Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 15 of 23
http://idgs.in/463489
  1. #1
    anthony_100's Avatar
    Join Date
    Mar 2010
    Location
    DKI Jakarta
    Posts
    6,867
    Points
    13,019.33
    Thanks: 427 / 146 / 119

    Default Pakar Pendidikan: Hilangkan Istilah "Drop Out"




    JAKARTA, KOMPAS.com — Dunia pendidikan sebaiknya menghilangkan istilah drop out bagi siswa yang tidak berhasil di sekolah. Istilah itu dianggap menyalahkan siswa yang tidak mampu mengikuti proses belajar-mengajar daripada sistem pembelajaran yang digunakan.

    "Anak-anak biasanya tidak dengan sukarela ingin drop out dari sekolah. Mereka sering kali 'didorong' keluar oleh sekolah dan sistem pendidikan yang belum menyesuaikan diri dengan kebutuhan individu peserta didik mereka," kata mantan Direktur Pendidikan Biro Asia Pasifik UNESCO Sheldon Shaeffer, pada Konferensi Guru Nasional 2011, di Jakarta, Rabu (26/10/2011).

    Padahal, menurut Shaeffer, kegagalan siswa belum tentu karena kesalahan yang ada pada siswa yang bersangkutan. Ia mengungkapkan, staf pengajar harus merasa bertanggung jawab atas segala kegagalan siswa dan mampu mengidentifikasi hambatan pada sekolah dan proses belajar-mengajar yang ditemukan di dalam sekolah.

    Kebijakan terbaru tentang pendidikan, sertifikasi, dan remunerasi guru diharapkan bisa membuat guru lebih termotivasi dan lebih profesional untuk meningkatkan hasil pembelajaran. Untuk membantu memastikan hal tersebut terjadi, para pemimpin sekolah harus membantu guru-guru mereka mengembangkan potensi penuh mereka.

    Selain menyiapkan sistem pembelajaran yang baik, Shaeffer juga mengatakan, calon siswa juga harus dibuat siap untuk menjalani pendidikan di sekolah. Sebagai perkembangan awal masa kanak-kanak dan program pendidikan, orangtua harus meningkatakan gizi anak, kesehatan, dan perkembangan kognitif yang penting bagi kesejahteraan anak untuk mempersiapkan anak untuk sekolah.

    Oleh karena itu, Shaeffer mengimbau orangtua untuk mendaftarkan anak-anak mereka di pusat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak dan jangan langsung memasukkan mereka ke tingkat SD.

    "Pastikan juga TK berbasis pada anak dan berbasis pada masa bermain, bukan berforkus pada prestasi akademik," kata Shaeffer.

    Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/...tilah.Drop.Out

    Sekolah itu untuk mendidik anak menjadi orang yang benar dan bertanggungjawab. Ya kalo main kebijakan DO, udah salah aturan

  2. Hot Ad
  3. #2
    KingB00ker's Avatar
    Join Date
    Jan 2007
    Posts
    622
    Points
    783.40
    Thanks: 35 / 22 / 17

    Default

    Susah ngomong juga gan. Kadang2 ada anak2 yang memang terlalu kurang ajar sampai harus di DO.
    Yang hampir bunuh temennya sendiri gitu? (true story)

  4. #3

    Join Date
    Oct 2011
    Posts
    298
    Points
    50.10
    Thanks: 17 / 9 / 7

    Default

    bukan gtu seharusnya..

    soale DO itu buat anak2 yang memang udah keterlaluan bgt..

    jadi e pantes buat di kluarin, karena ga bisa diajar dengan baik dan mungkin merusak nama baik sekolah

  5. #4

    Join Date
    Oct 2011
    Location
    entah dimana ?
    Posts
    32
    Points
    111.70
    Thanks: 0 / 1 / 1

    Default

    DO itu harusnya ya digunakan untuk anak" yg udah ga bisa ditoleransi kelakuannya di sekolah ..
    bukan karena siswa tidak mampu mengikuti proses belajar-mengajar ..

  6. #5
    Sovereign's Avatar
    Join Date
    Jan 2011
    Location
    Tangerang
    Posts
    393
    Points
    119.19
    Thanks: 20 / 19 / 15

    Default

    kalo pelajarnya udah bisa mikir sendiri alias udah cukup dewasa , kayak SMA gitu menurut gw gpp deh pake istilah DO

    tapi kalo buat anak kecil ya kayaknya ga perlu DO deh

  7. #6
    LeMoN's Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Posts
    107
    Points
    44.10
    Thanks: 10 / 1 / 1

    Default

    tp si keputusan pemerintah untuk yang ini sangat bagus sich..
    tp effect sampingnya buruk juga toh , klo itu murid type yg bahaya gmn ntar ?
    hahahahaas

  8. #7
    meazur3's Avatar
    Join Date
    Jun 2009
    Location
    Japan
    Posts
    5,842
    Points
    2,082.76
    Thanks: 171 / 201 / 170

    Default

    jd kebayang sd gua dlu yg agak minggir... ada 1 murid bodoh yg ayahnya cma tukang becak... sebodo"nya dia dia tetep niat sekolah... karna belom smua ortu bayar iuran lancar

    hrusnya yg paling dimajukan itu bagian SD nya... anak yg bodoh itu hrusnya lebih dididik bukan didepak

  9. #8

    Join Date
    Oct 2011
    Location
    entah dimana ?
    Posts
    32
    Points
    111.70
    Thanks: 0 / 1 / 1

    Default

    Quote Originally Posted by meazur3 View Post
    jd kebayang sd gua dlu yg agak minggir... ada 1 murid bodoh yg ayahnya cma tukang becak... sebodo"nya dia dia tetep niat sekolah... karna belom smua ortu bayar iuran lancar

    hrusnya yg paling dimajukan itu bagian SD nya... anak yg bodoh itu hrusnya lebih dididik bukan didepak
    saya setuju sama pendapatnya ..
    anak yg bodoh itu bukan berarti dia bodoh selamanya,bila didik dgn benar saya yakin pasti akan menjadi anak yg berguna buat bangsa dan negara ..
    kata DO buat anak" SD yg bisa dibilang masih belum ngerti apa" kurang pantes untuk di gunakan di pendidikan sekolah dasar ..

  10. #9
    Blosky182's Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    JKT-BDG-BGR
    Posts
    2,949
    Points
    12.04
    Thanks: 29 / 64 / 46

    Default

    ada sistem DO itu gunanya
    untuk mencari kualitas yg baek dari siswa2 tsb
    tapi bila mereka memang tdk berkualitas/bermasalah
    ya gak mslh jg dgn sistem DO tsbt
    dan juga biasanya yg ada sitem begini adalah tmpt sekolah favorit
    klo gak mau dgn sistem gini ya cari yg kualitasnya sedang2 aja jg cukup
    yg penting bisa nimba ilmu
    Quote Originally Posted by xlnc-fivlover~ View Post
    kasian si **** selalu di ributin sara lah bad id lah...wkwkwk
    emang bener kata jendral tianfeng "beginilah **** deritanya tiada akhir"
    wkkwkwkwkw

    TUKANG CENDOL DI CARI SEMUA ORANG
    (GAK CENDOL GAK RAME)

  11. #10

    Join Date
    Oct 2011
    Location
    entah dimana ?
    Posts
    32
    Points
    111.70
    Thanks: 0 / 1 / 1

    Default

    dari sisi manapun DO itu sebenernya ga ada masalah ..
    asal digunakan secara bijaksana ..

  12. #11
    LeMoN's Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Posts
    107
    Points
    44.10
    Thanks: 10 / 1 / 1

    Default

    Quote Originally Posted by meazur3 View Post
    jd kebayang sd gua dlu yg agak minggir... ada 1 murid bodoh yg ayahnya cma tukang becak... sebodo"nya dia dia tetep niat sekolah... karna belom smua ortu bayar iuran lancar

    hrusnya yg paling dimajukan itu bagian SD nya... anak yg bodoh itu hrusnya lebih dididik bukan didepak

    saya setuju ama masbro meazur3 , yg penting di didik itu dr pendidikan sd

  13. #12

    Join Date
    Sep 2008
    Location
    hastinapura
    Posts
    12
    Points
    6.40
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    pernah denger kutipan

    "murid/anak - anak gak pernah salah, yang salah orangtuanya gurunya dan lingkungannya"
    setuju juga sih sama pendapat ts

  14. #13
    selvi's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Di Hati selvi
    Posts
    245
    Points
    190.59
    Thanks: 54 / 2 / 2

    Default

    itu kebijakan masing-masing sekolah dalam menentukan peraturan untuk para siswa

  15. #14
    Desdy~'s Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    708
    Points
    119.20
    Thanks: 38 / 6 / 3

    Default

    Quote Originally Posted by selvi View Post
    itu kebijakan masing-masing sekolah dalam menentukan peraturan untuk para siswa
    gini ya,, Kan DI Daerah Gua,, Banyak anak minggat

    kalau hukumannya DO.. seh bagus keknya

  16. #15
    [N]ever[E]xist's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta, Indonesia, Indonesia
    Posts
    147
    Points
    98.81
    Thanks: 64 / 37 / 26

    Default

    Quote Originally Posted by Milady View Post
    dari sisi manapun DO itu sebenernya ga ada masalah ..
    asal digunakan secara bijaksana ..
    Yup~ ada beberapa orang yang wataknya ga bisa di ubah / dalam bahasa kerennya "no cure" ahahaha~ karena ga ada cara laen, mungkin DO adalah salah satu shock theraphy bagi para siswa yang terkena DO tsb~ Jadi, kalo di hilang kan, kasian juga kalo ada anak yang suka "BULLY" di tahan2 terus~ ada jga yang kena Bully jadi ga tentram ahahaha (pengalama hidup d bully) cuma tuhan maha adil, anak itu di DO... XDDD THX GOD

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •