Results 1 to 5 of 5
http://idgs.in/90896
  1. #1

    Join Date
    Dec 2007
    Posts
    2,087
    Points
    2,869.00
    Thanks: 0 / 1 / 1

    Default [Info] Waspadai Fitur Ponsel ****

    Waspadai Fitur Ponsel ****
    Jumat, 27 Juni 2008 | 11:03 WIB



    Ponsel-ponsel bermerek baru sebenarnya bisa menjadi alternatif pilihan dari ponsel-ponsel merek mapan. Sebab harganya lebih terjangkau, tetapi fitur-fiturnya menarik, seperti dual-mode atau dual slot (GSM-GSM, GSM-CDMA) dan TV tuner internal.

    Apa pun namanya, ponsel merek lokal ataupun merek **** ini sebenarnya dipasok dari ****, dan mungkin saja pabrik yang sama. Jadi tak heran jika sebagian besar bentuk, menu dan fiturnya mirip. Agar lebih mudah, ponsel-ponsel buatan negeri Panda ini kita sebut saja sebagai ponsel alternatif.



    Harus Lebih Selektif

    Saat ini minimal ada 30-an merek ponsel alternatif yang beredar di seluruh Nusantara. Jika satu merek mengeluarkan 10 tipe ponsel, berarti ada sekitar 300-an pilihan ponsel alternatif di pasar. Akibatnya, Anda akan pusing saat memilih ponsel bermoda dual-mode atau ber-TV.

    Konsumen tentu saja yang akan memilih ponsel dengan fitur melimpah tetapi berharga murah. Memang begitulah penawaran ponsel alternatif ini: fitur melimpah dan menarik, harga relatif murah.

    Sayangnya, memilih ponsel alternatif tidaklah semudah dugaan. Situasinya jauh berbeda dengan ponsel merek ternama; kita tinggal lihat iklan, lalu tunjuk yang disukai. Saat memilih ponsel alternatif yang majoritas buatan ****, kita harus sedikit berhati-hati. Mengapa?

    Demi mempertahankan eksistensi pasar ataupun mendongkrak angka penjualan, ponsel-ponsel alternatif ini adakalanya mengambil jalan ‘alternatif’. Maksudnya, fitur-fitur ponselnya dipromosikan tidak sesuai kenyataan. Contoh, pada casing atau pada brosur tertulis kamera sebesar 2 megapixel (MP), yang sebenarnya hanya mendukung resolusi maksimal 1,3MP.



    Perhatikan Ini

    Selain itu masih banyak kejanggalan pada ponsel-ponsel alternatif. Berikut hasil penelitian Sinyal:
    • Kamera bohongan. Pada badan ponsel terdapat lubang untuk kamera, tetapi ini cuma pemanis saja, karena kameranya tidak ada.
    • Resolusi kamera. Pada casing tertera 2MP, padahal aslinya hanya 0,3MP (VGA).
    • Tombol akses pada badan samping ponsel hanya hiasan. Contoh, ada tombol untuk kamera tetapi tidak berfungsi. Tombol itu hanyalah asesoris karena bentuk casing-nya yang sudah permanen.
    • Model casing mirip ponsel merek terkenal.
    • Tidak Dual On. Artinya hanya satu kartu yang aktif, padahal pada brosur ditulis dual-on (kedua kartu aktif).
    • Aplikasi Java harus khusus. Ada ponsel alternatif yang telah mendukung teknologi Java tetapi tidak semua aplikasi Java yang beredar dapat di-install.
    • Kapasitas batere tidak sesuai brosur.
    • Batere tidak bisa di-charge (diisi ulang).
    • Service centre digabung dengan toko. Ada kemungkinan merek ponsel seperti ini sifatnya ‘hit and run’ dan tidak mau berinvestasi untuk layanan purna jual. Jika merek ditutup, pemilik toko tidak akan mau menanggung kerugiannya..
    • Bahan casing kurang bagus, kadang-kadang ada cacat.




    Merek Plesetan dan Almarhum

    Tidak semua merek ponsel alternatif dapat bertahan di pasar. Bahkan banyak yang diam-diam sudah menghilang dari pasar. Karena itu berhati-hatilah memilih merek, pertimbangkan juga kelangsungan hidupnya.

    Merek yang beredar di tanah air saat ini antara lain: Altrec, Anycool, Beyond, D-One, GStar, Haier, Hi-Tech, Huawei, Imo, iMobile, Kanselir, Kozi, K-Touch, Lotus, Micxon, Mito, My-G, Nexian, Ozon, Startech, Taxco, Techno, Titan, Vitell, VirtuV, dan ZTE. Daftar lengkapnya dapat dilihat di www.postel.go.id .

    Sedangkan merek yang sudah mulai menghilang dari pasar adalah Hisense, Inco, Konka, Mobile, dan VK.

    Selain merek-merek di atas, ponsel black market (BM – masuk tanpa jalur distributor) dan mereknya merupakan plesetan dari merek-merek terkenal pun ada, yakni Nckia, Nokla, Motolola, Suny Elicsson, dan Vevtu.

    Namun ada juga merek yang belum muncul di pasar walaupun terdaftar di Ditjen Postel. Merek-merek yang belum hadir ini seperti Al Tone, Bluedio, Cross, Ivio, Maxtron, M Mobile, nano, Neotel, Vcall, dan Xtelecom.

    Sebaliknya, ada ponsel alternatif yang sebenarnya tidak lolos sertifikasi tetapi dijual di pasar. Informasi ponsel-ponsel mana saja yang telah mendapat sertifikasi pemerintah dapat dilihat di http://www.postel.go.id/webupdate/di...ls/Tahun08.htm.



    Sumber: http://tekno.kompas.com/read/xml/200...ur.ponsel.****

  2. Hot Ad
  3. #2
    wisnu93's Avatar
    Join Date
    Oct 2007
    Location
    Lordaeron
    Posts
    2,443
    Points
    3,057.80
    Thanks: 0 / 1 / 1

    Default

    Quote Originally Posted by Accretianz View Post
    Waspadai Fitur Ponsel ****
    Jumat, 27 Juni 2008 | 11:03 WIB







    Perhatikan Ini

    Selain itu masih banyak kejanggalan pada ponsel-ponsel alternatif. Berikut hasil penelitian Sinyal:
    • Kamera bohongan. Pada badan ponsel terdapat lubang untuk kamera, tetapi ini cuma pemanis saja, karena kameranya tidak ada.
    • Resolusi kamera. Pada casing tertera 2MP, padahal aslinya hanya 0,3MP (VGA).
    • Tombol akses pada badan samping ponsel hanya hiasan. Contoh, ada tombol untuk kamera tetapi tidak berfungsi. Tombol itu hanyalah asesoris karena bentuk casing-nya yang sudah permanen.
    • Model casing mirip ponsel merek terkenal.
    • Tidak Dual On. Artinya hanya satu kartu yang aktif, padahal pada brosur ditulis dual-on (kedua kartu aktif).
    • Aplikasi Java harus khusus. Ada ponsel alternatif yang telah mendukung teknologi Java tetapi tidak semua aplikasi Java yang beredar dapat di-install.
    • Kapasitas batere tidak sesuai brosur.
    • Batere tidak bisa di-charge (diisi ulang).
    • Service centre digabung dengan toko. Ada kemungkinan merek ponsel seperti ini sifatnya ‘hit and run’ dan tidak mau berinvestasi untuk layanan purna jual. Jika merek ditutup, pemilik toko tidak akan mau menanggung kerugiannya..
    • Bahan casing kurang bagus, kadang-kadang ada cacat.




    Merek Plesetan dan Almarhum




    Sumber: http://tekno.kompas.com/read/xml/200...ur.ponsel.****
    wah wah...
    makanya harus hati" nih bli HP
    merk apapun juga...walau merk terkemuka seperi Nokia atau Sony Ericson...
    ko bisa kameranya cuma pemanis??makanya bli hp dicoba dulu....gw waktu bli hp, coba nelpon, SMS, internetnya, gamenya, photo, dan laen laen...ampe 1,5 jam diotak atik dulu baru deal....
    sekedar saran saja

  4. #3
    DonLeon's Avatar
    Join Date
    May 2007
    Posts
    859
    Points
    1,336.10
    Thanks: 15 / 1 / 1

    Default

    ^^^^^^^
    bukannya kita deal dulu sebelum buka segel?

    biasanya yg jual ngomong " ini disegel kalo mao beli dulu baru bisa dibuka"
    yeah bayar and baru bisa dicoba

  5. #4

    Join Date
    Jul 2007
    Location
    Miawwwwww......
    Posts
    326
    Points
    556.30
    Thanks: 0 / 2 / 2

    Default

    **** gak berkualitas semua, mending jangan beli!

  6. #5
    capung_byasa's Avatar
    Join Date
    Jul 2007
    Location
    gw tinggal di surga...GG
    Posts
    642
    Points
    794.60
    Thanks: 0 / 1 / 1

    Default

    al tone bhokap gw pernah bli ko...

    jelek sumpah...

    di tulisanna bsa touchsecreen...

    ada stylusna ...tapi ga bsa di colok"..

    swt berat..
    i'm different..

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •