1. Aron Ralston : Mengamputasi Lengan Bawah Kanannya Untuk Bertahan Di Pegunungan
Spoiler untuk Ralston :
Pada mei 2003, Ketika Aron Ralston sedang melakukan kegiatan canyoneering di Blue John Canyon (Dekat Moab, Utah), sebuah karang tebing terjatuh dan menimpah serta menghancurkan lengan bawah kanannya.
Setelah mencoba selama lima hari untuk mengangkat dan memecahkan karang tersebut, rasa putus asa yang amat sangat membuat dirinya mulai mengukir nama, tanggal lahir dan tanggal kematian dirinya pada karang tersebut, meminum air seninya sendiri karena kekurangan air dan merekam video ucapan selamat tinggal terakhir kalinya kepada keluarganya.
Spoiler untuk Ralston :
Akhirnya, Aron Ralston yang dehidrasi dan berhalusinasi memutuskan untuk menghantamkan lengannya ke sebuah tebing dan mencabut tulang jari dan ulna-nya. Menggunakan pisau tumpul dari peralatan multifungsinya, dia memotong jaringan halus di sekitar daerah lengan yang putus.
Ralston lalu menggunakan semacam tang untuk menyobek otot-otot yang lebih keras dan kuat. Setelah Ralston diselamatkan, lengannya yang putus diperbaiki dan dipindahkan dari tindihan karang oleh pihak tempat wisata yang berwenang. Lengan itu lalu dikremasi dan diberikan kembali kepada Ralston. Ralston lalu kembali ke kawasan tebing tersebut dan meninggalkan abu hasil kremasinya di sana.
Kisah Aron Ralston ini sempat dibuat film dengan judul 127 Hours pada tahun 2010 yang diperankan oleh James Franco.
2. Vesna Vulovic : Pramugari Yang Selamat Dari Serangan ******* Pada Ketinggian 33.000 Kaki
Spoiler untuk Vulovic :
Pada tanggal 26 Januari 1972, sebuah pesawat Yugoslavia DC-9 berangkat dari Kopenhagen menuju Belgrade (Via Zagreb) dengan 28 penumpang dan kru. Pada ketinggian 33.000 kaki, sebuah *** yang berada di area kargo, yang dipasang oleh grup separatis kroasia Ustashe, meledak. Pesawat pun hancur dan menabrak pegunungan.
Dalam sebuah kejadian yang bisa dianggap salah satu kisah bertahan hidup terhebat sepanjang sejarah, seorang pramugari Vesna Vulovic berhasil selamat dari kejadian itu, dalam keadaan duduk di ekor pesawat.
Spoiler untuk Vulovic :
Vulovic yang berumur 22 tahun sebenarnya tidak diperbolehkan di dalam pesawat tersebut. Ketika dia diwawancarai, dia menyatakan bahwa sebenarnya Vesna lainnya (Mungkin nama depannya sama-sama Vesna) yang seharusnya berada di pesawat itu, namun dia senang karena kesalahan nama dan orang tersebut membuat dirinya dapat pergi pertama kalinya ke Denmark. Akibat kecelakaan itu, dia menderita retak tulang tengkorak, dua kaki patah, dan tiga tulang punggung patah, di mana salah satunya hancur dan membuat dirinya lumpuh di area bawah pinggang.
Vulovic menghabiskan waktu beberapa bulan untuk masuk dan keluar Rumah Sakit, beberapa kali operasi membuat dirinya dapat berjalan kembali. Dirinya menjadi seorang selebriti ketika Guinness Book of World Records mengundangnya ke dalam sebuah perayaan di London dengan Sir Paul McCartney. Vulovic tercatat sebagai seseorang yang selamat akibat jatuh dari ketinggian dalam jarak paling tinggi tanpa bantuan parasut. Vulovic sekarang adalah seorang pahlawan nasional di Serbia dan menghabiskan waktunya pada tahun 90an untuk menentang pemerintahan Slobodan Milosevic.
3. Frane Selak : Lolos Dari Sebuah Kereta Yang Tergelincir, Sebuah Pesawat Terbang Tanpa Pintu, Sebuah Kecelakaan Bus, Sebuah Kebakaran Mobil, Dua Kecelakaan Mobil Lainnya, Lalu Memenangkan Lotere Sejuta Dollar!
Spoiler untuk Selak :
Keberuntungan selalu menyelimuti dirinya Atau mungkin sebaliknya, bagi seorang guru musik asal Kroasia, Frane Selak (Lahir 1929) yang terkenal di dunia karena penyelamatan diri spektakuler dari banyak kecelakaan fatal yang menimpah dirinya. Pengalaman pertama yang nyaris merenggut nyawanya berawal pada suatu hari di januari yang dingin tahun 1962, ketika Selak sedang naik kereta ke Dubrovnik, kereta tiba-tiba tergelincir ke dalam sebuah sungai yang beku, menewaskan 17 penumpang. Dia berhasil selamat dengan sebuah lengan patah, dan luka goresan kecil.
Spoiler untuk Selak :
Setahun berikutnya, Selak terbang dari Zagreb ke Rijeka, ketika sebuah pintu secara mendadak lepas dari kokpit pesawat, yang menghempaskan dirinya keluar dari pesawat. Kecelakaan tersebut merenggut nyawa 19 orang, namun ternyata Selak cukup beruntung karena dirinya mendarat persis di timbunan jerami kering, dia sadarkan diri beberapa hari berikutnya di rumah sakit, dengan luka kecil.
Spoiler untuk Selak :
Pada tahun 1966 dirinya mengalami kecelakaan ketiga, yakni pada saat berpergian dengan bus yang kecelakaan dan tercebur ke sungai. Empat orang tewas dalam kecelakaan tersebut, dan luar biasanya, Selak kembali selamat tanpa terluka apapun.
Pada tahun 1970, Selak sedang mengendarai mobil ketika mobilnya terbakar secara tiba-tiba. Dia kembali beruntung karena telah meninggalkan mobil tersebut sebelum tangki bahan bakarnya meledak. Tiga tahun kemudiam, Mobil Selak lainnya terbakar, menyemburkan api melalui ventilasi udara. Kali ini, dalam kejadian yang lebih menakutkan, dirinya kehilangan nyaris semua rambut di kepalanya.
Tahun 1995, Selak sedang berada di Zagreb ketika dirinya ditabrak oleh sebuah bus, dan kembali selamat dengan hanya sedikit luka. Beberapa tahun berikutnya, ketika sedang berkendara di jalan pegunungan, Selak menabrak pembatas jalan untuk menghindari sebuah truk dan dirinya mendarat persis di sebuah pohon, sambil mendapati mobilnya meledak di jurang pada kedalaman 300 kaki.
Spoiler untuk Selak :
Kali ini di tahun 2003, sebuah kejadian bertolak belakang yang mengejutkan terjadi, Selak memenangkan lotere sebesar sejuta dollar (pecahan mata uang Kroasia), membuat dirinya dijuluki “Orang paling tidak beruntung sedunia” Atau “Orang paling beruntung sedunia”.
4. Anatoli Bugorski : Seseorang Yang Selamat Dari Sinar Sebuah Akselerator Partikel
Spoiler untuk Bugorski :
Sebagai seorang peneliti pada sebuah Institusi Fisika Energi Tinggi di Provitno, Bugorski bekerja dengan sebuah akselerator partikel terbesar di Soviet, Synchrotron U-70. Pada tanggal 13 jul 1978, Bugorski sedang memeriksa sebuah bagian peralatan yang malfungsi atau rusak ketika sebuah kecelakaan terjadi akibat gagalnya mekanisme keamanan.
Bugorski sedang bersandar pada bagian peralatan tersebut, ketika dia meletakkan kepalanya pada bagian di mana sinar proton sedang bekerja. Dilaporkan, dirinya melihat sebuah cahaya yang “lebih terang dari ribuan matahari” tetapi tidak merasakan luka apapun.
Sinar tersebut berukuran 200.000 daya radiasi ketika memasuki tengkorak kepala Bugorski dan sekitar 300.000 daya radiasi ketika sinar itu keluar setelah bertabrakan dengan apa yang ada di dalam kepalanya.
Spoiler untuk Bugorski :
Wajah sebelah kiri Bugorski membengkak hingga tak bisa dikenali, dan kemudian beberapa hari berikutnya mengelupas, menjelaskan bagaimana sinar proton telah membakar bagian dalam wajahnya, tulangnya dan jaringan otak di dalamnya.
Dipercaya bahwa sinar dengan daya radiasi 500-600 saja sudah cukup untuk membunuh seseorang, maka Bugorski pun dibawa ke sebuah klinik di Moskow di mana para dokter dapat mengobservasi kematiannya yang diharapkan. Namun ternyata Bugorski mampu bertahan hidup dan bahkan berhasil menamatkan gelar Ph. D nya.
Tidak ada kerusakan yang terjadi pada kapasitas intelektualnya. Namun dirinya harus kehilangan pendengaran di telinga sebelah kiri dan bagian wajah sebelah kirinya ‘membeku’ karena kerusakan jaringan dan tidak dapat menua.
5. Roy Sullivan : Tersambar Petir Tujuh Kali
Spoiler untuk Sullivan :
Roy Sullivan adalah seorang petugas patroli hutan Virginia yang memiliki daya pikat yang luar biasa terhadap petir atau mungkin petir yang punya daya pikat luar biasa terhadap dirinya. Selama 36 tahun karirnya sebagai petugas patroli, Sullivan telah tersambar petir sebanyak tujuh kali dan selalu selamat dari setiap sambaran, namun bukannya tidak terluka sama sekali. Sambaran petir ketujuh-nya membuatnya masuk ke dalam Guinness Book of World Records:
1. Pada 1942, petir pertama menyambar kakinya dan menyebabkan kuku jari jempol kakinya lepas.
2. Pada 1969, petir kedua menyambar bulu matanya dan membuatnya pingsan.
3. Pada 1970, serangan petir menghanguskan bahu kirinya.
4. Pada 1972, petir membakar rambutnya dan Roy harus menyeburkan kepalanya ke dalam sebuah wadah air untuk mendinginkan kepalanya.
5. Pada 7 Agustus 1973, petir lainnya menyambar topinya dan mengenai kepalanya, membuat rambutnya kembali terbakar dan mementalkan dirinya keluar dari truk dan melepaskan sepatu sebelah kirinya.
6. Pada 5 Juni 1976, serangan petir keenam membuat pergelangan kakinya cidera.
7. Pada 25 Juni 1977, serangan petir terakhir ini menyambar Roy Sulllivan hingga dirinya harus dibawa ke rumah sakit dengan luka bakar pada dada dan perutnya.
Istrinya juga pernah tersambar petir sekali, ketika dia dan suaminya sedang menjemur pakaian di teras belakang rumah. Pada 28 September 1983, Roy Sullivan meninggal dunia pada usia 71 tahun karena luka tembak, kali ini tidak ada hubungannya dengan petir.
6. Truman Duncan : Tubuhnya Terbelah Menjadi Dua Karena Terlindas Mobil Kereta
Spoiler untuk Duncan :
Petugas rel mobil kereta Truman Duncan terjatuh persis di depan sebuah mobil kereta yang sedang berjalan. Dia terlindas dan tubuhnya terbelah menjadi dua. Walaupun kehilangan kedua kakinya, dan sebuah ginjal, Duncan memanggil paramedis menggunakan ponselnya, bertahan selamat 45 menit, dan selamat melalui 23 kali operasi bedah.
7. Robert Evans : Selamat Setelah Ditabrak Oleh Mobil, Lalu Oleh Kereta Beberapa Jam Kemudian
Spoiler untuk Evans :
“Dia dilarikan oleh ambulan dua kali tadi malam” Kata polisi. “Itu adalah sebuah ketidaklaziman yang sangat ekstrim di mana seseorang ditabrak oleh mobil dan kereta pada malam yang sama. Aku tak dapat membayangkan hal ini dapat terjadi sebelumnya”.
Pada suatu pagi di bulan September 2008, seorang tunawisma berusia 46 tahun, Robert Evans mendapati dirinya menjadi korban kecelakaan tabrak lari sebuah mobil, dan ketika dirinya sedang jalan pulang dari rumah sakit menuju tempat penampungannya, dia terpental dari sebuah jembatan rel kereta yang sempit ke dalam sungai kecil, bertahan selama tujuh jam atas kecelakaan keduanya tersebut. Polisi berkata Evans tertabrak tangga naik yang berada di sisi sebelah samping kereta. Jembatan rel kereta hanya cukup lebar untuk jalur kereta dan tidak diperbolehkan untuk dilalui oleh pejalan kaki ataupun lainnya.
8. Joe Simpson : Menaklukkan Siula Grande, Terjatuh Ke Dalam Celah Es Sedalam 100 Kaki, Merangkak Selama 3 Hari
Spoiler untuk Simpson :
Joe Simpson dan Simon Yates adalah yang pertama untuk mendaki puncak sebelah barat dari Siula Grande, di pegunungan Andes, Peru.
Spoiler untuk Simpson :
Bencana terjadi ketika dalam perjalanan balik mereka, dan Yates terpaksa kehilangan Simpson yang terluka parah terjatuh ke dalam celah es sedalam 100 kaki. Simpson ternyata berhasil selamat dari peristiwa tersebut dan menghabiskan tiga hari untuk merangkak kembali ke base camp mereka.
9. Mauro Prosperi : Bertahan Hidup 9 Hari Di Gurun Sahara
Spoiler untuk Prosperi :
Prosperi, seorang pelari yang suka akan daya tahan tubuh, mengambil bagian dalam Marathon des Sables (Marathon of the Sands) pada tahun 1994 di Maroko. Ketika sedang melalui lintasan hari ke-6 sepanjang 233 kilometer, sebuah badai pasir terjadi dan menyebabkan Prosperi kehilangan arah. Dia kemudian menjadi kebingungan dan berlari ke arah yang salah, hingga akhirnya berlari beberapa ratus kilometer menuju Algeria. Setelah 36 jam, dia berlari tanpa makanan dan minuman. Dia bertahan hidup dengan meminum air seninya sendiri dan memakan kelelawar yang dia temukan di sebuah mesjid yang tak berpenghuni dan juga ular yang ditemukan di padang pasir.
Spoiler untuk Prosperi :
Tidak berharap untuk mati karena tersiksa terlalu lama, Prosperi memutuskan untuk bunuh diri di dalam mesjid dengan memutus urat nadinya dengan sebuah pisau kecil yang dia miliki. Usaha yang dia lakukan ternyata gagal, dikarenakan dehidrasi, darah Prosperi mengental dan menggumpali lukanya sebelum dia nyaris mati.
Setelah 9 hari sendirian di gurun, dia akhirnya ditemukan oleh sebuah keluarga nomaden dan dibawa ke penampungan militer Algeria dan lalu dibawa ke rumah sakit. Dia tersesat sejauh 186 mil dan kehilangan berat badannya sekitar 30 hingga 40 pounds (18 kg).
SUMBER :CLICK!
Share This Thread