Page 26 of 32 FirstFirst ... 16222324252627282930 ... LastLast
Results 376 to 390 of 469
http://idgs.in/11062
  1. #376
    CrL-bLaCk-'s Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    -
    Posts
    10,051
    Points
    15,892.40
    Thanks: 13 / 232 / 105

    Default

    Sanksi Iran: Selangkah ke Irak II
    Sumber : okezone.com

    Penjatuhan sanksi sepihak Amerika Serikat (AS) terhadap Iran menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga minyak mentah hingga menembus USD92,22 per barel. Sanksi itu juga memperkuat anggapan bahwa AS sudah selangkah lebih maju menuju perang melawan Iran.

    Di antara isi sanksi AS terhadap Iran adalah tuduhan terhadap Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang menyebarkan senjata pemusnah massal. Selain itu, AS menuding Pasukan Elite Quds, yang berada di bawah IRGC, sebagai pendukung terorisme. Ditambah lagi, pekan lalu Presiden AS George W Bush melontarkan pernyataan bahwa Iran dengan senjata nuklir dapat memicu terjadinya "Perang Dunia III". Wakil Presiden **** Cheney, Minggu (21/10), juga mengindikasikan bahwa Iran akan mendapatkan "konsekuensi serius", kecuali jika bersedia memenuhi tuntutan Barat.

    Bahasa yang digunakan Cheney ini mirip dengan isi Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB 2002 yang memperingatkan pemimpin Irak Saddam Hussein. Dalam resolusi itu dikatakan, Saddam akan memperoleh "konsekuensi serius", kecuali dia bersedia memusnahkan senjata pemusnah massal yang akhirnya tidak terbukti keberadaannya. Menyusul penjatuhan sanksi, Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice menawarkan pertemuan dengan pihak Iran untuk bicara kapan pun dan di mana pun.

    Pembicaraan ini diharapkan dapat mengarahkan Teheran sepakat menghentikan program pengayaan uranium. Penentangan Iran terhadap tuntutan DK PBB untuk menghentikan aktivitas nuklir telah melahirkan penjatuhan dua resolusi sanksi ekonomi. Barat berupaya menjatuhkan sanksi ketiga, namun dihalangi oleh Rusia dan China. Manochehr Dorraj, profesor dari Texas Christian University, memprediksi Iran akan bersikeras meneruskan program yang diklaim untuk kepentingan damai itu.

    Jika demikian adanya, pemerintah Bush dapat berargumentasi bahwa sanksi telah gagal dan opsi militer merupakan satu-satunya alternatif. Para analis mempertanyakan efektivitas sanksi ini karena tanpa dukungan PBB. Selain itu, kubu oposisi pemerintah, Partai Demokrat, memandang kebijakan Bush kali ini mempertegas genderang perang dengan Iran. "Setiap hari, retorika konfrontasi dari AS maupun Iran semakin keras. Presiden Bush harus mengerti, Kongres tidak akan tinggal diam ketika pemerintahannya merencanakan sebuah perang lain," kata Senator Robert Byrd dari Partai Demokrat.

    Di sisi lain, Gedung Putih menyangkal anggapan bahwa ada hubungan paralel antara perang di Irak dengan penjatuhan sanksi terhadap Iran. "Saya kira tidak ada hubungan paralel apa pun. Kami berkomitmen pada proses diplomasi," kata Tony Fratto, Juru Bicara Gedung Putih.

    Meski demikian, Washington tidak menutup kemungkinan memilih opsi aksi militer. "Kami tidak pernah menutup kemungkinan ke arah sana, namun proses diplomatiklah yang kami inginkan," lanjut Fratto.

    Merespons sanksi sepihak yang dijatuhkan AS, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Iran Mohammad Ali Hosseini mengindikasikan bahwa langkah tersebut akan berujung pada kegagalan. "Kebijakan permusuhan AS terhadap rakyat dan institusi legal Iran bertentangan dengan hukum internasional, tanpa nilai, dan akan mengalami kegagalan. Sama seperti yang dulu," kata Hosseini.

    Analis Iran menyatakan, langkah Washington menuding Garda hanya semakin menambah ketegangan, terutama terkait isu nuklir Iran. "Jika satu pihak menyerang Garda Revolusi, itu berarti dia ingin menyerang Iran seutuhnya," kata Hamidreza Jalaeipour, profesor dari Tehran University. Bagi pemerintahan Presiden Bush, Teheran merupakan salah satu anggota negara "poros ***** (axis of evil)", yang mendukung kelompok pengacau pasukan AS di Irak dan berupaya membuat senjata nuklir. Tuduhan ini disangkal keras oleh Teheran.

  2. Hot Ad
  3. #377
    CrL-bLaCk-'s Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    -
    Posts
    10,051
    Points
    15,892.40
    Thanks: 13 / 232 / 105

    Default

    Ketua IAEA : Tak Ada Bukti Iran Membuat Senjata Nuklir
    Sumber : ANTARA News

    Ketua badan pengawas nuklir PBB, Mohamed ElBaradei, mengemukakan, Minggu, dia tidak memiliki bukti bahwa Iran sedang aktif membuat *** nuklir.

    "Saya belum mendapat informasi apapun bahwa saat ini berlangsung program senjata nuklir yang aktif secara konkret," kata direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tersebut kepada CNN. Dia mengingatkan bahwa ancaman AS itu seperti "menyiram bensin ke api".

    "Meskipun jika Iran akan membuat senjata nuklir...setidak-tidaknya mereka masih butuh beberapa tahun lagi untuk memiliki senjata seperti itu," katanya, mengutip penilaian dari para pejabat AS sendiri, yang dilansir AFP.

    "Pada tahap sekarang kita perlu meneruskan usaha lewat diplomasi yang kreatif...karena saya tidak melihat adanya solusi lain kecuali diplomasi dan inspeksi," kata ElBaradei.

    Gedung Putih, Jumat, menolak adanya kesamaan antara pernyataan mereka terhadap Iran dengan persiapan saat akan menyerbu Irak.

    "Kami sepenuh hati ikut proses diplomatik," kata juru bicara Gedung Putih, Tony Fratto kepada para wartawan, namun mengatakan bahwa mengesampingkan pengerahan militer adalah sesuatu yang "kurang bijaksana".

    Dalam bulan-bulan terakhir, Bush telah meramal tentang "holocaust (bencana besar) nuklir" dan "Perang Dunia III", jika Iran memiliki senjata nuklir. Wapres **** Cheney menyebut "konsekuensi berat" bagi Iran jika menolak tuntutan global untuk membekukan program nuklir mereka.

    ElBaradei mengemukakan jika AS memiliki informasi lebih banyak dibanding IAEA mengenai program nuklir Iran, dirinya "akan sangat senang menerima dan menindaklanjutinya."

    Dia mengemukakan "kami saat ini belum dapat memberi izin (program nuklir) kepada Iran karena masih banyak tanda tanya."

    "Tapi apakah kami telah melihat bahwa Iran memiliki bahan nuklir yang akan siap dijadikan senjata? Tidak. Apakah kami melihat program persenjataan yagn aktif? tidak," katanya.

    "Perang kata-kata" tidak akan menyelesaikan masalah nuklir Iran, kata ElBaradei, lalu menyebut perundingan yang masih berlangsung dengan Korea Utara sebagai contoh untuk menangani kasus Iran.

    Dia mengingatkan bahwa pengunaan militer dapat memicu "lautan api" global.

  4. #378
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Amerika Tidak Berani Serang
    Keyakinan Iran Tanggapi Sanksi Negeri Tersebut


    TEHERAN - Sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) kepada Iran untuk membatasi aktivitas Garda Revolusi direaksi keras pemerintahan Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Menurut mereka, keputusan sepihak itu sama sekali tidak bisa diterima. Negeri itu menegaskan tidak akan terpengaruh sanksi tersebut dan siap membalas aksi militer AS yang masih sangat mungkin dilancarkan.

    Tanggapan pemerintah Iran atas sanksi AS itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mohammad Ali Hosseini kemarin. "Sanksi AS tersebut sama sekali tidak efektif dan tidak akan berguna. Seperti yang sudah-sudah, sanksi yang dijatuhkan AS tersebut akan menemui kegagalan," tandasnya.

    Namun, menurut mereka, sanksi ekonomi menarget Garda Revolusi tersebut justru akan semakin meningkatkan ketegangan hubungan AS-Iran. Terutama, terkait krisis nuklir yang tak kunjung usai.

    Makin tegangnya hubungan AS-Iran itu kembali memunculkan wacana aksi militer yang hingga kini belum dihapus dari agenda sanksi Washington. Namun, Iran yang sejak semula tidak gentar dengan ancaman tersebut yakin bahwa kecil kemungkinan AS menyerang. "Amerika sangat paham bahwa meskipun mereka yang mengawali serangan, bukan mereka yang akan mengakhiri. Dan, serangan semacam itu justru akan mengantarkan mereka pada kehancuran," papar Menteri Dalam Negeri Mustafa Pourmohammadi.

    Kendati demikian, Pourmohammadi menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika AS benar-benar melancarkan aksi militer. "Saya bersumpah, siapa pun yang menyerang Iran akan kewalahan menghadapi serangan balik kami," ujarnya di sela kunjungannya ke Kuwait, seperti dikutip Kantor Berita Pemerintah Iran IRNA kemarin.

    Pernyataan yang sama juga diungkapkan Pimpinan Garda Revolusi Iran Jenderal Muhammad Ali Jafari. Dia berjanji membalas setiap serangan yang dialamatkan ke Iran jauh lebih kejam.

    "Saya tidak menganggap hal tersebut sebagai ancaman. Republik Islam Iran memiliki keyakinan dan kekuatan yang bersumber pada kepercayaan rakyat. Digabungkan dengan pengalaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi, kekuatan Iran akan berubah menjadi sistem pertahanan yang luar biasa tangguh," urai Jafari. Menurut dia, AS sudah paham benar karakteristik Iran. Karena itu, dia tidak yakin bahwa Negeri Paman Sam akan membuktikan "bualan"-nya tentang menyerang Iran.

    Kamis (25/10) Washington mengumumkan sanksi untuk Iran dengan sasaran utama Garda Revolusi yang dituding mengobarkan terorisme di Iraq. Sejak sanksi itu berlaku efektif, seluruh perusahaan AS tidak diperkenankan lagi bekerja sama dengan cabang-cabang bisnis Iran yang memiliki hubungan dengan Garda Revolusi.

    Sebab, selain menjadi salah satu komponen terkuat militer Iran, Garda Revolusi merupakan pilar ekonomi Negeri Persia tersebut. Diharapkan, dengan cara itu, Garda Revolusi melunak dan menghentikan aktivitas "teror"-nya.

    Selain memutuskan hubungan bisnis dengan perusahaan-perusahaan berbau Garda Revolusi, AS mengimbau bank-bank internasional menerapkan kebijakan yang sama. Cara itu ditempuh untuk melemahkan Garda Revolusi yang diduga kuat mendanai aktivitas teror di Iraq. AS berharap, blacklist sejumlah bank internasional terhadap Garda Revolusi bisa mengurangi ancaman terorisme terhadap negaranya.
    http://www.jawapos.co.id/index.php?a...il_c&id=309565

  5. #379
    bluedarknezz's Avatar
    Join Date
    Mar 2007
    Location
    Nothingness
    Posts
    1,186
    Points
    238.60
    Thanks: 1 / 6 / 4

    Default

    kalo ada perang lagi saya yakin itu bakalan jadi perang terakhir didunia ini
    melihat tekhnologi di dunia yg makin berkembang
    maka perang sebenarnya dimenangkan oleh bangsa yg kaya
    kalo dilihat antara iran vs Usa
    disini USA memang memiliki kekayaan yg super
    tapi hal yg harus diperhatikan juga bahwa amrik punya banyak musuh
    iran yg mungkin hanya negara kecil bisa melawan amrik
    presidennya iran keknya jago mbanged masalah propaganda
    klo gini terus bakal tambah banyak negara yg pro ama iran
    n ally iran makin banyak
    masih banyak peluang disni
    tapi yg saya takutkan adalah ini akan menjadi LAST WAR buat bumi
    efek nuklir yg sangat yg berbahaya bagi alam akan merusak keseimbangan alam

    hahahaha

    (ngemeng opo toh jon?)

    "Time you enjoy wasting, is not wasted time" - John Lennon.

  6. #380
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default



    A top general in Iran's Revolutionary Guards on Monday warned that his forces were ready "if necessary" to carry out suicide operations in the Gulf region, amid rising tensions with the United States.

    The general said the Guards' Basij militia were still inspired by the memory of 13-year-old Mohammad Hossein Fahmideh who became a national hero after blowing himself up under an Iraqi tank in the 1980-1988 war.

    The Basij militia is part of the Guards' military apparatus.

    Brigadier General Ali Fahdavi, deputy head of the Revolutionary Guards' naval forces, said "if necessary we will take advantage of the element of martyrdom-seeking."

    "This spirit is prevailing now throughout the Revolutionary Guards," he added, according to the Fars news agency.

    The Basij, which has an estimated 10 million members, last month came under the direct command of the new commander of the Revolutionary Guards, General Mohammad Ali Jaafari.

    "The fruit of the close cooperation that has been started between Basij and the Revolutionary Guards will be manifested only when enemies reach a stage of stupidity that poses a practical threat against this land," said Fahdavi.

    "They have taken an example from Shahid (martyr) Fahmideh," Fahdavi said. "The scene of the [Arabian] Gulf and strategic Strait of Hormuz is such that even a small operation can have a big impact," he added.

    Thousands of Iranians volunteered for "martyrdom-seeking operations" during the Iran-Iraq war to clear minefields, and people have continued to do so on occasion since then, although their willingness has not been put to the test.

    The United States has never ruled out military action against Iran to end its defiance over its controversial nuclear programme.

    Iranian military and political leaders have vowed never to initiate an attack but have also warned of a crushing response to any strike against its territory.

    Fahdavi also repeated warnings of disruption to oil supplies through the key shipping channel the Straits of Hormuz.

    "The future of the world's energy is in this region. Therefore, the importance of the [Arabian] Gulf and Strait of Hormuz is not comparable with anywhere else."

    The White House has recently ramped up its rhetoric against Iran, warning the world about "nuclear holocaust" and "World War III" if Tehran gets atomic weapons.

    Washington on Thursday announced a new set of unilateral sanctions against the Revolutionary Guards, accused of spreading weapons of mass destruction, and its elite Quds Force, which was designated as a supporter of terrorism.

    Washington accuses Tehran of seeking nuclear weapons. Iran, however, insists that it wants only to generate electricity for a growing population.
    http://www.alarabiya.net/articles/2007/10/29/40981.html

    damai plzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz............

  7. #381

    Join Date
    Nov 2006
    Posts
    23
    Points
    31.81
    Thanks: 1 / 0 / 0

    Default

    Misal Lo Jadi Polisi....
    Trus Ada Anggota Kamtib Yg Gembar Gembor Mau Ancurin Tuh Kampung 'x' Dari Peta Jakarta.

    Masi Maukah Anda Mengasih Tuh Senjata Anda Kpd Kamtib?
    --------------------------------------------------------------------------
    Misal Ada Anggota Satpam Yg Santun Dan Tak Pernah Kluarkan Statement2 Offensive.
    Dan Dia Menurut Serta Tunduk Pada Anda
    Dia Mau Pinjem Pistol Buat Nembak Tikus...
    --------------------------------------------------------------------------

    Silahkan Pilih Aja Mana Yg Anda Percayai

  8. #382
    CrL-bLaCk-'s Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    -
    Posts
    10,051
    Points
    15,892.40
    Thanks: 13 / 232 / 105

    Default

    Iran Siapkan Serangan Bunuh Diri
    Sumber : okezone.com

    Komandan Angkatan Laut Iran Jendral Ali Fadavi mengatakan, pasukannya siap melakukan misi bunuh diri dalam menghadapi serangan kekuatan asing di Teluk Persia.

    Kepada Fars News Agency Fadavi menegaskan, serangan semacam itu merupakan salah satu kunci sukses Iran dalam menghadapi militer Irak pada 1980–88 silam. "Jika diperlukan, kami akan menggunakan elemen pasukan mati syahid dan kami akan menjadi orang-orang Ashura," ujar Fadavi merujuk pada hari kematian Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW.

    Lebih lanjut Fadavi mengatakan, pasukannya, sukarelawan Basiji, siap mengikuti jejak Hossein Fahmideh, bocah 13 tahun yang meledakkan tank Irak dengan *** bunuh diri. "Mereka sangat ingin mengikuti jejak Fahmideh. Mereka siap memberikan hidup mereka kepada Tuhan. Inilah yang menjadi kekuatan utama Garda Revolusi Iran," jelasnya.

    Fadavi juga mengatakan, saat ini pasukannya, termasuk pasukan sukarelawan Basiji tengah berlatih keras untuk dapat meningkatkan kemampuan berperangnya. Fadavi tidak merinci siapa yang akan menjadi target serangan militer Iran. Pernyataan tegas Fadavi ini dirilis di tengah ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Teheran.

    Sebelumnya, Washington menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap pasukan Garda Revolusi Iran dan Pasukan Khusus Quds. Sanksi ini adalah yang terberat sejak kedua negara memutuskan hubungan bilateral pada 1980-an. Gedung Putih beranggapan dua kekuatan militer Iran tersebut mendukung perjuangan milisi Irak dan Afghanistan.

    Selain itu, Washington menuduh Garda Revolusi Iran dan Pasukan Khusus Quds sebagai kekuatan utama pendukung proyek nuklir Teheran.

    Dari Prancis dilaporkan, Menteri Pertahanan Prancis Herve Morin dini hari tadi menyangkal komentar Ketua Badan Energi Atom Dunia (IAEA) Mohamed ElBaradei yang menyatakan, Iran baru akan mampu memproduksi *** nuklir paling cepat tiga tahun mendatang. Kepada wartawan di Abu Dhabi, Morin mengatakan Iran mampu membuat senjata pemusnah massal lebih cepat dari yang diperkirakan IAEA.

    Link : http://www.okezone.com/index.php?opt...495&Itemid=218

    Wah ini sich namanya serangan yang nekad, bahkan sampai melakukan *** bunuh diri. Ngeri banget..

  9. #383
    CrL-bLaCk-'s Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    -
    Posts
    10,051
    Points
    15,892.40
    Thanks: 13 / 232 / 105

    Default

    Jutaan Rakyat Iran Siap Mati Syahid
    Sumber : okezone.com

    Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dini hari tadi mengungkapkan, jutaan rakyat Iran saat ini siap mati syahid demi membela negara. Di hadapan ratusan ribu siswa Basij -pasukan suka rela di bawah kendali Garda Revolusi Iran- Ahmadinejad mengatakan, mereka (pasukan Basij) kini lebih siap dan lebih terampil dalam menghadapi kekuatan asing.

    "Musuh-musuh Iran harus tahu bahwa saat ini jutaan Fahmideh telah siap menghadapi serangan asing. Mereka kini lebih terampil dan lebih terlatih," papar Ahmadinejad, Rabu (31/10/2007), merujuk pada seorang pemuda berusia 13 tahun (Mohammad Hosseini Famideh) yang tewas saat akan meledakkan tank Irak pada masa perang Iran-Irak (1980-an).

    Pernyataan Ahmadinejad ini disampaikan sehari setelah Wakil Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Jendral Ali Fahdavi menegaskan, semua anak buahnya siap menggelar serangan bunuh diri. Fahdavi mengatakan, serangan tersebut adalah salah satu yang paling mematikan.

    Pernyataan kedua petinggi Iran ini merupakan respons atas putusan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang belum lama ini menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Garda Revolusi Iran dan Pasukan Khusus Quds. Sanksi ini diyakini sebagai langkah awal Pentagon untuk menyerang Iran.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov usai bertemu Presiden Ahmadinejad di Teheran dini hari tadi menyatakan, Moskow siap mendukung proyek nuklir Iran. Lavrov juga mengecam sanksi sepihak AS terhadap Iran. "Sanksi terhadap Iran tidak akan membantu banyak. Justru sanksi seperti itu akan menjadikan segalanya lebih buruk. Kami mendukung upaya diplomasi untuk menyelesaikan konflik nuklir Iran," paparnya, dikutip Interfax.

    Link : http://www.okezone.com/index.php?opt...519&Itemid=218

    Ternyata rasa nasionalis warga negara Iran untuk membela negaranya sangat tinggi, bahkan mereka rela mati untuk mempertahankan negaranya, salud d.

  10. #384
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Iran Akan Lakukan Pembicaraan dengan AS

    Baghdad (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki, Rabu mengatakan, Iran berkeinginan melakukan pembicaraan dengan AS menyangkut keamanan Irak.

    Mottaki mengatakan, pihaknya menilai prakarsa AS untuk melakukan dialog dengan Iran merupakan suatu langkah positif.

    Menlu Iran itu mengatakan, pembicaraannya dengan AS akan terfokus pada Irak dan pasukan AS di sana, dan menambahkan bahwa para diplomat Iran yang ditahan AS harus dibebaskan.

    Menurut dia, pemerintah Irak sepatutnya bertanggungjawab atas pembebasan mereka.

    AS telah berulang kali menuduh Iran terlibat aksi kekerasan di Irak melalui dukungannya pada gerilyawan Syi`ah.

    Duta Besar AS untuk Irak Ryan Crocker telah melakukan pertemuan dua kali dalam tahun ini dengan mitranya dari Irak, Duber Hassan Kazemi-Qomi, mengenai peran Iran.

    Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Sean McCormack, telah menanggapi bahwa ketika "saluran" pembicaraan antara kedua pihak masih terbuka, AS saat ini belum berencana mengejar kesempatan itu.

    Mottaki telah tiba di Baghdad pada Rabu dalam upaya mencari jalan keluar krisis Irak-Turki.

    Dalam jumpa pers bersama dengan Mottaki, Menlu Irak Hoshyar Zebari mengatakan, Irak telah mencapai langkah maju dalam upayanya membebaskan delapan tentara Turki yang diculik oleh Partai Pekerja Kursi (PKK) yang berpangkalan di Irak utara, demikian DPA.(*)

    http://www.antara.co.id/arc/2007/11/...aan-dengan-as/

  11. #385
    ReynerRain's Avatar
    Join Date
    Oct 2007
    Location
    rumahku istanaku.......^^_
    Posts
    252
    Points
    278.90
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    Wah seru neh..

    Hmm...
    ada PD 3.wuih seremmm

    Indonesia ikutan gak ya???

    hmmm jadi sekutu apa ne indo ato hanya diam aja


    yang rame ma gini nih ..

    Setiap benua perang Eropa lawan Asia Australi n afrika lawan amerika..pecah dueh PD 3

    tp pasti ga enak ,kita ga isa maen dota lagi.wkwk.SAalam kenal kk

  12. #386
    CrL-bLaCk-'s Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    -
    Posts
    10,051
    Points
    15,892.40
    Thanks: 13 / 232 / 105

    Default

    Iran Akan Lakukan Pembicaraan dengan AS
    Sumber : ANTARA News

    Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki, Rabu mengatakan, Iran berkeinginan melakukan pembicaraan dengan AS menyangkut keamanan Irak.

    Mottaki mengatakan, pihaknya menilai prakarsa AS untuk melakukan dialog dengan Iran merupakan suatu langkah positif.

    Menlu Iran itu mengatakan, pembicaraannya dengan AS akan terfokus pada Irak dan pasukan AS di sana, dan menambahkan bahwa para diplomat Iran yang ditahan AS harus dibebaskan.

    Menurut dia, pemerintah Irak sepatutnya bertanggungjawab atas pembebasan mereka.

    AS telah berulang kali menuduh Iran terlibat aksi kekerasan di Irak melalui dukungannya pada gerilyawan Syi`ah.

    Duta Besar AS untuk Irak Ryan Crocker telah melakukan pertemuan dua kali dalam tahun ini dengan mitranya dari Irak, Duber Hassan Kazemi-Qomi, mengenai peran Iran.

    Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Sean McCormack, telah menanggapi bahwa ketika "saluran" pembicaraan antara kedua pihak masih terbuka, AS saat ini belum berencana mengejar kesempatan itu.

    Mottaki telah tiba di Baghdad pada Rabu dalam upaya mencari jalan keluar krisis Irak-Turki.

    Dalam jumpa pers bersama dengan Mottaki, Menlu Irak Hoshyar Zebari mengatakan, Irak telah mencapai langkah maju dalam upayanya membebaskan delapan tentara Turki yang diculik oleh Partai Pekerja Kursi (PKK) yang berpangkalan di Irak utara, demikian DPA.

    Link : http://www.antara.co.id/arc/2007/11/...aan-dengan-as/

    Semoga pembicaraan antara kedua negara dapat membawa dampak positif bagi semua pihak.

  13. #387
    Trademaks's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    Indonesia
    Posts
    1,946
    Points
    3,106.70
    Thanks: 3 / 3 / 3

    Default Iran Ingatkan Eropa Tak Mengekor AS



    TEHERAN - Kali pertama sejak dijatuhkannya sanksi ekonomi atas Iran oleh Amerika Serikat (AS) pekan lalu, Presiden Mahmoud Ahmadinejad angkat suara. Kemarin (1/11), pemimpin 51 tahun itu memperingatkan negara-negara Eropa sekutu AS untuk tidak mengikuti langkah sepihak tersebut. Bahkan, dia mengancam bakal melancarkan aksi balasan terhadap negara-negara sekutu AS yang ikut-ikutan memberi sanksi.

    "Jika mereka (negara-negara Eropa, Red) berencana bekerja sama dengan musuh Iran, kami tidak akan menerjemahkannya sebagai tindakan bersahabat. Kami akan membalasnya," tandas Ahmadinejad seusai meresmikan kompleks petrokimia di sebelah selatan Pelabuhan Asalouyeh, sekitar 1.500 km dari Kota Teheran. Selain itu, dia menentang ancaman sanksi ketiga PBB yang terkait dengan program nuklir Iran. Menurut mantan komandan Garda Revolusi tersebut, era resolusi dan sanksi PBB sudah berlalu.

    Melalui sanksi ekonomi yang diumumkan Menteri Luar Negeri Condoleezza "Condi" Rice itu, AS secara resmi melarang perusahaan bekerja sama dengan Garda Revolusi Iran. Sebab, selain menjadi unit militer terkuat, Garda Revolusi merupakan salah satu pilar utama penyokong ekonomi Iran. Hingga saat ini, pasukan elite tersebut mengelola beberapa bisnis penting di Iran. Termasuk, minyak bumi dan konstruksi. Di bawah sanksi ekonomi AS, sejumlah bank dan firma internasional juga dilarang terlibat dalam bisnis yang berbau Garda Revolusi Iran.

    Langkah sepihak AS itu jelas membuat pemerintahan Ahmadinejad geram. Hubungan Iran-AS yang sudah rusak sejak 1979 kini menjadi semakin parah. Iran pun tidak menginginkan sanksi ekonomi yang sama sekali tidak bisa diterima tersebut diikuti oleh negara-negara Eropa sekutu AS. Lebih-lebih, saat ini, hubungan ekonomi Iran dan beberapa negara Eropa sedang baik. "Kalian, bangsa-bangsa Eropa, tahu persis apa yang akan terjadi dalam bidang ekonomi jika Iran melancarkan balas dendam," seru Ahmadinejad.

    Menurut Kantor Berita Pemerintah Iran IRNA, Ahmadinejad mengatakan bahwa sanksi AS itu berpotensi merusak hubungan ekonomi negerinya dengan Eropa. Namun, ditambahkan mantan wali kota Teheran tersebut, Eropa-lah yang akan menanggung kerugian terbesar. "Kalian, negara-negara Eropa, lebih membutuhkan kami," ujarnya. Sebab, sebagai negara penghasil minyak kedua OPEC, Iran telah berhasil menggaet sebagian besar perusahaan Eropa sebagai mitra.

    Bersamaan dengan itu, mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani mengimbau masyarakat untuk mewaspadai aksi "tiba-tiba" AS. Imbauan tersebut muncul dari kekhawatiran dia terhadap aksi militer AS. Sebab, hingga saat ini, Negeri Paman Sam itu tidak bersedia mencabut opsi militer dari agenda sanksi. "Sejak revolusi (Islam 1979, Red), musuh telah menggagas serangkaian skenario serangan. Tapi, saat ini, situasinya sama sekali tidak bisa diprediksi. Seluruh masyarakat harus waspada."


    referensi : http://www.indopos.co.id/

    Ketegangan pada kedua pihak dan akhir - akhir ini ketegangan itu makin memanas, seiring dengan dibawanya isu ini ke Dewan Keamanan (DK) PBB.

    Bahkan Iran mengancam akan melanjutkan pengayaan uranium berskala penuh jika pengawas nuklir PBB memaksakan sanksi atas program nuklirnya.

    Sementara pemerintah AS mengancam kemungkinan adanya konsekuensi menyakitkan bagi Iran.

    Masih adakah jalur alternatif untuk menyelesaikan masalah ini ?

    Perang itukah jalan terakhir ?

  14. #388
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Quote Originally Posted by Trademaks View Post


    TEHERAN - Kali pertama sejak dijatuhkannya sanksi ekonomi atas Iran oleh Amerika Serikat (AS) pekan lalu, Presiden Mahmoud Ahmadinejad angkat suara. Kemarin (1/11), pemimpin 51 tahun itu memperingatkan negara-negara Eropa sekutu AS untuk tidak mengikuti langkah sepihak tersebut. Bahkan, dia mengancam bakal melancarkan aksi balasan terhadap negara-negara sekutu AS yang ikut-ikutan memberi sanksi.

    "Jika mereka (negara-negara Eropa, Red) berencana bekerja sama dengan musuh Iran, kami tidak akan menerjemahkannya sebagai tindakan bersahabat. Kami akan membalasnya," tandas Ahmadinejad seusai meresmikan kompleks petrokimia di sebelah selatan Pelabuhan Asalouyeh, sekitar 1.500 km dari Kota Teheran. Selain itu, dia menentang ancaman sanksi ketiga PBB yang terkait dengan program nuklir Iran. Menurut mantan komandan Garda Revolusi tersebut, era resolusi dan sanksi PBB sudah berlalu.

    Melalui sanksi ekonomi yang diumumkan Menteri Luar Negeri Condoleezza "Condi" Rice itu, AS secara resmi melarang perusahaan bekerja sama dengan Garda Revolusi Iran. Sebab, selain menjadi unit militer terkuat, Garda Revolusi merupakan salah satu pilar utama penyokong ekonomi Iran. Hingga saat ini, pasukan elite tersebut mengelola beberapa bisnis penting di Iran. Termasuk, minyak bumi dan konstruksi. Di bawah sanksi ekonomi AS, sejumlah bank dan firma internasional juga dilarang terlibat dalam bisnis yang berbau Garda Revolusi Iran.

    Langkah sepihak AS itu jelas membuat pemerintahan Ahmadinejad geram. Hubungan Iran-AS yang sudah rusak sejak 1979 kini menjadi semakin parah. Iran pun tidak menginginkan sanksi ekonomi yang sama sekali tidak bisa diterima tersebut diikuti oleh negara-negara Eropa sekutu AS. Lebih-lebih, saat ini, hubungan ekonomi Iran dan beberapa negara Eropa sedang baik. "Kalian, bangsa-bangsa Eropa, tahu persis apa yang akan terjadi dalam bidang ekonomi jika Iran melancarkan balas dendam," seru Ahmadinejad.

    Menurut Kantor Berita Pemerintah Iran IRNA, Ahmadinejad mengatakan bahwa sanksi AS itu berpotensi merusak hubungan ekonomi negerinya dengan Eropa. Namun, ditambahkan mantan wali kota Teheran tersebut, Eropa-lah yang akan menanggung kerugian terbesar. "Kalian, negara-negara Eropa, lebih membutuhkan kami," ujarnya. Sebab, sebagai negara penghasil minyak kedua OPEC, Iran telah berhasil menggaet sebagian besar perusahaan Eropa sebagai mitra.

    Bersamaan dengan itu, mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani mengimbau masyarakat untuk mewaspadai aksi "tiba-tiba" AS. Imbauan tersebut muncul dari kekhawatiran dia terhadap aksi militer AS. Sebab, hingga saat ini, Negeri Paman Sam itu tidak bersedia mencabut opsi militer dari agenda sanksi. "Sejak revolusi (Islam 1979, Red), musuh telah menggagas serangkaian skenario serangan. Tapi, saat ini, situasinya sama sekali tidak bisa diprediksi. Seluruh masyarakat harus waspada."


    referensi : http://www.indopos.co.id/

    Ketegangan pada kedua pihak dan akhir - akhir ini ketegangan itu makin memanas, seiring dengan dibawanya isu ini ke Dewan Keamanan (DK) PBB.

    Bahkan Iran mengancam akan melanjutkan pengayaan uranium berskala penuh jika pengawas nuklir PBB memaksakan sanksi atas program nuklirnya.

    Sementara pemerintah AS mengancam kemungkinan adanya konsekuensi menyakitkan bagi Iran.

    Masih adakah jalur alternatif untuk menyelesaikan masalah ini ?

    Perang itukah jalan terakhir ?
    duh jangan sampe perang, ini aja ga perang harga minyak mentah udah melejit, apalagi perang!

  15. #389

    Join Date
    Nov 2006
    Location
    Bandung-Makassar-Jakarta-Toraja
    Posts
    2,132
    Points
    2,761.00
    Thanks: 0 / 2

    Default

    jgn perang donk....
    Kita Indonesia harus ambil jalan tengah agar terjadi perdamaian........
    byk Korban lagi entar......

  16. #390
    zaburo's Avatar
    Join Date
    Aug 2007
    Location
    banDoeng the city of FloweR
    Posts
    50
    Points
    56.00
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    benernya mnurut gw, bgsnya indonesia mendukung iran lewat jalur blakang aja, dipikir program nuklir iran yg sekarang dipermasalahkan tidak diketahui bentuknya kan, pihak amerika mengklaim sebagai *** nuklir, tapi teheran mengklaim bahwa program nuklirnya untuk energi, so..kalo menurut gw itu hak iran secara absolut, mau dia ngembangin *** kek, pembangkit energi kek, itu urusan dalam negri yg ga bsa dicampurtangani pihak asing terkecuali yang ada hubungannya dengan pihak itu, misalpun ingin diawasi kemajuannya, ya kirim aja wakil dari PBB untuk mengawasi, dan wakilnya itu harus bener-bener netral biar ga bikin laporan palsu, itupun harus dengan persetujuan iran dahulu, simpel kan, kalo tujuan programnya positif, iran akan dengan senang hati diawasi, kecuali iran menolak, itu patut dicurigai, lagian apa urusan amerika juga kan, emang mereka ga punya program kaya gitu, pasti adalah, tp gk bocor, wajar kan setiap negara sekarang mempunyai program pertahanan militer masing-masing, melihat kondisi dunia yang udah sembrawut, peran PBB makin ga berarti jika kita tinjau kasus israel yang dengan seenaknya mencaplok negara-negara disekitarnya, amerika sendiri maen serang irak+afganistan tanpa omong-omong dulu, padahal yang mereka jadikan alasan untuk melakukan serangan tersebut gk pernah terbukti, malah berdalih alasan lain setelah nyerang, mana ada orang nonjok orang dulu, baru nanyain "mas ini teh ada masalah apa" setelah yg ditonjokin babak belur, pokonya hidup IRAN...
    Last edited by ekspresi; 07-11-07 at 14:01. Reason: ga usah ngejek negara laen

Page 26 of 32 FirstFirst ... 16222324252627282930 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •