Page 1 of 10 12345 ... LastLast
Results 1 to 15 of 148
http://idgs.in/372477
  1. #1
    MASTERMONSTER's Avatar
    Join Date
    Sep 2010
    Location
    Surabaya
    Posts
    1,525
    Points
    175.00
    Thanks: 13 / 21 / 19

    Default [Selamat Tinggal Film Hollywood] Film2 USA Stop Tayang di Bioskop2 Kesayangan Anda

    Sebuah kabar mengagetkan datang dari Noorca Massardi, pengamat film yang sekaligus budayawan senior Indonesia. Di akun Facebooknya, ia menulis sebuah note mengenai diberlakukannya bea masuk hak distribusi film impor di Indonesia. Dengan begitu, film-film impor terancam tidak tayang di Indonesia!

    Berita yang satu ini jauh lebih tidak mengenakkan dibandingkan kabar akan adanya demonstrasi besar-besaran di Bundaran HI yang dilakukan FPI atas reaksinya terhadap pernyataan Presiden SBY yang berencana membubarkan FPI. Dalam note-nya, Noorca Massardi menjelaskan bahwa mulai Januari 2011, Direktorat Bea Cukai memberlakukan aturan baru mengenai bea masuk atas hak distribusi. Itu berarti, setiap film impor yang masuk ke Indonesia akan dikenakan bea masuk. Untuk besar jumlah pajaknya belum diketahui.

    Padahal, selama ini, setiap kopi film yang masuk ke Indonesia telah dikenakan bea masuk+pph+ppn yang jumlahnya mencapai 23,75% dari nilai barang. Ditjen Pajak juga selalu mendapatkan pajak penghasilan sebesar 15 persen dari hasil pemutaran setiap film. Penonton yang menyaksikan film tersebut pun tak terhindarkan dari pajak tontonan yang besarnya berkisar 10—15 persen dan dana tersebut masuk ke kas Pemda wilayah yang bersangkutan.

    Menanggapi keputusan “gaib” ini, MPA sebagai Asosiasi Produsen Film Amerika memutuskan untuk tidak mendistribusikan seluruh film amerika di Indonesia mulai Kamis, 17 Februari 2011. Semua film yang sedang tayang di Indonesia pun bisa sewaktu-waktu dicabut hak edarnya jika pihak pemilik film impor menginginkannya.

    Belum ada kabar mendetail mengenai alasan Dirjen Pajak memberlakukan bea masuk ini. Yang pasti, kita terancam tidak dapat menyaksikan True Grit, Black Swan, 127 Hours, dan film-film seru lainnya yang sudah kita nantikan sejak tahun lalu. Sebagai pecinta film dan orang yang digaji untuk menonton dan membuat review mengenai film-film impor, saya sangat kecewa. Adakah yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi?

    Source:
    http://www.jagatreview.com/2011/02/f...kop-indonesia/

    ----------------------------------------------------------------

    Ini berita Resmi Internasionalnya :

    Cinemas Face Threat of US Movie Boycott
    Elisabeth Oktofani | February 18, 2011
    Cinema screens across the country may soon have little to show except local movies if a new threat by American film producers to boycott exports to Indonesia is carried out.

    The warning has come from the Motion Picture Association,*the international counterpart of the Motion Picture Association of America,*which has apparently been angered by a proposed levy slapped on imported films.

    Freelance film reviewer Bobby Batara told the Jakarta Globe that Frank Rittman, MPA’s vice president for the Asia Pacific, aired the warning after a preview screening for journalists on Thursday of the Oscar-nominated US film “Black Swan.”

    Bobby, who attended the event, said Rittman had complained about a new tax that would soon be applied by Indonesia’s customs office.

    Rittman was quoted by a number of journalists at the screening as saying that the new government regulation on film importation could force big American studios to stop sending movies to Indonesian cinemas.

    MPA representatives could not be reached for confirmation.

    Titis Sapto Raharjo, editor in chief of Flick Online Magazine, a film review site, was also at the screening and said the rumor was that the government planned to impose a levy of 43 cents per meter of film imported.

    Government officials involved in the matter declined to confirm the figure, saying only that talks were still ongoing.

    Syamsul Lussa, a representative from the Ministry of Culture and Tourism, said he did not want to comment because the levy had not been finalized yet. “We will discuss it with the tax and customs directorate as there is a high demand for imported films in Indonesia,” he told the Globe.

    Bambang Permadi Brodjonegoro, head of fiscal policy at the Ministry of Finance, said the details had not been finalized because negotiations with the MPA were still ongoing.

    “I can’t provide any details until it has been discussed at the fiscal policy body. Please wait until next week,” he said in a message to the Globe. “It’s better to wait until after we have met with [officials from] customs and duties.”

    Titis criticized the MPA for bringing up the issue before talks had been completed. “This is an internal discussion between the government and the MPA,” he said. “Therefore, it is very important that Frank not bring this case up to the public.”

    Nauval Yazid, manager of the annual Jakarta International Film Festival (JiFFest), said if the threat were carried out, it would deal a significant blow to cinemas and filmgoers across the country.

    “Stopping film exports to Indonesia would affect many people,” he said. “Besides, the Indonesian film industry is grappling with piracy, which cannot be stopped. It’s very important that the MPA discuss and resolve this problem with customs.”

    Members of the MPA include some of the biggest studios in the United States, including Walt Disney Pictures, Paramount Pictures, Sony Pictures Entertainment, Twentieth Century Fox Film, Universal Pictures and Warner Bros. Entertainment.

    Indonesia’s film industry has suffered a downturn in recent years. In 2009, six local films sold more than a million tickets each at the box office. In 2010, only one movie broke the million mark.

    Last year, 81 Indonesian films had cinema releases, slightly down from 83 films in 2009, although a significant decline from 91 big-screen releases in 2008

    Sumber : http://www.thejakartaglobe.com/home/...boycott/423370



    --------------------------------

    Info : ini bukan hoax dan sudah terjadi..!!!
    Buktinya :
    1. Film 127 hours yg sudah di-confirm oleh 21 akan turun hari ini ternyata tidak ada.
    2. Besok tidak ada midnight show dengan film baru sama sekali.
    3. Buka web 21 cineplex. Mulai hari ini, tiba-tiba semua coming soon nya film indo..tidak ada film luar sama sekali..

    silahkan cek di web resmi 21Cineplex : http://www.21cineplex.com/coming.htm

    Without Hollywood movie, mau putar apa bioskop seperti EX, Ps, Sency, Gdg, Empo, dll..
    Apalagi Film Indo smakin turun kualitasnya..
    Semoga masalah ini cepat ditemukan solusinya oleh semua pihak, demi para pecinta film!!




    ------------------------------------------------------------------------
    ------------------------------------------------------------------------

    UPDATE BERITA

    PEMUTARAN khusus wartawan Black Swan di Djakarta XXI, Kamis (17/2) siang ini berakhir tak biasa.
    Usai film, seorang bule bicara di depan hadirin. "Terima kasih sudah datang menonton film ini. Anda semua termasuk yang beruntung menontonnya di bioskop, karena bisa jadi film ini takkan edar di bioskop," kata pria bule yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Frank S. Rttman, Vice President Deputy Managing Director Regional Policy Office ASia-Pasicif MPAA (Motion Picture Association of America).

    Kami semua melongo. Lho, memangnya kenapa? Apa Black Swan tidak lolos sensor di detik terakhir? Bukan, ternyata masalahnya bukan pada Black Swan. Melainkan pada semua film impor, baik dari Hollywood maupun negara lain.

    Jadi, pemerintah mengeluarkan regulasi yang membebankan tarif pajak baru pada setiap film impor mulai tahun ini. Kebijakan ini rupanya dirasa memberatkan oleh pihak distributor film. "Hanya Indonesia yang memiliki aturan seperti itu," kata Rittman.

    Rittman mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan pembicaraan intensif dengan pihak pemerintah. Sampai ada keputusan yang pasti, film impor yang belum beredar ditunda. "Kami ingin melanjutkan bisnis di sini," kata Rittman.

    Wah, jika tak kunjung menemui titik temu, bioskop bisa jadi hanya diisi film nasional. Bagaimana kelanjutan bioskop tanpa film impor?

    Di tempat yang sama, ada Noorca M. Massardi selaku Humas Kelompok 21. Noorca mengatakan, "Kami belum bisa berkomentar soal masalah ini," katanya. Ia melanjutkan, pihaknya menunggu keputusan dari pembicaraan pihak distributor film dan pemerintah.

    Menengok situs 21 Cineplex, saat ini baru saja beredar film unggulan Oscar The King's Speech, The Fighter, juga tengah edar film aksi 22 Bullets, serta film romantis No Strings Attached, film super hero The Green Hornet,The Mechanic, The Hole, dan Shaolin juga masih edar. Di situs Blitz Megaplex, ada film-film yang tak datang dari Hollywood seperti Patiala House (Bollywood), Biutiful (Spanyol), dan Crazy Little Thing Called Love (Thailand).

    Dari jajaran film nasional kita disuguhi Jenglot Pantai Selatan, Arwah Goyang karawang, dan Rindu Purnama.

    Mau nonton yang mana?

    SUMBER :
    http://www.tabloidbintang.com/film-t...i-bioskop.html

    update berita :

    Jakarta - Siapa yang mengusulkan pajak film asing ditinggikan? Ternyata, usulan tersebut berasal dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Alasannya, SBY ingin memajukan industri film nasional.

    "Kejadian bermula ketika saya berbincang dengan Pak Presiden sehari sebelum rapat kabinet tahun lalu tentang perkembangan film nasional," ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik.

    Hal tersebut dikatakannya dalam konfrensi pers tentang Kebijakan Perfilman Nasional dan Masalah Pajak Film Impor di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (20/2/2011).

    Menurut Jero Wacik, SBY melihat industri film mulai menunjukkan kebangkitan dalam enam tahun terakhir. Hal itu terbukti dari banyaknya jumlah film nasional yang diproduksi setiap tahunnya.

    "Presiden saat itu membaca keluhan Hanung Bramantiyo yang mengeluhkan tingginya biaya pembuatan film di Indonesia," jelasnya.

    Dalam tulisan sines muda tersebut, lanjut Jero Wacik, Salah satu biaya yang harus ditanggung pembuat film adalah pajak pertambahan nilai sebesar 10 persen yang membuat industri film nasional kalah dengan film impor.

    "Tolong ditata semua, termasuk perpajakannya," jelas Jero Wacik menirukan ucapan Presiden pada Sidang Kabinet akhir tahun lalu.

    Mendapat perintah dari SBY, maka Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata bersama Kementerian Keuangan menyusun aturan yang memproteksi industri film lokal dirancang.

    "Dalam rancangan tersebut pemerintah berencana membebaskan pajak produksi film dan menaikkan pajak film impor, sehingga film nasional dan film impor bisa bersaing," ujar Jero.

    Rencananya, peraturan tersebut semula akan dikeluarkan pada akhir Maret tahun ini. "Kementerian Keuangan tiba-tiba menerbitkan aturan film impor sebelum paketnya selesai," ujarnya.

    Berdasarkan data yang dikumpulkan detikcom tentang data produksi dan pemutaran film di bioskop, tahun 2007 film lokal berjumlah 54 judul dan film asing 205 judul, tahun 2008 berjumlah 91 judul film lokal dan film asing 144 judul, tahun 2009 terdapat 83 judul film lokal dan 156 judul film asing, dan tahun 2010 terdapat 70 judul film lokal dan 249 judul film asing.

    sumber twitter by detik.com
    Last edited by MASTERMONSTER; 21-02-11 at 16:24. Reason: update

  2. Hot Ad
  3. #2
    B-NET's Avatar
    Join Date
    Nov 2010
    Posts
    113
    Points
    1,019.20
    Thanks: 2 / 1 / 1

    Default

    yah kalo g ada film luar sama aja boong

    mau tonton film indo isinya film horror semi porno rata2

  4. #3
    MASTERMONSTER's Avatar
    Join Date
    Sep 2010
    Location
    Surabaya
    Posts
    1,525
    Points
    175.00
    Thanks: 13 / 21 / 19

    Default

    Quote Originally Posted by B-NET View Post
    yah kalo g ada film luar sama aja boong

    mau tonton film indo isinya film horror semi porno rata2
    bener banget
    udah film indo gak seberapa bagus daripada film luar
    bisa bisa bangkrut cinema - cinema di indonesia ~.~

  5. #4

    Join Date
    Jun 2007
    Location
    Behind You
    Posts
    7,211
    Points
    557.00
    Thanks: 454 / 942 / 625

    Default

    ini mah sama aja nyurh beli DVD BAJAKAN !!! ginilah JELEKNYA INDONESIA.
    rules aneh ntah berantah. sosialisasi aja belom, maen KETUK PALU aja.

  6. #5
    phantom_ex's Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    Whenever u want Whereever u want
    Posts
    15,854
    Points
    4.18
    Thanks: 557 / 845 / 664

    Default

    bentar lagi XXI tutup . . .

    makin lama indonesia kembali ke peradaban batu . . . lama2 ini tv juga cuman ada berita doang . . .gk ada film lagi . . .

    dan lama2 juga tv nya kembali lagi jadi itam putih neh . . .

    bukannya makin maju malah makin mundur ...

    bo huat

  7. #6
    anthony_100's Avatar
    Join Date
    Mar 2010
    Location
    DKI Jakarta
    Posts
    6,867
    Points
    13,019.33
    Thanks: 427 / 146 / 119

    Default

    gw ga setuju

    Padahal, selama ini, setiap kopi film yang masuk ke Indonesia telah dikenakan bea masuk+pph+ppn yang jumlahnya mencapai 23,75% dari nilai barang.
    apaan 23,75%?? mau untung Indo?? Kalo merasa ga kuat bayar, mending naikin tiket aja...

  8. #7

    Join Date
    Jun 2007
    Location
    Behind You
    Posts
    7,211
    Points
    557.00
    Thanks: 454 / 942 / 625

    Default

    Quote Originally Posted by anthony_100 View Post
    gw ga setuju



    apaan 23,75%?? mau untung Indo?? Kalo merasa ga kuat bayar, mending naikin tiket aja...
    pejabatnya coy...biasa. serasa nemu lahan korupsi $$$ baru.

  9. #8

    Join Date
    Feb 2009
    Location
    dimana aja boleh ~
    Posts
    9,372
    Points
    433.65
    Thanks: 525 / 404 / 338

    Default

    Quote Originally Posted by anthony_100 View Post
    gw ga setuju



    apaan 23,75%?? mau untung Indo?? Kalo merasa ga kuat bayar, mending naikin tiket aja...
    maslahnya naikin tiket emang pada ga protes ??? pasti masyarakat juga pada protes, yang ada hanya beberapa film yang di tonton...
    tapi qlo gini sih.. parah dah... no comment...

    sama aja membudayakan bajakan... cih...

    IDGS Public Operator Thread | IDGS VbookiE | Clan Dnec Thread

    ** WheN ThE FaiRy TaLes eNds, The NighTmAre BegiN's**


  10. #9
    MASTERMONSTER's Avatar
    Join Date
    Sep 2010
    Location
    Surabaya
    Posts
    1,525
    Points
    175.00
    Thanks: 13 / 21 / 19

    Default

    Quote Originally Posted by -NozeR- View Post
    pejabatnya coy...biasa. serasa nemu lahan korupsi $$$ baru.
    begitulah indonesia
    kaga tahan coy lihat peluang dapet duit

    walaupun menyusahkan rakyatnya ~.~

  11. #10

    Join Date
    Jun 2007
    Location
    Behind You
    Posts
    7,211
    Points
    557.00
    Thanks: 454 / 942 / 625

    Default

    ya sutralah....dvd bajakan 5k aja kok. bukan ngayain rakyat tp ngayain pembajak + pejabat

    nonton STREAMING aja di internet kwwkkwkwww

  12. #11

    Join Date
    Dec 2010
    Posts
    66
    Points
    79.10
    Thanks: 1 / 1 / 1

    Default

    bah !
    mau ntn apaan ntar gw di bioskop ???
    film indo rata2 ga bermutu..apalg film horror nya..CCD!

  13. #12
    B-NET's Avatar
    Join Date
    Nov 2010
    Posts
    113
    Points
    1,019.20
    Thanks: 2 / 1 / 1

    Default

    ini filmnya g bole ditayangkan cuma di bioskop aja atau d tv juga ga boleh?
    kalo d tv juga ga boleh, yah tk jual aja tvku. sama aja g bisa liat film

  14. #13
    andrew_sheva's Avatar
    Join Date
    Nov 2007
    Location
    Solo-Surabaya
    Posts
    11,330
    Points
    1,524.83
    Thanks: 44 / 73 / 63

    Default

    selamat kembali ke jaman batu indonesia...

    parah banget...

    bb dulu hampir ga boleh...

    film ga boleh...

    mungkin besok2 facebook twitter dan komputer ga boleh..

    ga tercapai dah twilight capt america pirates T_T

  15. #14
    MASTERMONSTER's Avatar
    Join Date
    Sep 2010
    Location
    Surabaya
    Posts
    1,525
    Points
    175.00
    Thanks: 13 / 21 / 19

    Default

    sekalian aja dah internet di non-aktifkan

    bagus deh gak bisa ngapa2in ngaplo di rumah kayak orang **** -_-

  16. #15
    andrew_sheva's Avatar
    Join Date
    Nov 2007
    Location
    Solo-Surabaya
    Posts
    11,330
    Points
    1,524.83
    Thanks: 44 / 73 / 63

    Default

    nih ada tweet keren dari kapanlagi

    kalau film di xxi di stop, malah pembajakan semakin beredar luas

    orang ntn film luar dari dvd yang dibajak dong

Page 1 of 10 12345 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •