Selamat Pagi/Siang/Malam.. teman2..
perkenalkan nama saya Gabriel..
saya ingin bercerita tentang perjalanan hidup saya.. selama saya hidup tentunya.
anda mungkin tidak mengenal saya,saya juga tak mengenal anda.
tapi saya akan membagikan cerita hidup saya yang mungkin bagi anda semua tidak penting.
bila anda ingin membaca.. silahkan baca .. dan ambil sisi positifnya..
bila anda tidak ingin membaca.. silahkan close tab di browser anda..
biarkan saya bercerita sebentar.
aku hidup di keluarga yang sebetulnya cukup mapan. berlebih.
ayahku seorang pengusaha tekstil . atau bordir tepatnya.
sampai aku kelas 1 SMP , hidupku sangat bahagia,
aku punya ayah yang bijak, ibu yang baik.. serta saudara-saudara yang selalu mensupportku. menasihatiku.
namun, aku tidak pernah bersyukur.
kenakalan remaja dan pengaruh lingkungan merubah tingkah laku , dan pola pikirku.
aku mulai mengenal rokok, minum2an.. dunia malam.. bahkan sampai ke obat ******* yang mengandung zat adiktif.
1 SMP aku mulai mengenal rokok.. awalnya aku hanya ingin mencoba.. keingintahuanku mematahkan prinsip-prinsip hidup yang ditanamkan ayahku dari kecil. sungguh ironis bukan ?
pertama memang aku hanya mencoba,namun sepertinya nikotin yang terkandung dalam benda itu mulai menyebabkan ketagihan yang luar biasa.
namun aku merokok bukan untuk gaya-gayaan seperti teman2ku.. aku merokok hanya ingin coba2. dan untuk meredakan sakit kepala yang sering kurasakan baru2 ini.. ditambah..
ketika bisnis ayahku mulai bangkrut. ayah ditipu temannya.. teman karibnya dari kecil.. ayah memang orang yang naif. ia terlalu baik. sehingga ayah begitu mudah di "Backstab" oleh temannya.
Ironis.. sungguh ironis..
keluarga kami mulai berantakan.. ayah terkadang menjadi orang yang pemarah.. ditambah lagi kami harus mandi 3 gayung .. untuk menghemat air. kami harus mencopot AC di kamar. sehingga ketika itu aku harus panas2an di kamar.
kami hanya menggunakan kipas angin. sekali lagi untuk menghemat. uang jajan pun mulai berkurang.
saat itu aku kelas 2 SMP .
tapi apa kenyataannya ? aku mulai mengenal minum2an.. dengan alasan "UNTUK MELEPAS STRESS"
padahal jelas2 aku hanya menambah stress kedua orang tua ku. disaat susah aku hanya menghambur-hamburkan uang mereka untuk minum2 bersama teman2. aku menggunakan tameng "gue pusing mikirin keluarga" padahal aku tidak pernah memikirkan mereka.
ayah depresi.
namun sampai sekarang ia belum mengetahui realita tentang diriku.
ayah terkena penyakit darah tinggi. ditambah depresi yang begitu parah.
ia tidak bekerja.. hanya di rumah..
akhirnya penyakit itu sembuh. berkat pertolongan ahli refleksi di bilangan kelapa Gading.
namun aku tidak pernah bersyukur.
kenakalan ku semakin menjadi ketika mengenal dunia gemerlap. ajakan teman2 dan ketatnya godaan lingkungan sekali lagi menjatuhkan prinsip hidup yagn di tanam ayah dari kecil.
aku mengenal obat2an psikotropika. zat adiktif. dan segala macam istilahnya.
namun aku tidak pernah ketagihan. sebab obat yang kumakan tidak membuat aku menjadi kesetanan..
tetapi sepertinya obat itu membuat intelejensia ku berkurang drastis.
aku menjadi sering bengong..
sekali berangkat aku bisa menghabiskan 200 ribu - 300 ribu.
dengan uang siapa ? uang ayah. aku mengumpulkan uang hanya untuk kesenangan semu.
pertengahan kelas 3.. aku mulai mengenal cinta..
aku menyukai seorang wanita dari kelas sebelah..
namun aku ditolak mentah2.. kelakuannya sungguh nakal..
apa yang anda lakukan ketika orang yang anda cintai "nempel2" dengan sahabat anda sendiri ?
kesal bukan ?
ya itu yang saya rasakan.. sangat sakit..
akhirnya pelarian ku hanyalah tempat ******* itu.. tempat yang isinya manusia2 glamour.. dimana yang ada hanya kesenangan semu..
lagi-lagi aku jatuh.
selama 14 tahun aku hidup saat itu.. aku sangat kesepian.. padahal banyak orang yang memperhatikanku.. ironis sekali.
cinta , karir , keuanganku .. semuanya hancur..
aku tidak pernah bersyukur..
berapa waktu yang saya sia-siakan selama ini ?
berapa uang yang sudah saya habiskan untuk segala kesenangan semu tersebut ?
namun aku menyadari..
tiada kata terlambat untuk berubah..
aku mulai meninggalkan kebiasan buruk ku pergi ke tempat2 malam.
aku mulai meninggalkan kebiasan buruk ku untuk minum2..
ayah dan ibu orang yang baik. mereka selalu mendukungku.
tapi apa yang saya lakukan ? saya menyianyiakan mereka.
saya hanya pecundang yang lari dari kenyataan.
saya tidak bisa menerima kebangkrutan ayah.. saya tidak bisa menerima semua itu.
saya hanya mencari sebuah peraduan kosong..
teman. mungkin saya memang orang yang sok tahu, berbicara tentang hidup.. padahal saya masih 16 tahun.
saya mungkin bukan siapa2.. hanya pecundang dimata kalian
tapi saya ingin membagikan kisah saya.
bahwa
hidup itu hanya sekali.. jangan sia-siakan hidup..
waktu untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mu, kau buang begitu saja untuk kesenangan semu.
14 Tahun .. ya 14 Tahun saya hidup jauh dari kebenaran.. saya hidup dalam gelap.
sekarang saya menyadari waktu itu begitu cepat.
paman saya tiga-tiganya sudah meninggal dalam usia muda.. akibat benda2 ******* bernama minuman dan obat2an..
jangan sia-siakan hidup kalian..
sungguh amat sangat disayangkan apabila anda membuang waktu anda..
waktu itu sangat berharga..
pernah saya berpikir.. "apa yang anda lakukan bila anda bisa kembali ke masa lalu ? "
saya menjawab sendiri "tidak akan bisa"
saya tidak akan bisa melawan arus waktu. karena itu pergunakan waktu yang tersisa untuk teman2 sahabat dan keluarga..
ayah yang begitu baik. ibu yang baik. saudara2 yang selalu mendukung anda..
jangan pernah lupakan mereka.
Share This Thread