Tak Ada Pamer Kemewahan di Gedung DPR Jerman
DPR Indonesia dan Jerman bagaikan bumi dan langit. Anggota DPR Jerman tak punya proyek mewah bertaburan. Mereka malah melestarikan gedung DPR mereka yang tua, namun terbuka untuk rakyat dan wisatawan!
Kompleks gedung DPR Jerman, Bundestag berada di kawasan Platz der Republik, Berlin, bersebelahan dengan gedung kantor Kanselir Jerman Angela Markel. Tidak ada pagar tinggi menghadang seperti di Senayan. Platz der Republik adalah lapangan luas tanpa pagar dan menjadi ruang terbuka publik.
Bedanya, kalau di Indonesia yang dibuka untuk publik adalah Istana Merdeka. Kalau di Jerman, yang dibuka untuk publik adalah gedung DPR-nya. Lebih tepatnya Gedung Reichstag yang merupakan gedung sidang paripurna DPR Jerman.
Keterbukaan menjadi tema besar bangunan di pusat kekuasaan Jerman ini. Mulai dari kawasan tanpa pagar, kemudian gedung paripurna Reichstag yang bebas dikunjungi setiap hari. Rakyat Jerman dan wisatawan bebas wara-wiri di halaman gedung DPR tanpa takut hadangan satpam atau polisi.
Reichstag adalah gedung tua bergaya klasik Romawi. Berdiri sejak 1894, gedung ini sudah berumur 118 tahun. Namun, anggota DPR Jerman tidak bernafsu menambah aneka gedung baru. Malahan, gedung DPR tua ini mereka lestarikan dan bahkan menjadi salah satu obyek wisata paling menarik di Berlin. 3 juta pengunjung datang setiap tahunnya. Wisatawan rela antre, apalagi masuk Reichstag memang gratis.
Jika tidak ada sidang paripurna, pengunjung tidak bisa melihat persidangan anggota DPR. Namun Reichstag masih punya daya tarik lain. Sebuah kubah kaca futuristis berada di puncak gedung yang menyajikan pemandangan ke seluruh Berlin.
Turis masuk setelah melewati pemeriksaan keamanan yang ketat. Kemudian mereka langsung naik lift ke atap. Kubah kaca yang besar langsung terlihat.
Kubah kaca ini didesain sebagai jalan masuknya cahaya ke ruang sidang paripurna. Ini adalah cara anggota DPR Jerman menghemat penggunaan listrik. Cahaya dipantulkan lewat cermin panjang dari puncak kubah sampai ke lantai. Wisatawan bisa naik ke puncak kubah dengan mengikuti tangga spiral yang landai untuk menikmati pemandangan.
Keterbukaan juga menjadi tema bangunan lain dalam kompleks DPR Jerman. Ruang anggota dewan dan ruangan komisi pun tampil transparan di Gedung Paul Loebe dan Gedung Jakob Kaiser.
Semua ruangannya serba kaca! Sehingga, rakyat dari jalanan bisa melihat apakah para wakil rakyat sedang tidur-tiduran atau sedang bekerja. Kira-kira, anggota DPR di Senayan mau tidak ya, ruangannya hanya berdinding kaca?
Semangat membuka diri ini tidak terlepas dari tekad untuk menjadikan Bundestag sebagai rumah rakyat Jerman. Hal ini terpatri dalam sebuah ukiran tulisan pendek di fasad Gedung Reichstag, Dem Deutschen Volke: Untuk Rakyat Jerman!
sumber :
http://de*tik.travel/read/2012/01/17...ung-dpr-jerman
Share This Thread