MOSKOW - Rusia bermaksud untuk mengupayakan kembali negosiasi damai antara pihak yang bertika Suriah. Rencananya, Rusia akan menerima diplomat Suriah dan utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sebelumnya utusan PBB Lakhdar Brahimi melakukan pertemuan dengan Presiden Suriah Bashar Al-Assad di Damaskus, Senin 24 Desember lalu, untuk mengupayakan damai dengan pihak oposisi. Tetapi hasilnya berujung dengan kegagalan, hal itu pun dialami Bahrimi saat melakukan pertemuan dengan pihak oposisi.
Bahrimi pun dijadwalkan untuk segera melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov 29 Desember mendatang. Tetapi Rusia membantah mereka akan mengupayakan perdamaian di Suriah lewat rangka perdamaian Amerika Serikat (AS)-Rusia.
"Rusia saat ini fokus untuk memenuhi upaya damai yang diupayakan oleh utusan PBB yang lalu Kofi Annan. Rangka ini sudah disepakati oleh dunia internasional di Jenewa Juni lalu," ujar juru bicara Kemlu Rusia Alexande Lukashevich, seperti dikutip Associated Press, Kamis (27/12/2012).
"Kami terus berupaya untuk mencari solusi berdasarkan upaya Jenewa. Kami akan melanjutkan dengan kepercayaan bahwa tidak ada alternatif lain, selain mencari penyelesaian di Suriah," jelasnya.
Kerangka perdamaian yang diinginkan Rusia itu adalah gencatan senjata terbuka yang disertai pengiriman pengawas PBB. Selain itu, kerangka ini juga akan mengupayakan diskusi mengenai transisi politik. Rusia juga menginginkan pembentukan pemerintahan transisional yang terdiri dari kelompok Assad, oposisi dan kelompok lain guna pembentukan konstitusi baru.
Share This Thread