Awas, iPhone Bisa Dibajak Cukup dengan SMS
Jakarta - Hati-hati, peneliti keamanan di AS telah mengungkapkan sebuah kelemahan di ponsel Apple iPhone. Cukup dengan sebuah SMS, iPhone milik pengguna manapun bisa dibajak pihak tak bertanggungjawab.
Kelemahan itu diungkapkan oleh Charlie Miller dan Collin Mulliner, peneliti keamanan komputer dalam konferensi Black Hat di Las Vegas, Amerika Serikat. Demikian seperti dikutip detikINET dari Forbes, Jumat (31/7/2009).
SMS yang bisa membobol iPhone itu hanya berisi satu karakter kotak saja. Jika pengguna menerima SMS seperti itu disarankan untuk segera mematikan iPhone-nya karena jika tidak semua informasi di dalamnya bisa diambilalih.
Bukan hanya mencuri informasi, kelemahan yang diungkapkan Miller dan Mulliner itu konon memungkinkan siapapun untuk mengambilalih iPhone milik pengguna. Ini termasuk menjalankan fungsi kamera, mikrofon dan meneruskan SMS berbahaya itu.
"Ini serius. Satu-satunya hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya adalah mematikan iPhone Anda. Seseorang bisa dengan cepat mengambilalih semua iPhone di dunia dengan ini," klaim Miller kepada Forbes.
Miller dan Mulliner mengaku telah memberitahukan kelemahan ini pada Apple sejak lebih dari satu bulan yang lalu. Namun Apple disebutkan belum juga mengeluarkan patch yang bisa mengatasinya.
Kelemahan serupa juga bisa dimanfaatkan pada ponsel dengan sistem operasi Android. Bedanya, Google telah merilis patch untuk menutup kelemahan itu setelah diberitahu oleh Miller dan Mulliner.
sumber : DISINI
Apple Tambal Celah SMS iPhone
Jakarta - Dua peneliti keamanan membuktikan bahwa Apple iPhone bisa dibajak hanya dengan pesan singkat alias SMS. Apple pun merilis tambalan untuk celah itu.
Celah itu ditambal lewat update iPhone OS 3.0.1. Semua pengguna iPhone bisa mendapatkannya via iTunes.
Update ini, seperti dikutip detikINET dari ArsTechnica, Minggu (2/8/2009), menutup celah yang dilaporkan oleh peneliti keamanan Chris Miller dan Collin Mulliner. Celah yang dimaksud berada pada sistem dasar telepon bernama CoreTelephony.
Dalam konferensi Black Hat, para peneliti memaparkan hasil temuannya kepada publik. Informasi yang dipaparkan konon bisa digunakan untuk membuat virus atau program jahat yang mampu membajak Apple iPhone.
"Kurang dari 24 jam setelah demonstrasi itu, kami telah merilis update software gratis yang menutup kelemahan yang ada," sebut juru bicara Apple, Neumayr, kepada ArsTechnica.
ArsTechnica mengungkapkan, update ini berukuran 230.1 MB. Meski ukurannya besar, update ini tidak mencakup metode untuk menghalangi jailbreak atau unlock pada iPhone.
sumber : DISINI
Share This Thread