Tahun" tlah berlalu

sejak hati ini memisahkan diri dari tubuhku

menutup pintunya, tak ingin peduli pada apapun



selalu kuabaikan suara lirih dari mulutku

yang tak hentinya bertanya, kenapa kau ini?

selalu kusangkal pertanyaan dari mataku

yang berbisik, kenapa luluh air mata ini?



Setiap kali nada darinya kusenandungkan

ada bagian lain dariku yg berkata, sekarang musiknya bukan lagi untukmu

jarinya menari bukan sebagai tanda sayang bagimu

t'lah ada yang lain di hatinya.



Sakitkah hati ini kala menyadari hal itu?

aku kebas terhadap segala perasaan

bagaikan pohon yang tak lagi menggigil saat salju menumpuk di ranting-rantingnya.

Tak pernah lagi kubertanya, kapan daun" 'kan kembali tumbuh menghiasi jiwaku

dan kapan mentari kan menyapaku dengan cahayanya yg hangat.



Hanya diam berdiri disini

bersenandung diiringi rintik-rintik hujan di sore hari.

Dan saat kulihat pelangi

aku tersenyum dan berkata padanya

Dulu, pernah kumiliki cahaya seindah engkau

Saat bias terang sang mentari setia menyelimuti diriku