-
Seorang bocah sangat menginginkan sebuah sepeda baru untuk hadiah ulang tahunnya. Karena itu, ia menyiapkan segelas susu untuk ayahnya yang ia harap sepulang dari kerja sang ayah melihatnya dan kemudian memberikannya sebuah sepeda baru.
Dan benar, saat ayahnya pulang kerja begitu larutnya, sang ayah pun melihat segelas susu dengan label “Untuk Papaku Tercinta” tersebut, ia sangat senang. Di malamyang dingin, ia pun meneguk habis susu hangat yang disiapkan oleh anaknya tadi.
Setelah menghabiskan susu segelas itu, ia menemukan sepucuk surat di samping gelas susu tadi, tertulis:
“Papa, jika papa menaruh sebuah sepeda baru di depan kamarku, aku akan berikan penawar racun yang aku campur dalam susu yang papa minum. Timmy.”
-
Suatu hari ada seorang kakek yang ingin mencari koran terbitan hari ini, dicari di ruang tamu tidak ada, di ruang makan tidak ada, sampai akhirnya dia masuk ke salah satu kamar cucu lelakinyayang masih SMP untuk mencari koran tersebut. Nah, dengan tidak terduga dia menemukan majalah porno di kamar cucu lelakinya tersebut.
Kemudian si kakek membuka lembaran pertama:
Kakek: Ya Tuhan apa ini!!!
Si kakek terus melihat gambar yang ada di majalah tersebut:
Kakek: Ya Tuhan… (si kakek berdoa terus-menerus )
Sampai halaman terakhir si kakek berujar:
Kakek: Yaaahh… Habis…
-
Suatu hari Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi Budi lampu depan mobilnya mati. Karena tidak ada peneranganyang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya. Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak dan mengakibatkan Budi menabraknya.
Budi: “Ini bukan salah saya, salah anda yang berhenti mendadak!!!” (sambil menantang)
Supir: “Itu jelas salahmu!”
Budi: “Kok bisa, jelas-jelas anda yang berhenti mendadak..!!!” (masih dengan nada menantang)
Supir: “Kau kira ini di mana??? Di sini kan garasi rumahku bodoh!!!”
-
Seorang polisi menyetop mobil yang sedang dikendarai Paijo. Polisi itu bilang bahwa sehubungan dengan kampanye hari Keselamatan Di Jalan Raya, Paijo mendapat hadiah uang tunai 10 juta rupiah. Itu karena Paijo mengenakan sabuk pengaman.
Paijo hampir-hampir tak percaya dengan keberuntungan ini.
“Ngomong-ngomong uangnya mau diapain nih?”, tanya pak Polisi tersebut.
“Hmmm….kayaknya akan saya pakai buat bikin SIM, Pak!”, jawab Paijo.
“Jangan dengarkan omongan dia, Pak!”, sela Sarimin, teman Paijo yang duduk di sebelahnya, “Dia suka ngaco ngomongnya kalau lagi teler.”
Udin yang tidur di kursi belakang kemudian terbangun, yang ketika melihat pak Polisi langsung berkata, “Benar kan kata saya, mobil curian kayak gini pasti dikenali polisi.”
Saat itu juga terdengar ketukan dari bagasi belakang, disusul suara Prapto yang berteriak, “Hei, kita udah berhasil lewat perbatasan belum? Ganjanya bikin sesak nafas nih!”
Pak Polisi tiba-tiba jatuh pingsan.
-
Suatu hari terjadi kecelakaan sepeda motor di depan rumah Dokter Michael, yang sangat terkenal karena ahli menyembuhkan.
Orang yang terjatuh dari sepeda motor itu ditolong oleh seorang Polisi. Lalu terjadilah dialog:
Polisi: “Wah… untung bapak jatuh tepat di depan rumah Dokter Michael yang terkenal itu, jadi saya tidak perlu repot-repot membawa bapak ke rumah sakit. Sebentar ya Pak! saya panggilkan Dokter Michael…”
Lalu orang yang terjatuh dari sepeda motor itu berkata pada Pak Polisi…
Orang: “Wah… lebih beruntung lagi bapak polisi, tidak perlu repot-repot memanggil Dokter Michael, karena saya sendiri adalah Dokter Michael…”
Polisi: “!!!???”
-
Pasien: “Dokter, berapa lama tulang saya yang retak ini akan sembuh?”
Dokter: “Paling cepat enam minggu lagi.”
Pasien: “Bila saya telah sembuh, apakah saya akan mampu bermain musik?”
Dokter: “Oh… tentu saja!”
Pasien: “Hebat! Padahal sebelum ini saya belum pernah bermain musik.”
-
Daud : Semalam kamu berantem dengan istrimu?
Victor : Ya… benar…. Tapi sudah selesai, saya yang menang! Ia merangkak persis di hadapanku sambil merengek.
Daud : Oh… Ya… Dia merengek apa?
Victor : Dia merengek, “HAI PENGECUT, KELUAR KAU DARI KOLONG RANJANG!!!”
-
Hei, kamu yang berdiri di belakang,” ucap dosen sejarah. “Coba sebutkan para pelaku yang menandatangani Perjanjian Linggarjati!”
“Maaf, saya nggak tahu, Pak.”
“Apa? Nggak tahu? Baiklah, kalau begitu sebutkan saja tahun berapa perjanjian itu ditandatangani?”
“Maaf, saya nggak tahu juga, Pak.”
“Nggak tahu sama sekali? Bahan itu kan sudah saya tugaskan untuk dibaca minggu lalu. Lantas untuk apa kamu datang ke sini?”
“Mau memeriksa kabel lampu ini, Pak. Saya petugas PLN.”
-
Seorang kakek memasuki sebuah apartemen.
Di pintu masuk ia bertemu seorang anak. “Nak, apakah engkau tahu kamar di mana Pak Yakub tinggal?” tanya sang kakek kepada anak tersebut.
Dengan ramah anak itu menjawab, “O, tahu Kek! Mari saya antarkan.”
Anak itu pun mengajak kakek itu naik tangga menuju lantai 10 dan membawanya ke depan kamar pak Yakub. “Ini Kek…kamar apartemen Pak Yakub.”
Dengan napas yang masih tersengal-sengal sang kakek mengetuk pintu berkali-kali tetapi tidak ada jawaban. “Nak, sepertinya Pak Yakub tidak di rumah ya ?”
“Betul Kek, Pak Yakub sedang menunggu tamunya di lantai satu.”
-
Jake sedang berbaring di tempat tidur karena sakit… hanya menunggu waktu. Isterinya, Susan berada di sampingnya. Susan memegang tangannya yang lemah dan menangis sesegukkan.
Ketika Susan berdoa, ia memandang isterinya dan bibirnya yang pucat mulai berkata secara perlahan,
“Susan, isteriku,” ia berbisik.
“Suamiku, jangan berbicara, istirahatlah.”
“Susan, saya harus mengakui sesuatu,” ia berkata dengan lemah.
“Tidak ada yang perlu di akui,” jawab Susan dengan bersedih.
“Semuanya baik-baik saja, tidurlah,” kata isterinya sambil menangis.
“Tidak saya ingin mati dengan damai. Susan, saya telah berlaku curang dengan kakakmu, teman baikmu, dan ibumu.”
“Saya tahu…,” jawabnya. “Karena itulah saya meracuni kamu…”
-
Seorang raja copet yang terkenal menjemput istrinya untuk dibawa pulang setelah habis melahirkan anaknya. Mungkin karena groginya suster yang melayani bayi sang raja copet itu, hingga bayinya itu tertukar dengan bayi yang lain.
Istri : "Hai! Pak, ini bukan anak kita."
Copet : "Diam kamu, hayo cepat jalan."
Istri : "Tunggu dulu pak, ini bukan bayi kita, bayi kita ada tanda merah di tangan kirinya."
Copet : "Bodoh kamu, biar ini bukan bayi kita, tapi di tangan kirinya ada gelang emas!"
Istri : "????"
-
Seorang laki-laki masuk ke sebuah apotek dan bertanya kepada si apoteker, apakah ada obat yang dapat menghilangkan cegukan.
Tiba-tiba si apoteker langsung menampar pipi pria tersebut.
"Kenapa Anda melakukan hal itu pada saya?" tanya si pria itu.
"Ohh ... itu adalah obat untuk mengatasi cegukan ... lihat Anda sudah tidak cegukan lagi!" kata si apoteker dengan bangganya.
"Memang saya tidak cegukan! Istrikulah yang sedang cegukan sekarang ini!"
-
Dalam sebuah pertemuan Arisan antar ibu-ibu di Perumahan Kompleks Tentara terjadi adu pamer kehebatan anaknya masing-masing.
Ibu Dini : "Anak saya baru saja naik pangkat menjadi Letnan."
Ibu Susi : "Kalau anak saya, belum lama ini di promosikan jadi Kolonel."
Ibu Tina : "Anak saya juga hebat bu. Baru diangkat jadi Kapten. Pada hal, dia baru kelas 2 SMA, lho!?"
Ibu Dini dan Ibu Susi : "Hebat, kok bisa ya Bu?"
Ibu Tina : "Ya tentu dong, soalnya anak saya pintar main bola di sekolah. Jadi ia diangkat jadi Kapten Kesebelasan di Kecamatan."
-
Pernahkah Anda mendengar seorang pesulap yang bisa membelah seorang wanita menjadi dua?
Minggu lalu seorang pesulap mempraktikkan keahliannya ini. Tetapi sayangnya wanita malang itu sekarang ada di Rumah Sakit Pusat di kamar 34 dan 35.
-
Ibu Guru : "Topan, kalau kamu punya enam potong coklat dan ibu meminta tiga potong, berapa sisanya?"
Topan : "Enam, Bu Guru!"
Ibu Guru : "Salah, Topan. Yang betul tiga!"
Topan : "Tidak, Bu Guru. Tetap enam. Soalnya saya tidak akan memberikannya!"