Shock Therapy ala Tiongkok Berantas Korupsi
SHANGHAI - Berbagai shock therapy dilakukan pemerintah Tiongkok untuk membuat jera koruptor. Yang tengah dikembangkan ialah memberikan kesempatan kepada televisi untuk mewawancarai mereka secara langsung untuk ditayangkan. Dengan "reality show" seperti itu, diharapkan modus operandi mereka terbongkar dan membuat jera yang lain.
Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI), badan pengawas korupsi Partai Komunis Tiongkok, sudah menyetujui permintaan cabang CCDI di Shanghai mengenai tayangan yang menggambarkan bagaimana sebelas pegawai negeri yang terlibat korupsi menjalankan aksi mereka. Mereka akan diwawancarai dalam program Yangcheng Evening News. Dalam tayangan itu, mereka juga diminta untuk menceritakan perjalanannya menjadi koruptor.
Dengan tayangan yang diberi tajuk The Ruin of Greedy Desire (jatuhnya hasrat rakus) itu, CCDI berharap agar semua anggota Partai Komunis dan kader-kadernya tidak jatuh ke lubang yang sama dengan mantan Gubernur Distrik Baoshan Shanghai Qin Yu.
Qin Yu didakwa korupsi uang negara CNY 7 juta (sekitar Rp 8,5 miliar). Dalam tayangan televisi, dia mengatakan kurang puas atas pendapatannya dan iri terhadap taipan-taipan yang sukses. Dua hal itulah yang mendorong dia korupsi.
Selain Qin Yun, mantan Kepala Biro Pekerja Shanghai Zhu Junyi mengatakan bahwa dirinya mengambil uang negara secara ilegal karena dipikir itu adalah saat yang tepat. Terutama setelah menempati posisi sebagai petinggi di departemen tersebut. Zhu Junyi dituduh menggelapkan uang lebih dari CNT 10 juta (sekitar Rp 12 miliar).
Juru Bicara CCDI Gan Yisheng mengatakan, ada pegawai negeri yang melakukan korupsi mengaku secara langsung. "Sebagian di antara mereka sudah memperbaiki kesalahan mereka dan yang lain masih dalam penyelidikan," kata Gan.
Presiden Tiongkok Hu Jintao juga ingin menunjukkan bahwa pemerintahannya mengambil langkah nyata. Salah satu langkah yang sudah dilakukan ialah menghukum mati pejabat yang terbukti menjalankan praktik korupsi.
Salah satu di antara mereka adalah Zheng Xiaoyu, mantan kepala pengawas makanan dan obat negara. Dia terbukti mendapatkan suap untuk memuluskan izin pemasaran produk makanan dan obat. Namun, korupsi sudah merajarela dan memengaruhi pegawai lokal, provinsi, dan pemerintahan pusat.
Padahal, masyarakat sudah gerah terhadap keadaan itu. Salah satu buktinya adalah meningkatnya download online games bertajuk Incorruptible Fighter. Dalam games itu, pemain bisa membinasakan koruptor secara sadis. Permainan yang baru diluncurkan akhir Juli itu sudah di-download lebih dari 100 ribu kali.
referensi : http://www.indopos.co.id/
Share This Thread