Pelatih anyar Chelsea Guus Hiddink nampaknya harus berterimakasih kepada Nikolas Anelka yang membuat debutnya sempurna. Gol semata wayang bomber Prancis tersebut sukses membawa The Blues menumbangkan Aston Villa 1-0 di Stadion Villa Park, Sabtu (21/2/2009).
Dengan kemenangan ini, maka praktis Chelsea berhak menggusur Villa di posisi tiga klasemen. Chelsea kini mengoleksi 52 poin dari 25 laga Premier League. Sementara The Villans harus rela menggantikan posisi Chelsea di peringkat empat klasemen dengan poin 51 hasil dari 15 kemenangan, 6 imbang dan 5 kekalahan.
Di awal pertandingan, Hiddink yang baru bisa mendampingi skuadnya setelah direkrut menggantikan Luiz Felipe Scolari memang terlihat cukup tegang melihat anak asuh barunya bermain. Kendati demikian, ramuan meneer Belanda yang menerapkan strategi tiga striker dimana Didier Drogba di plot sebagai target man yang dibantu dua penyerang lubang Nikolas Anelka dan Salomon Kalou terlihat tampil apik.
Terbukti, baru sekira 19 laga berjalan Anelka sukses membuat para pendukung Chelsea yang hadir di Villa Park bersorak. Berawal dari penetrasi yang dilakukan Frank Lampard di tengah lapangan untuk kemudian melepaskan umpan terobosan brilian, Anelka yang berhasil mengontrol bola dengan baik tanpa kesulitan melepaskan tendangan chip melewati hadangan kiper Villa Brad Friedel.
Gol cantik bomber Timnas Prancis tersebut praktis membuat Hiddink bersorak dan membuat papan skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Chelsea.
Unggul satu membuat para punggawa The Blues makin percaya diri. Tak sampai sepuluh menit berselang, Drogba mendapatkan peluang emas menggandakan keunggulan timnya. Sayang, sepakan bomber Pantai Gading yang sebelumnya sukses mengecoh salah seorang defender Villa masih mampu dimentahkan Friedel.
Empat menit berselang, giliran kapten John Terry yang mendapat peluang. Namun, lagi-lagi kiper veteran asal Amerika Serikat tersebut sukses membuat penyelamatak gemilang dengan mementahkan sundulan Terry.
Tak terima terus ditekan, para pemain Villa mulai menaikkan tempo serangan dan menebar ancaman ke jantung pertahanan Chelsea. Pada menit ke-33, bomber muda Ashley Young memiliki kesempatan emas menyamakan kedudukan.
Sayang, meski sepakan Young berhasil membuat Petr Cech mati langkah, namun bola hasil tendangannya masih menerpa tiang. Hingga jeda, skor 1-0 untuk keunggulan Chelsea tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Chelsea langsung mengambil inisiatif serangan. Berawal dari sepak pojok, sundulan Terry yang untuk kedua kalinya meluncur deras ke dalam gawang kembali gagal berbuah gol. Pasalnya, bola yang hampir melewati garis gawang berhasil di sapu Martin Petrov.
Tak ingin malu di kandang dan posisinya di klasemen tergusur, Villa terus memberikan perlawanan alot. Gabriel Agbonlahor, James Milner dan sang kapten Garreth Barry masing-masing memiliki peluang emas di pertengahan babak kedua. Sayang, penampilan gemilang Cech di bawah mistar memaksa kedua pilar andalan Villa itu gigit jari.
Terus mendapat peluang namun tanpa berbuah gol memaksa pelatih Martin O'Neill melakukan perubahan. Pada menit ke-70, O'Neill memasukkan bomber yang menyelamatkan Villa dari kekalahan di UEFA Cup John Carew.
Masuknya, Carew terbukti mampu menambah daya dobrak anak-anak Villa Park. Namun, sayang beberapa peluang bagus yang berhasil diciptakan Villa di sisa pertandingan gagal membuahkan gol. Alhasil, hingga laga usai, Villa harus mengikhlaskan kekalahan 0-1 dan posisi di peringkat tiga disalip debut manis Guus Hiddink membesut Chelsea.
Share This Thread