titik kedua Q(0, 3). Garis PQ adalah garis yang
sejajar dengan garis yang dicari, yakni 3x+7y=25. Melalui titik A tarik garis sejajar dengan PQ diperoleh garis P1Q1. Nah,
begitulah. Sang murid telah menemukan garis yang benar berkat bantuan bilangan nol.
Akan tetapi, sang guru masih sangat kecewa karena sebenarnya tidak ada satu garis pun yang benar. Bukankah dalam
persamaan 3x1+7x2=25 hanya ada satu titik penyelesaian yakni titik A, yang berarti persamaan 3x1+7x2 itu hanya
berbentuk sebuah titik? Bahkan pada persamaan 3x1+7x2=21 tidak ada sebuah titik pun yang berada dalam garis PQ.
Oleh karena itu, garis PQ dalam sistem bilangan bulat, sebenarnya tidak ada. Aneh, bilangan nol telah menipu kita.
Begitulah kenyataannya, sebuah persamaan tidak selalu berbentuk sebuah garis.
Bergerak, tetapi diam
Bilangan tidak hanya terdiri atas bilangan bulat, tetapi juga ada bilangan desimal antara lain dari 0,1; 0,01; 0,001; dan
seterusnya sekuat-kuat kita bisa menyebutnya sampai sedemikian kecilnya. Karena sangat kecil tidak bisa lagi disebut
atau tidak terhingga dan pada akhirnya dianggap nol saja. Tetapi, ide ini ternyata sempat membingungkan karena jika
bilangan tidak terhingga kecilnya dianggap nol maka berarti nol adalah bilangan terkecil? Padahal, nol mewakili sesuatu
yang tidak ada? Waw. Begitulah.
Berdasarkan konsep bilangan desimal dan kontinu, maka garis bilangan pada Gambar 1a tidak sesederhana itu karena
antara dua bilangan selalu ada bilangan ke tiga. Jika seseorang melompat dari bilangan 1 ke bilangan 2, tetapi dengan
syarat harus melompati terlebih dahulu ke bilangan desimal yang terdekat, bisakah? Berapakah bilangan desimal
terdekat sebelum sampai ke bilangan 2? Bisa saja angka 1/2. Tetapi, anda tidak boleh melompati ke angka 1/2 karena
masih ada bilangan yang lebih kecil, yakni 1/4. Seterusnya selalu ada bilangan yang lebih dekat... yakni 0,1 lalu ada 0,01,
0,001, ..., 0,000001. demikian seterusnya, sehingga pada akhirnya bilangan yang paling dekat dengan angka 1 adalah
bilangan yang demikian kecilnya sehingga dianggap saja nol. Karena bilangan terdekat adalah nol alias tidak ada, maka
Anda tidak pernah bisa melompat ke bilangan 2?
Hendaklah TS tidak hanya meng-copy paste blog orang lain.. tapi juga setidaknya memahami apa yang ditulis/disampaikan.. CMIIW :friends:
dan menurut saya, dalam pembagian bilangan ini sudah terjelaskan secara jelas di dalam ilmu kalkulus bahwa bilangan2 itu ada macam2nya (saya lupa persisnya ada berapa macam/tipe), seingat saya antara lain:
1, 2, 3, 4 >> BIlangan Asli
0, 1, 2, 3 >> BIlangan Bulat
2, 3, 5, 7 >> BIlangan Prima
1,5; 2,5; 3,2; >> BIlangan Desimal
-4, -3, -2, -1 >> BIlangan Negatif
-i, 0, i >> BIlangan Imaginer
CMIIW :friends:
hwhwhwhwhw saya jg gk ngerti kk.. T.T
gk demen sama matematika
lg bosen aja neh di kantor...maen copas aja deh jd na -__-
tp iya jg ya..tp saya liat dari sumber nya pun gk ada gambarnya T.T
tp si om jago jg mat nya ^_________^
0=tidak ad
tidak ad =0
0-0=0 tidak ad - tidak ad= tidak ad
0+0=0 tidak ad + tidak ad= tidak ad
0:0=0 tidak ad : tidak ad= tidak ad
0x0=0 tidak ad x tidak ad= tidak ad
jadi nol suatu yg tidak ad ato nol hanya suatu lambang untung menyatakan sesuatu yg tidak ad
Neh gw kasih tau sedikit pengetauhan gw tentang matematika.
0+0=0 <---udah tau kan dr mana bisa dapat 0
x*0=0 (x=semua bilangan,yang saya dapat dari skulah smua bilingan di kali 0 hasilnya sama dengan 0)
x:0=tak terhingga (note x=bilangan apa saja kecuali 0) (karena 0 itu bilangan terkecil.,contoh 2:0,5..2:0,4..
Dari 2 contoh di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa semakin kecil bilangan pembagi semakin besar bilangan hasil..Karena hal itu x:0=tak hingga
0:0=x (note x = bilangan apa saja)pas bingung kan kalo gw bilang 0:0 sama dengan 10.Gw ada penjelasannya.,
misal:10:5=2 karena 5*2=10,20:5=4 karena 5*4=20.,
gitu juga sama 0:0=10 karena 10*0=0
segitu dulu pengetahuan gwa tentang 0..Buat semuanya gwa cuma mo bilang jangan menyebut suatu hal itu misteri karena kalian tidak tau darimana/bagaimana hal itu..Tapi coba dulu cari bagaimana hal itu ada.Sama seperti angka 0 kalo angka itu hanya bikin rusak komputer sudah pasti angka itu gak bakal kita kenal saat ini..