oke gua ceritakan asal mula gua jadi seorang atheis.
pertama, adalah saat gua mendengar statement "serahkan semua pada yang di atas"
menurut gua "lakukan apa yang kalian bisa sebelum berdoa"
kedua, saat gua mendengar "semua sudah ada yang mengatur"
kalo semua sdah ada yg mengatur ngapain kita berusaha?
ketiga, gua agak nggak suka peraturan para umat beragama yang mementingkan agama di atas masalah yang benar2 penting. misalnya temen gua yg pernah gua tanya "loe lebih hormat sama ortu atau sama tuhan yesus?(dia kristiani)". dia jawab "ya yesus lah, yang ngasih gua kehidupan, dan bikin gua hidup sampe sekarang". gua langsung mikir aja..."nggak salah denger gua?"
keempat adalah kepala sekolah SMA gua yg membuat gua trauma untuk punya agama. memang gua bersekolah di sekolah Buddhist. gua juga buddhist dan kepala sekolah gua juga buddhist. tapi masalahnya, kepala sekolah gua itu fanatik. tiap ada perayaan hari besar keagamaan pasti ribet. yang namanya kita harus latihan baca paritta(doa) dari jam 11 sampai jam 3 sore itu pasti nggak bisa dihindari. padahal gua percaya bahwa doa tidak bisa menolong manusia (lihat faktor pertama).
kelima, yaitu saat gua mengetahui bahwa beberapa peperangan besar terjadi karena agama. perang salib misalnya. memang benar, mereka juga memiliki faktor ekonomi, tapi 70% alasan mereka berperang adalah karena kota yerusalem dijadikan taruhan. perang kedua yg terjadi karena agama adalah perebutan palestina beberapa tahun yang lalu.
keenam, gua nggak suka sikap para agamawan yang menentang kemajuan iptek dengan menyatakan argumen "mendahului tuhan". gua berpandangan agama itu seharusnya menolong kita untuk maju, bukan menghambat kita seperti ini.
terus gua juga nggak suka dengan kata2 "kita tuh di mata tuhan nggak ada artinya"
orang tua kita aja yg sdh nyiptain kita memandang kita dengan penuh kasih sayang, tapi nggak lo sembah. tapi tuhan yang memandang loe ga ada artinya gitu masih lu sembah. itu bahasa kasarnya.
semua kejadian di atas gua ceritakan secara kronologis. urutan kejadiannya memang spt itu. sampai terakhir, gua bener2 tidak percaya sama sekali sama tuhan, dan menganggap bahwa
"kita adalah tuhan bagi masing2, kita yang menentukan kemana kita akan pergi, bukan tuhan malaikat, atau *****"
@exerrion
gua sdh melatih diri gua untuk tidak bicara "OMG" "ya tuhan" atau sejenisnya...
reflek gua kalo ada sesuatu itu paling banter juga "ya ampun".
manusia makhluk penyembah...? ya! kita pasti menyembah sesuatu dalam hidup kita.
SAYA MENYEMBAH ORANG TUA SAYA.
Share This Thread