LOS ANGELES, KOMPAS.com - Setelah mengorbit selama 18 tahun mempelajari Kutub Matahari dan pengaruhnya terhadap tata surya, wahana antariksa Ulysses akhirnya mengakhiri tugasnya, Selasa (30/6). Proyek bersama badan antariksa AS dan Eropa tersebut berumur empat kali lebih lama dari prediksi semula.
Selama misi panjang itu Ulysses menempuh perjalanan berjarak sekitar 8,85 miliar kilometer atau hampir tiga kali putaran orbit Matahari. Transmisi yang memungkinkan kontak dengan wahana tidak berawak sebesar mobil Volkswagen tersebut akan mati saat jarak Ulysses dengan matahari sekitar 705 juta kilometer.
”Data-data yang dihasilkan sepanjang misi menyediakan gambaran yang belum pernah ada mengenai siklus aktivitas Matahari dan tata surya serta konsekuensinya. Itu akan menyibukkan para peneliti untuk beberapa tahun mendatang,” kata Ed Smith, peneliti pada Laboratorium Propulsi Jet NASA, di Pasadena, California, AS, dalam pernyataannya.
Melalui misinya, yang di antaranya menjadi bagian penting dua kali siklus tata surya selama 11 tahun, wahana tersebut mengumpulkan informasi yang amat banyak. Informasi itu menjadi dasar lebih dari 1.000 artikel ilmiah dan dua buku.
Awalnya Ulysses dirancang untuk mengkaji angin surya dan faktor penyebabnya yang kompleks. Salah satunya adalah mempelajari partikel-partikel yang dipancarkan Matahari ke seluruh bagian tata surya.
Ulysses memberikan banyak informasi tentang gambaran di kawasan Kutub Matahari, debu antariksa di tata surya, serta planet Jupiter dan obyek transitnya. Di antara banyak temuan itu adalah aliran kuat partikel-partikel subatom yang memancar dari Matahari, sekitar 1 juta mil per jam, ternyata berkurang hingga level terendah setidaknya dalam 50 tahun.
sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/...ysses.Berakhir.
ps : salah satu keajaiban NASA terjadi
Share This Thread