Meskipun perasaan tertarik timbul secara otomatis, namun untuk memelihara hubungan pribadi selanjutnya kita juga harus pandai menampilkan diri kita dengan cara yang bukan saja memikat lawan jenis kita, melainkan juga bersifat mendukung.
Tidak cukup kita hanya mengatakan "Inilah aku. Ambillah aku apa adanya."
Getaran untuk menciptakan hubungan yang penuh kasih merupakan keseimbangan memberi dan menerima yang sangat rumit. Penyatuan antara pria dan wanita harus dilakukan tahap demi tahap.
Pada tahap pertama, sering kali hal-hal yang menopang perasaan tertarik adalah pengharapan bahwa kita akan memperoleh apa yang kita butuhkan atau inginkan dari suatu hubungan dengan seorang calon pasangan.
Tanpa isyarat yang jelas bahwa kita akan mendapatkan apa yang kita butuhkan, perasaan tertarik itu akan lenyap. Sangatlah mudah bagi kita untuk menyalahtafsirkan aksi dan reaksi pacar kita, sehingga perasaan tertarik kita pun padam karena kita menanggapi dan merasakannya secara berbeda.
Salah satu tantangan besar pada awal suata hubungan asmara adalah menopang perasaan tertarik saat kita berkenalan dengan seseorang, kemudian memberikan kesempatan kepada perasaan tersebut untuk tumbuh.
Untuk menopang perasaan tertarik di tahap pertama, kita harus mengekspresikan sisi yang terbaik dan paling positif dari diri kita, Tanpa memahami adat-istiadat dan sopan santun di diri kita.
Seorang pria bisa membuat kesan sebaik-baiknya dan tanpa sadar justru mematikan minat sang pacar, kebanyakan pria tidak memahami cara wanita merasa dan tidak memahawi pula apa yang dicari wanita.
Ketika seorang pria menarik seorang wanita, secara otomatis ia memperlakukan seorang wanita dengan cara seperti yang dia ingin diperlakukan oleh orang lain.
Dalam banyak hal, itu bukan perlakuan yang di inginkan oleh wanita.
Usahanya untuk mengesankan sang wanita justru memadamkan minat wanita tersebut, Dalam berbagai tingkat, kebanyakan Pria tidak mempunyai pedoman ketika harus memahami sifat wanita.
Misalnya, sang pria bukannya menyediakan waktu untuk mendengarkan dan mengenali dulu pacaranya, tetapi malah membual (menggombal) tentang dirinya atau teori-teorinya tentang hidup.Dia mengira itu akan membuat wanita terkesan, dan karena sang wanita terus bertanya, dia menganggap bahwa inilah yang di inginkan wanita itu.
Pria memang tidak secara naluriah memahami perilaku dirinya. Dalam beberapa hal pria memang bagaikan seekor lembu di toko barang belah-pecah, yang lupa akan pengaruh yang dimilikinya, Ia tidak menyadari bahwa seorang wanita akan merasa di dukung dan terkesan ketika ia mendengarkan dengan punh perhatian daripada membual tentang dirinya sendiri atau memberikan nasihat.
__________________________________________________ _________________________________________
Setelah kita mengetahui sisi terbaik kita kita pun siap berurusan dengan sisi pribadi kita yang kurang positif tentang siapa diri kita.
^jojoN^
Share This Thread