Page 1 of 4 1234 LastLast
Results 1 to 15 of 59
http://idgs.in/103301
  1. #1
    DoOs_101's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,371
    Points
    3,181.21
    Thanks: 0 / 9 / 8

    Exclamation [POLITIK][DEBAT] Rekonsiliasi Kebenaran

    Rekonsiliasi Kebenaran

    by DoOs_101

    [I]. Pembuka:

    Kebenaran, adalah kata yang menggarap perhatian kita semua. Apakah kebenaran yang kita ketahui sebenarnya benar atau salah. Tidak ada yang pasti kecuali satu, negara Indonesia dilumuti kebodohan.

    Mengenang peristiwa krisis moneter 1997, sudah 11 tahun berlanjut dan pantas apabila kita bertanya, apa sebetulnya kebenaran dibalik krismon'97. Tentunya ada yang mengatakan bahwa itu semua terjadi karena kelicikan mafia Berkeley, betul atau salah tetapi tidak pasti. Ada yang mengatakan itu semua keahlian George Soross, seorang venture capitalist yang menggoda kestabilan tukar/menukar keuangan rupiah di currency exchange market, betul atau salah tetapi tidak pasti penyebab nya hilang seluruh budget moneter. Kemudian ada yang mengatakan, semua terjadi karena IMF, betul atau salah tetapi tidak pasti kejadian sebetulnya. Semua konsep yang dikatakan oleh para konspiran bisa saja betul tetapi tidak pasti, hanya satu yang pasti, kebodohan nepotisme.

    [II]. Sistem moneter korup:

    Pada era kepemimpinan presiden Soeharto, banyak sekali kemajuan ekonomi, membuktikan hal-hal yang positif terjadi di masa lalu, tetapi ada sisi negatif dibalik masa lalu kepemimpinan presiden Soeharto. Banyak orang sudah mengetahui tentang nepotisme yang dibuahi oleh kepemimpinan presiden Soeharto, tetapi apakah mereka semua mengenal nepotisme tersebut? Mari kita pelajari nepotisme era masa lalu yang telah melukai pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan detik ini.

    Sistem moneter adalah sistem keuangan negara, mempunyai dua tugas terhadap rakyat yaitu, memberi pelayanan nabung dana dan memberi pelayanan meminjamkan dana. Yang standar, seorang konsumen yang menabung dana ke bank akan mendapatkan bunga setiap bulan. Yang standar, seorang peminjam akan mendapatkan modal dari bank tetapi juga harus mengembalikan jumlah modal yang sama tambah bunga. Bunga tersebut ditentukan oleh benchmark rate, keputusan direktorat Bank Indonesia.

    Tetapi abominal apa yang terjadi di era jaman nepotisme 1997? Jawaban nya adalah exklusif nepotism. Layanan peminjaman dana kepada rakyat hanya diberikan kepada kelas atas tertentu dan terutama keluarga besar Soeharto. Rakyat kecil yang berkeinginan untuk membangun usaha susah dapat modal karena tidak punya akses, sedangkan kaum superkaya yang mempunyai akses meminjam modal ke bank makin menjadi kaya. Dan kebodohan menghancurkan semuanya. Keputusan peminjamaan modal pun ditentukan oleh keluarga besar Soeharto. Sistem menjadi tidak jelas karena peminjamaan dana bukan sesuai analisa usaha pembangunan tetapi lebih kepada teori kepentingan. Sehingga, yang punya nama pasti dapat modal. Sayang sekali orang Indonesia terutama kelas atas konon dalam sejarah sering sekali tertipu. Modal yang dipinjam berupa 100 milyar, 1 trilliun, dll oleh kaum-kaum superkaya tidak dibalikan, mereka semua tertawa akan kebodohan ini sementara mereka kabur ke negara luar seperti Singapore, Australia, dan Amerika. Hasilnya, dana moneter Indonesia habis diserap oleh para pejabat dan superkaya nakal. Lebih memalukan lagi dana tersebut membuahi negara baru, yaitu Singapore sementara Indonesia jatuh kepada resesi ekonomi, semua menjadi miskin, uang2 tabungan di bank hilang, yang tadinya berharap jadi merunduk.

    [III]. Effek Sampingan terhadap masa depan:

    Trauma, adalah kata yang tepat untuk dipakai sebagai alesan kelemahan kita. Saat ini harapan banyak sekali, oportunitas didepan mata, banyak sekali jalur pembangunan, tetapi tidak optimal. Karena semua dicegah oleh sistem moneter pelit.

    Saat ini sistem moneter Indonesia sangat pelit dan menggarap keuntungan. Rakyat diberikan bunga 4% untuk penabungan sedangkan untuk meminjam modal Rakyat diberikan interest rate 14%, jadi bank untung 10% dari keuangan yang masuk karena penabungan atau keluar karena peminjaman. Sedangkan ekonomi Indonesia berjalan tidak optimal, World Bank berkomentar bahwa optimal production Indonesia berada di 9-11% tetapi mengapa kita berpoduksi dibawah 6%. Semuanya karena sistem moneter tidak membantu. Investasi sangat relatif kepada interest rate yang ditentukan oleh Bank Indonesia. Bila interest rate 14%, maka investasi akan menjadi disinsentif karena cost buat membaliki interest sangat mahal sedangkan di luar negri, mereka mendapatkan interest rate hanya 2-5%, sangat menguntungkan.

    Industrial production (paling penting)
    16.0% - China | interest rate: 4.35%
    10.5% - Thailand | interest rate: 3.80%
    4.4% - Indonesia | interest rate: 9.78%
    3.8% - India | NA
    2.6% - Malaysia | interest rate: 3.70%

    Lihatlah perhubungan antara produksi dan interest rate dari kebijakan policy moneter setiap negara. Indonesia paling tinggi maka itu pertumbuhan belom optimal. Padahal Indonesia mempunyai opportunitas buat pembangunan industrial (industrial production) yang bagus, berhubungan kita negara agrari, labor intensif, dan banyak keuntungan yll. Tetapi mengapa?

    Trade Balance Indonesia (Net Trade Account)
    38%

    Current Account Indonesia (Export/Import barang2 + services)
    10%

    38 - 10 = 28%

    28% dari trade balance adalah capital inflow, tandanya banyak dana investasi dari luar masuk ke indonesia. Ini menunjukan bahwa mayoritas wiraswasta yang sudah/sedang membangun usaha mendapatkan modal/dana dari investor luar. Sehingga apa? Investasi di Indonesia terhambat dana macat, susah cari dana, berkompetisi mencari dana kepada investor luar yang sama, dan proses waktu captal inflow masuk ke Indonesia membutuhkan waktu 1 tahun. Sehingga bisa dibilang pembangunan di Indonesia bergantung kepada modal luar yang seharusnya bisa independen dari bantuan sistem moneter negri sendiri.

    Investasi lambat, pembangunan lambat, kemajuan Indonesia tidak optimal.

    Solusi nya adalah untuk merubah kebijakaan moneter sistem tetapi banyak sekali ahli ekonomist dan direktorat bank yang berkata, "tidak mungkin". Mengapa?

    Dijawab saja, "karena takut", mereka akan tutup mulut tidak membalas.

    [IV]. Solusi, selalu ada solusi!!!!

    Tentunya selalu ada optimisme dan jalur keluar untuk menyelesaikan masalah. Solusinya adalah untuk mempelajari kesalahan dan memperbaiki nya dengan analisa yang tajam.

    Sebelumnya mari kita samakan kejadian krismon'97 terhadap kejadian The Great Depression 1930, di USA. Dua kejadian tersebut sama parahnya, rakyat kehilangan uang yang mereka tabung di bank dan dana moneter habis, pembangunan terpaksa berhenti. Tetapi ada perbedaan. Di USA, kejadian krismon terjadi karena bank mempunyai insentif untuk meminjamkan rakyat uang untuk bermain di stock market (Bursa Effek, seperti IDX di Jakarta). Lalu pada saat buyout terlalu banyak, stock market melemah, sehingga semua orang kehilangan uang dan juga bank. Ini adalah kegagalan analisa peminjamaan, beda dengan kejadian krismon'97 di Indonesia. Kejadian tersebut terjadi karena kebodohan nepotisme. Keluarga yang berkuasa mengatur peminjamaan keuangan dari bank, mereka meminjamkan dengan teori kepentingan, dan begitu saja dikasih tanpa menanya usaha apa yang dibangun, tujuan, profile income flow, status kriminal, dll. Secara singkat, uang hanya diberikan begitu saja seperti anak diberikan uang jajan oleh ibunya. Hal ini bisa dibilang, dicopet karena bodoh.

    Mengapa takut apabila masa lalu sudah telak? Alesan kejadian subprime mortage crisis di Amerika dipakai sebagai alibi untuk menetapkan kebijakaan pelit Bank Indonesia. Sebetulnya kejadian subprime mortage crisis sangat berbeda karena apa yang terjadi adalah bank memberikan credit pinjaman buat konsumsi terutama konsumsi rumah buat keluarga-keluarga baru. Karena mereka melewati batas hitungan, pada saat keluarga-keluarga tersebut tidak dapat membayar kembali credit pinjaman tersebut, akhirnya bank jadi kehilangan uang, sama saja seperti krismon'97. Tetapi harus diingant, bahwa ini adalah pinjaman konsumtif, bukan produktif. Di Amerika, pinjaman produktif alias credit buat investasi lancar. Bila uang tidak balik, mereka sita usaha tersebut lalu di jual ke merger. Sistem produksi mereka berjalan lancar.

    Solusi...

    1). Mayoritas bank Indonesia perlu merekruit ahli-ahli ekonom dan MBA yang mengerti banyak hal tentang membangun usaha. Rekruit tersebut dijadikan tim analisa pengisuan usaha oleh peminjam dana. Bila mempunyai profesionalisme untuk menganalisa karakteristik usaha dan masa depan nya, bank dapat menilai apabila usaha yang diisukan oleh peminjam dana itu aman, produktif, menjaminkan, dll.

    2). Sistem kolateral dengan digital profiling adalah alternatif yang bagus. Untuk mencegah kecurangan peminjam dana, bank harus dapat menganalisa sejarah peminjam tersebut, mempelajari latar belakang keluarga nya, pekerjaan sebelumnya, catatan kriminal, dan aktifitas kredit selama 10 tahun. Apabila mencurigakan, akan ditolak dan peminjam dana harus mengasih bukti kuat bahwa dia akan memakai dana tersebut untuk membangun usaha.

    3). Membangun perusahaan yang menjual/beli perusahaan gagal. Pertama, mereka membeli usaha yang telah di sita oleh bank. Kedua, mereka membenarkan kesalahaan dari kegagalan perusahaan tersebut. Ketiga, dijual ke korporasi besar yang ingin mempunyai banyak cabang bisnis. (Seperti di film Preety Woman).

    Alasan untuk tidak takut:

    1). Krismon'97 terjadi karena kebodohan nepotisme, sekarang ini sistem berjalan.

    2). Takut akan terjadinya credit crunch seperti Mortage Crisis di Amerika tidak akan terjadi di sektor pembangunan, karena penyebab Mortage Crisis di Amerika adalah peminjaman credit konsumtif berlebihan.

    3). Negri Indonesia mempunyai banyak oportunitas pembangunan, untuk keamaanan liquiditas credit, dapat dijaga apabila mempunyai statistik dan data setiap usaha yang beroperasi, jumlah kapastias setiap sektor industri, prediksi jumlah sumber daya alam, inventory seluruh sumber daya alam di Indonesia.


    Penutup:

    Sekian artikel yang saya tulis buat kalian semua. Semoga dengan membaca tulisan ini kalian jadi mengerti sejarah Indonesia yang membentuk kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

    Referensi:
    * http://en.wikipedia.org/wiki/Main_Page
    * http://www.1ndonesia.info/
    * http://www.indogamers.com/f144/polit...o_ocean-68623/

    "Abandon fear, embrace hope". ~Nelson Mandela
    Last edited by Menara_Jakarta; 20-09-08 at 21:27.
    Quotes of the week:
    "He vanishes only to return as a tyrant."


  2. Hot Ad
  3. #2
    doubledoank's Avatar
    Join Date
    Nov 2006
    Location
    Earth
    Posts
    5,177
    Points
    6,890.71
    Thanks: 56 / 57 / 36

    Default

    Pakar Ekonomi unjuk gigi......

    btw pertanyaan gw : Bagaimana cara yang efektif utk membasmi Nepotisme?

    mengingat budaya kita masih sangat mendukung/mengutamakan Nepotisme..........
    Nothing is so common as the wish to be remarkable. - Shakespeare

  4. #3
    luna_croz's Avatar
    Join Date
    Oct 2007
    Location
    Void!!
    Posts
    6,132
    Points
    14,571.06
    Thanks: 18 / 128 / 81

    Default

    Lalu siapa yg akan sanggup menjalankan solusi tersebut?
    solusi 2 sepertinya uda ampir dijalankan oleh semua bank..
    solusi 3 juga udah beberapa.. bnyk perusahaan yg untungnya gede2an.. membeli perusahaan yg uda mau bangkrut ato merugi terus untuk menutup pajaknya yg berlebihan juga.
    untuk solusi 1 apakah perlu diambil dari luar negeri? mengingat bnyk org indonesia ga sedikit yg MBA tetapi bnyk juga yg ga bisa kerja?
    http://bit.ly/n86th7

    Graboid free download HD movies

  5. #4
    3agl3one's Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Posts
    2,594
    Points
    761.00
    Thanks: 68 / 30 / 14

    Default

    Nice solution bro...
    Salut anda bisa merangkum Ide2 yg ada dlm pikiran menjadi tulisan seperti ini
    jujur gw sering mencoba menuliskan ide2 yang terlintas dipikiran gw, tapi sulit


    Oh ya, selain di Indogamers, diforum2 lain anda juga mengemukakan pendapat ini?
    kemudian, bisakah saya mengcopy-paste tulisan anda tentang debat ekonomi?
    gw mau kasih baca om gw...

    @luna
    kebijakan itu hanya dilakukan oleh bank swasta (CMIIW)
    yang dibutuhkan disini pemerintah melalui BI untuk menerapkan hal tsb. dan bunganya jgn terlalu gila2an
    yang suka becanda autis, BACA

  6. #5
    DoOs_101's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    Jakarta
    Posts
    2,371
    Points
    3,181.21
    Thanks: 0 / 9 / 8

    Default

    Quote Originally Posted by 3agl3one View Post
    Nice solution bro...
    Salut anda bisa merangkum Ide2 yg ada dlm pikiran menjadi tulisan seperti ini
    jujur gw sering mencoba menuliskan ide2 yang terlintas dipikiran gw, tapi sulit


    Oh ya, selain di Indogamers, diforum2 lain anda juga mengemukakan pendapat ini?
    kemudian, bisakah saya mengcopy-paste tulisan anda tentang debat ekonomi?
    gw mau kasih baca om gw...

    @luna
    kebijakan itu hanya dilakukan oleh bank swasta (CMIIW)
    yang dibutuhkan disini pemerintah melalui BI untuk menerapkan hal tsb. dan bunganya jgn terlalu gila2an
    Kalo copy/paste seluruh tex sama, tolong kasih credit penulis nya gua (by DoOs_101).

    Iya solusi 1 rada sulit tapi bisa koq, ada banyak cara, salah satunya rekrut professional dari India atau China. Cara lain adalah melewati jalan yang susah, yaitu mencari professional di dlm negri. Sebetulnya mo org indonesia yg didalem bank ato org luar negri gk merugikan, yg merugikan apabila bank nya dimiliki ama orang luar seperti Indosat dimiliki Temasek jadi ancur...
    Last edited by DoOs_101; 13-08-08 at 16:34.
    Quotes of the week:
    "He vanishes only to return as a tyrant."


  7. #6
    luna_croz's Avatar
    Join Date
    Oct 2007
    Location
    Void!!
    Posts
    6,132
    Points
    14,571.06
    Thanks: 18 / 128 / 81

    Default

    Quote Originally Posted by DoOs_101 View Post
    Kalo copy/paste seluruh tex sama, tolong kasih credit penulis nya gua (by DoOs_101).

    Iya solusi 1 rada sulit tapi bisa koq, ada banyak cara, salah satunya rekrut professional dari India atau China. Cara lain adalah melewati jalan yang susah, yaitu mencari professional di dlm negri. Sebetulnya mo org indonesia yg didalem bank ato org luar negri gk merugikan, yg merugikan apabila bank nya dimiliki ama orang luar seperti Indosat dimiliki Temasek jadi ancur...
    saringannya si agak susah si klo yg pertama ambil dari dalam negeri.. klo org luar da terbukti skil ada dan berani kerja tapi bayaran juga pasti ga tanggung..
    tapi klo org dalam negeri? ada yg cmn modal ngomong tapi minta gaji gede haha.. ini yg om gw sering omongin.. klo blom apa2 jgn minta duit dolo, bisa dibenci org.
    http://bit.ly/n86th7

    Graboid free download HD movies

  8. #7
    Menara_Jakarta's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Menara Jakarta
    Posts
    1,890
    Points
    2,829.71
    Thanks: 0 / 7 / 7

    Default

    Nice theory, 8% di 2015 saja sudah sangat bagus, apalagi 12% Indonesia bisa! Nanti bakal ada neologisme Indonesian Century!
    Quote of the week:

    "Indonesia is on the move, get on board." — Forbes Asia
    "The optimist proclaims that we live in the best of all possible worlds; and the pessimist fears this is true." James Branch Cabell

    Vote for Komodo National Park:
    http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/

  9. #8
    tangan_setan5's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    1,616
    Points
    2,025.50
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    Sayang sekali orang Indonesia terutama kelas atas konon dalam sejarah sering sekali tertipu. Modal yang dipinjam berupa 100 milyar, 1 trilliun, dll oleh kaum-kaum superkaya tidak dibalikan, mereka semua tertawa akan kebodohan ini sementara mereka kabur ke negara luar seperti Singapore, Australia, dan Amerika. Hasilnya, dana moneter Indonesia habis diserap oleh para pejabat dan superkaya nakal.
    mreka ga tertawa akan kebodohan dan kabur bgitu aja,,
    bbrapa dari konglomerat yang meminjam uang itu ada yang kepenjara kok,,
    ga usa di sebut namanya, ada yang 2 taun/1 taun penjara,,
    pas zaman megawati,, uang negara yang di pinjem para konglomerat itu di kembalikan,, TAPI, di kembalikannya cuma bbrapa prsen,, salah satu konglomerat yang skrg tnggal di singapura dia minjam 500 Miliar,, di kembalinnya cma skitar 200 miliar,, tapi salahnya pemimpin indonesia ini adalah mereka menerima2 saja yang mengembalikan cma sgitu,, itu pas zaman megawati,,

    salah di presiden dan antek2nya mnurut gw

  10. #9
    ekspresi2nd's Avatar
    Join Date
    Jul 2007
    Posts
    91
    Points
    108.20
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    Iyah, gara2 superkaya nakal singapura jadi negara maju deh, padahal dana moneter indo diserep abis.. tapi kayak kata doos, abandon fear, embrace hope.

  11. #10

    Join Date
    Jul 2007
    Location
    Miawwwwww......
    Posts
    326
    Points
    556.30
    Thanks: 0 / 2 / 2

    Default

    Kebenaran telah terungkap, adakah cara untuk mengembalikan aset yang dicolong superkaya nakal saat krismon?

  12. #11
    -ID_BaRu-'s Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    2,100
    Points
    2,013.90
    Thanks: 33 / 59 / 29

    Default

    1). Krismon'97 terjadi karena kebodohan nepotisme, sekarang ini sistem berjalan.

    Setuju banget.. sejarah tidak akan terulang persis, justru Indonesia akan membentuk sejarah menuju 2030, amin
    still the same guy you know, literally

  13. #12

    Join Date
    Dec 2006
    Location
    Sub-urban city
    Posts
    1,342
    Points
    1,488.10
    Thanks: 1 / 0 / 0

    Default

    Ya setuju namun yang diperlukan sekarang adalah usaha membangun kembali ekonomi indonesia setelah badai krismon'97 andil para pengusaha dan pemerintah juga harus berperan serta disini

  14. #13
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default Be more optimistic, indonesians!

    Most of indonesians are now very pessimistic about their future, some regret why they supported the reform movement 10 years ago (Reformasi). You know what? SO WERE THE RUSSIANS !!! They were frustrated when communism fell, and experienced the worst economic condition in their history.
    Now look at them !

    Prof. Jeffrey Sachs, presidential adviser for 39 developing countries in Asia, South America and the leftovers of USSR, said this very encouraging views..

    "“It is not fair to compare Indonesia with it’s neighboring countries such as Singapore and Malaysia, or any other country in the world in that case. Indonesia has changed from a totally centralized country to a decentralized country virtually overnight. Indonesia has changed from a Dictatorship to a Democracy virtually overnight. Indonesia has changed to a liberal country virtually overnight. No other country has been through what Indonesia has been through virtually overnight. The closest example is the USSR. When the USSR split up, it experienced similar changes to what Indonesia had, virtually overnight. In that condition, Russia’s economy had a NEGATIVE growth that year. In that same condition, Indonesia’s Economy GREW. It had POSITIVE growth. If I were an Indonesian, I would be proud of that achievement. And I would predict a much brighter future".

    http://akhyari.blogspot.com/2008/07/...donesians.html

    Setuju!

  15. #14
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Indonesia seizes 134 million dollars from Suharto son: report

    Indonesia has seized 134 million dollars from a firm linked to Suharto's youngest son, reports said Saturday, in the latest move to bring the ex-dictator's family to account for alleged graft.

    The finance ministry ordered Bank Mandiri to hand over 1.23 trillion rupiah (134 million dollars) belonging to Hutomo "Tommy" Mandala Putra's now-defunct car company Timor Putra Nasional, The Jakarta Post daily reported.

    "(The seizure) is an effort to help secure state assets," Finance Minister Sri Mulyani Indrawati said.

    The move comes amid a protracted legal battle over alleged graft involving the car company, which was granted exclusive rights during Suharto's reign to import South Korean cars and rebadge them as Indonesia's national car.

    The ministry has launched a civil graft case alleging Tommy illegally sold off assets from Timor to five of his companies at a discount to avoid paying off state loans made to the troubled car importer during the 1997 Asian financial crisis.

    The former dictator's son has filed a countersuit against the ministry, accusing it of pursuing the 440 million dollar case in order to justify a freeze on his assets in Guernsey, a British crown dependency off the French coast.

    The countersuit is seeking 21.8 million dollars in compensation and a public apology.

    Tommy, who was reputedly the favourite of the late Suharto, enjoyed favoured access to business deals during the heady years of crony capitalism before the financial crisis and his father's 1998 fall.

    Tommy successfully fought off a separate 61-million-dollar civil corruption case against him in February this year, winning 550,000 dollars in a countersuit.

    One of six children, he also served less than a third of a 15-year jail term for ordering the murder of a Supreme Court judge in July 2002. He was released in October 2006.

    http://news.id.msn.com/regional/arti...mentid=1653350

    Andaikan semua aset yang dicuri superkaya nakal pas 1997 bisa dikembalikan utuh..

  16. #15
    Millich's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    63
    Points
    120.50
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    NICE post...

    Salah satu kendala pertumbuhan ekonomi yg maksimal memang karena perbankan kita kurang liquid karena di porak porandakan krismon.

    Perbankan harus membangun liquiditasnya kembali, cuman kita optimis dengan regulasi perbankan yg semakin fokus ke manajemen resiko yg sehat, conservative tapi juga ekspansif dalam menyalurkan kredit dalam beberapa tahun ini.

    Produk berhasilnya adalah BRI yang barusan masuk fortune 500..Mudah2an dengan pertumbuhan ekonomi yg bagus, inflasi, suku bunga dan mata uang yg STABIL akan ditopang dengan PERMODALAN yang yahud dari perbankan untuk menggenjot ekonomi Indonesia..

    One thing is for sure, pemerintah telah berhasil merestrukturisasi fundamental ekonomi nasional dan perbankan dengan baik.

Page 1 of 4 1234 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •