Diuji Coba Menristek
Satu Rudal Buatan PT Pindad Nyasar ke Tambak Udang
Lumajang - Uji coba peluncuran rudal buatan PT Pindad yang dilakukan Menristek Suharna Suryapranata tidak sesuai rencana. 1 Rudal melesak melebih target, dan jatuh di area tambak udang.
Kapolres Lumajang, AKBP Dedy Prasetyo, saat ditemui sejumlah wartawan di Mapolres membenarkan kejadian tersebut. Bahkan petugas dari Polsek Yosowilangun sudah memasang police line di tempat jatuhnya selongsong rudal buatan PT Pindad Malang.
Informasi yang berhasil dihimpun, rudal itu jatuh di tambak udang milik PT Windu Kencana di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun.
"Untuk ganti rugi akan diserahkan oleh PT Pindad, dan mereka siap menanggungnya" ungkap Dedy Prasetyo.
Rudal yang jatuh ditambak udang pertama kali diluncurkan oleh Menristek, sekitar pukul 08.00 WIB. Rudal yang melesak melebihi target ini type RX1210 memiliki berat 45 kg, panjang 3 meter, gaya dorong 1.000 Kilogram dan memiliki jangkuan 11 km.
"Semua rudal yang diuji coba, hanya satu rudal yang melesat melebihi daya jangkaunya," tutur Kapolres.
Dari informasi yang dihimpun dari Kapolres Lumajang, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Karena saat uji coba rudal dilakukan, semua masyarakat dilarang beraktivitas di sekitar pantai selatan. (bdh/bdh)
saus http://surabaya.detik.com/read/2010/...e-tambak-udang
Korban Selongsong Rudal PT Pindad
Muhammmad: Ingin Tonton Ujicoba Rudal Malah Jadi Korban
Lumajang - Nasib naas memang tidak bisa diterka. Awalnya ingin menonton ujicoba peluncuran rudal, tapi malah menjadi korban. Itulah yang dirasakan Muhammad dan istrinya, warga Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh, Lumajang.
Muhammad (60), yang saat ini dirawat di ruang bedah RSUD Dr Haryoto menceritakan, saat selonsong rudal menghantam gubuknya, dia bersama istri sedang duduk di depan gubuk.
Dia mengaku kaget saat rudal yang diluncurkan ke arah timur, tiba-tiba kembali dan mengarah ke gubuknya. "Waktu rudal menuju ke gubuk, saya sama istri mau lari, tapi seperti ada yang menahan," ujar Muhammad, sambil menahan sakit, Senin (27/1/2010) malam.
Sesaat setelah rudal menerjang gubuknya, dia mengaku sempat akan menolong istrinya. Namun, saat itu dirinya melihat kaki kiri istrinya sudah putus, dan pingsan. Karena dirinya juka mengalami luka, maka dia hanya bisa berteriak minta tolong.
"Saya minta tolong pada warga," tutur Muhammad.
Muammad menambahkan, sesaat setelah dia berteriak minta tolong, datang para warga bersama seorang yang memakai baju tentara. Setelah itu, dia bersama istrinya dinaikan ambulance dibawa ke rumah sakit.
"Saya sama istri diangkut menggunakan ambulance di bawa ke rumah sakit," jelasnya.
Kini, Muhammad berharap pihak yang melakukan ujicoba rudal bertanggung jawab terhadap biaya pengobatannya. Karena sebagai buruh tani, dia mengaku tidak kuat membayar biaya rumah sakit.
"Saya mohon apa yang menimpa kami ada yang bertanggung jawab," harapnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Tiyamah (50), yang kakinya putus masih belum bisa diajak untuk berkomunikasi. Kondisi korban saat ini masih terlihat shock.
(bdh/bdh)
saus http://surabaya.detik.com/read/2010/...ah-jadi-korban
Dua Korban Selongsong Rudal PT Pindad Masih Jalani Perawatan
Lumajang - Dua warga Lumajang yang tertimpa selongsong rudal ujicoba milik PT Pindad Malang masih menjalani perawatan di RSUD Dr Haryanto. Satu korban mengalami luka bakar 50 persen, dan satunya lagi kakinya putus.
Dokter jaga RSUD Dr Haryoto, Lumajang, dr Direndras, saat ditemui detiksurabaya.com, Senin (27/1/2010) malam mengatakan, Muhammad (60), mengalami luka bakar devinisi 2B atau 50 persen. Luka bakar berada di punggung, dan sekujur kaki.
Sedangkan Tiyamah (50), istri Muhammad mengalami patah kaki di bawah lutut. Sehingga tim dokter berencana akan melakukan amputasi agar tidak mengalami pembusukan.
Seperti diberitakan sebelumnya, rudal yang diuji cobakan oleh PT Pindad Malang memakan korban. Selongsong rudal tersebut jatuh menimpa gubuk yang dihuni oleh pasangan suami istri warga Dusun Rekesan, Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh, Lumajang. (bdh/bdh)
saus http://surabaya.detik.com/read/2010/...lani-perawatan
Selongsong Rudal Nyasar Disebabkan Terjangan Angin 20 Knot
Lumajang - Hembusan angin dengan kecepatan 20 knot menjadi penyebab selongsong rudal yang diujicoba PT Pindad Malang berbalik arah dan jatuh di gubuk milik warga. Akibat kejadian ini, dua penghuninya mengalami luka.
Hal tersebut disampaikan Asisiten Deputi Menristek bagian Riset, Teknologi dan Ekonomi, Gunawan, pada sejumlah wartawan di Hotel Aloha, Jalan Ahmad Yani, Lumajang, Rabu (27/01/2010) malam.
"Hasil kajian dan evaluasi kami, Pada saat diluncurkan, angin mendadak bertiup kencang hingga 20 knot," kata Gunawan.
Menurut dia, dengan hembusan angin yang sangat kencang menyebabkan arah rudal yang diluncurkan menyimpang. Sehingga rudal yang memiliki daya jangkau 11 Kilometer berbalik arah menghantam gubuk.
"Dugaan kami, yang terkena hembusan angin yang kencang dibagian belakang rudal, sehingga berbelok," tutur Gunawan.
Selongsong rudal yang memakan korban dua warga merupakan type RX1210, memiliki berat 45 kg, panjang 3 meter, gaya dorong 1.000 Kilogram dan memiliki jangkuan 11 km.
Gunawan menambahkan, untuk biaya perawatan dan pengobatan dua korban akan ditanggung oleh pihak PT Pindan Malang dan Kemeterian Riset dan Teknologi. Bahkan rumah tinggal korban juga akan diperbaiki.
"Pokoknya segala sesuatu yang diakibatnya uji coba rudal, biayanya kami tanggung semua," jelas Gunawan.
saus http://surabaya.detik.com/read/2010/...-angin-20-knot
----------------------------------------------------------
gila kasian tuh korban...ditanggung seh iya cuma kalo korban kaki putus musti amputasi pegimane coba?
yang rencanain ene pegimane ujicobanya kok dilakukan dekat kawasan sipil......
Share This Thread