Rabu, 03 Desember 2008 18:42 wib
Wirausaha Muda Mandiri 2008 Cetak 6 Wirausahawan
JAKARTA - Bank Mandiri kembali menobatkan enam Wirausaha Muda Mandiri (WMM) pada Malam Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2008 yang berlangsung Rabu (3/12/2008) di Jakarta. Mereka tersaring dari 1.057 mahasiswa dari 198 perguruan tinggi di Indonesia yang tersebar di 26 provinsi.
Program WMM merupakan bentuk perhatian Bank Mandiri terhadap besarnya jumlah pengangguran di Indonesia, terutama dari kalangan generasi muda. Seperti diketahui, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia pada 2007 mencapai 10,5 juta jiwa. Padahal untuk menjadi negara maju, minimal jumlah wirausaha adalah 2% dari total jumlah penduduk.
Sementara itu, di Indonesia jumlah wirausaha baru mencapai 0,18% dari total populasi. Sehingga berarti masih butuh 4 juta lebih wirausahawan.
Karenanya, melalui program WMM, Bank Mandiri berharap dapat mengajak generasi muda menjadi generasi yang mandiri. Sehingga diharapkan dapat terwujud generasi muda yang bukan hanya menjadi generasi pencari kerja, namun mampu menjadi generasi pencipta lapangan kerja.
"Pengangguran dan kemiskinan telah menjadi masalah besar di Indonesia. Pendidikan kewirausahaan ini adalah cara tepat untuk mengatasi pengangguran di negara kita dengan menghasilkan pencipta kerja dan bukan pencari kerja. Sebagai generasi penerus bangsa yang cinta tanah air, merupakan kewajiban kita untuk dapat mengentaskan bangsa kita dari keterpurukan." kata Agus Martowardojo, Direktur Utama Bank Mandiri di sela-sela acara Malam Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2008 yang turut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla.
Adapun para pemenang WMM 2008, untuk kategori Diploma dan Sarjana, masing-masing juara pertama, kedua dan ketiga disabet oleh Dwi Arianto Nugroho (ITB - Bandung), Asri Tadda (Universitas Hasanuddin - Makassar) dan Sinta (Universitas Lampung - Lampung).
Sementara itu dari kategori Pascasarjana dan Alumni adalah Hengky Eko (S2 Universitas Indonesia - Jakarta), Juliana Pangestu (Ahli Madya UGM -Yogyakarta) dan Deni Delyandri (Universitas Andalas - Padang).
Mereka yang terpilih sebagai pemenang telah melalui masa penyeleksian selama 3 bulan yang diawali dengan hasil survei di 8 kota besar, yaitu Medan, Palembang, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, dan Makassar.
Proses penjurian terakhir melalui seleksi yang ketat terhadap aspek bisnis dengan bobot penilaian sebesar 40%, aspek inovasi bisnis sebesar 30%, serta aspek sosial sebesar 30%. Penjurian dilakukan dengan wawancara oleh tim juri yang berasal dari berbagai kalangan yaitu perbankan oleh Direksi Bank Mandiri, pengusaha nasional, media, perguruan tinggi.
"Menjadi wirausahawan merupakan pilihan sekaligus keharusan, terlebih di tengah pertumbuhan ekonomi yang bergerak lamban dan ketersediaan lapangan kerja yang sangat terbatas. Kami yakin dengan Program Wirausaha Muda Mandiri ini dapat menciptakan generasi muda yang tangguh dan mandiri." lanjut Agus.
WMM hadir tidak hanya sekadar memberikan dukungan pembiayaan namun juga memberikan pendampingan untuk meningkatkan kapabilitas wirausahawan dan calon wirausahawan.
Sebagai bagian rangkaian kegiatan program WMM, workshop WMM diharapkan dapat memberikan pencerahan dan pengarahan kepada seluruh peserta yang hingga kini telah diikuti oleh 3.125 mahasiswa dari 95 PTN/PTS di 8 kota besar di Indonesia. Selain itu dalam rangkaian program WMM juga mencakup kuliah umum wirausaha, kompetisi business plan, award wirausaha, training wirausaha, program pembinaan dan program kemitraan.
Program WMM ini merupakan perwujudan Corporate Social Responsibility atau CSR yang disusun selaras dengan tujuan Bank Mandiri melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). (mbs)
http://news.okezone.com/BeritaAnda/i...6-wirausahawan
Hebat
Utamakan Kualitas Produk UKM
Rabu, 3 Desember 2008 | 20:07 WIB
JAKARTA, RABU - UKM (Usaha Kecil Menengah) diminta untuk meningkatkan kualitas dan mutu produknya agar dapat bersaing baik di pasar domestik maupun pasar global terkait ancaman terjadinya krisis finansial global jilid dua.
"UKM harus mulai meningkatkan mutu, desain, dan packagingnya agar dapat menjadi tuan di negeri sendiri dan berdaya saing tinggi di pasar internasional," kata Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Ikhwan Asrin, di Jakarta, Rabu (3/12).
Hal itu mendesak dilakukan terkait perkiraan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang potensi akan terus berlanjutnya krisis ekonomi global sampai paruh 2009.
Meski UKM dinilai merupakan sektor yang paling kebal terhadap dampak krisis ataupun resesi yang terjadi tetapi sekecil apa pun pasti akan terimbas dampak buruknya. "Saat ini saja banyak UKM yang mengeluhkan semakin turunnya permintaan dari luar negeri, jadi perlu dukungan semua pihak," katanya.
Menurut dia, UKM harus mulai menyadari posisinya dan meningkatkan kualitas produk. Untuk saat ini, sebenarnya sudah banyak produk UKM yang setara mutu dan kualitasnya dengan produk sejenis buatan luar negeri.
Namun, UKM masih belum dapat bersaing dalam hal promosi dan publikasinya. Oleh karena itu, perlu sinergi banyak pihak termasuk pemerintah daerah dan swasta.
Pihaknya meminta pemerintah daerah untuk turut serta mengantisipasi ancaman krisis global jilid dua tersebut salah satunya melalui kerja sama dengan pengelola mal-mal/supermarket besar untuk menggelar promosi produk UKM. "Pemda yang peduli bersama DPRD-nya mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk kegiatan promosi produk UKM," katanya.
Jika produk UKM meningkat penjualannya, kesejahteraan masyarakat jelas akan membaik. Dengan kondisi ini, banyak tenaga kerja terserap pada sektor tersebut.
Dampak positifnya PAD (Pendapatan Asli Daerah) akan meningkat pesat. PAD tersebut juga idealnya disisihkan kembali dalam APBD dan dialokasikan untuk pengembangan UKM.
Selain itu, Ikhwan menekankan bahwa pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 45 tahun 2008 tentang 5 pintu masuk produk legal ke dalam negeri telah memperketat masuknya produk ilegal ke Tanah Air.
"Dengan larangan ketat tersebut, UKM harus pandai-pandai memanfaatkan momentum untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk," katanya.
XVD
Sumber : Ant
http://www.kompas.com/read/xml/2008/...tas.Produk.UKM
Utamakan UKM!
Bank Mandiri Tetap ke UMKM
Rabu, 3 Desember 2008 | 19:59 WIB
JAKARTA, RABU - Direktur Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya tetap menggenjot penyaluran kredit ke usaha menengah, kecil dan mikro (UMKM) pada 2009.
"Kita tetap meyakini UMKM merupakan sektor yang paling resilien (tahan) di saat krisis, jadi kita tetap berkomitmen untuk menyalurkan kredit di sektor ini," katanya di sela-sela pemberian penghargaan wirausaha muda Mandiri di Jakarta, Rabu (3/12).
Ia mengatakan, untuk 2008 ini, Kredit sektor UMKM Bank Mandiri akan tumbuh di atas 20 persen. "Tahun depan pertumbuhan kredit UMKM di atas rata-rata pertumbuhan pasar. Berapa rata-rata pertumbuhan pasar kita disekitar itu," katanya.
Sementara itu, ia mengatakan saat ini pihaknya terus menggenjot penciptaan wirausahawan muda melalui program tanggung jawab sosialnya sehingga sektor UMKM dapat terus berkembang. "Nantinya bisa menjadi salah satu strategi Bank Mandiri bersinergi anatar program tanggung jawab sosial dengan usaha Mandiri," katanya.
Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo mengatakan, Bank Mandiri ke depan akan menjadi salah satu bank yang mampu meghasilkan para usahawan melalui program tanggung jawab sosialnya.
Ia menambahkan, saat ini wirausahawan Indonesia masih sangat sedikit yaitu 0,18 persen dari total populasi. "Padahal di negara maju wirausahawannya mencapai dua persen dari otal populasi. Untuk itu ini akan terus kita tingkatkan," katanya.
Anggota DPR Komisi XI, Dradjad H Wibowo mengatakan komitmen terhadap UMKM dari perbankan saat ini telah baik. "Persoalannya perlu insetif regulasi dari pemerintah," katanya.
XVD
Sumber : Ant
http://www.kompas.com/read/xml/2008/....Tetap.ke.UMKM..
Genjot terus
Econit: Penurunan BI Rate Agar Diikuti Kebijakan Fiskal
Jakarta, (ANTARA News) - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) harus juga diikuti kebijakan fiskal dan perdagangan sehingga efektif mengangkat sektor riil, kata pengamat ekonomi dari Econit Advisory Group Henri Saparini..
"Tidak dapat cukup dengan pemangkasan suku bunga, tetapi secara menyeluruh dari semua sisi," katanya di Jakarta, Jumat.
Ia menjelaskan dalam kondisi seperti saat ini ini tekanan terhadap perekonomian nasional makin kuat seiring dengan krisis keuangan global.
Untuk itu katanya, agar sektor riil bisa bergerak tidak bisa dilakukan secara parsial dengan hanya menurunkan suku bunga tetapi harus ada kebijakan yang memihak kepada dunia usaha secara bersamaan.
Pada Kamis (4/12) Dewan Gubernur BI memutuskan menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin (0,25) menjadi 9,25 persen dari sebelumnya 9,5 persen.
Keputusan itu diharapkan dapat menjaga gairah di sektor usaha di tengah melesunya perekonomian global, dengan tetap menjaga stabilitas makro.
Menurut Henri yang juga Direktur Pelaksana Econit ini, perlu solusi komprehensif mengatasi masalah di sektor riil demi menghambat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sudah mulai bergulir.
Ia berpendapat, melanjutkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) seperti premium dan solar, akan sangat membantu industri untuk kembali meningkatkan kapasitas produksi, meskipun belum bisa maksimal.
"Ini akan cukup menolong perusahaan untuk tidak melakukan pengurangan karyawan," ujarnya.
Dari sisi kebijakan perdagangan, sudah saatnya pemerintah serius menghilangkan mengatasi maraknya barang-barang impor, maupun barang-barang illegal sehingga daya saing produk lokal terjaga.
Sedangkan dari sisi fiskal, pemerintah juga harus berpihak kepada industri dalam negeri dengan menurunkan bea masuk bahan baku industri sehingga kapasitas produksi terutama orientasi ekspor bisa dipertahankan.
"Kita yakin, jika seluruh kebijakan dijalankan pemerintah secara bersamaan (moneter, fiskal, dan perdagangan), dunia industri diharapkan tidak dengan mudah mengurangi karyawan," ujarnya.
Henri menuturkan, jumlah PHK saat ini lebih besar dari yang diumumkan pemerintah, padahal struktur biaya tenaga kerja hanya sekitar 10-15 persen dari struktur total biaya suatu perusahaan.
"Jadi, jika suatu persuahaan terpaksa melakukan PHK mengindikasikan bahwa perusahaan itu memasuki tahap yang paling sulit, karena biaya tinggi," ujarnya.(*)
http://antara.co.id/arc/2008/12/5/ec...ijakan-fiskal/
Perlu kebijakan yang tepat untuk memperkuat sektor riil...
BI: Bank Harus Fokus Pada UMKM
Minggu, 30 November 2008 - 10:23 wib
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengimbau perbankan untuk fokus mengembangkan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sehingga bisa menjadi tulang punggung (backbone) perekonomian nasional dalam menghadapi krisis finansial global.
"Untuk mewujudkan hal itu maka ke depan bank-bank perlu fokus pada sektor UMKM yang umumnya dikelola pengusaha yang masih butuh dukungan modal," kata Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Muliaman, ketika krisis moneter mendera Indonesia pada tahun 1997-1998, sektor UMKM mampu bertahan dan bahkan menjadi motor penggerak perekonomian nasional.
Karena itu, seharusnya para pelaku ekonomi, terutama perbankan, belajar dari sejarah tersebut dengan lebih membuka hati untuk memberikan kredit kepada sektor UMKM. (Tomi Sujatmiko/Sindo/ade)
http://economy.okezone.com/index.php...okus-pada-umkm
BI sendiri harus memberi kebijakan yang PRO UMKM
UMKM Kuasai 93% Usaha Tanah Air
Selasa, 21 Oktober 2008 - 12:59 wib
JAKARTA - Jika ada pertanyaan, perusahaan jenis apa yang paling banyak menjamur di Indonesia? Jawabannya bukan perusahaan asing.
Menurut Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali usaha UKM adalah yang terbesar di Indoensia, UMKM merupakan bagian terbesar mencapai 93 persen dari total usaha di Indonesia.
Dengan demikian dalam menghadapi krisis, sektor UKM tidak dapat didiamkan. Perlu adanya program untuk mendukung sektor tersebut.
"Perlu adanya program lintas daerah untuk mendukung UMKM di daerah perbatasan," ujar Suryadharma, di sela Raker Nasional Kadin Bidang Usaha UMKM, di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (21/10/2008).
Selain itu, juga diperlukan program lintas gender, yakni program pemberdayaan perempuan keluarga sehat sejahtera (perkasa), serta dengan Pembiayaan Produktif Koperasi dan Usaha Mikro (P3KUM), yakni yang memberikan Rp100 juta per kecamatan. "Serta program sarjana cipta karya mandiri, untuk memberikan kesempatan bagi sarjana yang mengangur," imbuhnya. (rhs)
http://economy.okezone.com/index.php...saha-tanah-air
Tapi jumlah wiraswasta sendiri masih harus terus ditingkatkan..
Dicari, Wirausaha Muda
Jumat, 12 Desember 2008 | 21:03 WIB
JAKARTA, JUMAT– Ajang Dji Sam Soe 2008-2009 untuk gelaran kali ke empat mencari wirausaha muda berusia maksimal 35 tahun, dan telah menjalankan usaha minimal tiga tahun. Ini merupakan kategori terbaru di samping kategori wirausaha usaha kecil dan menengah (UKM) selama ini.
”Wirausaha muda tidak kalah cerdas memanfaatkan kesempatan seperti halnya wirausaha UKM,” kata Brand Manager Dji Sam Soe Stephanus Kurniadi, Jumat (12/12).
Menurut Stephanus, tema yang diusung pada kesempatan kali ini adalah “Berani Maju Meraih Kesempurnaan”. Lomba akan diselenggarakan sejak Desember ini hingga April 2009. Satu orang pemenang dari tiap kategori akan mendapat penghargaan Rp 45 juta.
XVD
http://kompas.com/read/xml/2008/12/1...wirausaha.muda.
Wiraswasta harus terus ditambah
Quote of the week:
"Indonesia is on the move, get on board." — Forbes Asia
"The optimist proclaims that we live in the best of all possible worlds; and the pessimist fears this is true." James Branch Cabell
Vote for Komodo National Park:
http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/
Sebagian besar UKM di Indonesia, percaya kinerja ekonomi dapat dipertahankan pada 2009.
Selasa, 20 Januari 2009, 14:19 WIB
Antique, Anda Nurlaila
VIVAnews - Tingkat kepercayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada tahun ini tetap tinggi untuk mempertahankan volume perdagangan di tingkat yang sama dari tahun sebelumnya, baik di pasar regional maupun dunia.
UKM Indonesia, dari hasil survei bertajuk Asia-Pasific Small Business Confidence Survey yang dilakukan HSBC pada kuartal IV 2008 optimistis prospek perdagangan dengan negara China yang perekonomiannya cukup kuat di tengah krisis global tetap berlangsung pada 2009.
Senior Vice President Small and Medium Enterprises HSBC Jeffrey C Tjoeng menuturkan optimisme itu didorong keyakinan UKM Indonesia atas pertumbuhan dalam negeri dan keyakinan pasar regional dan dunia.
Sedangkan mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi dunia pada 2009, mayoritas responden dari 3.023 responden di 10 negara menginginkan kondisi perekonomian yang sama atau lebih baik dari 2008.
Sebagian besar UKM di Indonesia, kata Jeffry, percaya kinerja ekonomi dapat dipertahankan pada 2009 dan 13 persen berharap bisa lebih baik. "Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi tumbuh 4-4,5 persen dinilai cukup besar pada saat ekonomi negara-negara lain merosot tajam," ujarnya
Sedangkan tingkat kepercayaan UKM terhadap pertumbuhan ekonomi yang tertinggi dari 10 negara yang disurvei HSBC adalah Bangladesh 58 persen, Vietnam 44 persen dan India 38 persen.
Adapun perdagangan dengan China, perdagangan regional dan dunia, sebagian besar UKM Indonesia juga masih percaya akan mempertahankan volume perdagangannya.
Survei juga menunjukkan, 63 persen UKM Indonesia percaya dapat mempertahankan perdagangan dengan China, yang merupakan salah satu negara kuat yang stabil pada krisis.
71 persen UKM Indonesia juga percaya dapat mempertahankan volume perdagangan regional serta 60 persen mampu menjaga perdagangan di level dunia.
Optimisme UKM Indonesia tersebut, menurut Jeffrey, disebabkan karena UKM merasa pertumbuhan masih ada dan lebih tinggi dibanding negara-negara lain seperti Hongkong, Singapura, dan Taiwan yang sangat terpukul oleh krisis.
Meskipun ada pengaruh krisis terhadap jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK), dari survei terlihat tingkat PHK di Indonesia lebih baik dibanding negara-negara lain. "Imbas krisis pasti ada pada PHK, tapi tidak sedrastis negara seperti Hongkong dan Singpura," katanya.
Head of Small and Medium Enterprises HSBC Steve Miller menambahkan, negara-negara yang terpukul akibat krisis sebagian besar menggantungkan pada ekspor. Sedangkan ekonomi Indonesia di dorong sektor dalam negeri.
HSBC, kata Steve, juga berkomitmen terhadap sektor UKM. Terbukti, perusahaan telah mengakuisisi bank ekonomi, bank yang dikenal memiliki pangsa UKM.
Dalam penyaluran kredit tahun ini, HSBC dalam pemberian modal perbankan mempertimbangkan sektor usaha yang memiliki kesinambungan usaha dalam jangka panjang. Jadi, saat ekonomi berjalan kembali, UKM tersebut akan berkembang dan lebih siap.
Survei ketiga yang dilaksanakan HSBC ini sebelumnya dilakukan pada kuartal IV 2007, dan kuartal II 2008 yang melibatkan 10 negara-negara di Asia Pasifik antaralain Indonesia, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, ****, Singapura dan Korea yang bertujuan memonitor perkembangan UKM setiap enam bulan.
source:http://bisnis.vivanews.com/news/read...agangan_stabil
Semoga wiraswasta terus berkembang pesat.
Quote of the week:
"Indonesia is on the move, get on board." — Forbes Asia
"The optimist proclaims that we live in the best of all possible worlds; and the pessimist fears this is true." James Branch Cabell
Vote for Komodo National Park:
http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/
Yup klo gua harap sih hal ini bisa terus dipertahankan jadi sedikit-demi sedikit sektor usaha mandiri bisa berkembang dan memperluas lapangan kerja nantinya ... dan dukungan pemerintah juga harus ada ..![]()
Quote of the week:
"Indonesia is on the move, get on board." — Forbes Asia
"The optimist proclaims that we live in the best of all possible worlds; and the pessimist fears this is true." James Branch Cabell
Vote for Komodo National Park:
http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/
Kena PHK? Ayo Wirausaha
Sabtu, 24 Januari 2009 | 20:05 WIB
JAKARTA, SABTU - Menakertrans, Erman Suparno, meminta karyawan yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) jangan menggunakan uang pesangon yang diperolehnya hanya untuk konsumsi namun juga untuk modal usaha sehingga justru dapat menciptakan lapangan kerja.
"Pesangon yang diperoleh dari perusahaan dapat dipergunakan sebagai modal usaha. Daripada uang pesangon langsung habis," katanya saat mengunjungi pelatihan UKMKU (Usaha Kecil Menengah-Ku) yang berlokasi di Jln. Poncol Raya, Cirendeu, Jakarta, Sabtu (24/1).
Erman dalam keterangan tertulisnya mengharapkan masyarakat yang di-PHK secepatnya bisa bekerja di bidang apa pun, asalkan itu merupakan pekerjaan yang halal, tidak merugikan orang lain dan memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
UKMKU adalah lembaga pelatihan dan wirausaha yang dikembangkan Wulan Ayodya. Krisis global yang dapat menyebabkan meningkatnya angka pengangguran, membuat pelatihan yang diadakan setiap Sabtu dan Minggu ini banyak peminatnya. Bahkan, beberapa perusahaan meminta Wulan untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para korban PHK.
Erman menyambut positif kegiatan pelatihan kewirausahaan seperti yang dilakukan UKMKU. Karena wirausaha juga merupakan salah satu solusi positif bagi korban PHK.
Ia mengharapkan mereka yang di-PHK dapat segera berkerja atau berwirausaha. "Pokoknya harus kerja. Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha menyatukan komitmen bersama dan bersinergi untuk membangkitkan semangat bersama untuk membangun negeri," kata Erman.
Hal senada diungkapkan Wulan Ayodya. Ia mengatakan, pelatihan yang banyak diberikan adalah wirausaha di bidang kuliner. Sebab jenis usaha ini tidak memerlukan modal yang terlalu besar. "Sehingga uang pesangon mereka tidak habis," ujar Wulan.
Agar pelatihan berjalan efektif, lanjut Wulan, peserta kursus dalam satu kelas hanya 15-20 orang. Selain korban PHK, biasanya peserta pelatihan terdiri dari pekerja "outsourching" yang ingin menambah penghasilan, calon pensiunan, dan ibu rumah tangga.
Selain memberikan pelatihan, Wulan yang juga dosen di salah satu universitas terkemuka di Jakarta ini menulis beberapa buku-buku wirausaha dan pengalamannya "jatuh bangun" dalam dunia usaha yang telah digelutinya sejak usia 12 tahun.
http://kompas.com/read/xml/2009/01/2....ayo.wirausaha
Setuju!
Kredit Bank Mega Fokus pada UKM
Sabtu, 24 Januari 2009 | 19:50 WIB
BANDUNG, SABTU - Penyaluran kredit Bank Mega pada tahun 2009 difokuskan pada sektor usaha kecil dan menengah. Bank Mega menargetkan penyaluran kredit sekitar Rp 23 triliun pada tahun 2009. Direncanakan, sekitar 50 persen dari jumlah itu disalurkan untuk UKM.
Presiden Direktur Bank Mega Yungky Setiawan di Bandung, Sabtu (24/1), mengatakan, Bidang usaha kecil menengah (UKM) yang dibidik adalah perdagangan. Fokus pada UKM juga dilakukan dengan memperluas jaringan Bank Mega di wilayah tengah dan timur Indonesia. Saat ini, Bank Mega memiliki 206 kantor di 85 kota. Pada tahun 2009, 45 kantor baru akan dibuka.
"Sektor UKM adalah ladang baru yang kami garap karena relatif stabil dalam tahun-tahun terakhir. Kalau korporat, tak lepas dari pengaruh lokal dan global," ujarnya.
Hingga tahun 2010, diharapan terdapat 500 kantor Bank Mega di seluruh Indonesia. Pembangunan di Indonesia bagian tengah dan timur, seperti pada bidang pertambangan, perkebunan, dan lain-lain yang sangat pesat tentu akan ikut mendorong sektor UKM lokal.
"Meski fokus pada UKM, korporat tidak ditinggalkan. Sebagian besar kantor akan menangani UKM. Sementara, kantor pusat akan mendorong kredit korporat," ujarnya.
Menurut Yungky, potensi kredit di Jawa Barat masih baik. Banyak UKM di Jabar yang mengekspor produknya. Target kredit tahun 2009 meningkat sekitar 15 persen dibandingkan realisasi 2008 sebesar lebih dari Rp 19,5 triliun. Pencapaian 2008 itu sekitar 90 persen dari target.
Dwi Bayu Radius
http://kompas.com/read/xml/2009/01/2...fokus.pada.ukm..
I hope that entrepreneur will flourish in Indonesia.
prospek bisnis furitur
sangat menjanjikan
karena makin banyak yg membuka usaha2 yg membutuhkan barang2 furnitur
I LOVE LIVERPOOL
Originally Posted by Someone with red heart
LIRIK YNWA
Share This Thread