[Internasional]Peringatan Kembalinya Hongkong ke Tiongkok, Tradisi Demo 1 Juli
Jumat, 29 Juni 2007
Menjelang peringatan sepuluh tahun kembalinya Hongkong ke Tiongkok 1 Juli, kalangan prodemokrasi gencar melakukan aksi. Salah satunya terjadi kemarin, ketika belasan aktivis dan anggota parlemen prodemokrasi berenang di pelabuhan ternama di Hongkong, Victoria.
Mengenakan penutup kepala oranye terang bertulisan demokrasi, mereka membentangkan spanduk merah berisi penegakan demokrasi di wilayah bekas koloni Inggris itu. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan prodemokrasi.
"Sejak Hongkong diserahkan, demokrasi di Hongkong tidak pernah matang," kata Lee Cheuk-yan, salah seorang aktivis. Mereka juga mengajak warga Hongkong untuk terlibat dalam aksi turun ke jalan 1 Juli mendatang.
Aksi turun ke jalan sepertinya sudah menjadi tradisi peringatan kembalinya Hongkong ke Tiongkok. Rekor peserta aksi terbanyak terjadi pada 2003, ketika setengah juta warga terlibat dalam aksi tersebut.
Di sisi lain, Presiden Tiongkok Hu Jintao mengklaim pertumbuhan Hongkong melaju pesat setelah kembali ke Tiongkok. Bahkan, masa depan Hongkong akan semakin cemerlang. "Dengan persatuan dan dukungan solid dari Tiongkok, saya yakin Hongkong akan memiliki masa depan yang bagus," katanya seperti dikutip kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua.
Berbicara di Beijing saat pembukaan pameran mengenai kemajuan Hongkong setelah diserahkan Inggris, Hu juga memuji kesuksesan masyarakat Hongkong. Dia menegaskan, masyarakat telah membangun masa depan perekonomian yang cerah, memiliki standar hidup yang lebih baik, dan secara perlahan demokrasi semakin membaik.
Meski pernyataan Hu terkesan menjanjikan, mantan gubernur Hongkong, Chris Patten - gubernur terakhir yang memimpin Hongkong sebelum dikembalikan ke Tiongkok- menyatakan hal sebaliknya. Terutama mengenai kebebasan demokrasi. Dikatakan Patten dalam program Hard Talk di British Broadcasting Corp.’s, Beijing telah menghentikan semua kemajuan yang berhubungan dengan demokrasi.
Share This Thread