yg bener azgalor mas not lord
azeroth+middle earth=WoW+LotR=ceritanya ado ::lol::
Printable View
yg bener azgalor mas not lord
azeroth+middle earth=WoW+LotR=ceritanya ado ::lol::
Chapter 4 "Pertemuan"
"Aaarrghh..." jeritan pilu yang terdengar dari dalam lautan api, ribuan nyawa telah terbakar didalamnya, lalu sesosok tubuh besar berdiri dengan angkuh diatasnya. Sosok itu menatap dengan tajam. Sosok itu terus mendekat ke arah Star hingga akhirnya mereka saling berhadapan, dibalik cahaya api sosok itu masih terlihat gelap. Tiba-tiba dia menusukan pedang ke arah dada Star dengan cepat.
"Kau masih terlalu lemah untuk menjadi dewa penghancur!" ucap sosok itu untuk kemudian meninggalkan Star dengan sebilah pedang di dadanya. Lalu dari kegelapan malam datang sesosok gadis yang memeluknya dengan erat. Hangat, hanya itu yang Star rasakan. Namun sosok bayangan hitam itu kembali dan menarik gadis itu hingga terbakar oleh api yang menelannya dalam sekejap.
"Tidakkkkkkkkkkkkkkkkk!!".
"Haah...hosh..hosh..hosh.." dengan nafas yang terengah-engah Star terbangun dari mimpinya. Sebuah mimpi yang sering terulang dalam mimpi Star. Star tidak pernah mengerti akan apa yang dilihat olehnya, tentang api, bayangan hitam, dan yang terpenting baginya adalah sosok gadis yang membawakan rasa hangat yng tidak pernah ia rasakan. Star menatap malam dengan penuh tanya.
"Siapa gadis itu? kenapa dia mampu membawa kehangatan?"
Pertanyaan yang selalu ada dibenak Star, selain sebuah penyesalan atas ketidakmampuannya menyelamatkan gadis itu. Star pun kembali berbaring di atas ranjangnya. Matanya menatap langit-langit, berusaha untuk menenangkan pikirannya. Dia berusaha untuk memejamkan mata, karena besok adalah hari yang penting untuknya. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya perang pertamanya akan tiba. Selama ini Star tidak pernah memiliki emosi, dia hanya mampu merasakan sebuah emosi ketika sedang bertarung. Dia dididik untuk selalu mencari kekuatan dan menghancurkan lawannya tanpa ampun. Dia tidak pernah mengenal akan cinta, kepedihan, bahkan bahagia. Dia hanya mengenal sebuah kehampaan, perasaan yang paling penting bagi seorang pembunuh, tanpa ampun dan tanpa belas kasihan. Lalu dia mencoba memalingkan wajahnya ke arah kiri, sebuah pedang yang patah tergeletak pada meja kayu. Baginya, pedang patah itu adalah sebuah bukti kelemahan dirinya, dan itu semua tidak dapat diterima. Star kembali memejamkan mata dan tenggelam pada malam yang tenang, tanpa pernah memikirkan aliran darah yang akan dia ciptakan besok.
Matahari terbit dengan indah di padang Sha'far. Menerangi setiap sudut padang sabana tersebut. Sebuah daerah perbatasan antara middle earth dan death continent. Bersamaan dengan kokok ayam, derap sepatu prajurit terdengar dengan lantang. Dua pasukan telah bersiap menuju medan perang. Para perwira sibuk melintasi para prajuritnya dengan intruksi dan juga teriakan pembangkit semangat. Baik sentinel dan scourge telah mempersiapkan pasukan mereka menuju padang sha'far. Terlihat Davion the dragon knight. Jenderal dari kerajaan manusia ansville,konon jantung Davion merupakan jantung elder dragon sehingga selain memiliki pemulihan fisik yang cepat dia pun memiliki kemampuan untuk menjadi naga. Karena itu dia dipercaya menjadi panglima perang sentinel, sementara itu Rylai berada dibelakang sebagai pemimpin aliansi sentinel. Sementara itu garis terdepan scourge dipimpin oleh Leoric the immortal soldier , prajurit tengkorak terkuat yang tidak bisa mati. Dia membawa sebuah pedang besar yang mampu menghisap darah korbannya, pedang itu bernama vampiric sword. Sementara ituArthas menunggangi kuda kesayangannya Nigthmare berlaku sebagai pemimpin para scourge.
Kedua belah pasukan telah berhadapan di padang sha'far. Sinar matahari seolah menjadi garis batas antara sentinel dan scourge. Perang secara frontal akan kembali digelar. Garis depan sentinel terdiri dari para ent dan prajurit manusia, sementara itu para nigth elf menjadi pasukan pemanah bersama pasukan dwarf dengan regu penembaknya, garis pasukan ketiga diisi oleh pasukan pendukung yang memiliki sihir, terdapat juga sebuah kereta dengan Rylai di dalamnya, terahir merupakan pasukan udara sentinel yang terdiri dari griffon dan wyvern.
Pasukan scourge sendiri terdapat pasukan undead dan orc pada garis depan, bangsa nerub sebagai pasukan jarak jauh dan juga pemanah dari chaos, bloody elf sebagai pasukan pendukung dengan kekuatan sihir, troll gunung yang membawa batu, serta pasukan udara yang terdiri dari harpies dan necro'ic, sementara itu Arthas berada pada sebuah bukit yang dapat menjangkau seluruh padang sha'far.
Rylai memandang Arthas dengan penuh kebencian, berbeda dengan Lina yang memandangnya dengan penuh kerinduan dan kesedihan.
"Scourge, bunuh dan raih kejayaan kita!!" teriak Arthas.
"Sentinel, berjuang hingga tetes darah terahir,serbu!!" teriak Rylai.
Bersamaan dengan komando dua pemimpin tersebut, pasukan garis depan pun maju dengan penuh semangat. Para perwira tiap pasukan mengambil posisi masing-masing, begitu pula dengan pasukan jarak jauh.........
nb: du ngantuk, besok lagi diterusin chapter 4nyah
chapter 5 lagi om....
itu yg bloody elf bagian dari netral human, jd kurang masuk ke scourge. Ganti aj ama naga, sirennya kan bagian serangan jarak jauh dr naga.
atau bisa diganti pakai naga siren, kan siren asliny dari naga, penyerang make magic jarak jauh.
- Acolyte dari Undead
- Shaman dari Orc
- Witch Doctor dari Orc
- Necromancer dari Undead
itu kan juga bisa , daripada bloody elf, kayany kurang paz
:p
oh....
Kalo saya berpatokanny ama cerita warcraft asli kk, jd agak aneh bacanya :prankster:
tp critanya jgn dibuat terlalu dempet. Agak jarak2in dikit, agar org yg malas baca pun mau ngebaca krn nampakny dikit (padahal panjang ke bwh) dan akhirny ketagihan
apekateyangbuataje