Meski ada orang yang bisa memakan kecoa, seperti pernah ditayangkan sebuah stasiun televisi beberapa waktu lalu, tak banyak orang yang menyukai binatang bersayap berwarna coklat dan bersungut itu. Selain sebagai makhluk jorok, seberapa besar Anda mengetahui makhluk yang disebut juga Blattodea itu?
Para ilmuwan menemukan, kecoa tidak terbilang sebagai hama pengganggu rumah saja. Dari sekitar 4.500 spesies kecoa, hanya satu persen yang merupakan hama dalam kehidupan. Spesies lainnya adalah makhluk yang unik dan menarik.
Museum Sejarah Alam London, Inggris, awal bulan ini telah merilis database yang berisi serba-serbi mengenai kecoa. Misalnya, kecoa terberat sedunia adalah kecoa badak Australia yang beratnya mencapai 30 gram atau sama beratnya dengan seekor anak burung kicau.
Adapun kecoa yang paling ringan adalah Attaphila fungicola dari Amerika Utara yang panjangnya hanya 3 milimeter, sedikit lebih panjang dari semut merah, dan hidup di tempat yang sama dengan semut pemotong daun.
Kecoa dengan bentang sayap terbesar adalah Megaloblatta blaberoides dari Amerika Tengah dan Selatan. Bentang sayapnya lebih dari 185 milimeter. Adapun yang paling berisik adalah kecoa dari Madagaskar.
Database itu disusun oleh George Beccaloni, seorang pakar kecoa dari Museum tersebut. Dia mengelola data dari katalog 1.224 halaman yang disusun oleh Karlis Princis, dipublikasikan dalam delapan edisi antara 1862 dan 1971.
Menurut Beccaloni, kecoa adalah serangga yang ajaib. Selama ini kebanyakan orang memandang keliru binatang itu. Padahal, selain sebagai hama, kecoa adalah binatang yang bisa hidup beberapa hari setelah tubuhnya dibelah. Bagian kepala bahkan bisa bertahan hidup lebih lama dengan memakan lem.
Orang-orang pun tak paham, bahwa selain tampak sebagai makhluk jorok yang berkeliaran di lubang got, sampah, dan tempat kotor lainnya, kecoa pun bisa menggerogoti rumah Anda. Ya! Rayap, sang pengerek kayu ternyata adalah salah satu spesies kecoa.
referensi : http://www.tempointeraktif.com/
Share This Thread