KEMBANGAN (Pos Kota) – Uang receh Rp 17 ribu, hadiah bagi peraih juara II Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat DKI Jakarta, akhirnya dilaminating untuk mengingat kenangan pahit.“Uang ini kagak dijajanin, diawetin saja, biar dipajang di klub badminton anak saya,” ujar Amali Anwar, ayah dari Achmad Rifaldi dan Mohammad Rifki, kemarin.
Uang yang terdiri dari dua lembar pecahan Rp 5.000 dan tujuh lembar seribuan perak itu dijajar berderetan lalu dipres laminating pakai plastik tebal. “Uang ini akan kami pasang di papan pengumuman Zion Sport Hall di Kavling Polri, Jelambar, yang menjadi tempat latihan klub badminton Sinar Muria. Mudah-mudah tidak ada yang melarang,” ujar Amali loper koran itu.
Meski sempat menangis saat mengetahui uang hadiah dari panitia cuma sebesar Rp 17 ribu, namun tampaknya membawa hikmah bagi sang juara Rifaldi dan kakaknya Rifky yang mendapat simpatik dari banyak pihak. Ada beberapa pejabat di lingkungan Walikota Jakbar tersentuh hati memberikan hadiah buat dua kakak-beradik yang sama-sama meraih juara II badminton O2SN DKI Jakarta.
Selain mendapat raket buat Rifaldi yang duduk di bangku kelas V SDN 01 Duripulo dan dua beasiswa bagi Rifky pelajar kelas I SMAN 23, sejumlah pejabat memberi uang secara pribadi. “Jangan putus semangat. Rifaldi harus terus berlatih agar jadi pemain profesional,” ujar Sekko Fatahillah sambil menyelipkan uang Rp 250 ribu ke kantong Rifaldi di kantor walikota Jalan Raya Kembangan.
Sebelumnya Rifaldi juga mendapat uang simpati dari sejumlah lurah sehingga pada malam itu juga ia diantar ayahnya membeli sepatu, kaos, dan celana olahraga. Amali berharap semoga ada pihak yang peduli membina kedua anaknya menjadi atlit profesional.
“Mereka sangat rajin berlatih, minimal empat kali seminggu dengan fasilitas seadanya. Apalagi kalau ada pembinaan yang memadai sejak dini, bukan tidak mungkin mereka kelak bisa sehebat legenda badminton Icuk Sugiarto,” pungkas Amali yang tinggal di rumah petak kontrakan di RT 11 RW 09 Kelurahan Duripulo
swt g kira juara olimpiade dunia cm dpt Rp. 17.000
============
tapi qlo kyk gini, dah ketauan qlo PBSI ga peduli sama anak2 berbakat lain na d bidang badminton..bukti na, masa acara kyk gini hadiah juara k II na aj cm Rp. 17.000
pdhl kan, prestasi badminton masa dpn d tentuin sama anak2 seperti ini jg kelak nanti na
ckckck... pantes aja olahraga kita bukannya tambah maju
sumpah, ga abis pikir gw, maw jadi apa bangsa kita kedepan. bidang ekonomi, lebih pro kapital.
bidang politik, para pelaku politik tidak pernah bsa berpikir dewasa (tau nya maw menang aja)
bidang sosial & kebudayaan, nilai2 budaya dan tatanan sosial bukannya dipelihara, malah dirusak dan dicekoki budaya asing yang tidak terkontrol
bidang olahraga, bukannya membina atlet muda berprestasi, malah lebih milih menghambur2kan uang untuk proyek yang tidak jelas...
bah keterlaluan banget...
walaupun cuma juara lokal tapi yg namanya juara harus diberi hadiah yg layak dunk...
untung aja banyak yg bersimpati...
bsa aja suatu saat mereka bs jd Pebulu tangks yg jago dan membawa nama Indonesia menjadi juara di event2 internasional...
Who is Trafalgar Law? The Captain and Doctor of the Heart Pirates? a Man with bounty 200.000.000 Beli? Surgeon of Death? No , He is just a Rookie Pirate who know the meaning about "Will of D."
"I told you, I'm waiting for the right time...Dont get rushed, "One Piece" isn't going anywhere...Now, enough talking, Shut up and follow my orders...I'll be sure, To steal the proper throne" - Trafalgar Law
Spt yg dah ditulis kan. Ad hikmahny. Coba kalo dy dpt hadiah 1 jt. Pasti gk ad yg menaruh simpati. Gk mungkin dpt bea siswa. Gk mungkin dpt ceperan. Sesuatu yg pahit pasti ad hikmahny selama disyukuri.
Kalau hadiahnya lebih bagus, pasti akan memacu pertumbuhan pendidikan yang lebih baik.
Kalau masalah bea siswa, anak pintar pasti akan mendapatkan beasiswa. Baik itu beasiswa dari luar negeri atau dari dalam negeri......itu tergantung dari sekolah2 yg mau menawarkan beasiswa.
Simpati? Anak2 pintar tidak perlu simpati, memangnya nasib mereka seburuk itu kah sehingga memerlukan simpati? Mereka hanya butuh pendidikan yang memadai sehingga di masa depan mereka bisa lebih terasah...
Share This Thread