INILAH.COM, London - Dalam upaya peningkatan kerja sama, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Politeknik St Petersburg, Rusia, saling menukar mahasiswa dan dosen. Kegiatan akademis ini dinilai bisa meningkatkan hubungan baik kedua bangsa.
"Kita memiliki dosen-dosen muda berkualitas untuk bisa mengambil jenjang master dan jenjang doktor di salah satu universitas terbaik di Rusia. Demikian juga, mereka bisa belajar di UI," ujar Penanggungjawab Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Moskow M Aji Surya dalam pidato penandatanganan MoU kerja sama, London, Rabu (14/1).
Rektor UI Prof. Dr. Gumilar R. Soemantri yang hadir untuk melakukan penandatanganan MoU tersebut, mengatakan kerja sama ini bisa menghangatkan kembali kerja sama yang telah lama kurang tertangani dengan baik antar kedua negara. Selain itu, lanjutnya, hal ini bisa mengantarkan peradaban yang berkesinambungan (sustainable civilization) serta terobosan-terobosan ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan itu, Soemantri menggarisbawahi pentingnya diversifikasi tujuan studi para akademisi Indonesia. Tidak hanya berkiblat ke Barat saja, tetapi juga mengeksplorasi ke berbagai negara yang memiliki tradisi keilmuan yang tinggi.
"Berkiblat hanya pada satu model atau sistem dapat berdampak pada kebangkrutan peradaban. Karenanya, UI menyambut baik fasilitasi KBRI Moskow dalam upaya menghangatkan kembali kerja sama yang telah lama kurang tertangani dengan baik," ujarnya.
Selain dosen dan mahasiswa, kerja sama ini juga menyangkut tukar menukar riset dan publikasi bersama.
Delegasi dari St. Petersburg Prof. Dr. Dmitry Arsnyev mengungkapkan kesenangannya dapat melakukan kerja sama dengan universitas terbaik di Indonesia. "Ini adalah awal dari kolaborasi riil yang tidak akan kami biarkan berhenti di bawah meja," ujarnya. [*/bar]
Share This Thread