Luar biasa, mataku terbuka, gua bacanya merinding, serius! I love Indonesia forever!
Luar biasa, mataku terbuka, gua bacanya merinding, serius! I love Indonesia forever!
nais info gan...
maju terus indonesia..!!
Gw pengen Indonesia bisa memiliki persenjataan militer yang bagus..........
Indonesia adalah Merah dan Putih.
"The attempt to combine wisdom and power has only rarely been successful and then only for a short while." ~Einstein
Satu-satunya negara yang mempunyai diversitas paling tinggi, toleransi dari warga-negara yang mulia, dan kerakyatan yang berjumpa bersama dengan makmur. Tinggal tunggu kita menjadi kaya.
JK: 2008, Saat Terbaik
Sabtu, 13 September 2008 | 03:00 WIB
Jakarta, Kompas - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengklaim, kondisi Indonesia saat ini merupakan saat terbaik yang pernah terjadi dalam sejarah berdirinya Indonesia. Kemajuan Indonesia di berbagai bidang akan terus bertambah dan memuncak dalam dua tahun mendatang.
”Saat ini adalah situasi terbaik yang pernah kita buat. Pendapatan kita tertinggi, pertumbuhan kita juga, meskipun subsidi kita juga tertinggi. Coba lihat Bulog, kemampuan beras kita saat ini tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Wapres dalam sambutan buka puasa bersama dengan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (12/9).
Wapres kembali mencontohkan sambil menantang ratusan anggota KAHMI bahwa kondisi keamanan Indonesia saat ini adalah kondisi keamanan terbaik sejak 30 tahun terakhir. ”Coba, kapan kita bisa keluar malam tanpa khawatir di seluruh Indonesia. Saat ini itu terjadi,” ujarnya.
Kepada KAHMI, Wapres meminta tidak hanya menyalahkan pihak lain ketika melihat kegagalan atau hal yang belum baik. Karena anggota KAHMI ada dan berkiprah di hampir semua bidang kehidupan, Wapres minta KAHMI juga ikut bertanggung jawab. ”Jangan selalu menyalahkan pihak lain. Kita paling banyak berperan, ambil tanggung jawab,” ujarnya.
Akbar menghampiri
Acara buka puasa KAHMI dihadiri juga oleh mantan Ketua DPR Akbar Tandjung. Akbar datang menghampiri Wapres yang telah duduk di ruangan mendengarkan laporan Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI Noer Soetrisno. Akbar dan Kalla pernah cukup lama berseteru selepas Akbar dikalahkan Kalla saat pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar 2004.
Selama menunggu waktu berbuka puasa, Akbar dan Kalla duduk berdampingan. Menurut catatan Kompas, pertemuan ini merupakan pertemuan ketiga setelah Idul Fitri 2007. Saat Idul Fitri 2007, Kalla menghampiri Akbar di rumahnya untuk bersilaturahim.
Pertemuan terakhir keduanya terjadi saat pembukaan Kongres Ke-26 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Palembang, Juli lalu. (INU)
http://www.setwapres.go.id/xhtml/node/1078
Ada satu kutipan yang gw ga setuju, yaitu "Coba, kapan kita bisa keluar malam tanpa khawatir di seluruh Indonesia. Saat ini itu terjadi,". Ini masih salah lho pak, kalo bapak kan dikawal, saya tidaktapi memang bener kalo 2 tahun lagi akan terus memuncak, maju terus
Indonesia will overtake British Economy
MEXICO and Indonesia will both have bigger economies than the UK by 2050, according to a report out today which outlines the massive potential of the world’s emerging nations.
The report examines long-term demographic trends to suggest that countries such as Mexico, Indonesia, Brazil and Turkey all have young and fast-growing populations compared with the UK and continental Europe, putting them in line for significantly higher long-term growth rates.
India is forecast to have the fastest growth rate in its working-age population of any major economy in the next 50 years, while China is projected to become the world’s biggest economy in that time.
The report collectively identifies all these countries, together with Russia, as the “E7” group of emerging economies which it estimates will grow to become 75 per cent larger than the G7 group by 2050.
These seven countries hold between them nearly half the world’s population.
John Hawksworth, the head of macroeconomics for PricewaterhouseCoopers (PwC), who wrote the report, said that India had the potential be the fastest-growing economy in the world, overtaking China.
In US dollar terms, he forecast that India would grow by an average of 7.6 per cent a year between now and 2050, with Indonesia on 7.3 per cent and China at 6.3 per cent.
Mexico would see growth of 4.8 per cent a year, far ahead of the US on 2.4 per cent or the UK on just 1.9 per cent, his report predicted.
On a purchasing power parity measure, which adjusts GDP by the cost of living in each country, China will be 43 per cent larger than the US by 2050 and India will be the same size, PwC forecasts.
The fourth-biggest economy would be Brazil, followed by Japan, and then Indonesia and Mexico. Germany and the UK would drop to joint eighth place, down from third and fifth today.
However, Mr Hawksworth said that Britain should see being overtaken by these economies as an opportunity, and not a threat. He said: “UK companies need to factor these projections into their future planning to ensure they are best placed to take advantage of these opportunities.”
With investment in education, Britain could successfully specialise to its advantage while enjoying the benefits of low-cost imports from emerging markets, he said.
Figures from the Office for National Statistics highlight the size of the opportunity for UK companies.
The figures show that the share of Britain’s exports going to the “E7” economies was just 5 per cent in 2004. This compared with about 44 per cent going to the other six G7 countries.
http://business.timesonline.co.uk/to...icle736720.ece
Maju terus!
naiz info mizuniverse..!! mudah2an Indonesia benar2 maju dan besar seperti ramalan nostradamus.. >__<
Beberapa hal yang harus kita perbaiki :
1 Kedisiplinan
2 Mental
3 Kejujuran
4 Moral
Monday, October 27, 2008
Indonesia, paling penting di ASEAN
Indonesia, the new booming power in Asia
Saat ini, Indonesia dapat memberi banyak hal bagi pembahasan tentang bagaimana dunia dapat menghadapi krisis yang sedang berlangsung dan menghindari ketidakstabilan pada masa mendatang.
Indonesia adalah negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan pemimpin di ASEAN. Indonesia mengalami reformasi perekonomian seusai krisis keuangan Asia sepuluh tahun lalu. Dipimpin Presiden Yudhoyono dan tim ekonominya, Indonesia berhasil bertahan dan layak mendapat tempat pada pertemuan tingkat tinggi pasar uang mendatang di Washington.
Krisis keuangan global
Saat ini adalah momen sulit dan di luar dugaan perekonomian dunia. Kondisi pasar keuangan dunia benar-benar tertekan. Pertumbuhan perekonomian dunia menghadapi risiko serius. Negara-negara ekonomi terbesar dunia amat merasakan dampak itu. Di Amerika Serikat, pasar keuangan kami mengalami tantangan luar biasa dan hal ini kian menambah tekanan lebih besar pada perekonomian kami yang memang sudah melambat.
Perkembangan ini memengaruhi dunia. Indonesia dan negara-negara dengan pasar yang terus berkembang, telah mengambil langkah mengesankan beberapa tahun terakhir dalam memperkuat fundamentalnya, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan melindungi diri terhadap guncangan dari luar.
Namun, seperti terlihat beberapa pekan terakhir ini, negara-negara dengan pasar yang terus berkembang pun tidak kebal terhadap tekanan krisis keuangan global. Bahkan, pasar keuangan yang tidak langsung berhubungan dengan risiko aset kredit perumahan pun menjadi kian tidak stabil akibat semakin rendahnya kepercayaan pasar, melambatnya pertumbuhan ekspor, dan berbagai perusahaan disubsidi secara berlebihan.
Kita harus bekerja sama mengatasi ketidakstabilan ini dan memulihkan kondisi perekonomian dunia karena semua terpengaruh krisis ini. Dan, itulah mengapa Presiden Bush mengundang Indonesia untuk menghadiri KTT Keuangan Global 15 November di Washington. KTT akan meninjau kemajuan yang telah dicapai guna mengatasi krisis yang sedang terjadi dan mengupayakan kesepakatan tentang prinsip-prinsip reformasi yang dibutuhkan untuk menghindari terjadinya ketidakstabilan serupa.
Peran penting Indonesia
Indonesia akan berperan penting dalam KTT ini. Sebagai satu-satunya negara ASEAN dalam G-20, Indonesia dapat berbagi pengalaman tentang hikmah yang dapat diambil dari krisis keuangan Asia 10 tahun lalu. Indonesia juga dapat menawarkan sudut pandang Asia Tenggara tentang bagaimana menangkal persoalan saat ini dan mencegah terulang lagi.
Tindakan Presiden Yudhoyono dan tim ekonominya yang diketuai Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Boediono sungguh luar biasa. Hal ini akan memberi pemahaman mendalam tentang bagaimana pasar yang sedang berkembang menghadapi dampak krisis keuangan global. Tim perekonomian Indonesia mampu meredam gejolak pasar saham akibat rumor tidak jelas.
Krisis yang kini terjadi menunjukkan pentingnya kerja sama antara negara-negara perekonomian besar secara berkelanjutan melalui forum, seperti KTT di Washington mendatang, G-20, APEC, dan lembaga-lembaga keuangan internasional. Penting bagi pemerintah mengambil tindakan perseorangan maupun kelompok guna menyediakan bantuan likuiditas yang diperlukan, memperkuat lembaga keuangan, meningkatkan stabilitas pasar, dan mengembangkan solusi peraturan yang komprehensif. Kita juga harus erat mengoordinasi upaya-upaya dalam kerangka lebih umum guna memperkuat sistem secara keseluruhan.
Dibanding masa lalu, kini pertumbuhan dan kesejahteraan suatu negara lebih bergantung pada kondisi negara lain. Para pemimpin dunia perlu waspada terhadap tuntutan proteksi yang tidak dapat dihindari selama tekanan krisis keuangan global. Percepatan perdagangan dan investasi akan mengantar kita keluar dari krisis. Melalui kerja sama dengan komponen utama perekonomian global, Amerika Serikat dan Indonesia harus menerapkan liberalisasi perdagangan dan investasi guna mendorong pertumbuhan dan pemulihan ekonomi secara lebih cepat dari resesi perekonomian dunia.
Cameron Hume
US Ambassador for Indonesia
http://akhyari.blogspot.com/2008/10/...-di-asean.html
Maju terus!
Quote of the week:
"Indonesia is on the move, get on board." — Forbes Asia
"The optimist proclaims that we live in the best of all possible worlds; and the pessimist fears this is true." James Branch Cabell
Vote for Komodo National Park:
http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/
Quote of the week:
"Indonesia is on the move, get on board." — Forbes Asia
"The optimist proclaims that we live in the best of all possible worlds; and the pessimist fears this is true." James Branch Cabell
Vote for Komodo National Park:
http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/
Indonesia gets creative
Indonesia plans to diversify export earnings away from commodities to tourism and creative industries.
Indonesia is preparing to diversify its exports away from commodity dependence just as the world’s leading economies look set to plunge into recession. Opening the Trade Expo Indonesia 2008 in Jakarta on October 21, President Susilo Bambang Yudhoyono identified three sectors with potential for growth: tourism, creative industries and migrant workers’ remittances.
The annual trade promotion event in the capital, supplemented by similar displays to match local suppliers with international buyers in other major cities such as Yogyakarta in central Java, showed a large variety of non-commodity export-ready products and services. Stalls represented most of the 14 sub-categories of creative industries listed by the ministry of trade. These ranged from traditional Batik textiles and up-market furniture to animation and information technology.
More than 1,000 buyers flew in from 22 countries, and officials expected that agreements would be signed which would surpass the $200 million worth of deals last year.
Currently, creative industries make up just 6% of Indonesia’s GDP and 9% of its exports. And despite ambitions for diversification, Indonesia’s foreign exchange earnings remain highly reliant on the primary sector. The country is the world’s largest palm oil and South Seas pearl producer, the second biggest gelatin producer and the third biggest cacao producer.
In an interview with FinanceAsia, minister of trade Dr Mari Pangestu argued that small- and medium-sized enterprises could be a new source for the country’s economic growth, emphasising that they are labour intensive, not low-skilled businesses. While traditional handicrafts would always have a reliable market, the products themselves as well as the manufacturing, marketing and distribution processes would need to be modernised. In addition, education and training to instill a “creative mindset” in the population was essential and a blue-print had been drawn up.
The minister said there is a draft bill prepared to set up an Export Credit Agency to augment limited export guarantees and insurance already in place. She stressed that no import tariffs or quotas would be imposed to protect domestic industries, as Indonesia fully intended to adhere to its World Trade Organisation and bilateral trade agreements.
Meanwhile, Indonesia has cut its overall export growth target for next year to 11.9% because of sluggish demand from Japan, the United States and Europe, which account for about one-third of the country’s export revenues. This would mark the second year in a row that export growth has slowed, despite an increase in Chinese demand for Indonesian commodities, particularly coal. Export growth is expected to come in at about 12.5% this year, the slowest for five years despite 31.4% growth in the first quarter according to the official statistics bureau.
Official GDP growth forecasts for 2009 have been downgraded from 6.3% earlier in the year to between 5.5% and 6%, but inflation fears that were prominent earlier this year are subsiding as the oil price has plunged.
The rupiah has recently hit a three-year low against the US dollar, having fallen more than 6% this month already, as the US and European credit crisis has spread to emerging markets. A weaker currency could, of course, provide the most immediate tonic to Indonesian exporters while the country prepares its secondary and tertiary sectors for international competition in better times ahead.
http://www.financeasia.com/print.aspx?CIID=126597
Maju terus
Indonesia Tempat Investasi Terbaik
[JAKARTA] Kendati indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) nyaris menyentuh level psikologis baru, 1.000, dan nilai tukar rupiah mencapai Rp 11.800 per dolar AS, Indonesia tetap menjadi tempat investasi paling aman dan menguntungkan. Krisis finansial global membuat investasi negara lain tidak sebagus Indonesia.
"Investasi di Indonesia lebih aman dan menjanjikan dibandingkan negara lain," kata penasihat Certified Wealth Managers Association (CWMA) Herris B Simanjuntak, Senin (27/10).
Hal senada diungkapkan Head Treasury BNI Securities, Moh Fendi Susiyanto. Menurut dia, langkah antisipatif yang diambil pemerintah sudah cukup baik dalam mengontrol efek krisis tersebut. Untuk itu, nasabah atau pemilik dana dapat bersikap rasional dan tidak panik.
Fendi menambahkan, dengan pusat krisis di AS dan telah menjalar ke Eropa, serta beberapa negara Asia, membuat tidak ada tempat lagi bagi pemilik modal menempatkan dananya di negara tersebut. Dia menyarankan, pemilik modal mempertahankan dananya di Indonesia.
Terkait hal itu, ekonom Bank Mandiri, Martin Panggabean berpendapat, langkah prioritas yang harus dilakukan pemerintah adalah menjamin penuh simpanan masyarakat di perbankan nasional, baik simpanan rupiah maupun valuta asing. "Selain itu, harus dicari sumber-sumber pelemahan rupiah. Kalau hanya karena spekulasi, seharusnya bisa diatasi," ujarnya.
Mengutip pendapat Daniel Kahneman, peraih Nobel Ekonomi 2002, Anggota Dewan pendiri CWMA Maikel Sajangbati mengatakan, keputusan ekonomi justru lebih ditentukan oleh pertimbangan jangka pendek yang irasional ketimbang rasional. Kenaikan dan penurunan harga saham tidak mencerminkan kondisi fundamental perusahaan, melainkan lebih sebagai dapak dari kepanikan.
Sementara itu, dolar AS kembali menguat terhadap hampir sebagian besar mata uang dunia pada perdagangan Selasa (28/10). Penguatan dolar bahkan menekan rupiah hingga mendekati level 12.000. Hingga pukul 11.00 WIB, kurs terus tertekan dan hingga ke Rp 1.800 per dolar AS.
"Efek psikologis dari kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi membuat hot money keluar dari emerging market termasuk Indonesia, sehingga rupiah melemah," kata analis pasar uang dari Integral Investama, Toni Maryano.
Sementara itu, pantauan di tempat penukaran uang, PT Ayu Masagung di Jalan Kwitang Raya, Jakarta Pusat, Selasa pagi menunjukkan terjadi peningkatan jumlah nasabah yang menukarkan uangnya.
"Kira-kira ada peningkatan 50 sampai 100 nasabah dalam dua hari terakhir ini. Kalau biasanya sekitar 300 nasabah per hari, maka dalam beberapa hari terakhir ini, naik kira-kira 350 sampai 400 nasabah," ujar Jumali, karyawan di perusahaan tersebut.
Perdagangan saham di BEI juga masih diwarnai panic selling, sehingga IHSG melemah 72,106 poin (6,18 persen) ke level 1.094,303 pada pukul 11.00 WIB. [P-12/RRS/RBW/J-9/A-17]
http://www.suarapembaruan.com/News/2...Utama/ut02.htm
Maju teru
Share This Thread