Berhubung saya suka diving, saya mo share info tentang tmpt diving di bumi nusantara kita yang
indah bgt tp sayangnya org lokal blum terlalu appreciate dibandingkan org luar...
Kabupaten Raja Ampat
Kabupaten Raja Ampat adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Waisai.
Kabupaten ini memiliki 610 pulau. Empat di antaranya, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo, merupakan pulau-pulau besar. Dari seluruh pulau hanya 35 pulau yang berpenghuni sedangkan pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama.
BIODIVERSITY
Wilayah ini sempat menjadi incaran para pemburu ikan karang dengan cara mengebom dan menebar racun sianida. Namun, masih banyak penduduk yang berupaya melindungi kawasan itu sehingga kekayaan lautnya bisa diselamatkan. Terumbu karang di laut Raja Ampat dinilai terlengkap di dunia.
Dari 537 jenis karang dunia, 75 persennya berada di perairan ini. Ditemukan pula 1.104 jenis ikan, 669 jenis moluska (hewan lunak), dan 537 jenis hewan karang.
Gerry Allen kemudian mengontak Conservation International (CI) untuk mengadakan survei kekayaan bawah laut di perairan Raja Ampat pada tahun 2001 dan 2002. Hasil survei ini membuktikan bahwa perairan
Raja Ampat merupakan kawasan terumbu karang dengan kekayaan biota laut terbesar di dunia.
Bank Dunia bekerja sama dengan lembaga lingkungan global menetapkan Raja Ampat sebagai salah satu wilayah di Indonesia Timur yang mendapat bantuan Coral Reef Rehabilitation and Management Program (Coremap) II, sejak 2005. Di Raja Ampat, program ini mencakup 17 kampung dan melibatkan penduduk lokal. Nelayan juga dilatih membudidayakan ikan kerapu dan rumput laut.
RESOR
Papua Diving, satu-satunya resor eksotis yang menawarkan wisata bawah laut di kawasan itu, didatangi turis-turis penggemar selam yang betah selama berhari-hari bahkan hingga sebulan penuh mengarungi lekuk-lekuk dasar laut. Mereka seakan tak ingin kembali ke negeri masing-masing karena sudah mendapatkan “pulau surga yang tak ada duanya di bumi ini”.
Pengelolanya tak gampang mempersiapkan tempat bagi wisatawan. Maximillian J Ammer, warga negara Belanda pemilik Papua Diving Resort yang juga pionir penggerak wisata laut kawasan ini, harus mati-matian menyiapkan berbagai fasilitas untuk menarik turis dari mancanegara. Sejak memulai usahanya delapan tahun lalu, banyak dana harus dikeluarkan. Namun, hasilnya juga memuaskan. Setiap tahun resor ini dikunjungi minimal 600 turis spesial yang menghabiskan waktu rata-rata dua pekan.
Penginapan sangat sederhana yang hanya berdinding serta beratap anyaman daun kelapa itu bertarif minimal 75 euro atau Rp 900.000 semalam. Jika ingin menyelam harus membayar 30 euro atau sekitar Rp 360.000 sekali menyelam pada satu lokasi tertentu. Kebanyakan wisatawan datang dari Eropa. Hanya beberapa wisatawan asal Indonesia yang menginap dan menyelam di sana.
“Turis menyelam hampir setiap hari karena lokasi penyelaman sangat luas dan beragam. Keindahan terumbu karangnya memang bervariasi sehingga banyak pilihan dan mengundang penasaran. Ada turis yang sudah berusia 80 tahun masih kuat menyelam,” tutur Max Ammer yang beristrikan perempuan Manado.
Tiga tahun lalu, Papua Diving membangun penginapan modern tak jauh dari lokasi pertama. Ternyata, penginapan yang dibangun dengan mengandalkan bahan bangunan lokal ini hampir selalu penuh dipesan. Padahal tarifnya mencapai 225 euro atau sekitar Rp 2,7 juta per malam. Di lokasi yang baru, dilengkapi peralatan modern, termasuk fasilitas telepon internasional dan internet.
Turis ke Raja Ampat hanya ingin ke Papua Diving di Pulau Mansuar karena fasilitas dan pelayannya sudah berstandar internasional, juga makanannya. Mereka mendarat di Bandara Domne Eduard Osok, Sorong, langsung menuju lokasi dengan kapal cepat berkapasitas sekitar 10 orang yang tarifnya Rp 2 juta-an sekali jalan. Perlu waktu sekitar 3-4 jam untuk mencapai Mansuar.
Seperti pulau lainnya, Mansuar tampak asri karena hutannya masih terjaga dan air lautnya pun bersih sehingga biota laut yang tidak jauh dari permukaan bisa terlihat jelas. Turis cukup berenang atau ber-snorkelling untuk melihat keindahan laut, sedangkan jika ingin mengamati langsung kecantikan biota laut di kedalaman, mereka harus menyelam.
Tips cara ke raja ampat:
Pertama : Untuk mencapai Kepulauan Raja Ampat harus melalui Kota Sorong di kepala burung Irian. Dengan flight fr Jakarta, fare sekitar 1,7 juta untuk saat normal, untuk peak season bisa 2,1 juta. Air service yang ada :
- Merpati (berangkat 5.30 WIB tiba sekitar 13.30 WIT dengan transit di Makassar 1 jam
- Express Air (berangkat pukul 5.00 WIB tiba 13.00 WIT dengan transit Makassar)
- Lion Air (pagi juga-jam ga tau, sepertinya transit Manado dan jam tiba di Sorong gak tau).
Express Air paling di recommend karena ga delay dan ktika sampe sorong, bisa lgsng naek boat ke salah satu pulau di raja ampat.. kyk estafet gt gan..
kalo flight lain biasanya kita harus menginap 1 mlm dl di sorong, kemudian bsk sian br naek boat...
Kedua : Mau ke pulau mana di antara sekian buanyak pulau di Raja Ampat?
Well, depends on your budget. Kep Raja Ampat sendiri luas sekali dan terbagi-bagi, yang terjauh adalah pulau Wayag yang terletak di atas Waigeo ke arah barat laut. Cara ke sana mau gak mau harus sewa speed kap 6-8 orang seharga 8 - 10 juta (per day? pp?) include fuel. Lama perjalanan antara 4 jam (speed pancing 3 engine) atau 6 jam (speed sejenis crew boat 2 engine).
Kalo terbatas budget tapi tetap mau menikmati keindahan Raja Ampat, aku saranin ke Teluk/ Selat Kabui saja...tempatnya mengagumkan penuh dengan pulau2 karang eks reef dan dasar laut yang indah. Jaraknya dari Sorong tidak terlalu jauh, sewa long boat kira2 3 - 4 jam 4 jutaan turun di Kampung Buton..(ga ada akomodasi di situ). Bisa juga turun di Saonek (kota kecamatan), sepertinya akomodasi ga ada juga ya..camping di pantai aja atau tidur di boat. Saonek atau Kp Buton adalah tempat istirahat yang pas bila mau ke Selat Kabui, kecuali mau langsungan dari Sorong ke situ ya gpp.
Ketiga : Bagaimana dengan public transport? Ada kapal di pelabuhan perikanan Sorong, milik Pemda namanya Kapal Raja Ampat. Infonya si tripnya seminggu sekali keliling ke Raja Ampat dan mendarat di lokasi yang ada dermaganya seperti Waisei (ibu kota Kab), Saonek, Kabare, Sausapor dan ?Gag lalu balik Sorong. Beaya sekitar 40 rebu, dan sepertinya kapal ini service u rakyat jadi walaupun merugi gpp jalan terus

. Menurut info lain ada juga kapal dari pelabuhan rakyat Sorong tapi belum dapat detilnya.
utk cr ke 3 saya juga blum prnh coba dan tau... hahaha...
Note: Bagi yang mo ksini tlg cek dl tmpt menginapnya.. karna ada praturan strict tentang tmpt tinggalnya, cth di misool, ada peraturan ga bole pake sabun ato apa gt.. karna buat jaga ekosistemnya... kan pembuangan terakhir pasti ke laut..
Share This Thread