Solusi Bagi adik2 yang takut memberitahukan Nilai UAN kepada orang tuanya!
Seorang ayah melewati kamar tidur anak lelakinya kaget melihat tempat tidur yang rapi dan segala sesuatu dikamar bersih dan rapi.
Kemudian dia melihat ada sebuah amplop yang diletakan diatas bantal. ada tulisan "untuk Ayah" diatas amplop tersebut. Dengan perasaan yang sangat tidak enak, dia membuka amplop tersebut dan membaca suratnya dengan tangan yang gemetaran:
Ayahanda Tercinta,
Dengan penyesalan dan kesedihan terdalam, saya menuliskan surat ini untukmu. saya harus kawin lari dengan pacar baruku karena saya mau menghindari pertengkaran dengan ayah dan ibu.
Saya mendapatkan cinta sejatiku dengan Joan dan dia sangat baik. saya tau kamu pasti tidak akan menyetujui hubunganku dengannya karena semua tindikan, tatoo, pakaian motor ketatnya serta dikarenakan dia jauh lebih tua dibanding saya. NAmun itu bukan hanya karena keinginan sesaat ayah. Dia telah hamil.
Joan bilang bahwa kami akan sangat bahagia. Dia punya sebuah rumah di hutan dan mempunyai banyak stok kayu bakar yang cukup untuk musim dingin. Kami mempunyai mimpi yang sama yaitu memiliki banyak anak.
Joan telah membuka mata saya akan sebuah fakta bahwa Marijuana tidak mencelakai siapapun. kami akan menanamnya dan menukarkannya dengan orang lain dalam komunitas untuk semua kokain dan ekstasi yang kami mau.
Dalam waktu itu, kami berharap bahwa suatu hari Ilmu kedokteran akan mempunyai cara untuk mengobati HIV AIDS jadi Joan akan sembuh; dia pantas mendapatnya!
Jangan khawatir ayah, Saya sudah berumur 15 tahun sekarang dan saya tahu cara untuk menjaga diri sendiri. Suatu hari nanti, kami pasti akan kembali untuk mengunjungimu jadi ayah dapat mengenal cucumu.
Anakmu, ANdy
P.S. Ayah, tidak ada hal yang dituliskan diatas adalah kenyataan. Saya ada dirumah Tommy. Saya hanya ingin mengingatkan kamu bahwa ada banyak hal yang lebih parah dalam hidup ini dibanding Rapor yang ada dalam meja belajarku.
Saya menyayangimu Ayah! Telpon kalau semua sudah aman bagiku untuk pulang!
Share This Thread