Page 5 of 6 FirstFirst 123456 LastLast
Results 61 to 75 of 89
http://idgs.in/27871
  1. #61
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Majikan Malaysia Antar Mudik TKW ke Brebes

    Bandung (ANTARA News) - Ponida (34) tenaga kerja wanita (TKW) asal Brebes, Jawa Tengah bernasib mujur, dan patut bersyukur, pasalnya Haji Shaleh majikannya asal Petaling Jaya, Malaysia rela mengantar mudik bersama istrinya NY Shaleh hingga kampung halaman Ponida.

    Saat singgah di Bandara Husein Sastranagara, Rabu, Haji Shaleh menuturkan bahwa dirinya bersama istri sangat senang mengantar Ponida pulang mudik ke Indonesia.

    "Kami berdua mau mengantar pulang Ponida, karena kami juga ingin mengakrabi keluarga Ponida yang ada di Brebes sekalian silaturrahmi menjelang Hari Raya," ujar Haji Shaleh.

    Dikatakan, dirinya merasa was-was kalau Ponida pulang sendirian karena pekerjanya itu membawa barang banyak untuk keluarga serta anaknya di Brebes.

    Menurut Haji Shaleh, Ponida bekerja sangat baik, rajin, dan cakap dalam menyelesaikan semua pekerjaan sehingga diharapkannya setelah cuti Hari Raya, Ponida bisa kembali bekerja ditempat tinggalnya.

    Selain untuk bersilaturrahmi dengan keluarga Ponida di Brebes, menurut Haji Shaleh, dirinya ingin berjalan-jalan sejenak untuk menikmati keindahan alam, dan berbelanja berbagai keperluannya di Indonesia.



    Ponida yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) itu, mengaku sangat betah tinggal dan bekerja bersama majikannya itu.

    "Dua tahun saya bekerja di Petaling Jaya sangat senang juga betah karena majikan serta keluarga majikan tempat saya bekerja sangat baik, namun ada pula seorang tetangga majikannya yang kurang bersikap simpati terhadap TKW," ucapnya.

    Dikatakannya, Haji Shaleh memberi banyak tunjangan serta gaji yang lebih terhadapnya. Majikannya itu pun membelikan berbagai pakaian untuk suami serta seorang anaknya yang berada di Brebes. "Setelah cuti dua bulan pasti saya akan kembali ke majikan saya itu," katanya dengan tersenyum
    http://www.antara.co.id/arc/2007/10/...tkw-ke-brebes/

  2. Hot Ad
  3. #62
    Trademaks's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    Indonesia
    Posts
    1,946
    Points
    3,106.70
    Thanks: 3 / 3 / 3

    Lightbulb TKW Asal Cianjur Tak Terima Gaji Enam Tahun

    CIANJUR (SINDO) – Siti Nurjamilah, 27, seorang TKW asal Kampung Lemburtengah RT 06/01 Desa Salamnunggal, Kec Cibeber, Kab Cianjur, yang bekerja di Kuwait, selama enam tahun tak menerima gaji.

    Untuk ongkos pulang ke Indonesia pun dia hanya diberi uang oleh majikannya yang bernama Naif Said Dhafiri sebesar Rp1,8 juta. Fakta ini terbongkar setelah Siti tiba di Tanah Air. Pihak keluarga mengaku, selama ini gaji bulanan Siti tak pernah dikirim.Siti memang tak pernah mempersoalkan gaji karena majikannya selalu memberikan bukti pengiriman uang kepada keluarganya di Cianjur. ”Saya tidak pernah sekalipun memegang uang gaji.

    Menurut majikan saya, uang gaji setiap bulannya dikirimkan kepada keluarga saya di Cianjur,” ungkap Siti. Majikannya selalu menunjukkan bukti pengiriman melalui jasa Western Union dengan nomor resi 6834109387. Begitu juga saat ingin pulang ke Tanah Air setelah enam tahun bekerja, dia tanpa kesulitan diizinkan pulang dan dibekali ongkos sebesar Rp1,8 juta. Namun, betapa kagetnya saat dia konfirmasi keluarganya soal gaji bulanan yang mestinya dia terima.Ternyata,gajinya tak pernah dikirimkan. ”Saat tiba di rumah dan menanyakan kiriman uang gaji, ternyata keluarga saya tidak pernah diterima,” ungkapnya.

    Karena penasaran, dia mengecek ke Kantor Pos dan Giro di Cianjur.Dari keterangan petugas, ternyata resi yang selama ini selalu majikan saya perlihatkan itu ternyata kosong. Siti mengaku berangkat ke Kuwait melalui PJTKI PT Nur Afi Ilman Jaya yang beralamat di Kampung Melayu Kecil III No 29 Kel Tebet, Jakarta Selatan. ”Pada 8 Agustus 2001, saya akhirnya berangkat ke Kuwait dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Nama majikan saya Jalil,”ujarnya. Di tempat tersebut, Siti hanya bekerja selama dua bulan dan hanya mendapatkan gaji sebesar 80 dinar.

    Pada saat Siti bermaksud keluar kerja dari Jalil, agensi yang berada di Kuwait menggeledah dan merampas uang gajinya. ”Ternyata setelah uang gaji saya diambil, agensi tersebut mempekerjakan kembali saya kepada majikan baru yang bernama Naif Zaid Dhafiri,”tutur Siti. Kuasa hukum Siti, Gingin Yonagie,berjanji akan meminta pertanggungjawaban pihak PJTKI yang memberangkatkan kliennya. ”Mereka tidak boleh lepas tanggung jawab begitu saja karena klien saya bukan TKI ilegal. Beliau resmi diberangkatkan ke Kuwait oleh perusahaan mereka,”tegas Gingin.


    referensi : http://www.seputar-indonesia.com/

  4. #63
    Niell's Avatar
    Join Date
    Feb 2007
    Location
    Klp Gading
    Posts
    545
    Points
    642.90
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    sangat memprihatinkan.

    mereka kayak gak dianggap seperti manusia aja.

    jauh jauh bekerja,

    berangkat hidup - pulang tinggal nama.

    hanya demi menafkahi kloarga na..
    semua nya hanya demi uang..

    ID PUBLIC - ASS-HOLE

  5. #64
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Quote Originally Posted by Niell View Post
    sangat memprihatinkan.

    mereka kayak gak dianggap seperti manusia aja.

    jauh jauh bekerja,

    berangkat hidup - pulang tinggal nama.

    hanya demi menafkahi kloarga na..
    semua nya hanya demi uang..
    makana pemerintah mesti hentiin aliran TKI ke negara12 rawan peanggaran ham..

  6. #65
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Malaysia Cari Pembantu ke Negeri Lain
    TEMPO Interaktif, Putrajaya: Karena kebutuhan akan pembantu rumah tangga terus naik dan kesulitan mendapat pembantu asal Indonesia, Malaysia bermaksud untuk menyewa pembantu dari India, Nepal, Laos dan Vietnam.

    Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengatakan bahwa perekrutan dari empat negara itu akan dilakukan setelah nota kesepahaman ditandatangani dengan negara bersangkutan.

    Saat ini ada 317.537 pembantu asing di Negeri Jiran itu dan mereka semua berasal dari Indonesia, Filipina, Thailand, Sri Lanka dan Kamboja.

    source:http://www.tempointeraktif.com/

  7. #66
    Trademaks's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    Indonesia
    Posts
    1,946
    Points
    3,106.70
    Thanks: 3 / 3 / 3

    Arrow Penghentian Pengiriman TKI ke Malaysia Disoal

    JAKARTA (SINDO) – Wakil Ketua Komisi IX DPR Burzah Zarnubi menolak keras usulan penghentian pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia.

    Alasannya, pemerintah belum bisa menciptakan lapangan kerja bagi para TKI tersebut. Untuk itu, dia meminta pemerintah harus lebih mengutamakan diplomasi terlebih dahulu. Perlakuan buruk yang dialami TKI di Malaysia merupakan bukti diplomasi RI terhadap Malaysia masih sangat lemah.

    “Selama ini diplomasi kita itu tidak pernah memperjuangkan nasib TKI yang teraniaya,” kata Burzah kepada SINDO di Jakarta,kemarin. Buktinya, lanjut dia, belum terlihat adanya sikap tegas, baik dari Menteri Luar Negeri, Kedutaan Besar RI, maupun utusan diplomat Indonesia yang benar-benar memperjuangkan TKI.

    Misalnya, menuntut pemerintah Malaysia memproses hukum para pelaku penganiaya TKI. Akibatnya, kata dia, lambat laun menimbulkan kesan bahwa Indonesia tidak memiliki harga diri di mata negara lain.“Kapan ada majikan di Arab Saudi atau di Malaysia yang pernah dihukum karena menganiaya atau memperkosa TKI kita.

    Tidak pernah ada itu,”tegasnya Burzah juga menilai, banyaknya warga Indonesia yang memilih bekerja di Malaysia karena pemerintah tidak menjamin rakyatnya memperoleh pekerjaan di dalam negeri. Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno pada Sabtu (13/10) lalu mengatakan siap menghentikan pengiriman TKI ke Malaysia asakan kebijakan itu muncul atas keputusan politik antara Pemerintah dan DPR.

    Berbeda dengan Direktur Eksekutif Migran Care Anis Hidayah. Dia mengapresiasi pernyataan Erman. “Sudah seharusnya pemerintah menunjukkan sikap tegas dan berani terhadap Malaysia,” kata Anis. Menurut dia,penghentian itu mampu meningkatkan posisi tawar politik pihak Indonesia di mata pemerintah negeri jiran agar lebih menghargai TKI.


    referensi : http://www.seputar-indonesia.com/

  8. #67
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    TKI Sragen Tewas di Malaysia Saat Idul Fitri Cetak E-mail
    SRAGEN - Satu lagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sragen Jawa Tengah dikabarkan tewas di Malaysia, Sabtu (13/10) lalu. TKI yang tewas adalah Subari (35) warga Dusun Ngledok Desa Wonotolo, Gondang Sragen.

    Hingga kini, belum diperoleh keterangan pasti penyebab kematiannya. Dugaan sementara, korban tewas setelah menderita sakit perut. Sementara, diperkirakan jenazah korban akan sampai di rumah duka di Sragen pada Selasa (16/10/2007) ini.

    Menurut salah satu kerabat korban, Susilowati mengatakan, dari kabar yang diperoleh pihak keluarga saat Salat Idul Fitri Subari sempat mengeluh sakit perut. Namun, pada sore harinya mendadak korban meninggal.

    "Hanya saja, pihak keluarga belum mengetahui secara pasti penyebab kematiannya" terang Susilowati.

    Dari keterangan yang diperoleh, setelah diterbangkan dari Malaysia menuju Jakarta, jenazahnya akan tiba di Sragen pada hari rabu ini. "Selama di Malaysia, Subari sudah beberapa kali pulang lantaran isterinya tinggal di Sragen," ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Sragen, Arief Zaenal mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi tentang penyebab kematiannya.

    "Kami juga sedang melacak riwayat perjalanan korban dari Indonesia ke Malaysia," kata Arief Zaenal.

    Alasannya, ada dugaan Subari merupakan TKI ilegal yang berangkat ke Malaysia tanpa PJTKI. Selain itu dari informasi yang diperoleh pihaknya, Subari yang berangkat ke negeri Jiran sejak 10 tahun lalu ini diduga berangkat menggunakan visa wisata.

    Jika nanti memang terbukti menjadi TKI illegal, kemungkinan besar keluarganya sendiri yang mengurus. Dalam hal ini, semua biaya penerbangan dan pemakaman menjadi tanggungan keluarga.

    "Sementara, jika Subari adalah TKI legal, maka semua biaya yang timbul atas kematiannya menjadi tanggungjawab PJTKI yang menyalurkannya," terang Arief. (ary wahyu Wibowo/sindo/uky)

  9. #68

    Join Date
    Oct 2006
    Location
    malang
    Posts
    9
    Points
    15.10
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default Bah!!!!!

    gw heran kok malah bingung mikirin TKI yg jelas2 ga pernah diperhatikan ama pemerintah qta. Gini, gw pikir pemerintah qta ini sudah tidak punya wibawa. Gw ambil contoh kasus ambalat, yg dulu rame2nya sekarang ga terdengar kabarnya padahal kan PM Malaysia jelas2 masih mengakui ambalat sebagai wilayah malaysia.
    Kedua masalah GAM.
    kalian pasti smua tau kalo GAM itu pemberontak dimata pemerintah qta, akan tetapi kenapa kok pemerintah qta ini sampai mau berunding dengan GAM sampai2 sekarang aceh udah punya hukum sendiri. Padahal negara qta punya aturan hukum yaitu tidak boleh ada hukum lain d dalam hukum yg telah ditetapkan pemerintah. Dan negara qta adalah negara kesatuan yg berarti juga semua aturan atau hukumnya adalah SATU....kalo suatu daerah punya aturan hukum sendiri bukankah itu sudah merupakan sebuah negara?? (dengan mengingat negara qta adalah negara kesatuan bukannya negara federasi)..Nah lo kalo itu gimana??

  10. #69
    Trademaks's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    Indonesia
    Posts
    1,946
    Points
    3,106.70
    Thanks: 3 / 3 / 3

    Lightbulb Ke Korea Selatan, Saat Negeri Ginseng Jadi Primadona Baru TKI

    Mampu Kirimi Keluarga Rp 6 Juta Per Bulan
    Lebaran juga dinikmati para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib di Korea Selatan. Berikut laporan wartawan Jawa Pos RIDLWAN HABIB pulang ke tanah air bersama para pahlawan devisa dari Negeri Ginseng itu.
    ----

    WAJAH Hartono, warga Kepanjen, Malang, hari itu tampak berseri-seri. Dengan disertai tujuh TKI lainnya, pria 24 tahun itu sedang menunggu boarding ke pesawat di Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan, untuk perjalanan "mudik" ke tanah air.

    Mereka terlihat saling bercanda. Dandanan mereka juga gaul. Rambut dipanjangkan dan pakaian kasual ala anak muda Korea. "Tahun ini yang mudik lebih banyak dibanding tahun sebelum-belumnya," kata Hartono yang akan terbang dengan Korean Air itu.

    Alumnus STM ini cukup beruntung. Pada 2004 dia mencoba melamar melalui sebuah perusahaan penyedia jasa tenaga kerja di Surabaya. "Saya masuk Korea Selatan pada September 2004, jadi sudah tiga tahun lebih sebulan," katanya.

    Di Korsel, Hartono tinggal di mess karyawan. Lokasinya di Gwang Jin Gu, Seoul. Dia tinggal bersama rekan-rekan kerjanya yang rata-rata dari Asia. "Kebanyakan dari Malaysia, India, Bangladesh," kata pria yang bertugas di bidang perawatan mesin generator kapal itu.

    Bagaimana rasanya kerja di Korsel ? "Alhamdulillah saya bisa menolong dan membahagiakan orang tua saya," jawabnya lalu tersenyum.

    Tiga tahun membanting tulang di Negeri Ginseng, Hartono kini sudah punya modal untuk menyunting gadis pilihannya, Sulastri, yang fotonya dipandangi tiap malam sebelum tidur. "Saya menabung tiap bulan Mas," katanya malu-malu.

    "Dia teman SMP saya, tetangga desa," tambahnya sambil menunjukkan foto seorang wanita berambut panjang yang tersimpan di dompet. Tahun depan, akhir Januari Hartono akan menikahi Sulastri.

    Lain Hartono, lain pula Aris Jatmiko. Pria sulung tiga bersaudara itu menjadi tumpuan utama keluarganya di Trucuk, Bojonegoro, Jawa Timur. "Saya buru-buru pulang karena adik bungsu saya mau dilamar orang. Sebenarnya saya ingin pulang awal tahun (2008) sekalian mengurus dokumen perpanjangan kontrak, " ujar pria lajang itu.

    Setiap bulan Aris mengaku selalu mengirim kabar dan uang ke kampung halaman. Aris merantau ke Ansan, Korsel, sejak empat tahun lalu. Dia bekerja di pabrik daur ulang. Tiap bulan, Aris mengaku bisa menabung hingga 600.000 won (sekitar Rp 6 juta). "Alhamdulillah Mas bisa mencukupi," katanya.

    Di Korea, Aris aktif menjalin komunikasi dengan rekan-rekan sesama TKI yang bekerja di sana. "Bulan puasa lalu kami juga mengadakan buka puasa bersama," katanya.

    Di Korsel ada komunitas dakwah Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI). Lembaga yang beralamat di Guro-gu, Guro-dong 458-10, Seoul. "Bulan lalu kami mengundang AA Gym dalam tabligh akbar di Taegu dan Ansan," katanya.

    IKMI yang berdiri sejak Agustus 1997 itu juga aktif memfasilitasi TKI yang ingin dibantu dalam pengurusan dokumen-dokumen imigrasi di Korea. "Hubungan dengan KBRI Seoul sangat harmonis," tambahnya.

    Aris menjelaskan, IKMI juga memfasilitasi TKI yang akan menikah di Korea. "Biasanya diadakan tiap hari Ahad di Musola Guro," katanya. Salah satu syaratnya, selain dokumen pengurusan surat nikah dari Indonesia, juga ada surat pernyataan menerima wali hakim bagi pihak mempelai perempuan.

    Selain masalah pernikahan, para TKI juga saling berkirim kabar jika ada yang terkena musibah. "Bulan lalu ada juga yang meninggal dunia karena sakit, kami bantu mengurus pemakamannya," katanya.

    Dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan (BNP2) TKI Jumhur Hidayat menjelaskan, hingga menjelang akhir semester pertama tahun ini Indonesia mampu menempatkan 1.132 orang TKI di Korea Selatan (Korsel). Angka itu masih jauh dari kuota yang diberikan negara itu, yakni 9.000 TKI untuk dipekerjakan di sektor formal (pabrik).

    "Jika mampu menenuhi 9.000, tahun depan kita berpeluang mendapatkan alokasi 14.000 orang," kata Jumhur.

    Korea, kata dia, membuka peluang bagi tenaga kerja asing sebesar 89.000 orang. Sebesar 40.000 dialokasikan untuk Tiongkok a dan sisanya diperebutkan enam negara, antara lain Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam dan Banglades.

    Sebagai Kepala BNP2TKI, Jumhur menyatakan akan berjuang keras untuk mencapai target tersebut. Hanya, dia mengakui untuk mencapainya perlu kerja keras. Tahun lalu, sebelum BNP2 TKI terbentuk, Depnakertrans juga gagal menempatkan sekitar 3.000 TKI ke Korsel arena tidak ada program promosi pasar kerja ke sana.

    Untuk melakukan percepatan program penempatan TKI ke negeri ginseng itu, BNP2TKI membentuk Komite Penanganan TKI Korea yang beranggotakan 30 orang. Mereka terdiri atas unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.


    referensi : http://www.indopos.co.id/

  11. #70
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    moga2 korsel tidk seperti ********* dan arab...

  12. #71
    CrL-bLaCk-'s Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    -
    Posts
    10,051
    Points
    15,892.40
    Thanks: 13 / 232 / 105

    Default

    Kematian TKI Karena Pukulan
    Sumber : ANTARA News

    Kematian Redi Martin (19), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Cilacap, Jawa Tengah berdasarkan hasil autopsi tanggal 8 Oktober 2007 di Rumahsakit Sultanah Aminah, Johor Baru Malaysia, disebabkan pukulan benda tumpul.

    "Korban meninggal tanggal 5 Oktober setelah dikeroyok warga sipil bukan penganiayaan oleh aparat keamanan," kata Direktur PT Tenaga Sejahtera Wirasta (TSW) Sulardi kepada ANTARA News, Kamis.

    PT TSW merupakan Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang memberangkatkan korban sebagai TKI resmi di Malaysia sebelum dinyatakan sebagai tenaga ilegal.

    Seperti yang diwartakan sebelumnya, Redi Martin berangkat ke Malaysia tahun 2005 melalui PT TSW untuk bekerja pada taman bunga di Johor Baru, namun sekitar tahun 2006 dia kabur dan bekerja di perkebunan sawit.

    "Korban berangkat ke Malaysia secara resmi namun pulangnya secara ilegal karena kabur dari tempat pertama dia bekerja," kata Sulardi.

    Dia mengatakan, korban dikeroyok warga sipil lantaran dituduh mencuri telepon genggam milik seorang wanita Melayu.

    Setelah dilakukan pemeriksaan, kata dia, ternyata di jaket korban ditemukan telepon yang dimaksud.

    "Suami wanita itu segera memukul korban namun dilawan dan perempuan Melayu tersebut meneriakinya sebagai pencuri hingga akhirnya massa datang dan memukulinya," kata dia yang datang ke Malaysia untuk mengurus proses pemulangan jenazah.

    Menurut dia, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit dan kejadian itu oleh warga setempat langsung dilaporkan kepada Polisi Diraja Malaysia.

    Ia mengatakan, polisi yang mendengar laporan tersebut langsung menangkap tiga orang yang diduga sebagai pelaku penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

    "Bahkan salah satu dari mereka telah menjalani proses peradilan di Mahkamah Malaysia dan dituntut hukuman 20 tahun," katanya.

  13. #72
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    http://www.liputan6.com/daerah/?id=149426

    20/10/2007 06:44 Kasus TKI
    Dituduh Mencuri HP, TKI Dianiaya Hingga Tewas

    Liputan6.com, Cilacap: Satu lagi tenaga kerja Indonesia yang bekerja Malaysia kembali menemui nasib nahas. Redi Marten, TKI asal Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah tewas dianiaya sejumlah warga Malaysia karena dituduh mencuri telepon genggam.

    Kedatangan jenazah Redi Marten di rumahnya disambut isak tangis anggota keluarga dan kerabat. Tangis histeris makin menjadi saat pihak keluarga membuka peti jenazah korban untuk memastikan kebenaran jasad Redi Marten.

    Kasus ini menambah panjang daftar TKI yang tewas di negeri jiran Malaysia. Sebelumnya, TKI asal Ponorogo, Jawa Timur tewas setelah mandi di sebuah kolam yang tidak jauh dari tempatnya bekerja

  14. #73
    CrL-bLaCk-'s Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    -
    Posts
    10,051
    Points
    15,892.40
    Thanks: 13 / 232 / 105

    Default

    Waduh ternyata banyak banget yah TKI yang mati di negeri jiran. Apa pemerintah tidak melakukan usaha untuk mengusut dah mencegah jatuh korban yang lebih banyak lagi? Kan kalo begini terus kita bisa dianggap terlalu lembek sehingga dapat diinjak-injak martabat kita sebagai bangsa yang berdaulat oleh negara lain.

  15. #74
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    TKI Asal NTT dipaksakan Konsumsi Larutan Kimia di Malaysia
    Selasa, 23 Oktober 2007 | 13:14 WIB
    TEMPO Interaktif, Jakarta:Penyiksaan secara keji kembali dialami Fiktoria Usnaat, 27 tahun, warga Desa Bokon, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, salah satu Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia sejak 31 Maret 2006 lalu.

    Fiktoria disiksa oleh majikannya dengan cara diseterika, disiram dengan zat kimia (larutan pemutih pakaian) dan dipaksakan mengkonsumsi limbah cucian pakaian, kaos kaki dan air sabun. Setelah puas menyiksa, sang majikan mengirim kembali Fiktoria ke kampung halamannya tanpa memberikan gaji maupun hak lainnya.

    Kasus kekerasan terhadap TKI ini baru terungkap pada saat Fiktoria tiba kembali dikampung halamannya dan menceriterakan perlakuan keji sang majikan kepada ayah kandungnya, Martinus Usnaat (50), Senin lalu. Martinus yang tidak menerima perlakuan terhadap anaknya langsung mencari wartawan dan meminta menyebarluaskan kasus kasus penganiayaan tersebut dengan harapan pelaku penganiayaan, perusahaan yang terlibat dalam pengiriman anaknya ke Malaysia ikut bertanggungjawab atas masa depan anaknya yang sampai saat ini masih mengalami trauma dan menjalani perawatan medis karena sebagian besar luka bekas
    penganiayaan belum sembuh.

    Fiktoria, yang dihubungi wartawan di Kefamenanu, ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara, Selasa (23/10) mengatakan, dirinya direkrut PT. Kurnia Bina Rizki November 2005 tetapi baru mulai bekerja di Malaysia pada Maret 2006 karena masih mengikuti pelatihan bahasa Melayu dan ketrampilan menjadi pembantu rumah tangga di Jakarta selama lima bulan.

    "Setibanya di Malaysia, saya bekerja dengan seorang majikan selama empat bulan. Tetapi saya dipecat karena tanpa sengaja membuang obat majikan ke tempat sampah ketika membersihkan rumah. Saya dianiaya beberapa kali dengan cara dipukul. Beberapa hari kemudian saya dijemput oleh agency tenaga kerja bernama Mr. Calvin dan saya di jual kepada seorang pria. Saya tidak tahu nama pria itu. Selama enam bulan bekerja, saya tidak menerima gaji karena diambil oleh Mr. Calvin. Saya kemudian dijual lagi ke seorang majikan laki-laki yang juga namanya saya tidak kenal," kisahnya.

    Menurut Fiktoria, selama bekerja dengan majikan yang baru, setiap hari ia mendapat perlakuan kasar dan tak manusiawai. Kadang-kadang tidak mendapat jatah makanan. Kalaupun ada, itu makanan basi. Fiktoria sendiri tidak tahu apa kesalahannya.

    "Sekitar minggu kedua September 2007, saya dipanggil majikan dan dipaksakan mengkonsumsi air limbah cucian pakaian dan air rendaman kaos kaki. Saya berusaha menolak. Tetapi majikan saya mencampur zat kimia (Larutan pemutih pakaian, red) dengan sabun curah kemudian menyiram punggung, wajah dan belakang. Rasanya seperti hangus terbakar karena sebagian kulit saya melepuh. Saya juga dipaksakan untuk meminum sisa larutan kimia tersebut. Leher saya terasa panas mendidih dan dada saya rasanya hangus," katanya.

    Setelah menderita hampir satu bulan, pada Rabu (17/10) baru-baru, majikannya mengirim pulang Fiktoria ke Indonesia menggunakan pesawat Air Asia Flight dengan nomor penerbangan AK.900 route Kualalumpur-Denpasar. "Saya menginap sehari di Denpasar dan melanjutkan perjalanan ke Kupang, pekan lalu dengan pesawat Merpati," katanya.

    Kepala Cabang PT. Kurnia Bina Rizki, John Salomon yang dihubungi di Kupang, mengakui Fiktoria merupakan salah satu TKI yang dikirim perusahaannya ke Malaysia pada Maret 2006 lalu.

    "Kami sementara melakukan investigasi penyebab penganiayaan yang dilakukan majikan kepada Fiktoria. Perusahaan sudah mengirim seorang staf ke Malaysia dan akan melaporkan kasus ini ke KBRI di Kualalumpur untuk diproses secara hukum. Kalau benar gaji dan hak Fiktoria selama bekerja di Malaysia tidak dibayar majikan maka perusahaan akan membayar secara utuh, termasuk klaim asuransi dan biaya peratawan," kata John. jems de fortuna

  16. #75
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Parlemen Malaysia Usulkan Larangan Pekerja Asing

    Kuala Lumpur (ANTARA News)- Para anggota parlemen menyerukan kembali larangan para pekerja imigran karena dikuatirkan para pekerja asing itu akan bersaing bagi pekerjaan dengan buruh lokal, kata laporan suratkabar-suratkabar, Kamis.

    Beberapa anggota parlemen dari Koalisi Nasional yang memerintah mengutarakan tentang perlunya satu kajian terbaru mengenai kebutuhan akan buruh asing di negara itu, dan menambahkan banyak majikan kini lebih ingin mengambil para pekerja imigran karena upah mereka lebih murah ketimbang para pekerja lokal.

    Anggota parlemen Shaari Hassan mengatakan satu kajian perlu dilakukan untuk melihat apakah pekerjaan tertentu masih dibutuhkan pelayanan para pekerja asing atau dapat dilakukan oleh para pekerja lokal.

    "Saya juga mengusulkan agar rekruitmen para pekerja asing untuk sementara dibekukan sambil menunggu selesainya studi itu," katanya yang dikutip kantor berita Bernama.

    Seorang anggota parlemen lain, Mohammad Shahrum Osman, mengatakan hukum yang lebih keras harus diberlakukan terhadap para imigran ilegal.

    "Kita perlu menerapkan hukuman yang lebih berat terhadap imigran yang masuk secara tidak sah. Barangkali, dengan dua atau tiga cambuk rotan, mereka tidak akan berani masuk kembali ke negara ini secara ilegal.

    "Tidak perlu memenjarakan mereka karena kita harus memberi mereka makan dan biaya-biaya lainnya," katanya.

    Belum lama ini, pemerintah memberlakukan larangan sementara terhadap para imigran Bangladesh, menyusul serangkaian keluhan oleh para pekerja bahwa mereka dianiaya oleh majikan dan ditipu oleh agen-agen.

    Malaysia sangat mengandalkan pada para buruh asing bagi pekerjaan kasar, tetapi secara reguler mendeportasi imigran gelap yang dituduh terlibat tindak kejahatan dan masalah-masalah sosial, demikian DPA.(*)

Page 5 of 6 FirstFirst 123456 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •