WASHINGTON - Para pengacara yang mewakili keluarga korban serangan 11 September 2001 di Washington dan New York Amerika Serikat, menuding keluarga kerajaan Arab Saudi turut mendanai serangan yang menewaskan ribuan orang itu.
Laporan The New York Times menyebutkan, para pengacara itu menunjukkan beberapa bukti, termasuk bocoran dokumen dari intelijen AS.
Bukti berisi ratusan ribu halaman yang menunjukkan peran kerajaan Arab Saudi melalui penengah dalam mendanai menyalurkan dana kepada militan di Afghanistan dan Bosnia.
Dalam laporan yang dikutip Press TV, Kamis (25/6/2009) itu, disebut Pangeran Turki Al Faisal diduga mengirim dana sebesar 1 miliar real atau sekira Rp2,7 triliun untuk pimpinan Taliban pada 1998.
Namun pengacara perwakilan Muhammad Al Faisal Al Saud di Washington, Michael Kellogg, menyatakan bukti-bukti itu tidak terkait langsung dengan serangan 11 September.
"Berdasarkan bukti yang disampaikan keluarga korban, saya tidak melihat ada sedikit pun bukti yang menunjukkan Arab Saudi memiliki keterkaitan dengan serangan 11 September," kata Kellog.
Pangeran Salman bin Abdul Aziz dan anggota kerajaan lainnya, berdasarkan laporan intelijen Jerman, menggunakan dana kemanusiaan Arab Saudi untuk menyalurkan dana, termasuk salah satunya ditujukan untuk militan Pakistan.
Namun sebanyak 7.630 orang yang menandatangani petisi itu tak berharap banyak bahwa tuntutan mereka akan ditindaklanjuti Departemen Kehakiman. Pemerintah George W Bush memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan Arab Saudi.
(ton)
Sumber : okezone.com
=================================================
Jika Memang Benar, Arab Saudi Harus Bertanggung Jawab >.<
Tapi Jika Cuma Fitnah Belaka, Semoga yg memfitnah meminta maaf...
Share This Thread