Sesuai prediksi, Casey Stoner meraih kemenangan di GP Qatar, Senin (21/3) dini hari WIB, di Sirkuit Losail. Namun, kemenangan yang diraih juara dunia 2007 itu tidak diraih dengan mudah apalagi menjadi dominasi Honda, pabrikan yang dibelanya.
Stoner memulai start dari pole position, pole ke-27 baginya sepanjang karir di kelas Motogp. Ini adalah musim perdana Stoner tampil membela Honda sebagai pebalap tim pabrikan. Di musim debutnya, 2006, Stoner juga tampil dengan motor Honda, namun di tim satelit. Bayangan Honda, khususnya tiga pebalap pabrikan yaitu, dirinya, Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso bakal mendominasi lomba, seperti yang terjadi beberapa sesi tes pra musim, gagal terwujud. Bahkan, posisi finis 1-2 pun tidak berhasil diraih.
Bahkan, untuk meraih kemenangan pun, Stoner tidak bisa langsung melejit meninggalkan pesaing-pesaingnya karena paling tidak Jorge Lorenzo dan Pedrosa sempat menguasai posisi terdepan. Lorenzo juga yang menghancurkan mimpi Honda meraih kemenangan 1-2 di seri perdana 2011, dengan merebut posisi runner up dari Pedrosa.
Setelah memimpin sejak lap 2 hingga lap 5, Stoner harus menyerahkan posisi terdepan kepada Pedrosa yang dengan keunggulan postur lebih kecil, mampu melaju lebih cepat dibanding dirinya di trek lurus. Setelah itu, ia butuh tujuh lap untuk bisa kembali meraih posisi terdepan dari Pedrosa. Setelah mengamankan posisi terdepan, dengan sempat mencetak fastest lap di lap 14 dan memimpin sedetik lebih dari Pedrosa, baru ia mulai meninggalkan rekan satu timnya itu. Dari titik ini, baru Stoner nyaman berada di depan dan tidak terkejar lagi oleh semua pesaingnya.
Situasi malah berbalik untuk Pedrosa. Usai disusul Stoner, rekan senegaranya, Lorenzo, mulai menguntitnya dengan rapat di posisi ketiga. Setelah pertarungan luar biasa ketat dengan beberapa kali terjadi pertukaran posisi, akhirnya Lorenzo memastikan posisi kedua mulai lap 19.
Juara dunia kelas 500cc/Motogp tujuh kali, Valentino Rossi, yang memulai debutnya bersama Ducati, terlihat habis-habisan untuk mempertahankan posisi. Sempat start bagus dan mengambil posisi keempat saat masuk tikungan pertama, Vale akhirnya lebih banyak berkutat di belakang lima posisi teratas dan bertarung dengan Ben Spies. Vale tampak kepayahan di Losail. Mulai lap 15, ia mulai terlihat kehabisan tenaga dan posisi keenam diambil alih Spies. Akhirnya Vale mampu finis di posisi ketujuh, setelah di beberapa lap terakhir tampil sendirian.
SUMBER
![]()
Share This Thread