Page 6 of 7 FirstFirst ... 234567 LastLast
Results 76 to 90 of 97
http://idgs.in/324937
  1. #76
    MaDNeSs's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Who wants to know ?
    Posts
    3,576
    Points
    6,614.26
    Thanks: 172 / 107 / 76

    Default

    Spoiler untuk :

    gila 22 kasian si silk . ampe berasap .
    kalo rusak gimana woi . parah si hideo

    yang 23, kog si ellyna kasian gitu ya .
    model" hopeless gimanaa gitu /
    oh ellyna


    btw ric, loe ga usah ngesok kerja tugas coi . lanjotin aja ampe tamat . hore



  2. Hot Ad
  3. #77
    ZeL_ZepHer's Avatar
    Join Date
    Jul 2007
    Location
    dimana gw bisa nafas, disitu gue bisa tinggal
    Posts
    273
    Points
    338.32
    Thanks: 24 / 1 / 1

    Default

    Spoiler untuk reply :
    feeling gw
    nanti hideo jadian sama silk..




    secara teknologi tingkat tinggi..
    nanti keluar doi berubah jadi cewe..



    tp gimana bentuknya ya..



  4. #78
    RiXtopia's Avatar
    Join Date
    Dec 2007
    Location
    Western Jakarta Former ID: ∙ ∙ ∙ RiX777
    Posts
    1,736
    Points
    7,206.21
    Thanks: 219 / 769 / 291

    Default

    Spoiler untuk repli :
    @zel
    wkwk, lama2 jadi anime ne ceritanya kalo gitu

    @mad
    enak aje loe, untungnya gw uda selesai skarang.

    Akhirnya setelah dirusuhin oleh mid term.

    Sekarang bisa kembali mengetik walaupun sudah diserbu tugas2 lain lagi.
    Tentu cerita tetep lanjot.


    Spoiler untuk Part 24 :
    =============
    Part 24 - Missing
    =============


    Setelah membawa Mia ke rumah sakit, aku memberitahukan keadaan Mia pada ibunya. Aku masih sempat bertemu dengan ibunya tadi, terlihat sangat khawatir.

    Mia tidak sadarkan diri dengan demam parah. Aku tidak bisa berbicara dengannya sama sekali.
    Sekarang aku belum bisa berbuat apa-apa untuk Mia... semoga saja yang dikatakan Ellyna benar, ...jumlah racunnya terlalu kecil untuk membunuh seorang manusia.

    ...

    Sekarang tepat jam 12 siang.
    Aku baru saja keluar dari pintu masuk rumah sakit, kulihat lagi-lagi ada orang-orang yang dibawa masuk... beberapa di antara mereka ada yang terus berteriak soal burung raksasa, mereka pasti korban amukan Falwing.

    ...

    ...bagaimana dengan Ellyna?

    Kalau korban terus berdatangan... artinya Ellyna belum melumpuhkan Falwing...


    "...kenapa kau masih di sini? Cepat antarkan Mia. Aku yang bereskan semua ini. Ini bukan apa-apa untukku, kau tidak perlu khawatir sama sekali. Apalagi dengan kekuatan Silk di tanganku."

    ...

    "Pokoknya jangan khawatir."
    Dia bilang jangan khawatir...


    ...tapi sekarang aku benar-benar khawatir...


    Aku segera berlari ke lokasi awal sebelum kutinggalkan Ellyna.

    ...

    Selama aku berlari, aku tidak melihat wujud Falwing sama sekali... padahal kalau dia masih hidup, seharusnya sudah terlihat dari jauh karena tubuhnya yang besar dan terbang di udara. Apakah Ellyna sudah mengalahkannya?

    ...ya, tentu saja. Ellyna sangat kuat, jauh lebih kuat ketimbang diriku.


    Apalagi dia sudah bisa menggunakan Silk...


    ...


    ...


    Sesampainya di tempat tujuanku, aku tidak melihat Falwing... maupun Ellyna.. hanya keramaian... petugas polisi dan orang-orang yang terluka ringan. Keadaan di sini berantakan sekali, ada beberapa mobil yang terbalik.


    Ini seperti medan perang.


    Tidak ada Ellyna... ke mana dia??

    Untuk mencari Ellyna seharusnya tidak sulit... aku cukup menanyakan orang-orang yang ada di sekitar sini...


    ...


    ...


    Pejalan kaki 1: "Ya, aku lihat anak itu, dia kuat sekali, aku tidak percaya kekuatan seperti itu bisa dikeluarkan oleh seorang manusia, walaupun dia tidak mengalahkan burung itu, setidaknya korban yang berjatuhan akan jauh lebih banyak kalau tidak ada dia."

    ...Ellyna tidak berhasil mengalahkannya

    ...

    Pejalan kaki 2: "Oh kau mencari anak itu? Tadi dia terlihat seperti menangis, kemudian berlari entah ke mana setelah burung itu terbang menjauh. ...padahal sepertinya lukanya cukup parah akibat pertarungan itu"


    ...terluka cukup parah. Menangis? Ellyna?

    Apa dia pulang ke rumah?


    ...


    ...

    Aku segera berlari ke rumah...

    Hanya untuk menemukan rumah kosong, tidak ada siapapun, tidak ada Ellyna.

    ...apa mungkin dia menyusulku ke rumah sakit untuk melihat keadaan Mia?


    ...


    Aku tidak membuang waktu, walaupun aku sudah lelah berlari, aku kembali pergi ke rumah sakit...

    ...

    ...di sana aku kembali bertemu dengan ibu Mia, dan ke manapun aku mencari... aku tidak menemukan Ellyna. Aku juga sudah menanyakan staff rumah sakit apakah ada yang berciri-ciri seperti Ellyna atau tidak... hasilnya nihil.

    ...

    Mungkinkah dia ke sekolah? Untuk apa dia ke sekolah? ...tapi daripada tidak kucari sebaiknya kucari ke sana...


    ...

    Sesampainya di sana, ...tentu saja tidak ada.

    Di mana kau Ellyna? Aku tidak peduli apapun alasanmu, jangan membuatku cemas seperti ini.


    ...ah, tapi kalau dia lapar nanti juga dia pasti akan pulang.

    Kutunggu saja di rumah?


    ...tapi mengetahui dia terluka... aku tidak mungkin menunggu sampai malam.


    Sambil terus berpikir ke mana ia pergi... aku berjalan ke rumah dengan lesu.

    ...

    ...

    Beberapa menit kemudian aku sampai ke rumah, ...aku tidak tau harus mencari ke mana.

    Aku duduk diam di teras rumah, menunggu Ellyna kembali.
    Menunggu Ellyna untuk melompat ke sampingku dan mulai menggodaku dan menyombongkan apa saja yang bisa disombongkan.

    ...sekitar satu jam aku menunggu. Benar-benar membuang waktu dan tidak berguna.
    Seharusnya aku pergi mencari, tapi ke mana? Selama ini aku tidak pernah menanyakan ke mana saja ia berkeliaran.

    Aku pernah tanya di mana dia tidur di malam hari sebelum dia menginap di sini... Ellyna hanya bilang dia bisa tidur di mana saja.

    Aku tidak menekan sebuah jawaban dan hanya membiarkannya begitu saja. Sekarang aku tidak tahu harus mencari ke mana.

    ...

    Aku selalu seperti ini, kalau sedang mengkhawatirkan sesuatu... aku malah jadi tidak bisa berbuat apa-apa... padahal aku tahu kalau aku hanya diam seperti ini, tidak akan ada hasil apa-apa.

    ...tapi apa yang harus kulakukan?


    ...

    ...

    Aku masuk ke dalam kamar, kubuka laci mejaku.


    Semuanya berawal dari buku ini.

    Kalau aku mulai menyalahkan buku ini, aku bisa cari lebih banyak kambing hitam lagi, misalnya kenapa ayah dan ibu harus memberikan buku ini padaku, atau kenapa ayah dan ibu harus pergi keluar negeri dan meninggalkan buku ini untukku, atau kenapa buku ini harus ada sejak awal.

    Sifat manusia memang seperti, mencari sesuatu untuk disalahkan apabila sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak mau seperti itu.

    Ini sudah terjadi dan tidak ada gunanya lagi mencari-cari siapa atau apa yang harus disalahkan.


    Walau begitu... aku tetap kesal pada buku ini.

    ...

    Aku kembali duduk diam, tidak tahu harus berbuat apa. Kunyalakan TV, mungkin saja aku bisa melihat Ellyna yang tertangkap kamera, dia akan sangat mencolok karena melawan Falwing.

    ...

    Sia-sia, yang kutemukan hanya laporan-laporan jumlah korban dan keadaan lokasi kejadian seusai pertarungan Ellyna.

    ...

    Sampai jam 5 sore, Ellyna belum kembali. Ibu Mia meneleponku dan mengucapkan terima kasih karena sudah membawa Mia ke rumah sakit sebelum terlambat, dokter yang mengurusnya mengatakan bahwa Mia hanya butuh waktu untuk pulih kembali, tidak perlu ada pengobatan serius apapun, racunnya memang berbahaya, tapi intensitasnya terlalu kecil, Mia akan kembali sembuh dengan sendirinya.
    Aku tidak bisa berkata apapun, aku yang menyebabkan semua ini terjadi dan tidak layak menerima ucapan terima kasih sedikitpun.

    Sejak awal ini semua terjadi, aku ingin disalahkan, dimaki bilaperlu... tapi yang kudapatkan selama ini adalah 'kau hebat sekali', 'berhati-hatilah', 'jangan khawatir', dan 'terima kasih'

    Orang yang melakukan hal baik tapi terus disalahkan pasti akan merasa sakit hati, tapi aku tidak menyangka kalau orang yang bersalah tapi mengalami perlakuan sebaliknya, bisa sampai sesusah ini... apa yang salah dengan otakku?

    Aku tidak bisa bertahan di keadaan seperti ini, seakan-akan aku bertarung dan melindungi kehidupan manusia di kota ini, tapi pada faktanya aku hanya mencegah sesuatu yang sudah kuperbuat untuk berubah menjadi lebih parah lagi.

    ...

    ...

    Malam pun tiba. Aku sudah mandi dan melakukan kegiatan rutinku seperti tidak terjadi apa-apa sejak pagi.

    ...aku tidak lapar. Mungkin sebenarnya lapar, tapi terlalu banyak yang dipikirkan.


    Aku hanya memasak mie instant.


    ...begitu selesai, aku meletakkannya di atas meja makan.
    Duduk di depannya.


    Diam sejenak. Berharap Ellyna akan muncul dan merampasnya dariku.



    Harapan yang bodoh.
    Ini bukan seperti memancing ikan.


    Akhirnya kuhabiskan dengan cepat.


    ...


    Sampai jam 10 malam, Ellyna tidak kembali.
    Aku sudah berada di atas tempat tidurku. Aku tidak mengunci pintu rumahku supaya dia bisa masuk kalau kembali.


    ...tidak bisa tidur. Aku terlalu cemas.


    ...

    Diam sejenak.

    Aku bangkit dan mengambil jaketku, keluar rumah.


    "Aku bisa tidur di mana saja"
    Begitu katanya.


    Kucari kunci motor sport milik ibuku.
    Kuambil helm yang biasa dikenakannya.

    Kudorong keluar motornya ke jalan. Aku jarang sekali menggunakan motor ini, karena ibu tidak mengijinkanku untuk menggunakannya, ini adalah motor kesayangannya dan hanya boleh kugunakan apabila ada masalah yang sangat penting dan mendesak.

    Sekarang aku sedang menghadapi masalah yang penting dan mendesak.
    Lagipula, aku juga sudah terlalu banyak berlari sejak pagi sampai siang, apalagi... Ellyna bisa tidur di mana saja. Aku tidak bisa mencarinya dengan radar karena Silk tidak ada padaku.

    Daripada diam di tempat, aku akan mencarinya dari ujung ke ujung. Dunia ini sempit, apalagi hanya sebuah kota kecil.

    Begitu aku menemukanmu Ellyna, kau akan mendengar ceramahku yang panjang lebar karena sudah membuatku khawatir seperti ini. Siapkan telingamu.


    End Of Part 24 - RiX777 2+3


    Spoiler untuk Part 25 :
    =============
    Part 25 - Girl In Trainer
    =============


    ...

    ...

    Aku terus berkeliling dan mencari keberadaan Ellyna, aku tidak berani melaporkannya pada polisi karena takut polisi akan menahan dan menanyakan banyak hal pada Ellyna apabila ditemukan. Aku tidak punya foto wajah Ellyna, jadi aku hanya bisa menggambarkan ciri-cirinya pada setiap orang yang kutanyai.

    Semakin jauh dari lokasi kejadian kemarin, semakin sedikit orang yang pernah melihatnya, artinya Ellyna memang belum terlalu jauh dari tempat ini... lagipula dia terluka dan tidak mungkin berkeliaran terlalu jauh.

    ...

    Hari ketigabelas. Minggu

    Jam setengah tujuh pagi. Aku tertidur di sebuah kursi panjang di luar lapangan sepak bola terbuka ini dini hari tadi. Lapangan ini sebenarnya milik sekolah saingan sekolahku. Aku tidak tau kenapa aku bisa tertidur di sini kemarin, mungkin aku sudah terlalu lelah dan aku merasa nyaman kalau dekat dengan lapangan sepak bola. Jadi perkataan Ellyna soal dia bisa tidur di mana saja itu ternyata memang benar.

    ...

    ...

    Aku baru saja bangkit, tiba-tiba kulihat ada sebuah bola kaki yang bergulir ke luar lapangan melalui pintu pagar kawat tinggi yang mengelilingi lapangan itu.

    Kemudian aku melihat ke arah lapangan, ada seseorang yang tampak sedang memunguti bola-bola yang berserakan di seluruh lapangan. Memakai jaket trainer putih dan celana panjang, memakai topi putih juga.

    Sendirian, kasihan juga.

    Aku berdiri, mendekati bola itu dan menggiring pelan bola itu ke dalam lapangan.

    Menyadari keberadaanku, orang itu berhenti sebentar dan melihat ke arahku.
    Aku bermaksud mengembalikan bolanya padanya.


    Karena jaraknya denganku cukup jauh, kutendang saja bolanya.

    desh!!!

    "Ups"


    wush!

    Terlalu sering berhadapan dengan makhluk-makhluk berbahaya, aku menendangnya dengan tenaga penuh. Bolanya melayang jauh ke atas dan melewati pagar tinggi pembatas.

    Keluar dari lapangan dan menghilang.


    Orang itu melihat bolanya keluar lapangan... diam sebentar, kemudian menoleh ke arahku.

    Lalu menghampiriku dengan berjalan cepat... oh ini masalah baru lagi.


    grep!
    Menarik kerah jaketku dengan kasar.

    "Apa yang kau lakukan?!! Ini semua bola mahal!!"

    "I-Iya maaf, tenang akan kuambilkan"
    Aku tidak menyangka dia bakal segalak itu... ...dan yang lebih mengejutkan lagi, itu suara wanita... rambutnya pendek dan aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena dia masih mengenakan topinya.

    "Tidak perlu, semua bola yang keluar dari lapangan ini pasti dicuri oleh anak-anak di sekitar kompleks ini"
    Melepaskan kerah jaketku dengan kasar

    "Ini kan masih jam setengah tujuh pagi...hari minggu..."

    "Anak-anak di sekitar sini semuanya rajin bangun pagi."
    Beuh yang benar saja.

    "Jadi... aku harus menggantinya?"

    "Ya karena aku kasihan padamu yang sepertinya tidak punya rumah sama sekali... aku akan memberimu sebuah tawaran."
    Oh, dia melihatku tidur di sini.

    "...tawaran apa?"

    "Kita berduel, 1 lawan 1, dengan bola ini. Siapa yang mendapatkan 3 angka terlebih dahulu, menang. Kalau kau menang, kau tidak perlu menggantinya."

    Hah?

    "...yang benar saja"
    Mia setinggi bahuku, anak ini juga tampaknya memiliki tinggi yang sama.

    "Ya"

    "..."
    Sebenarnya dia ini perempuan atau laki-laki...? Kok mengajak duel.

    "Mau atau tidak?"

    "Ya sudah"

    "Haha, bagus."


    ...

    ...


    ...


    Aku diberi giliran pertama, aturannya cukup mudah, dimulai dari tengah lapangan. Sebelum menembakkan bolanya, paling tidak bola sudah harus digiring sampai garis kotak penalti.

    Karena aku masih ragu-ragu dia ini perempuan atau bukan, aku agak menahan diri dan ...


    set!

    Anak itu dengan cepat merebut bolanya dari kakiku dan langsung melewatiku, aku masih tercengang dengan kegesitannya dan lupa mengejarnya, dia menggiring bolanya dengan cepat dan menceploskan angka pertama.

    "Yak, satu angka untukku. Ingat bolanya mahal, lebih baik kau menangkan duel ini."
    Masih dengan topinya, tapi sepertinya aku tahu kalau dia sedang memasang wajah menyindir.


    ...

    Bolanya diserahkan padaku lagi, aku segera mulai berusaha melewati anak ini, tapi kakinya cepat sekali di jarak dekat dan langsung saja bola kembali terebut olehnya... aku segera mengejarnya dari belakang...

    Tapi larinya sangat cepat dan langsung memasukkan bola, sekali lagi.


    ...

    "..."
    Kali ini dia diam saja, sepertinya sudah menganggapku tidak mampu bermain bola.


    ...

    Oke, kalau kali ini aku kecurian lagi, uang melayang.


    Aku sudah cukup sibuk dengan hilangnya Ellyna. Aku masih harus menggunakan uangku untuk bensin motor dan makanan. Tidak ada alasan untuk kalah di sini, walaupun dia perempuan, bukan saatnya menahan diri.


    Ronde berikutnya dimulai, aku akan menggunakan surprise trick andalanku.

    dugh!

    Aku langsung menyentak bolanya ke kaki anak itu sambil menyerbu ke arahnya.

    dug

    ...bola memantul dari kakinya ke arahku kembali, dia tampaknya agak terkejut karena aku menyerbu lurus ke arahnya, sebelum bertabrakkan, aku langsung melakukan potongan 45 derajat sambil menggeser bolanya untuk menjauh darinya dengan cepat dengan kaki kananku, kali ini giliran dia yang tercengang dan aku tidak menghabiskan waktu untuk segera berlari kencang ke arah gawang dan memasukkan angka pertamaku.


    "Satu angka"

    "...."
    Sepertinya agak kesal... apa-apaan anak ini, baru kecurian satu sudah seperti itu.


    ...

    Giliran dia yang memulai sekarang, bagaimanapun juga, aku harus merebut bolanya.

    dep!

    Anak itu menyerbu ke arahku dengan cepat, mau menggunakan tehnik yang sama??

    set

    Bahunya mengayun ke kiri, ...aku segera mengikuti pergerakannya... sepertinya dia pemain yang gesit, ada kemungkinan dia melakukan gerak tipu...

    Sambil mengikuti gerakannya ke kiri, aku sudah bersiap untuk menahan bagian kanan...

    wush!

    Benar saja, dia memotong ke kanan, aku sudah siap dan langsung menyambar bola dari kakinya.


    dugh!! brugh!

    Anak itu terjatuh, aku berlari tanpa terkejar sama sekali dan memasukkan angka kedua.

    "...grh"
    Sepertinya geram. Aku jadi tidak berani mengatakan apa-apa.

    Berikutnya adalah ronde terakhir.


    Dia yang akan memulainya, ini cukup berbahaya.

    Bagaimanapun juga aku harus menang.

    ...

    ...

    Anak itu menyerbu maju, kali ini dia tampak lebih berhati-hati dan agak ragu, ini kesempatanku..

    Begitu kulihat peluang di gerakannya, langsung saja kusambar bolanya...

    set!

    Anak itu berputar cepat dan langsung mengejarku, aku berlari secepatnya untuk lepas dari kejarannya, tapi aku sudah sampai ke garis kotak penalti, langsung saja kutendang.

    desh!

    tung!

    Ah, aku terlalu ditekan melebar, posisiku sulit dan tembakannku hanya membentur tiang, bolanya memantul kembali dan diambil oleh anak itu, dengan cepat dia berbalik dan menggiring bolanya dengan kecepatan penuh.

    Aku segera mengejarnya sekuat tenaga, ...


    ...

    Aku bisa mengejarnya, tinggal 2 atau 3 langkah lagi aku bisa mentackle-nya dari samping untuk merebut bolanya.

    1...

    2...

    3...!!

    Ini kesempatan emas, langsung saja kuluncurkan kaki kananku ke arah bola.

    tuk!

    Ujung kakiku menyentuh bola. Kaki anak itu tersandung bola dan hampir kehilangan keseimbangan.

    "Ah.."

    Oh ya aku lupa, sepertinya dia perempuan dan ini sepertinya sudah terlalu kasar... aku terlalu terbawa keadaan!!

    drap!!

    Anak itu tidak jadi terjatuh! Dengan bertumpu pada kaki kirinya yang masih seimbang, dia langsung menyentak bolanya ke depan dan melompat kecil untuk menghindariku, dia berlari meninggalkanku. Terus ke arah gawang dan menendang pelan bolanya ke gawang.

    ...

    ...


    Ini artinya... uang melayang.

    Lagi-lagi... kejadian yang sama terulang... sama seperti saat aku melawan Ellyna... aku menahan diri karena lawanku berbeda gender.



    Hmm... kalau dia benar-benar perempuan, itu artinya... dia hebat sekali...

    Anak itu menghampiriku, mengulurkan tangannya.

    Aku meraih tangannya, tangannya terasa kecil. Dia menarikku berdiri.

    ...

    "...ng..."
    Tiba-tiba aku jadi salah tingkah karena dia tidak melepas tanganku dan diam menyembunyikan wajahnya di balik topinya.

    "...Kyla Lee"
    Kecil suaranya, tidak segalak tadi.

    "...he?"

    "Kubilang namaku Kyla Lee!"
    Kembali galaknya

    "O-Oh... ya... ya... namaku Hideo. Belakangnya tidak perlu karena panjang sekali."

    "Oke."
    Baru saling melepas tangan

    "..."

    "..."

    KENAPA JADI DIAM? TADI GALAK SEKALI.
    Ini sangat awkward.

    "...ng ...err.. Kyla... ya, jadi bolanya..."

    "...tidak usah"

    "Lho?? Tidak usah apanya?"

    "Tidak usah diganti. Kasihan kau sudah tidak punya rumah masih harus mengganti bola."

    "Err... tapi kan sudah dari awal perjanjian-"

    "Sudah kubilang tidak usah! Dengar tidak?!"

    "Iya, iya, baik maaf, terima kasih atas kebaikanmu"
    Apa-apaan anak ini?! Sedikit-sedikit membentak.

    "...kau suka main bola Hideo? Kapan kita main lagi?"

    Heh?

    "Ya... suka, ...tapi aku tidak berasal dari dekat sini"

    "...memangnya kau punya tempat tinggal?"

    "Y-Ya, sebenarnya ada"

    "Kok tidur di sini...?"

    "Aku sedang mencari seseorang... ..."

    "...seseorang? Siapa?"

    Anak ini, kenal juga baru saja beberapa menit yang lalu.

    "...teman"

    "Sampai segitunya kau mencari temanmu itu?"

    "Ceritanya panjang, kalau aku ada waktu untuk bercerita lebih baik aku kembali mencari"

    "...ya sudah, aku minta nomor HP, telepon rumah, dan alamat"

    "..??? Untuk apa??"

    "Kau bilang kau punya tempat tinggal, berarti perjanjiannya tetap valid, jadi aku harus menagih uangnya nanti kalau kau sudah menemukan temanmu itu."


    -______-


    ...ya sudah.


    "Baiklah..."
    Lagipula salahku sendiri.

    "..."


    Dia mencatatnya pada sebuah notes kecil yang dibawanya. Lalu menyuruhku menelepon HP-nya yang tertinggal di rumahnya, untuk memastikan aku tidak berbohong.

    "...kalau ada kartu pelajar juga, sini kusita."

    "...kau ini... berbakat jadi polisi"

    "...sudah jangan banyak protes. Salahmu sendiri."


    Melihat nama sekolahku, dia pasti langsung sadar kalau aku berasal dari sekolah saingannya.

    "...ooh, benar... Hideo blablabla. Kau yang memasukkan dua gol ke gawang sekolah kami di pertandingan tahun lalu, padahal waktu itu kau masih junior, kelas 1. Sayangnya tim kami tetap menang walaupun kau sudah berusaha susah payah."

    "...aku terkenal juga rupanya."

    "...ya, hanya karena namamu terlalu panjang dan tidak penting"

    "...hei"

    "...dan lagi aku baru saja mengalahkan satu-satunya orang yang bisa mencetak gol ke gawang kami. Pantas saja sekolahmu gagal tahun lalu. Melawanku saja masih tidak becus"

    Mulutnya tajam ya.

    "Kyla, kau ini perempuan atau laki-laki?"

    "... he? ...bukankah sudah jelas?? Jangan aneh-aneh ya."
    Mulai tinggi lagi nadanya

    "...ya sudah lupakan."

    "...lalu, kau punya foto wajah temanmu itu?"

    "Tidak... tapi,..."

    Kemudian aku mendeskripsikan Ellyna sebaik mungkin padanya.

    ...

    ...


    "...begitu"

    "Oke, aku akan bantu cari... aku akan minta bantuan orang-orang di sekitarku juga... Jangan menyerah"
    Tersenyum kecil, seperti berusaha menyemangatiku.

    "...terima kasih Kyla."
    Baik juga

    "Aku pulang dulu. Kalau kau mau ikut juga boleh, kau belum makan kan?"

    "...errh, tidak apa tidak usah... hahaha"

    "...ya sudah"

    Kyla mengunci pintu pagar kawat lapangan itu setelah kami berdua keluar, dia bilang dia datang sepagi ini hanya untuk membereskan bola-bola yang belum sempat disimpan kemarin karena ada keributan soal burung raksasa, dan tidak ada yang berani keluar rumah sampe malam hari.

    "...bye"

    Kyla berbalik membelakangiku dan melepas topinya.


    Eh! Aku belum melihat wajahnya.


    "K-Kyla!"

    "...hm?"

    Dia menoleh...


    Sekarang aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Rambutnya agak kecoklatan dan pendek, tidak terlalu rapi... kulitnya sedikit lebih gelap kalau dibandingkan dengan Ellyna dan Mia, mungkin itu karena ia sering bermain bola di lapangan terbuka.

    Spoiler untuk Kyla feature sketch :


    "Oh... sekarang aku baru bisa melihat wajahmu"

    "...bah, dasar aneh!"
    Kemudian berbalik dan berlari pergi. Larinya cepat sekali, untuk seorang anak perempuan, dan kurasa dia dapat berlari lebih cepat dariku.




    Aku masih bingung memikirkan apa yang akan terjadi kalau ada kebocoran D-Warper lagi, ...atau Falwing kembali lagi.. aku tidak punya Silk...

    Aku juga belum menemukan Ellyna, tapi entah kenapa aku jadi sedikit lebih lega.
    Apa perasaanku terbawa oleh keadaan? Ataukah aku sudah menyerah pada keadaan ini secara tidak sadar? Atau... aku jadi lega karena perkataan Kyla?

    ...

    ...tidak ada waktu untuk berdiam di sini.



    End Of Part 25 - RiX777 4+1

    TIDAK MENERIMA BARCEN

  5. The Following 3 Users Say Thank You to RiXtopia For This Useful Post:
  6. #79
    detective007's Avatar
    Join Date
    Nov 2008
    Location
    FaPLoli
    Posts
    1,819
    Points
    7,003.74
    Thanks: 162 / 88 / 58

    Default

    Ellyna...

  7. #80
    -[nVc]-Kairxa's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Negai no kara basho ni
    Posts
    2,215
    Points
    2,080.81
    Thanks: 101 / 91 / 48

    Default

    Gw tegang baca episode 24. Episode 25, hm, ga ga, harusnya dia ga boleh begitu. No no no. Itu salah. SALAH!

    ELLYNAA
    Gw merasa Civilization V adalah game yang bodoh.

  8. #81
    MaDNeSs's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Who wants to know ?
    Posts
    3,576
    Points
    6,614.26
    Thanks: 172 / 107 / 76

    Default

    huaaaaa /

    ellynaaaaaaaa /

  9. #82
    ZeL_ZepHer's Avatar
    Join Date
    Jul 2007
    Location
    dimana gw bisa nafas, disitu gue bisa tinggal
    Posts
    273
    Points
    338.32
    Thanks: 24 / 1 / 1

    Default

    Spoiler untuk reply :
    yah.. sedikkit kecewa.. dah lama nunggu.. malah d bikin khawatir sama ellyna.. T_T but.. GREAT !

    berharap kelanjutannya cepet2 dateng.. >.<

  10. #83
    RiXtopia's Avatar
    Join Date
    Dec 2007
    Location
    Western Jakarta Former ID: ∙ ∙ ∙ RiX777
    Posts
    1,736
    Points
    7,206.21
    Thanks: 219 / 769 / 291

    Default

    Spoiler untuk repli :

    jadi kawatir semua yak.

    @ zel,
    kawatir kok kecewa...
    Ya, ditunggu aja update nya tiap weekend ya

    Thanks buat semua yang masih ngikutin sampe part 24-25 ini. Uda lumayan panjang juga ngetiknya ternyata.
    TIDAK MENERIMA BARCEN

  11. #84
    dnec-5th's Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    186
    Points
    52.52
    Thanks: 23 / 12 / 9

    Default

    Wah mucul lagi satu cewek nih..

    Tp kaya nya mia paling feminim,
    So gw dukung hideo ama mia aja ah..

  12. #85
    ZeL_ZepHer's Avatar
    Join Date
    Jul 2007
    Location
    dimana gw bisa nafas, disitu gue bisa tinggal
    Posts
    273
    Points
    338.32
    Thanks: 24 / 1 / 1

    Default

    kemaren dah weekend perasaan..
    kemana nih ?

  13. #86
    dnec-5th's Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    186
    Points
    52.52
    Thanks: 23 / 12 / 9

    Default

    cuti kali dia kak sampe natal,
    wah masih lama donk..

  14. #87
    ZeL_ZepHer's Avatar
    Join Date
    Jul 2007
    Location
    dimana gw bisa nafas, disitu gue bisa tinggal
    Posts
    273
    Points
    338.32
    Thanks: 24 / 1 / 1

    Default

    oalah.. ric ric ric..



    kemana kamu ini ric..
    ku tunggu2 kemarin dari hari sabtu..
    belum nongol2..

  15. #88
    RiXtopia's Avatar
    Join Date
    Dec 2007
    Location
    Western Jakarta Former ID: ∙ ∙ ∙ RiX777
    Posts
    1,736
    Points
    7,206.21
    Thanks: 219 / 769 / 291

    Default

    Spoiler untuk salam :
    Hai hai,

    Maaf ya sampe ngilang 1 minggu lebih, salahkan IDGS yang down terus belakangan ini.

    Sekedar ngasih tau metode pengetikan cerita ini, gw ngetiknya langsung di forum, bukan dari word ataupun dari notepad, supaya formattingnya gampang dan gak kerja dua kali, karena gw males banget ngecek satu2 dialognya dan gw warnain ulang satu2. Jadi mau ga mau gw harus nunggu IDGS up baru bisa ngetik.

    Tuh kebetulan gw kan cuma bisa ngetik pas weekend, jadi ya minggu lalu begitulah nasib, kemarin aja down terus, "Lama: Sudah Dengan Selesai" kalimatnya aja ga jelas gitu apa maksudnya.

    Intinya, salahkan IDGS, wkwkw, pokoknya saya terus berusaha untuk menjalankan cerita ini sebaik mungkin. Hidup Hideo, hidup cewe-cewe.

    Merry X'mas duluan bagi yang merayakan. Happy holiday


    Spoiler untuk Part 26 :
    =============
    Part 26 - Delivery
    =============

    Sudah hampir 3 hari lebih aku berkeliling tanpa arah untuk mencari Ellyna. Sempat beberapa kali ada orang yang mengatakan pernah melihatnya, tapi semua pencarianku tidak berhasil.

    Hari keenambelas sejak permintaan pertama dikabulkan. Rabu

    Pukul 9 pagi, baru saja aku mendapatkan kabar dari keluarga Mia... Mia sudah bisa kembali ke sekolah besok. Aku baru sadar kalau aku sudah bolos 3 hari untuk mencari Ellyna.

    Dua dan tiga hari yang lalu tidak terjadi kebocoran D-Warper sama sekali, tetapi kemarin kembali muncul beberapa ekor Skyjumper Fox , tidak ada Ellyna, dan tidak ada Silk di tanganku. Aku tidak bisa melawan mereka, banyak kerusakan yang diakibatkan rubah-rubah itu, tapi beruntung para polisi sudah lebih siap ketimbang hari-hari pertama kebocoran D-Warper.

    Rubah-rubah itu dapat dilumpuhkan setelah 4 jam.

    Kalau hari ini terjadi kebocoran D-Warper lagi, kota ini akan berada dalam kesulitan, apalagi keberadaan Falwing yang belum diketahui, sudah 3 hari ia tidak kembali, sepertinya dia terluka cukup parah saat bertarung melawan Ellyna sampai membutuhkan beberapa hari untuk kembali.


    ...

    Kuhentikan motor di jalan, kuperhatikan mobil dan motor lain yang berlalu lalang.
    Melamun.

    Aku berada di tempat yang sudah cukup jauh dari rumahku. Kurasa aku harus kembali ke rumah untuk sementara waktu.

    ...


    ...

    Selama perjalanan pulang, aku terus berharap dapat menemukan Ellyna yang sedang menunggu di depan rumahku, ...atau setidaknya dia bersembunyi di suatu tempat dan mengejutkanku saat aku pulang. Atau boleh juga dia merusak pintu rumah untuk masuk ke dalam... apa saja tidak masalah yang penting dia berhenti membuatku khawatir!


    ...


    ...

    Tiga puluh menit berlalu, sebentar lagi aku sampai ke rumah.

    Aku melihat banyak kerusakan yang diakibatkan rubah-rubah itu di kiri kanan jalan. Masih ada pecahan kaca dan reruntuhan genteng rumah yang belum dibereskan, entah karena kekurangan orang untuk membereskan atau karena tidak ada yang berani keluar rumah untuk membereskan semua ini.

    ...

    Setidaknya ini semua terlihat 'lebih baik' ketimbang kerusakan yang diakibatkan Falwing... tidak hanya bangunan yang rusak, tetapi memakan banyak korban.
    Enam belas hari, baru 16 hari... keadaan sudah mulai di luar kendali.

    ...

    Sampai di rumah, tidak ada Ellyna.



    Aku segera mandi, sudah 3 hari tidak mandi, rasanya segar sekali walau kepalaku rasanya semakin berat oleh masalah yang ada. Niat untuk ke sekolah pun hilang, aku tidak bisa memikirkan pelajaran sekolah pada saat seperti ini, ...tapi ini tidak boleh terus dijadikan alasan atau aku akan jadi pemalas munafik.

    Aku harus kembali ke sekolah besok. Mia tidak akan senang kalau sampai tahu aku terus membolos apapun alasannya.


    Tapi sekarang aku ngantuk, aku mau istirahat sebentar.

    ...


    ...



    ...

    dug dug dug


    Baru saja aku terlelap sebentar... sudah ada gangguan.
    Sepertinya ada yang mengetuk pintu luar... Ellyna kah?


    Aku segera melesat keluar dengan cepat, dan hanya menemukan orang yang mengantarkan sebuah paket.


    Dari ayah dan ibu... sebuah kotak kardus kecil, lumayan ringan, entah apa isinya... aku segera membawa masuk kotak itu. Penasaran, karena ayah dan ibu tidak meneleponku untuk memberitahu akan ada kiriman...

    ...

    Kotaknya dikemas dengan berlebihan, sulit sekali membukanya.

    Aku membutuhkan 5 menit untuk membukanya sampai kemudian menemukan sebuah surat.

    "Hai Hideo, apa kabar? Semoga kau baik-baik saja.

    Ini ada hadiah dari kerabat jauh ayah di dimensi lain (ayah tidak peduli walaupun kau tidak percaya), dia sangat tertarik saat ayah menceritakan kisahmu yang dapat menggunakan BC-unit dan langsung meminta ayah untuk mengirimkan benda ini untukmu. Selamat mencoba"


    PS: Jangan mati sebelum menuliskan kesan dan pesan.



    Benda apa ini? Masih terbungkus, bentuknya seperti tangan... jangan-jangan...


    srekkk

    Kurobek lapisan kertas tebal yang digunakan untuk membungkus benda itu.

    ...


    Aku hampir tidak percaya saat melihat benda yang mirip dengan BC-unit itu... aku tidak tau apa yang membuatku yakin kalau ini adalah sebuah BC-unit, hanya perasaanku saja?
    Wujudnya tidak sama dengan Silk dan Clay ataupun BC-unit milik Deth... warnanya hitam dan ...masih mengkilap...

    Ini seperti sarung tangan samurai... hanya saja ini terlihat terlalu digitalized untuk predikat samurai. Di permukaan atasnya terpasang empat panel kaca kecil berwarna merah gelap... sepertinya itu adalah power slot-nya. Artinya BC-unit ini berkapasitas empat tabung.

    Lebih baik daripada tidak ada sama sekali!


    set!

    Kudekatkan ke tangan kananku.


    ...

    jiiit klep klep
    Dengan cepat BC-unit hitam itu menempel dan menyesuaikan bentuknya ke tangan kananku. Ada sebuah panel kaca berbentuk wajik yang lebih besar, terletak di bagian tempurung tangan. Aku yakin itu adalah scanner-eye.


    klik

    Scanner-eye menyala. Merah.


    "BC prototype, NG-4. Hensu o chekku shimasu. Shibaraku omachi kudasai"

    trit nit tiritt...

    Oh tidak... bahasanya... bukan bahasa yang kukenal.

    Semua panel kacanya berkedip-kedip. Suara AI-nya wanita. Ini adalah AI wanita kedua setelah Silk yang pernah kudengar suaranya.


    ...dum!!


    "...?!"

    Sepertinya barusan terdengar suara dentuman yang kencang...


    Aku segera keluar rumah dan tidak merasakan apa-apa...

    ...

    ...

    Kembali, masuk...

    Baru saja aku melangkahkan kakiku ke dalam... suara dentuman itu terdengar lagi.


    "Awas, cepat masuk ke dalam rumah!! Ada belalang raksasa!!"


    A-Ah... belalang raksasa... jangan-jangan sejenis Destropper... para polisi mungkin bisa menangani rubah-rubah kemarin... tapi kalau belalang seperti Destropper... itu harus dilawan dengan sebuah BC-unit... tapi aku belum menemukan Ellyna...


    "..."
    Kulihat BC-unit hitam di tangan kananku yang masih mengedip-ngedipkan panel-panel kacanya.


    "...tidak ada salahnya aku ke sana dan langsung mencoba ini, bagaimana caranya, dipikirkan nanti saja."

    Segera kuraih helm dan kukeluarkan motor.


    End of Part 26 - RiX777 9+10


    Spoiler untuk Part 27 :
    =============
    Part 27 - Tsume no Debyuu
    =============


    ...


    ...


    Sesampainya di sumber keributan, aku langsung mengenal belalang raksasa itu. Belalang ini memang sejenis dengan Destropper yang pernah dikalahkan Ellyna dulu dan sempat menjadi andalanku setiap ada pertarungan dengan makhluk apapun...

    ...belalang itu belum mulai bergerak lagi, tapi sekali dia melompat lagi, akan ada banyak kerusakan... bagaimana dengan BC-unit hitam ini?? Masih berkedip-kedip kah?


    triiit nit triit

    "Check kanryō."


    Sudah berhenti berkedip, scanner-eye nya berkedip setiap kali mengatakan sesuatu.
    Slot pertama BC-unit ini menyala, berarti ada satu tabung yang sudah terisi.


    "Hideo-san. Yunitto junbi kanryō. Selamat Pagi."

    Oh bagus dia bisa menggunakan bahasa yang kumengerti, ...walaupun agak patah aksennya tapi aku masih bisa mengerti dengan jelas.

    "Krrrk"

    Belalang itu mulai bergerak lagi.


    "Code name Kage no Tsume. Silahkan tentukan nama panggilan."

    Nama panggilan... dia ini benar-benar baru dan belum terpakai sama sekali ya?!

    "Karena Kage sudah cukup umum didengar, kita pakai belakangnya saja, Tsume. Entah apa artinya tsume..."

    "Tsume saved."

    "Emm... kau bisa melakukan scan??"

    Sambil kuarahkan scanner-eye Tsume ke belalang itu.
    Aku jadi ragu kalau fungsi BC-unit ini sama dengan yang biasanya kugunakan...

    "Scan kanryō. Desuturoppā Level 10. Neutral. Two no slot ga hitsuyōdesu"

    Ya... apapun yang dia katakan, itu artinya 2 slot akan digunakan untuk melakukan force install pada belalang ini. Sebelum itu, aku masih harus melumpuhkan belalang ini, waktu itu Ellyna mengalahkannya dengan menghantam keras tubuh belalang itu dari atas.

    "Ng... tabung pertama ini isinya apa?"

    "Shuriken."

    "Oh... ya... itu kan pisau-pisau yang biasanya dilemparkan oleh ninja?? Bagaimana cara kita melawan belalang ini dengan shuriken?!"

    "Shuriken tidak selalu harus dilemparkan, kita bisa membuatnya jadi besar dan digunakan sebagai senjata jarak dekat."

    Tsume menjelaskannya dengan aksen yang agak lucu, tapi cukup jelas.

    "Slot 1. On. Fuuma Shuriken mode."

    zuangg krep!

    Tiba-tiba muncul shuriken besar di genggaman tangan kananku, ini akan jadi sulit, menggunakan shuriken seperti ini butuh tehnik... dan aku bukan orang yang terlatih menggunakan benda seperti ini...

    "Krrrk"

    Gawat belalang itu mengambil ancang-ancang untuk melompat!!


    WHUT!!

    Reflek aku melempar shuriken besar itu ke arah kaki belakang belalng itu.

    KRAK!!!

    brugh!!

    Belalang itu terhempas ke tanah, batal melompat ...sepertinya kesakitan. Shuriken besar yang kulempar itu menghilang setelah terjatuh ke tanah.

    zuangg

    Muncul lagi satu shuriken besar baru di tangan kananku. Hei...ini praktis juga...

    DESH!!

    Belalang itu tampak marah dan melompat ke arahku...


    set!

    Sebelum belalang itu mendarat dan melumatku, aku segera berlari menghindar ke samping...


    DRAP!!!

    Belalang itu mendarat ke tempat kosong... aku segera menghampiri kakinya yang sebelah lagi dan kuayunkan shuriken besarku...

    WHUP!! KRAKK!!!


    brughh!!!

    Sekali lagi belalang itu rubuh ke tanah, kali ini dia akan kesulitan melompat...

    "Krrk!!!"

    Uh-oh, dia masih berusaha bergerak... aku harus segera menyelesaikan dia dengan cepat...
    Zero safety? Bagaimana melakukannya dengan Tsume?

    "Slot 1. On. Seigen o kaijo."

    wung wung wung wung wung

    Tangan kananku mulai memancarkan aura merah dan hitam... aku dapat merasakan tekanan kuat di tangan kananku, seperti siap melepaskan sebuah kekuatan yang besar...
    Tanpa menunggu lama, kuarahkan telapak tanganku ke belalang itu.


    wus wus whus whut whut whup whut whuss
    Puluhan shuriken kecil melesat keluar terus-menerus dari telapak tangan kananku dan meninggalkan garis merah di belakangnya.

    jres crep jreb jreb jres
    ...dan menerpa tubuh belalang yang alot itu, ada beberapa di antaranya yang langsung menembus sampai ke belakang.

    "Krrrk!!!"

    Belalang itu tidak mati tapi tampak kesakitan dan tidak mampu bergerak lagi.
    Ini saatnya melakukan force install, aku butuh kekuatan belalang ini untuk menggantikan keberadaan Silk!

    "Install kaishi."

    triit nit nit triiit

    Tsume memancarkan sinar merah dari scanner-eye nya ke tubuh belalang itu... perlahan-lahan belalang itu berubah menjadi abu...


    bresss...

    "Install kanryō."

    klik klik

    Dua panel kaca langsung menyala setelah belalang itu berubah menjadi abu. Tinggal satu panel kaca yang tidak menyala.

    ...


    ...

    Aku melihat ke sekeliling, banyak orang yang sudah memperhatikanku sejak tadi...

    Untunglah aku masih mengenakan helm-ku dan pastinya tidak ada yang bisa melihat wajahku, aku langsung buru-buru berlari ke arah motorku dan melesat pergi dari lokasi.

    ...


    ...

    Esoknya...
    Pukul setengah tujuh pagi, aku sudah berada di kelas.

    Setelah kudapatkan kekuatan untuk bertarung lagi, aku merasa sedikit lebih tenang walaupun belum ada petunjuk akan keberadaan Ellyna... aku mulai merasa kekhawatiranku ini lebih ke tanggung jawabku untuk melindungi orang-orang di kota ini ketimbang khawatir akan keberadaan Ellyna... mungkinkah aku secara tidak sadar yakin bahwa Ellyna dapat menjaga dirinya sendiri?

    ...tapi tetap saja dia tidak mungkin hilang begitu saja tanpa memberikan pesan apapun padaku.

    Aku masih harus mencarinya...

    Dan...masih ada 2 pertanyaan berhubungan dengan BC-unit... pertama, BC-unit Deth... bagaimana keadaannya dan dari mana datangnya.. kedua, Tsume ini sendiri... terlalu nyaman rasanya kalau langsung mempercayai bahwa ini datang langsung dari dimensi lain, teman ayah.

    Keperhatikan gelang hitam di pergelangan tangan kananku... seperti Silk dan Clay, Tsume juga bisa merubah bentuknya jadi gelang biasa.

    Setelah kukalahkan belalang itu kemarin, aku mempelajari hal-hal yang kuketahui sebelumnya saat memakai Silk, Tsume ini memiliki fungsi yang sebagian besar sama, hanya istiliah yang digunakannya yang sedikit berbeda... dan struktur bahasanya tidak terlalu baik karena ternyata dia tidak memiliki data bahasa yang kugunakan... dia langsung mempelajarinya saat mendengar kalimatku pertama kalinya.

    "Hide-kun.."

    Eh?

    "H-Hei, Mia"
    Tiba-tiba Mia muncul di samping mejaku, aku terlalu tenggelam dalam pikiranku.

    "Kau sudah benar-benar sehat?"

    "Ya... aku sudah tidak apa"
    Sambil meletakkan tasnya di atas mejanya

    ...


    "....Hide-kun? Bagaimana dengan Ellyna?"

    "Oh, dia... sepertinya dia menghilang... aku tidak tau ke mana dia pergi"

    "Menghilang...?"

    "....aku sudah mencarinya ke mana-mana."


    rrrr
    Tsume bergetar..

    "Ada apa?"
    Kudekatkan Tsume ke telingaku.

    "Aku mendeteksi keberadaan BC-unit lain di luar sekolah."

    "...eh?"
    Dia bisa melakukan itu?!

    Aku segera berlari keluar kelas meninggalkan Mia yang masih belum sempat menanyakan apa-apa.


    ...


    Berlari terburu-buru menuruni tangga.

    ...

    Berbelok dari koridor, melesat keluar gerbang sekolah.

    ..

    Mengikuti arahan Tsume.

    Tidak lama, langsung bertemu dengan si pemilik BC-unit yang dimaksud. Terkejut karena kedatanganku tiba-tiba.


    "Hideo?"

    "...Deth"
    Kecewa sekaligus heran.


    "..."
    Aku tidak tau harus mengatakan apa padanya.

    "Hideo, maafkan tindakanku selama ini. Aku juga ingin minta maaf pada Mia tapi aku tidak berani masuk kelas dan bertemu dengannya"

    ...

    Ya... sebenarnya aku berpisah dengan Ellyna waktu itu juga karena harus mengantarkan Mia ke rumah sakit, akibat pertarungan bodoh dan tidak perlu dengan Deth. Tanpa sadar aku jadi kesal dan mengepalkan tangan kananku.

    Ellyna ternyata tidak sempat menyita BC-unit Deth, aku masih bisa melihat BC-unit Deth di tangannya


    "...lalu apa? Kau masih mau meminta buku itu?"
    Aku menahan diri untuk tidak membentaknya.

    "Tidak, aku sadar aku sudah kalah darimu waktu itu dan aku merasa diriku tidak pantas bertemu dengan ayahku sebelum aku bisa mengalahkanmu. Jadi..."

    Yang benar saja anak ini...

    "Jadi kau mau memulai masalah lagi?"
    Suaraku mulai meninggi.

    "...bukan. Aku tidak akan meminta buku itu lagi untuk sementara waktu."


    "Terserah apa katamu."

    Begitu. Aku segera kembali ke kelas meninggalkan Deth.

    ...

    ...

    Selama di kelas, aku tidak bisa berkonsentrasi sama sekali, aku tidak mengerti apa yang diajarkan di kelas. Mia tampak mengkhawatirkanku, aku berusaha untuk tetap tenang dan sebisa mungkin mengikuti pelajaran... seadanya.


    "Hide-kun... kau benar-benar mengkhawatirkan Ellyna... tapi jangan sampai menelantarkan pel-"

    "Ya Mia, aku tau."

    "...maaf"

    Nadaku agak kasar barusan, biasanya kalau Mia meminta maaf, aku akan menenangkannya, ...tapi kali ini aku seperti tidak ada niat untuk melakukan itu sama sekali... kepalaku terlalu berat untuk mengkhawatirkan perasaan orang lain... walaupun itu Mia sekalipun.

    ...tapi tetap saja ...aku jadi tidak tenang kalau membiarkan Mia.


    "...maaf tadi aku kasar"

    "Ngg... aku yang salah kok...aku tidak mengerti perasaan Hide-kun dan apa yang dipikirkan Hide-kun..."

    Ya, Mia memang tidak tau kalau aku yang menyebabkan semua ini terjadi, semua kasus dan kejadian ini berawal dariku sendiri. Beban yang kubawa terlalu besar.

    Andaikan ada fitur save/load. Aku ingin mengulang semua ini dari awal dan menjalani hidup biasa apa adanya.


    ...



    End of Part 27 - RiX777 10+9

    TIDAK MENERIMA BARCEN

  16. The Following 6 Users Say Thank You to RiXtopia For This Useful Post:
  17. #89
    -[nVc]-Kairxa's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Negai no kara basho ni
    Posts
    2,215
    Points
    2,080.81
    Thanks: 101 / 91 / 48

    Default

    Ya masih. MASIH PENASARAN!!

    Oh ya sudahlah, endingnya ga enak. Butuh 1 minggu buat ngetahuin next partnya. Pork. BC-Unitnya keren, jadi penasaran illustnya. Hmmm..

    STILL, ELLYNAAAAAAA ((((
    Gw merasa Civilization V adalah game yang bodoh.

  18. #90
    ZeL_ZepHer's Avatar
    Join Date
    Jul 2007
    Location
    dimana gw bisa nafas, disitu gue bisa tinggal
    Posts
    273
    Points
    338.32
    Thanks: 24 / 1 / 1

    Default

    next2 !!
    mana lagi ??
    hohohoho

Page 6 of 7 FirstFirst ... 234567 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •