Results 1 to 2 of 2
http://idgs.in/39614
  1. #1
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default Gedung DPRD Makassar jadi “Ring Tinju”

    Gedung DPRD Makassar jadi “Ring Tinju”

    Kamis, 25 Oktober 2007

    Anggota dewan sering diasumsikan sebagai jabatan yang mulia. Tapi anggota dewan di Makassar ini justru tidak. Mereka justru saling adu jotos di Gedung DPRD

    Hidayatullah.com--Gedung DPRD Kota Makassar, Rabu (24/10), dibikin geger oleh aksi memalukan tiga anggota dewan. Rapat panitia anggaran yang semula berjalan lancar diakhiri dengan adu jotos dan lempar batu yang melibatkan tiga anggota DPRD. Seorang buruh bangunan cedera terkena lemparan batu seorang wakil rakyat.

    Mereka yang terlibat perkelahian itu adalah Abdul Malik Hamid dan Martono Leppo dari fraksi Partai Demokrat (FPD) dan Yusuf Gunco anggota Fraksi Partai Golkar (FPG).

    Ini merupakan lanjutan kisruh lama, yaitu polemik antaranggota FPD tentang rencana penggantian antarwaktu (PAW) Malik.

    Kejadian bermula sesaat setelah rapat usai. Malik, yang bukan anggota panitia anggaran, masuk ruang rapat dan memperlihatkan salinan putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Makassar kepada Ketua DPRD Makassar, Ince Adnan Mahmud.

    Surat itu berisi penundaan pemeriksaan kasus Malik di PTUN. Karena itu, Malik meminta penundaan PAW dirinya.

    Merasa penasaran, Martono maju untuk melihatnya. Ia lalu meminta surat itu dari Hamid untuk difotokopi. Dalam polemik PAW ini, Martono memang berseteru dengan Hamid.

    Saat Martono hendak mengambil salinan putusan itu dari tangan Hamid, tiba-tiba Yusuf Gunco berteriak bahwa Martono tidak berhak mengambil salinan itu.

    Menurut Yusuf, surat itu hanya bisa dilihat oleh Martono di pengadilan. Bukannya yang ada di tangan Hamid.

    "Tidak bisa. Kau harus lewat pengadilan kalau mau melihat," kata Yusuf seraya mengamankan salinan putusan itu ke tangannya.

    Tidak terima, Martono menarik kertas itu dari tangan Yusuf. Terjadi tarik-menarik hingga akhirnya kertas itu sobek menjadi dua bagian.

    Setelah itu, keduanya langsung meninggalkan ruang rapat dan bermaksud menuju ruang komisi masing-masing.

    Sambil melangkah keluar, Martono yang marah mengeluarkan kata-kata pedas. "Ternyata selama ini yang melindungi PAW Malik kau (Yusuf)," teriak Martono.

    Mendengar itu, karuan saja Yusuf berang. Ia mendatangi Martono dan menanyakan apa maksudnya mengeluarkan kata-kata itu.

    Belum sempat Martono menjawab, Malik yang sedari tadi berada di belakang Martono melayangkan tinju. Pukulannya mendarat di pipi kiri Martono.

    Dari arah depan, Yusuf juga menyerang. Menyaksikan keributan itu, puluhan anggota DPRD melerai dan memagari Martono.

    Ketiga orang itu terlihat sudah sangat marah dan terus berusaha saling melayangkan tinju. Anggota FPG Burhanuddin Odja juga nyaris ikut kena bogem.

    Lempar Batu

    Perkelahian tidak berhenti meski telah dilerai anggota DPRD yang lain. Malik membawa sebongkah batu bata.

    Untuk membela diri, Martono pun ikut mengambil batu bata di belakang ruang rapat. Terjadilah saling lempar batu bata.

    Seorang buruh bangunan, Yuna, yang sedang bekerja merenovasi geduang DPRD terkena lemparan batu itu.

    Ia berada di antara Malik dan Martono dan semula tidak menyadari sedang terjadi keributan. Beruntung batu itu hanya mengenai bahu kirinya.

    "Saya takut sekali waktu mereka saling melempar batu. Apalagi saya ada di antara mereka yang sedang berkelahi. Untung bukan kepala tapi bahu meski demikian akibat lemparan ini bahu saya terasa nyeri," tuturnya. Bahu kirinya terlihat agak melebam.

    Perkelahian itu disaksikan beberapa pejabat pemerintah kota yang ikut dalam rapat panitia anggaran.

    Buruh bangunan yang sedang sibuk terpaksa berhenti menyaksikan wakil rakyat ini saling lempar batu. Beberapa pejabat terlihat menggeleng-gelengkan kepala.

    Saling Tuding

    Usai kejadian itu, Martono dan Yusuf Gunco mengeluarkan pernyataan. Menurut Martono, penyebab keributan itu adalah Malik yang tiba-tiba nyleonong masuk ruang rapat. Sementara menurut Yusuf, seharusnya Martono tidak memaksa untuk mengambil putusan itu.

    "Ini pelanggaran. Kami sedang bahas soal anggaran, kenapa tiba-tiba soal PAW juga dibahas. Saya heran kenapa Yugo (panggilan Yusuf Gunco) ngotot membela Malik. Sudah sangat jelas sekarang siapa yang ada dibalik penundaan PAW ini," tuduhnya dengan nada yang gemetar.

    Yusuf, di tempat terpisah, mengatakan, hal itu tidak akan terjadi jika saja Martono mengerti masalah hukum.

    "Saat saya peringatkan dia tidak terima. Malah saya dikait-kaitkan. Katanya saya melindungi PAW Malik. Saya marah karena tidak menerima tuduhan itu," katanya.

    Ketua DPRD Makassar, Adnan Mahmud, mengaku terkejut dengan peristiwa itu. Namun, kepada wartawan, ia segera menetralisasir. Menurutnya, kejadian ini hanya bentuk kesalahpahaman antara Martono dan Yusuf. Ia meminta keduanya segera meredam amarah. [tti/www.hidayatullah.com]

  2. Hot Ad
  3. #2
    Trademaks's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Location
    Indonesia
    Posts
    1,946
    Points
    3,106.70
    Thanks: 3 / 3 / 3

    Default

    Adu fisik antaranggota dewan dalam sidang tersebut, jelas merupakan peristiwa memalukan karena telah menjatuhkan kehormatan dan wibawanya sebagai wakil rakyat.

    Pertanyaannya, apakah layak dan masuk akal sehat mereka mengorbankan harga diri, dan apakah mungkin orang lain dapat diyakinkan dengan kekerasan fisik?

    Hal ini nampaknya merupakan bagian dari fenomena bentuk ketidakberaturan, keacakan (randomness) dan ketidakpastian nilai yang mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara akibat lemahnya pengendalian diri dan hilangnya kekuatan pengaturan.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •