KOMPAS.com - Citi Peka adalah program kegiatan kemasyarakatan dari Citi Indonesia. Karena merupakan lembaga keuangan, Citi memilih melakukan pendidikan keuangan untuk murid sekolah dasar. Untuk itu dibuatlah pertunjukan teater musikal yang akan berkeliling ke sekolah-sekolah, buku komik, dan situs web interaktif.
Untuk mengadakan program pendidikan keuangan ini, Citi bekerja sama dengan Teater Koma dan Yayasan Mitra Mandiri dalam rentang satu tahun. Citi menampilkan tokoh dua agen khusus, Agen Penny dan Will Power, yang akan membantu siswa SD memahami cara mengelola keuangan, dari membuat anggaran sederhana, mengatur pengeluaran, serta kebiasaan menabung. Pendidikan ini disampaikan melalui kisah dalam teater maupun pementasan teater oleh aktor-aktor Teater Koma, serta situs web Petualangan Agen Penny tadi.
Pementasan teater dilakukan di sekolah masing-masing, dengan penonton yang dibatasi hanya sampai 100 orang. "Tujuannya supaya siswa tetap dapat berkonsentrasi dengan pesan yang ingin disampaikan. Program juga hanya berlaku untuk siswa kelas 5 dan 6 karena mereka dianggap sudah mampu menangkap pesan dari program ini," ungkap Ratna Riantiarno, Pimpinan Produksi Teater Koma, saat peluncuran program ini di Menara Jamsostek, Jakarta, Kamis (29/10).
http://edukasi.kompas.com/read/2009/...dan.Will.Power
Selain dapat langsung melontarkan pertanyaan setiap kali pementasan usai, murid-murid juga bisa berinteraksi dengan dua agen tadi secara online untuk belajar membuat anggaran yang baik melalui games, kuis, dan buku komik. Jika Anda membuka situs tersebut, www.agenpenny-id.com, Anda juga dapat menemukan Zona Guru dimana para guru dapat mengunduh buku panduan guru, dan materi pengajaran mengenai keuangan di dalam kelas.
Peluncuran program ini memancing banyak pertanyaan dari para guru dari berbagai sekolah dasar yang ikut hadir. "Menurut saya, jalan cerita teater ini tidak cocok untuk siswa sekolah saya. Banyak orangtua murid kami yang bekerja sebagai buruh cuci, sedangkan anak-anak harus ngamen di jalan untuk menambah penghasilan untuk sekolah. Jangankan menabung, untuk makan sehari-hari saja mereka sudah kesulitan," tutur seorang guru.
Banyak pula guru yang menyatakan keinginannya agar siswa-siswanya diikutsertakan dalam pementasan teater. Terasa sekali bahwa banyak guru yang ingin mengangkat harkat siswa-siswinya dengan memberi kesempatan pada mereka untuk tampil. Sayang, menurut Ratna, karena pementasan ini akan berlangsung sepanjang tahun dan dilakukan berkeliling, tak akan mungkin melibatkan anak sekolah. Namun tidak menutup kemungkinan, setiap teater sekolah melakukan pementasan dengan cerita yang disadur dari petualangan Agen Penny dan Will Power ini.
Citi Peka, yang mendapat dana sebesar 95.000 dollar dari Citi Foundation, sudah menampilkan program ini di 125 SD di Jakarta. Petualangan Agen Penny sendiri telah dimainkan di Malaysia, Singapura, Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Bila sekolah putra-putri Anda ingin mengundang pementasan teater ini di sekolah, silakan menghubungi Yayasan Mitra Mandiri, telp. 021-522 0804, 522 0806, atau email ke [email protected].
Salah satu cara penyampaian ttg manage keuangan kepada anak anak.
Mnrt saya cara ini sangat baik, karena targetny adalah anak-anak yang masih bisa dibentuk pola pikir nya, sehingga dari kecil, mereka akan di tanamkan sikap untuk lebih bisa menabung. Namun ya harus dilihat kondisi dari targetnya, seperti
mngkn ceritanya bisa di rubah sesuai dengan keadaan di lapangan setempat, oleh karena itu untuk kedepannya bisa di kembangkan setiap sekolah atau daerah memiliki tim penyuluhan sendiri sehingga sesuai dengan keadaan yang ada di lokasi penyuhan.Peluncuran program ini memancing banyak pertanyaan dari para guru dari berbagai sekolah dasar yang ikut hadir. "Menurut saya, jalan cerita teater ini tidak cocok untuk siswa sekolah saya. Banyak orangtua murid kami yang bekerja sebagai buruh cuci, sedangkan anak-anak harus ngamen di jalan untuk menambah penghasilan untuk sekolah. Jangankan menabung, untuk makan sehari-hari saja mereka sudah kesulitan," tutur seorang guru.
Bagaimana tanggapan yang lain untuk perkembangan program ini selanjutnya?
Share This Thread