chelsea di pegang matteo lebih bagus
drpd sama AVB kmrn, bnyk alesan klo udah kalah
apalagi klo ngomongnya msh buat kesempatan tuk torres
pdhl sampe saat itu gak bs nyetak2 gol
chelsea di pegang matteo lebih bagus
drpd sama AVB kmrn, bnyk alesan klo udah kalah
apalagi klo ngomongnya msh buat kesempatan tuk torres
pdhl sampe saat itu gak bs nyetak2 gol
Demi Gelar dan Empat Besar, Chelsea Bakal Habis-habisan
Menjelang akhir musim, Chelsea masih mengejar beberapa target di kompetisi lokal dan Eropa. Akan menghadapi jadwal pada sekaligus krusial, David Luiz menegaskan kalau skuad The Blues bakal tampil habis-habisan.
Setidaknya ada tiga hal yang dibidik Chelsea saat ini. Selain tiket ke Liga Champions musim depan, Chelsea juga berharap bisa menjuarai Piala FA dan Liga Champions.
Di Premier League, kans 'Si Biru' masih terbuka karena mereka kini hanya tertinggal tiga angka dari Tottenham Hotspur di posisi empat. Sementara pada Piala FA dan Liga Champions, tiket semifinal sudah dipegang.
Yang kemudian bisa menyukitkan anak didik Roberto Di Matteo adalah jadwal padat yang akan mereka hadapi dalam dua pekan ke depan.
Dimulai dengan menghadapi Fulham tengah pekan ini untuk ajang Premier League, perjuangan Chelsea berlanjut dengan lawatan ke Tottenham Hotspur di akhir pekan dalam laga semifinal Piala FA. Tiga hari berselang mereka akan kedatangan Barcelona.
Ditunggu jadwal padat dan krusial, Chelsea bertekat tampil habis-habisan di semua laga tersebut. Jika perlu, John Terry cs bersedia memakai obat penahan sakit saat masuk lapangan.
"Chelsea ingin memenangi kompetisi. Saya pikir kami akan menurunkan tim terkuat saat menghadapi Tottenham, tim terbaik saat menghadapi Barcelona. Tak mungkin beristirahat terlalu banyak. Waktunya pendek di antara pertandingan itu karena Chelsea masih berkompetisi di tiga kejuaraan," sahut Luiz di ESPNStar.
Chelsea merupakan satu-satunya tim Inggris yang masih berlaga di tiga kompetisi saat ini. Meski situasi tersebut kini dirasa menyulitkan, bek asal Brasil itu tak kehilangan semangat karena kondisi tersebut sekaligus membuka peluang timnya jadi juara.
"Tim lain punya waktu lebih banyak karena mereka tak berlaga di kompetisi lain. Itu hal yang normal. Kami punya kesempatan untuk memenangi Piala FA dan Liga Champions. Ini sepakbola di level teratas dan kami siap dengan pertandingan-pertandingan itu," tuntas Luiz.
http://sport.detik.com/sepakbola/rea...isan?b99220270
Fulham 1 - 1 Chelsea
April 10, 2012 2:00 AM WIB
Craven Cottage — London
Wasit: M. Clattenburg
Jumlah Penonton: 25.697
45' [0 - 1] F. Lampard (pen.)
82' [1 - 1] C. Dempsey
Fulham Tahan Langkah Chelsea
Ambisi Chelsea menembus empat besar klasemen Liga Primer Inggris digagalkan tuan rumah Fulham.
http://www.goal.com/id-ID/match/6053...chelsea/report
Manisnya hidup, kita yang tentukan...
Di Matteo Yakin Chelsea Finis Posisi Empat Besar
Hasil imbang 1-1 di kandang Fulham membuat Chelsea gagal menyamai perolehan poin Tottenham Hotspur dan Newcastle United. Meski begitu, Roberto Di Matteo yakin The Blues bakal finis di posisi empat besar.
Bermain di Craven Cottage, Selasa (10/4/2012) malam WIB, Chelsea unggul lebih dulu lewat gol penalti Frank Lampard di akhir babak pertama. Kemenangan tim milik Roman Abramovich itu epas dari genggaman setelah Clint Dempsey mencetak gol balasan delapan menit menjelang laga bubar.
Dengan tambahan satu angka ini Chelsea kini mengumpulkan 57 poin dan menempati peringkat enam klasemen sementara Liga Inggris. Mereka terpaut dua poin dari Spurs dan Newcastle yang menghuni peringkat empat dan lima.
Di Matteo yang yakin dengan potensi anak-anak asuhnya, lantas menyatakan keyakinannya bahwa Chelsea bakal mengakhiri Liga Inggris musim ini di zona Liga Champions.
"Anda melihat itu dan kami lebih dekat dengan peringkat empat klasemen sementara dari posisi kami saat ini. Kami selalu bermain untuk mengejar selisih poin. Jadi situasi ini sulit sejak awal," jelas Di Matteo yang dilansir oleh ESPN Star.
"Kami harus melihat itu secara positif. Posisi kami saat ini lebih dekat (dari peringkat empat) dibandingkan satu bulan lalu. Kami memiliki skuad bagus dengan pemain-pemain bagus. Kami akan memanfaatkan mereka," tutupnya.
http://sport.detik.com/sepakbola/rea...esar?b99220370
Lampard Gelandang Terproduktif Liga Primer Inggris
London - Frank Lampard baru saja mengukir gol ke-150 di Liga Primer Inggris. Ia pun dicatat sebagai gelandang pertama yang mampu melakukannya.
Satu gol dibuat Lampard untuk Chelsea ketika bermain imbang 1-1 lawan Fulham, Selasa (10/4/2012) dinihari WIB. Gol itu lahir dari titik putih menjelang berakhirnya babak pertama.
Tambahan satu gol tersebut genap membuat gol Lampard di Liga Primer menjadi 150. Opta menyebut kalau pemain berusia 33 tahun itu adalah gelandang tengah pertama yang bisa mencapai jumlah tersebut.
Kendatipun beroperasi di lini tengah, Lampard memang tetap tajam. Musim ini ia bahkan menjadi topskorer Chelsea di liga dengan 11 gol, di atas Daniel Sturridge (10 gol), Juan Mata (6 gol), dan Didier Drogba (5).
Selain sering menyumbang gol lewat tendangan-tendangan keras dari lini kedua, Lampard juga acap dipercaya jadi eksekutor penalti, dan jago melakukannya, sebagaimana yang ia perlihatkan dalam pertandingan lawan Fulham.
Kepiawaiannya mengeksekusi penalti itu sendiri terlihat dari catatan lain Opta; dari 150 gol Lampard di Liga Primer, 37 di antaranya lahir dari titik putih, alias 25% dari total golnya.
http://sport.detik.com/sepakbola/rea...primer-inggris
Zola Impikan Latih Chelsea
Chelsea masih dalam pencarian manajer setelah mendepak Andre Villas-Boas. Mantan bintang Chelsea Gianfranco Zola mengaku berminat melatih Petr Cech dan kawan-kawan di masa depan.
Saat ini Chelsea diasuh oleh manajer sementara Roberto Di Matteo. Akan tetapi pelatih asal Italia itu sepertinya tidak akan dipermanenkan karena kubu The Blues ramai disebut-sebut tengah mengincar sejumlah manajer top.
Seperti di antaranya mantan manajer Jose Mourinho, dan Josep Guardiola adalah dua nama yang paling sering dikaitkan belakangan ini. Bahkan ada yang menyebut kalau Chelsea siap menggelontorkan dana besar untuk menggaet Guardiola dari Barcelona.
Zola belum lagi bekerja sejak dipecat dari manajer West Ham pada Mei 2010. Ia mengaku ingin segera kembali melatih tim sepakbola dengan Chelsea yang ada di dalam impiannya.
"Tentu saja saya merindukan lapangan dan permainan. Tapi saya tidak tahu kapan akan terjadi," sahut Zola kepada Gazzetta dello Sport yang dikutip Football Italia.
"Chelsea? Saya akan munafik jika saya mengaku tidak menginginkannya, tapi saya merasa saat ini bukan lah waktu yang tepat untuk itu."
"Sebagai seorang fans Chelsea, saya selalu menginginkan tim berada di tangan yang bagus, seperti mereka sekarang dipegang oleh Roberto Di Matteo,' pungkasnya.
Zola berseragam Chelsea selama tujuh musim sebelum akhirnya pensiun. Pria yang kini berusia 45 tahun itu kemudian membantu Perluigi Casiraghi untuk melatih timnas Italia U-21 sebelum bergabung West Ham pada September 2008.
http://sport.detik.com/sepakbola/rea...lsea?b99220270
GO GO GO TORRES
Roberto Di Matteo Ingin Sapu Bersih Gelar Juara
Chelsea ditarget untuk bisa meraih dua tropi juara di sisa musim ini.
Chelsea masih memiliki kans meraih sukses di musim ini, karena masih berpeluang meraih gelar di Liga Champions dan Piala FA. Chelsea sudah menembus babak semi-final saat ini.
Dengan kans yang masih terbuka, Roberto Di Matteo berharap Chelsea bisa sapu bersih dengan memenangi dua tropi tersebut, meski diakuinya tidak akan mudah untuk bisa mewujudkannya.
"Kami punya dua kesempatan meraih gelar juara dan kami akan berusaha memenangi keduanya," kata Di Matteo, Sabtu (14/4).
"Itulah yang sedang kami upayakan saat ini, itulah tantangan yang harus kami penuhi. Kami siap menghadapi tantangan ini," tandasnya.
Untuk laga melawan Tottenham Hotspur di semi-final Piala FA besok, Di Matteo hanya bisa menjanjikan timnya akan tampil maksimal di Wembley.
"Kami dalam performa yang bagus dan pemain percaya dirinya tinggi. Saat ini kami hanya fokus pada laga hari Minggu dan memikirkan pilihan terbaik untuk memenangi laga," papar Di Matteo lagi.
http://www.goal.com/id-ID/news/1108/...ih-gelar-juara
Piala FA
16 April 2012 00:00:00 WIB
Tottenham vs Chelsea
Piala FA Punya Kenangan untuk Di Matteo
London - Jauh sebelum menjadi manajer, Piala FA sudah punya cerita tersendiri untuk Roberto Di Matteo. Bisakah kini pria 41 tahun itu menghidupkan kenangannya kembali?
Ketika itu Di Matteo masih berusia 26 tahun. The Blues, yang waktu itu dimanajeri Ruud Gullit, melaju ke final tahun 1997 setelah mengalahkan Wimbledon 3-0. Dua gol dari Mark Hughes--kini manajer Queens Park Rangers--dan Gianfranco Zola membuat The Crazy Gang takluk.
Cerita Di Matteo terjadi pada detik ke-42 laga final melawan Middlesbrough Wembley. Dari jarak sekitar 20 meter, ia melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau kiper The Boro, Ben Roberts. Chelsea unggul 1-0 nyaris di sepanjang pertandingan.
Setelah gol pemain Boro, Gianluca Festa, dianulir wasit, tak ada lagi gol tercipta. Sampai akhirnya Eddie Newton melengkapi kemenangan Chelsea tujuh menit menjelang laga usai.
Di Matteo pun dipuji-puji sebagai pahlawan. Golnya ketika itu tercatat sebagai gol tercepat dalam sejarah final Piala FA, sampai akhirnya dipatahkan oleh Louis Saha (Everton) pada final tahun 2009. Ironisnya, gol Saha yang tercipta di detik ke-25 itu lahir di gawang Chelsea.
Cerita Di Matteo di Piala FA berulang lagi tiga tahun setelahnya. Kali ini di bawah arahan Gianluca Vialli, Chelsea menang 1-0 atas Aston Villa di final. Di Matteo-lah pencetak gol tunggalnya waktu itu. "Roberto adalah orang yang hebat. Dia senang sekali bermain di turnamen ini dan mencetak gol," ucap Vialli setelah laga.
Di Matteo, kini 41 tahun, punya kesempatan untuk mengulangi sukses serupa musim ini. Syaratnya, ia harus bisa membawa Chelsea melewati Tottenham Hotspur di semifinal dan Liverpool di final.
Hanya saja, pria kelahiran Schaffhausen, Swiss, ini memilih untuk melupakan sisi sentimentil. Yang ada di benaknya adalah fokus menghadapi laga melawan Spurs dulu.
"Ini bukan soal saya," ujar manajer yang statusnya masih caretaker ini di Guardian.
"Ini adalah tentang Chelsea. Tentang pemain-pemain di dalamnya dan kans mereka memenangi sebuah trofi musim ini. Lalu, setelah itu, kita akan fokus kepada Barcelona dan Arsenal," tukasnya.
Chelsea memang masih memiliki kans untuk mendapatkan dua trofi musim ini, kendati tampil tak terlalu bagus di Premier League. Selain Piala FA, mereka juga masih berpeluang untuk menyabet gelar juara Liga Champions.
"Kami fokus untuk pertandingan yang ada di depan mata, tidak lebih. Karena setiap pertandingan menawarkan tantangan yang berbeda saat ini. Jadi, kami memilih untuk mengkhawatirkan pertandingan lainnya setelah itu," ucap Di Matteo.
http://sport.detik.com/sepakbola/rea...tteo?b99220270
Chelsea Susul Liverpool Ke Final
Terlepas dari gol kontroversial Juan Mata, Chelsea berhak menyegel satu tiket final Piala FA usai menggerus Tottenham Hotspur 5-1.
Keputusan kontroversial wasit menghiasai laga sengit antara Tottenham Hotspur dan Chelsea di semi-final Piala FA, Minggu (15/4) malam. The Blues sukses menggerus The Lilywhites dengan skor 5-1 dan berhak menyusul Liverpool di final.
Dalam laga yang dihelat di Wembley, wasit Martin Atkinson membuat keputusan kontroversial saat mengesahkan gol kedua The Blues di babak kedua yang dicetak Juan Mata. Gol tersebut membuat Chelsea unggul 2-0, karena sebelumnya Didier Drogba membuka skor di akhir paruh pertama.
Gareth Bale sempat memperkecil kedudukan, tapi ambisi skuad besutan Harry Redknapp untuk bangkit mengejar ketinggalan pupus setelah Ramires, Frank Lampard dan Florent Malouda bergantian mengojak jala Carlo Cudicini.
Spurs sebetulnya mengawali laga dengan intensitas serangan cukup tinggi. Serangan yang dibangun Gareth Bale berkali-kali mengancam gawang Petr Cech, namun keberuntungan tidak berpihak kepada The Lilywhites.
Permainan cepat tercipta di pertangahan babak pertama, Bale melepaskan tendangan bebas dan Rafael van der Vaart mencoba menyambar bola, tapi ditepis oleh sundulan Drogba. Salomon Kalou kemudian memanfaatkan kesalahan Walker dan melakukan serangan balik cepat kemudian memberikan umpan kepada Mata, tapi sepakannya masih dihalau Cudicini.
Jual beli serangan tercipta hingga memasuki menit akhir babak pertama, tapi The Blues lebih dulu mencuri gol melalui Drogba. Striker asal Pantai Gading melakukan kontrol dada, kemudian mengecoh William Gallas dan akhirnya melepaskan tendangan kaki kiri dari sudut sempit.
Keputusan kontroversi pun terjadi beberapa saat pascajeda. Drogba mengirim umpan kepada Mata yang berada di kotak penalti, tapi diselamatkan Cudicini. Lampard mencoba menyambar bola muntah dan terjadi kemelut di depan gawang karena beberapa pemain Chelsea dan Spurs jatuh tepat di depan garis gawang. Wasit kemudian mengesahkan gol Mata, meski dalam tayangan ulang bola belum melewati garis.
Tertinggal dua gol Spurs mencoba bangkit dan di menit 56 passing Luka Modric diterima Emmanuel Adebayor yang dijatuhkan Cech di kotak penalti, tapi Bale dengan cepat menceploskan si kulit bundar untuk memperkecil kedudukan menjadi 2-1.
Spurs mulai kehilangan konsentrasi pascagol ketiga yang dibukukan Ramires. Setelah menerima umpan Mata, Ramires berhasil melewati Assou-Ekotto dan menaklukkan Cudicini.
Sebuah tendangan bebas spektakuler Lampard dari jarak jauh gagal dihalau kiper asal Italia tersebut, sekaligus memberbesar keunggulan The Blues.
Chelsea makin superior dan berhasil menambah derita The Lilywhites saat injury time. Kali ini giliran Malouda yang merasakan operan Mata untuk memaksa Cudicini memungut bola dari gawang sendiri.
Kemenangan ini membawa The Blues ke final Piala FA dan sudah ditunggu Liverpool yang sehari sebelumnya membekuk Everton 2-1.
Sumber
Jelang Chelsea vs Barcelona
Chelsea Pede Menyambut Barca
Kemenangan besar dengan skor 5-1 tak cuma mengantar Chelsea masuk final Piala FA. Secara psikologis, hasil tersebut memberi dorongan semangat dan moral tinggi jelang laga sulit menghadapi Barcelona.
Gol-gol dari Didier Drogba, Juan Mata, Ramires, Frank Lampard dan Florent Malouda memberi Chelsea kemenangan mutlak 5-1 saat menghadapi Tottenham Hotspur di semifinal Piala FA. Hasil tersebut melanjutkan catatan bagus The Blues di bawah caretaker Roberto Di Matteo.
Tengah pekan ini Chelsea dan Di Matteo akan menjalani laga terberatnya saat menjamu Barcelona di leg pertama semifinal Liga Champions. Meski harus meladeni sang juara bertahan sekaligus favorit juara, kemenangan atas Spurs memberi Chelsea kepercayaan diri besar.
"Tim saya bermain sangat bagus hari ini. Itu bagus untuk menjaga momentum positif terus berjalan. Kami menjelang laga menghadapi Barcelona dengan percaya diri sekarang," sahut Di Matteo usai pertandingan.
"Itu akan jadi pertandingan yang berbeda dengan malam ini, tapi menang memberi hal positif buat tim. Itu membuat semua pemain merasa lebih baik," lanjut pria asal Italia itu di Skysports.
Sepanjang sejarahnya Chelsea baru sekali masuk final Liga Champions yakni di musim 2007/2008. Ketika itu John Terry cs juga dibesut oleh pelatih caretaker, Avram Grant.
http://sport.detik.com/sepakbola/rea...arca?b99220270
Frank Lampard: Permanenkan Roberto Di Matteo, Chelsea!
Sejak ditangani Roberto Di Matteo, performa Chelsea terus membaik. Kemenangan demi kemenangan terus ditorehkan. Terkahir, the Blues lolos ke final Piala FA usai menjungkalkan Tottenham Hotspur.
Tak heran bila pencapaian manis sang caretaker itu diharapkan oleh seluruh fans Chelsea berujung pada kontrak permanen alias kerja full-time sebagai pelatih kepala klub.
Frank Lampard pun mengamini keinginan fans agar klub memberi Di Matteo posisi tetap di kursi pelatih Stamford Bridge. Menurut Lampard, Di Matteo pantas mendapatkannya karena kinerjanya yang sukses mengangkat kembali the Blues ke penampilan impresif.
"Itu adalah keputusan bagi klub di musim panas. Apakah mereka ingin berbicara dengan Robbie atau tidak, saya tidak paham, namun saya tak dapat berbicara banyak atas apa yang dia lakukan," ujar Lampard.
"Ia datang dan langsung menyuntikkan kepercayaan diri, ia berbicara kepada para pemain di ruang ganti tim, raihlah yang terbaik, dan meminta hal-hal yang sederhana dilakukan dengan benar."
"Ia mencintai klub ini, Anda dapat melihat semangatnya dalam pertemuan tim, dan para fans telah bereaksi dengan sangat baik terhadapnya."
"Anda dapat melihat bagaimana respon yang dia dapatkan dari para pemain juga," jelas Lampard.
http://www.goal.com/id-ID/news/1108/...matteo-chelsea
Jelang Chelsea vs Barcelona
Chelsea vs Barcelona dan Memori Soal Ovrebo
Di ajang Liga Champions, Barcelona dan Chelsea baru berhadapan lima kali. Yang paling dikenang dari laga antara kedua tim tersebut adalah di musim 2008/2009, dengan melibatkan wasit Tom Henning Ovrebo.
Laga yang dianggap penuh kontroversi tersebut terjadi di Stamford Bridge, pada leg kedua babak semifinal. Sebelumnya, pada leg pertama di Camp Nou, kedua tim bermain imbang tanpa gol 0-0.
Dalam pertandingan tersebut Chelsea unggul cepat melalui Michael Essien di menit sembilan. The Blues sepertinya akan masuk final karena sampai menit 90 keunggulan tersebut tetap terjaga, sampai akhirnya Andres Iniesta melepaskan tendangan keras yang merobek gawang Petr Cech di menit 93. The Catalans masuk final karena unggul agresifitas gol tandang.
Bukan gol telat tersebut yang disesali Chelsea. Pemain-pemain Frank Lampard dkk dibuat sangat emosional lantaran mereka menganggap banyak keputusan kontroversial dibuat wasit dan menguntungkan tim tamu. 'Si Biru' ketika itu paling tidak mengklaim ada empat penalti yang harusnya mereka dapat.
Manajer Chelsea saat itu, Guus Hiddink menyebut Ovrebo sebagai "yang terburuk yang pernah saya lihat". Hiddink memaparkan pelanggaran yang harusnya berbuah penalti buat timnya adalah aksi Eric Abidal menarik baju Drogba, handball Gerard Pique dan Samuel Eto'o di kotak penalti serta pelanggaran Daniel Alves pada Florent Malouda.
Usai pertandingan, beberapa pemain Chelsea langsung 'menyerbu' Ovrebo. Protes paling keras dilontarkan Drogba, yang memaksa beberapa staff kepelatihan Chelsea menahannya menghampiri sang pengadil.
Di depan kamera televisi, striker asal Pantai Gading itu meneriakkan kalimat yang masih sangat dikenang hingga kini: "It's a f****ng disgrace!". Akibat aksinya itu, Drogba dapat hukuman berat dari UEFA berupa larangan bertanding empat laga.
Komentar keras juga dikeluarkan Jose Bosingwa. "Saya tidak tahu apakah dia wasit atau pencuri," seru Bosingwa, yang kemudian meminta maaf atas pernyataannya itu.
Kabarnya, Ovrebo sampai harus keluar dari Inggris dengan diam-diam karena besarnya kemarahan fans di sana akibat kepemimpinannya yang dianggap berat sebelah di atas lapangan.
"Tidak (dendam) sama sekali. Masa lalu adalah masa lalu dan itu sangat disayangkan dalam sebuah pertandingan dan terkait kerja wasit," sahut Petr Cech saat ditanya soal laga tiga musim lalu itu.
"Bisa dipastikan kalau kami tidak berniat membalas dendam. Kami ingin masuk final dan kami tahu kami menghadapi tim terbaik di dunia. Saya lebih memilih untuk mensyukuri kami bisa bermain lagi di sini," timpal Drogba seperti diberitakan AS.
"Tak ada gunanya melihat ke belakang dan menyesalinya. Hal-hal seperti itu bisa terjadi di sepakbola," ujar Frank Lampard.
http://sport.detik.com/sepakbola/rea...rebo?b99220270
Share This Thread