BENGHAZI - Pemberontak Libya berhasil melumpuhkan kekuatan pasukan pemerintah, mereka mengumumkan telah mendapatkan gudang senjata pasukan Libya.
Juru bicara pemberontak Gomaa Ibrahim menyatakan, para pejuang oposisi kini tengah mengambil alih gudang senjata yang terletak 20 mil di bagian selatan Pegunungan Zintan.
Gudang senjata merupakan tempat yang penting, senjata dapat membantu para pemberontak untuk melancarkan serangannya ke Tripoli, demikian seperti dikutip dari Independent, Rabu (29/6/2011).
Sekira dua orang pemberontak terbunuh dalam upaya pengambilalihan gudang senjata tersebut. Sementara itu NATO sebelumnya juga tengah melancarkan serangan udaranya ke Tripoli.
Kekuatan pasukan Libya kini terlihat makin melumpuh, pemberontak yang didukung oleh NATO mulai menguasai daerah daerah penting di Libya. Sektor pertahanan Libya pun telah hancur dibombardir oleh NATO.(rhs)
Prancis Persenjatai Oposisi Libya
Spoiler untuk :
MISRATA - Prancis setuju untuk mempersenjatai oposisi Libya namun langkah tersebut tidak diikuti oleh Inggris yang menjadi koalisi Prancis di NATO. Inggris khawatir pengiriman senjata ini dapat melanggar mandat yang diberikan Dewan Keamanan PBB (DK PBB).
Duta Besar Prancis untuk PBB Gerard Araud mengatakan bahwa pengiriman senjata dari negaranya untuk oposisi Libya, sama sekali tidak melanggar mandat resolusi 1973 PBB. Pada resolusi tersebut, embargo senjata bagi di Libya juga ditetapkan.
"Kami memutuskan untuk menyediakan senjata untuk membela diri bagi pihak oposisi. Kami menilai populasi mereka saat ini dalam bahaya ancaman tinggi," ungkap Dubes Araud seperti dikutip AFP, Kamis (30/6/2011).
Sementara juru bicara militer Prancis Kolonel Thierry Burkhard mengungkapkan bahwa pengiriman senjata ini meliputi senjata buru sergap, yang dapat membantu warga sipil untuk membela diri sendiri dari pasukan loyalis Muammar Khadafi.
Burkhard sadar bahwa Prancis saat ini mengetahui pada awal bulan Juni, Desa Berber yang dikuasai oleh pihak oposisi di wilayah pegunungan Nafusa terus ditekan oleh pasukan loyalis Khadafi.
"Kami mulai mengirim bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut. Saat operasi bantuan tersebut berlangsung, situasi warga sipil di wilayah itu terus memburuk. Kami terpaksa mengirim senjata agar warga sipil setempat dapat membela diri," tegas Kolonel Burkhard.
Langkah Prancis ini tidak diikuti oleh Inggris. Menteri Strategi Keamanan Internasional Gerald Howarth memastikan negara tidak akan mengikuti Prancis. Menurutnya hal tersebut dalam menimbulkan isu baru, termasuk resolusi PBB yang memberikan mandat militer di Libya.
"Kami berfikir memang resolusi PBB mengizinkan dengan berdasarkan situasi mendesak, menyediakan senjata. Namun Inggris tidak akan melakukan hal tersebut," jelasnya
Pemberontak Libya Berterima Kasih Kepada Prancis
Spoiler untuk :
KAIRO - Pemberontak Libya yang berperang melawan pasukan loyalis Moammar Khadafi berterima kasih kepada Pemerintah Prancis yang memberikan dukungan persenjataan.
"Warga Libya di Nafusa saat ini dalam kondisi aman dan sangat berterima kasih terhadap kebijaksanaan dan dukungan Prancis," ujar Wakil Ketua Dewan Transisi Nasional (oposisi Libya) Mahmoud Jibril seperti dikutip Deutsche Presse, Jumat (1/7/2011).
Juru bicara militer Prancis menyatakan, pada Rabu kemarin, Prancis telah memberikan senjata ringan beserta amunisinya kepada Suku Berber yang tengah bertempur melawan pasukan Libya di Pegunungan Nafusa.
Dikabarkan pula, sektor pertahanan Libya tengah dibombardir oleh NATO. Kini para pemberontak berupaya untuk masuk ke Tripoli yang merupakan pusat pemerintahan Libya.(rhs)
Turki Bekukan Aset Libya
Spoiler untuk :
ANKARA - Turki bekukan aset Libya yang berada di bank di negara tersebut. Keputusan ini diambil Turki setelah sebelumnya mengakui pihak oposisi sebagai perwakilan legal dari Libya.
Pihak regulator bank Turki mengatakan membekukan dana milik Libyan Foreign Bank yang berada di Turki. Dana tersebut ada dalam bentuk saham sebesar 62 persen di Arap Turk Bankasi A.S. Langkah yang diambil Turki ini sejalan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengharuskan pembekuan seluruh aset Libya.
Sejak awal konflik di Libya pecah, Uni Eropa sebelumnya telah membekukan aset dari perusahaan milik Libya, termasuk pula investasi yang mereka miliki. Pembekuan ini juga dilakukan kepada aset milik keluarga pemimpin Libya Muammar Khadafi beserta kroninya.
Keputusan Turki menjadi sebuah indikasi kuat bahwa pihaknya memutuskan hubungan dengan Libya. Sebelumnya, Duta Besar Turki yang berada di Tripoli sudah ditarik oleh Pemerintah Turki. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (4/7/2011).
Negeri Kaisar Ottoman tersebut juga berulangkali meminta Muammar Khadafi untuk turun dari kekuasaannya. Bulan lalu Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pihaknya telah menawarkan Khadafi suaka kepadanya. Namun tawaran tersebut tidak mendapatkan respons apapun dari Khadafi.
Minggu 3 Juli kemarin Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu mengunjungi basis pertahanan pihak oposisi Libya di kota Benghazi. Davutoglu menyampaikan dukungan dan pengakuan pemerintahnya kepada Dewan Transisi Nasional (NTC) yang dipimpin oleh pihak oposisi.
Langkah Turki mengakui NTC mengikuti aksi serupa sebelumnya yang diambil oleh Prancis, Qatar dan Italia. Mereka secara resmi mengakui NTC sebagai perwakilan Libya di luar negeri.
Selama ini banyak perusahaan Turki yang terlibat dalam proyek konstruksi di Libya. Namun dengan ada perang saudara yang terjadi, otomatis banyak proyek tersebut terbengkalai. Turki sebagai anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) turut serta dalam pasukan koalisi yang melakukan operasi serangan udara ke Libya.
Khadafi Siap Serahkan Jabatannya
Spoiler untuk :
MOSKOW - Pemimpin Libya Muammar Khadafi mengaku siap menyerahkan jabatannya dengan ganti diberikan jaminan keamanan. Laporan ini disebutkan oleh sebuah surat kabar di Rusia hari ini.
Laporan dari Surat Kabar Kommersant menyebutkan bahwa Khadafi memang bersedia untuk lengser dari jabatannya. Hal ini keluar sehari setelah pertemuan antara Pimpinan North Atlantic Treaty Organization (NATO) Anders Fogh Rasmussen dan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma.
Pertemuan itu berlangsung untuk mencari cara mengakhiri perang di Libya. Namun hingga kini belum jelas apa hasil yang diraih dari pembicaraan itu.
"Khadafi memberikan sinyal bahwa dirinya siap turun dari kekuasaannya. Tetapi sebagai gantinya dia diberikan jaminan keamanan," ungkap Surat Kabar Kommersant seperti dikutip Reuters, Selasa (5/7/2011).
Kommersant juga melaporkan bahwa pemimpin yang sudah berkuasa selama 42 tahun itu, menginginkan anaknya Saif al-Islam untuk diizinkan mencalonkan diri pada pemilihan umum bila dirinya bersedia mundur. Syarat tersebut sepertinya akan disetujui oleh pihak oposisi.
Sementara Saif sendiri sempat menyatakan bahwa tidak perlu ada negosiasi untuk mengakhiri kekuasaan ayahnya. Sementara pihak oposisi sendiri memastikan pihaknya akan mengizinkan Khadafi untuk tetap di Libya bila memutuskan untuk lengser.
Khadafi Segera Ditangkap
Spoiler untuk :
DEN HAAG - Hakim di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) akan segera mengumumkan, apakah surat perintah penahanan akan dikeluarkan untuk pemimpin Libya Muammar Khadafi. Surat penangkapan tersebut juga akan ditujukan kepada dua anggota yang dianggap berbahaya di rezim Khadafi.
Jaksa penuntut umum Luis Moreno-Ocampo menuduh Khadafi dan pasukannya melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa anti-pemerintah. Selain itu, Khadafi juga dianggap bersalah melakukan pengeboman terhadap prosesi pemakaman dari pengunjuk rasa anti-pemerintah yang tewas.
Pemimpin Libya yang sudah berkuasa selama 41 tahun ini, juga dianggap bersalah memerintahkan para penembak jitu untuk membunuh warganya usai berdoa di masjid disaat permulaan aksi protes anti-pemerintah berlangsung.
Ocampo yakin semua serangan yang terjadi di awal tersebut merupakan awal dari tindakan kriminal dari pasukan loyalis Khadafi.
"Kejahatan terus terjadi di Libya. Untuk menghentikan semua kejahatan dan melindungi warga sipil, Khadafi harus ditangkap," ucap Luis Moreno-Ocampo seperi dikutip Associated Press, Senin (26/6/2011).
Bila pada akhirnya ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Khadafi, otomotis dirinya akan dianggap sebagai buronan internasional. Namun bila perintah itu keluar, bisa jadi proses mediasi untuk mengakhiri peperangan di Libya dapat berakhir.
Selain Khadafi, perintah penangkapan ini juga ditujukan kepada anaknya Seif al-Islam Khadafi dan Kepala Intelijen Libya Abdullah al-Sanoussi.
Tetapi di Tripoli, Rezim Khadafi tetap keras pada pendiriannya. Juru bicara pemerintah Moussa Ibrahim mengatakan Khadafi dalam semangat tinggi dan akan terus memimpin negara tersebut. Ibrahim bersikeras Khadafi akan tetap memimpin Libya.
(faj)
Petinggi AS: NATO Memang Mencoba Bunuh Khadafi
Spoiler untuk :
WASHINGTON - Seorang petinggi militer Amerika Serikat (AS) mengaku bahwa pasukan koalisi barat yang dipimpin oleh North Atlantic Treaty Organization (NATO), memang mencoba membunuh Moammar Khadafi.
Selama ini NATO bersikeras bahwa selama melakukan operasi di Libya, pihaknya hanya bertindak berdasarkan mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk mengamankan warga sipil Libya.
Namun hal berbeda diutarakan oleh Laksamana Samuel Locklear yang menjadi komandan pasukan AS di Libya. Locklear yang memberikan keterangan kepada pejabat AS menyatakan, serangan udara didesain untuk membunuh pemimpin Libya Muammar Khadafi.
Laksamana Locklear sendiri menjadi petinggi militer pertama yang mengkonfirmasi tuduhan yang, dilayangkan oleh banyak kritik mengenai perang Libya. Pengakuan ini membuktikan bahwa NATO telah melanggar mandat yang telah diberikan DK PBB.
Anggota komisi Angkatan Bersenjata DPR AS Mike Turner mengungkapkan bahwa Laksamana Locklear mengakui bahwa penggusuran secara paksa Khadafi adalah agenda utama NATO.
"Otorisasi PBB mencakup tiga hal, blokade, zona larangan terbang serta melindungi warga sipil," ungkap Turner seperti dikutip Daily Mail, Senin (27/6/2011).
"Laksamana Locklear menjelaskan bahwa perlindungan sipil itu diintepretasikan izin untuk menghancurkan komando militer Khadafi. Ini termasuk juga Khadafi," jelas Turner.
Turner menjelaskan bahwa Laksamana Locklear mengungkapkan NATO telah mendefiniskan misi di Libya. "Saya yakin bahwa (militer) kami menargetkan pada Khadafi. Namun segalanya masih perlu dikonfirmasi," lanjutnya.
Turner juga menambahkan bahwa Laksamana Locklear akan menugaskan tim kecil ke Libya bila pada saatnya nanti kelompok oposisi meraih kemenangan. Pengerahan pasukan darat itu dilakukan untuk mengatasi keamanan.
Pemimpin Arab Didesak Bicara dengan Khadafi
Spoiler untuk :
KAIRO - Para pemimpin negara Arab didesak untuk mengambil langkah cepat mengenai konflik di Libya. Mereka didesak untuk segera melakukan pembicaraan dengan Khadafi.
Menurut Sekjen Liga Arab Amir Moussa, seharusnya gencatan senjata dan negosiasi damai harus segera dilakukan selama Khadafi masih berkuasa.
"Saat melihat anak kecil terbunuh, sekarang saatnya melakukan upaya keras untuk meraih pemecahan politik, ungkap kandidat Presiden Mesir mendatang itu, seperti dikutip Daily Telegraph, Rabu (22/6/2011).
Konflik di Libya belum menunjukan tanda-tanda berakhir. Pertempuran antara pasukan loyalis Khadafi dan pasukan oposisi masih terus berlangsung, khususnya di kota seperti Misrata dan Tripoli.
Roket dari pasukan loyalis Muammar Khadafi ternyata masih mampu menyerang wilayah Misrata yang dikuasai oleh kelompok oposisi Libya.
Meskipun serangan tersebut tidak menimbulkan korban, namun menjelaskan bahwa Misrata tidak sepenuhnya aman. Sebelumnya pihak oposisi yakin bahwa mereka berhasil menguasai kota tersebut secara penuh, setelah pekan lalu berhasil memukul mundur pasukan Khadafi.
NATO Dituntut Keluarga Korban Bombardir
Spoiler untuk :
TRIPOLI - Keluarga para korban tewas bombardir NATO berencana untuk meminta bantuan Pemerintah Libya untuk menuntut NATO.
MOhammed Ali Gurari menyatakan, dia kehilangan putri bernama Karima, menantu bernama Abdullah, serta dua cucu, Jumanah dan Khaled, masing-masing berusia tujuh bulan dan dua tahun.
"Bila ada kesempatan saya akan bicara ke Perdana Menteri Inggris David Cameron. Saya akan menyuruhnya berhenti. Inikah yang dimanakan perlindungan?" ujar Gurari yang berdiri di reruntuhan bangunan rumahnya seperti dikutip Sky News, Kamis (7/7/2011).
"Kurang dari satu menit, rumah kami hancur ketika kami tertidur," tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Libya mengklaim sembilan warga sipil tewas akibat serangan NATO.
Bombardir yang dilancarkan oleh NATO belakangan ini sering menewaskan warga sipil. Rusia pun mengecam serangan NATO itu.
Meski demikian, Pemimpin Libya Moammar Khadafi masih tetap berperang melawan pemberontak yang berusaha melemahkan kekuatannya.(rhs)
kayaknya terjadi miskomunikasi antara NATO dg informannya deh.
kalo bener sumber infonya, ya ga ada itu salah sasaran waktu terjadi pengeboman.
bisa2 ini kepala pimpinan operasinya di bawa ke pengadilan internasional dg tuduhan pembunuhan massal krn salah memberi info target ke prajurit2 yg melakukan pengeboman
Ten no michi o iki, Subete o Tsukasadoru otoko
Kono machi wa boku no uchi. Boku wa dareka mo naite ga hoshikunai
Prinsip berteman ala gw : Lo baek, gue lebih baek. Lo jahat, gue lebih kejam 10x lipat
Banyak yang cinta damai tapi perang semakin ramai,,
udah capek lah perang mulu,,yang waras ngalah aja,, ini didunia bos ga usah kita ngotot2 dapetin sesuatu yang belum pasti,, mending kita dapetin yang sudah pasti,, yaitu AMAL.
Share This Thread