Gua kan cuma kasi conto tentang perbandingan sensasi ,jadi harus gue buat hiperbola, coba kalo Doni Tatanya gua ganti sama Thomas Luthi, blum tentu semua orang mengerti apa perbedaan sensasinya dengan yang Alex Barros menang karena nama Thomas Luthi cukup terkenal ,dan orang yang tidak mengikuti balap Moto GP akan bingung dengan contoh ini karena tidak mengerti apa perbedaan sensasinya karena tidak tau kalo skill dan pengalamannya timpang
kalo paragraf yang pertama gue setuju ,tapi kalo paragraf kedua gue agak nggak setuju , itu mungkin masalah sudut pandang saja. Mungkin elo orangnya menghargai dari hasilnya , klo gue menghargai dari prosesnya (karena itu gw suka ama Giberneau walaupun dia mengalami paceklik juara 2 musim berturut-turut ,tapi gue salut ama dia yang telah membuat Rossi habis-habissan ,dan biasanya Giberneau kalah pada tikungan terakhir ato kalo terjadi bencana con: motor rusak ,jatuh ,dll)
Kata lo ke ichu gene
"ne motor da bisa dibilang internasional semua... mesin da paling bagus di team masing2... masalah bahan bakar penuh/kaga penuh itu it's no problem... "
Terima kasih akan perhatiannya , klo ada akata gue yang salah tolong di reply