Belgrade - Masalah pembajakan software telah jadi fenomena di banyak negara. Di Indonesia, menurut data terakhir yang dikeluarkan Business Software Alliance (BSA), tingkat pembajakan software mencapai angka 85 persen.
Ternyata, presentase tersebut tak beda jauh dengan data di negeri Serbia. Pembajakan software memang juga merajalela di negeri tersebut. Menurut BSA, lebih dari dua pertiga atau 78 persen program komputer yang dijual di pasaran setempat merupakan barang ilegal.
"Software ilegal mencapai presentase 78 persen dari semua sofware yang dijual di pasar Serbia. Hal ini mengakibatkan Serbia menjadi salah satu negara dengan tingkat pembajakan tertinggi di Eropa Timur," tandas Dragomir Kojic dari BSA.
Sementara, penyelidikan bernama "Secret Buyer" yang diluncurkan BSA bersama beberapa pihak yang berkepentingan seperti Microsoft, Adobe dan AutoDesk menemukan satu dari lima komputer yang dibeli di Serbia telah diinstall dengan software ilegal.
"Hanya 41,8 persen distributor komputer yang menawarkan software asli. Sementara, lebih dari 57 persen penjual tidak menginformasikan pada para pembeli tentang konsekuensi hukum pemakaian software ilegal," kata Misa Ognjanovic dari Microsoft Serbia.
Meskipun pemerintah Serbia telah meluncurkan berbagai usaha melawan pembajakan software ini, namun tingginya harga software asli di negeri itu disebut-sebut menjadi masalah utama.
Dengan gaji bulanan rata-rata 'hanya' US$ 434, tentu mereka cukup kesulitan membeli software asli yang harganya bisa mencapai ribuan dollar. Lagi-lagi dalam hal ini, kemungkinan Serbia juga senasib dengan Indonesia.
Share This Thread