hah batu.......?
Printable View
hah batu.......?
jah mingkem...
banyak jigong dia
wkwkwk!
konspirasi ini konspirasi waspada :pmad:
ngga ada prisa ah di metro :pmad:
:rroulet:
:lnuke:
wakawkkawkaw
PEMBOHONGAN PUBLIK !!!!
gw semakin heran melihat program kuis sms yang di tayangkan di sejumlah TV swasta Indonesia... kenapa KPI tidak menegur program seperti itu ?? gwyakin masyarakat yang berpikiran modern pasti tidak tertarik untuk mengikuti kuis sms seperti itu, tapi bagaimana dengan masyarakat golongan bawah yang berkhayal bisa mendapatkan jutaan hadiah seperti di tawarkan oleh presenter.. habis pulsa cuma untuk berkhayal. apakah program seperti itu milik TV yang bersangkutan atau blocking time pihak kedua.
gw sempat menduga, ada permainan dalam kuis tersebut, para pemenang kuis yang dihubungi adalah rekan2 mereka sendiri di studio..
bisa saja mereka bilang namanya ABU NAWAS di Surabaya atau Makassar, begitu menjawab pertanyaan yang sedemikian mudah ternyata salah, sangat aneh bagi saya. dan ini tentu saja trik untuk menggaet pengirim sms yang belum ikut 'menyumbangkan' pulsanya, agar tertarik ikutan.
terakhir gw ingat banget acara kuis sms di TRANS 7 malam sabtu lalu yang di bawakan salah seorang MC Kocak dan Kondang (saya lupa namanya) memegang raket badminton .
Nah, di situ ada foto Taufik Hidayat yang agak blur, sang MC pun menyebutkan dia adalah atlet bulutangkis peraih medali emas olimpiade tahun 2004 dan merupakan menantu AGUM Gumelar,
lalu ada pemirsa yang dihubungi oleh presenter ( saya yakin bukan pemirsa, namun rekan mereka di studio), namanya saya lupa , lokasi Condet, nah jawabannya dia adalah ALAN Budikusuma, (sejak kapan Agum Gumelar punya anak bernama Susi Susanti, hahaha),
LOGIKA aja, kalo dia tahu Alan Budikusuma, tidak mungkin enggak tahu siapa Taufik Hidayat.
banyak kuis2 SMS di televisi yang semakin membodohi masyarakat namun KPI hanya jadi penonton yang budiman...
adakah yang ingin memberikan tanggapan ?? :beer:
TV semakin membodohi publik !!! :thumbdown
TAMBAHAN INFO TERBARU DARI REKAN JURNALIS :
Jangankan Sinetron ataupun Quis dan kontes idola yang bisa di-skenario, diatur-atur, beberapa bulan lalu saat Harga BBM barusan diumumin, kakak saya didaulat oleh salah satu Producer Berita di salahsatu TV swasta untuk diliput sebagai sosok KARYAWAN KORBAN KENAIKAN BBM.
Kakak saya yang merupakan seorang Senior Supervisor salah satu pabrik diBekasi, waktu itu diminta ber-acting sebagai buruh yang dengan pendapatan UMR.Oleh team liputan TV Swasta tersebut, kegiatan Kakak saya sejak bangun tidur, sarapan, berangkat kerja, ngantar anak sekolah hingga pulang kantor diliput.
Dalam tayangan diacara "BERITA", kakak saya sendiri kaget menyaksikan alur cerita dan narasi yang sangat mendramatisir bahkan gara2 tayangan itu, kakak saya ditelpon oleh mertuanya-sang mertua menangis tersedu sedu, sang mertua minta kakak saya untuk mudik saja dan menganggap kakak saya telah berdusta kepada keluarga karena menjadikan anak istri menderita dirantau!!
Sang mertua shock melihat Kakak saya dan keluarganya ( 1 istri dan 3 anak ) harus sarapan dengan 1 butir telur berlima, kaos kaki untuk anak2-nya sudah bolong2, makan siang dengan tempe goreng doang!!
Wah, saya yang tak sempat nonton tayangan itu, hanya dengar berdasar cerita tetangga-tetangga dan famili yang ikut nonton, kaget juga saat diminta ngumpulin sumbangan buat kakak saya, biar hidupnya lebih layak kata mereka!!
Padahal kenyataannya, Kakak saya HP-nya 3biji, tanah pekarangan punya 4 petak, rumah nya ada 1 yang kosong gak ditempatin karena belum sempat pindahan.... nunggu hari baik katanya!!
Kebayang,khan kalo untuk liputan berita saja, TV Swasta kita tidak sungkan membuat dan menyajikan "sinetron" yang didramatisir?
Jelas sekali TV Semakin Membodohi Masyarakat.
gw kaga perna nonton tipi...............
jadi gw gak bodoh donk..............
untuk butir no. 5 ini, harap yg nulis itu ngaca dulu, emank bahasa jawa, sunda, padang, batak, madura, kalimantan dll. itu bahasa internasional? wajar saja bhsa tersbut tayangkanjuga mengingat, dari sisi perdagangan, industri dan pariwisata banyak komunitasnya di indonesia. please dech ah... yg nulis ini pikirannya dangkal sekali!! kalo mau ada bhs daerah, bangunlah stasiun tv di daerah masing2 dengan bahasa daerahnya masing2, jgn di bawa ke nasional..........