
Originally Posted by
frzx
Atlet Wanita Peraih Perunggu Asian Games Berubah Kelamin
Jumat 8 Juni 2007, Jam: 9:32:00
JAKARTA (Pos Kota) – Ini namanya aneh bin ajaib. Sukarna semula seorang gadis manis. Dan, ia merupakan atlet andalan Indonesia untuk cabang olahraga atletik khususnya nomor lempar lembing putri.
Tidak tanggung-tanggung, Sukarna meraih medali perunggu putri di Asian Games Tokyo tahun 1958 silam. Kebahagiaan pun terpancar dari wajahnya. Apalagi ia mampu mengibarkan bendera sang saka ‘merah putih’ di negeri orang. Air mata atlet asal Ciamis, Jawa Barat, itu pun menitik saat itu.
Tetapi dua tahun setelah meraih medali perunggu, terjadi keanehan pada cewek berkulit sawo matang ini. Keanehan itu berawal saat Sukarna bermimpi akan menikah dengan sesama wanita.
Begitu terbangun dari tidurnya, tubuh Sukarna gemetaran dan keluar keringat dingin dari tubuh hingga bajunya basah kuyup. “Mimpi itu benar-benar membuat saya syok. Sehingga membuat saya tidak bisa tidur selama tiga hari,” ucap Sukarna, Kamis (7/6), saat menerima penghargaan rumah dari Menpora Adhyaksa Dault bersama 43 atlet berprestasi lainnya di Jakarta.
BERUBAH KELAMIN
Beberapa pekan setelah bermimpi menikah dengan sesama wanita, terjadi keanehan pada fisiknya. Alat kelamin Sukarna yang tadinya jenis wanita berubah menjadi penis alias jenis laki-laki.
“Perubahan kelamin Sukarna merupakan kekuasaan Tuhan. Tadinya ia seorang wanita, tapi setelah merebut medali perunggu, kelaminnya berubah menjadi laki-laki. Ini benar-benar aneh bin ajaib,” ucap Menpora Adhyaksa Dault yang kemarin berulang tahun sambil meluncurkan buku otobiografinya.
Dengan perubahan kelamin ini, Sukarna tentu saja kaget, bingung, sedih, dan syok. Apalagi saat itu dia mempunya suami. Keadaan Sukarna itu juga membuat sedih suaminya. Karena tidak mungkin seorang pria menikah dengan sesama pria. Apalagi pada tahun 1960-an, hal seperti itu sangat dianggap tabu.
Setelah mampu menerima kenyataan, “laki-laki” ini pun akhirnya menikah dengan wanita. Dan kini ia dikarunia seorang anak laki-laki berusia 25 tahun.
Menurut Menpora Adhyaksa Dault, hal terpenting dari kasus Sukarna bukan perubahan kelaminnya, melainkan prestasinya yang berhasil meraih medali perunggu di Asian Games Tokyo tahun 1958.
“Dia contoh teladan bagi para atlet. Di jaman susah seperti dulu, dia bisa menyumbangkan medali. Ini menjadi pemicu atlet-atlet muda untuk bisa meraih medali di ajang internasional,” kata Adhyaksa.
(aby)
Share This Thread