Quote:
Hachiko, ****** yang setia
30 01 2008
Sbelum gw dateng ke jepang, sbenernya di tv udah sering liat keberadaan patung ****** di skitar stasiun yang ada di jepang. tapi gw ga pernah tau namanya, sampe beberapa hari sblom pergi, si kadir ngasih tau gw, “kalo udah sampe jepang jangan lupa foto sama hachiko”. trus gw kan bingung “hachiko apaan dir?”, trus dia bilang “patung ****** yang ada di jepang itu loh..”. oh akhirnya gw baru ngeh kalo namanya hachiko. jadilah begitu sampe jepang gw beneran nyari keberadaan patung ini.
Setelah dateng ke jepang, mungkin skitar 3-5 hari setelah sampe jepang, akhirnya gw baru sadar kalo hachiko letaknya persis di sebrang kantor gw (main office). patung hachikonya sendiri terletak di deket pintu keluar shibuya station, dimana tempatnya selalu penuh dengan anak muda yg lagi nunggu temennya. daerah ini juga sering muncul di tv, krn perempatan yang ada di samping patung hachiko adalah perempatan terpadat di shibuya (pernah liat kan perempatan yang orangnya banyaakk banget, lebih banyak daripada mobil). patung hachiko ini dibuat berdasarkan kisah nyata kesetiaan seekor ******. jadi begini ceritanya ….
Jadi hachiko itu adalah ****** dengan ras akita (nama daerah di jepang), dia lahir thn 1923 di desa odate propinsi akita. waktu umurnya 2 bulan, majikannya (prof. eisaburo ueno) ngebawa dia ke tokyo krn si majikan kerja di universitas tokyo jurusan agriculture. mereka berdua akhirnya tinggal di daerah shibuya. tapi krn setiap hari si majikan harus kerja di district yang beda (bukan shibuya), hachiko udah terbiasa nganter majikannya pergi sampe stasiun shibuya. begitu juga kalo majikannya pulang, hachiko juga pasti udah nunggu di sana.
Sampe terjadilah tragedi pd tanggal 21 mei 1925, prof. ueno meninggal krn stroke di universitas tokyo sblom pulang menemui hachiko. krn kematian prof. ueno, akhirnya sodara dari prof. ueno mengambil alih hachiko. sodaranya ini juga tinggal deket stasiun shibuya. setiap hari hachiko selalu pergi dari rumah barunya untuk nungguin majikan lamanya pulang ke stasiun shibuya.
Pada thn 1928, terjadi perombakan besar di stasiun shibuya, tapi hachiko tetep setia nungguin majikannya. sampe akhirnya pada tahun yang sama, salah seorang murid prof. ueno yang sedang meneliti ****** ras akita tertarik dengan kesetiaan hachiko. dia memutuskan utk menulis sebuah artikel yang akhirnya ngebuat hachiko menjadi terkenal di jepang. berita tentang hachiko menyebar luas sampe2 akhirnya berita dgn judul “****** tua yang tetap setia menunggu majikannya yg telah meninggal 7 thn” di muat di koran asahi pd thn 1933. patung hachiko akhirnya didirikan pada tahun 1934 (tp sempet hancur gara2 pd II, yang di rombak ulang pd tahun 1948).
Hachiko akhirnya bisa bertemu dengan majikannya pada tanggal 8 maret 1935, hachiko meninggal (mati?) persis di tempat terakhir dia melihat majikannya pergi. selain sebagai meeting point, patung hachiko terkenal sebagai lambang kesetiaan di kota tokyo.