Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 16 to 30 of 34
http://idgs.in/41145
  1. #16

    Join Date
    Feb 2007
    Posts
    713
    Points
    892.40
    Thanks: 0 / 0 / 0

    Default

    zzz mulai out of topic(oot) nih gaptekbet.

    btw klo emangbener ampe mo buat kerusuhan bwat demo pembangunan busway mah arogan banget warga pondok indah.

    ni mah sama aj seperti negara dalam negara. ngeributin hal kecil kek jalanan aj ampe bertindak anarkis.

  2. Hot Ad
  3. #17
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Quote Originally Posted by illidan_evil View Post
    zzz mulai out of topic(oot) nih gaptekbet.

    btw klo emangbener ampe mo buat kerusuhan bwat demo pembangunan busway mah arogan banget warga pondok indah.

    ni mah sama aj seperti negara dalam negara. ngeributin hal kecil kek jalanan aj ampe bertindak anarkis.
    hooh, pake bayar orang segala

    tapi ga bakal sampe kek kerusuhan Mei, gua yakin juga mereka cuma NATO :down:

  4. #18
    ekspresi's Avatar
    Join Date
    Nov 2006
    Location
    Jakarta - Lampung - Jogja - Kediri
    Posts
    2,178
    Points
    3,169.30
    Thanks: 5 / 3

    Default

    yupz, kerusuhan cuma ngerusak rumah mereka

  5. #19
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Ramai-ramai Gugat Proyek Jalur Busway

    Oleh Santoso

    Jakarta (ANTARA News) - Edi Saputra (39) berjalan tergesa-gesa menuju ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Senin, (5/11) yang terletak berada timur lapangan kantor polisi itu.

    Bukan hanya untuk menghindari gerimis turun di Mapolda Metro Jaya, tetapi Edi melangkah agak cepat karena ia harus berpacu melawan "waktu" setelah terjebak kemacetan hingga 3,5 jam saat melintas antara Lebak Bulus dan Jl Arteri Pondok Indah hingga Jl Gatot Subroto.

    "Ini karena proyek jalur busway yang bikin macet. Saya mau laporkan Fauzi Bowo dan Sutiyoso," kata Edi yang diantar oleh sopir pribadinya.

    Fauzi Bowo adalah Gubernur DKI Jakarta yang sebelumnya adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta sedangkan Sutiyoso adalah mantan Gubernur DKI Jakarta.

    "Yang dulunya saya ke tempat kerja hanya satu jam setengah, sekarang malah tiga jam bahkan bisa empat jam," katanya.

    Kendati tanpa didampingi pengacara dan ia juga bukan ahli hukum, namun pekerja yang berkantor di Jl Gajah Mada dan kawasan Semanggi ini nekad memperkarakan Fauzi dan Sutiyoso secara hukum.

    Ia pun menunjuk pasal 493 KUHP tentang merintangi kebebasan orang di jalan raya yang akan dipakai untuk memperkarakan kasus ini.

    Ancamannya pidana pasal itu memang cukup ringan yakni 30 hari kurungan.

    Tapi, Edi tidak mempermasalah kecilnya ancaman hukuman karena yang penting baginya adalah ada upaya agar Fauzi dan Sutiyoso dapat dijerat secara pidana.

    Setelah berada di ruang SPK sekitar 30 menit, Edi pun keluar dengan wajah lega karena laporannya sudah dicatat dengan nomor 4588/K/XI/SPK Unit III, tertanggal 5 November 2007 yang ditandatangani oleh Kompol Didik Kusdiyanto.

    "Beberapa teman saya siap menjadi saksi," ujarnya.

    Senada Edi, seorang sopir angkot D01 jurusan Ciputat - Kebayoran Lama juga merasakan kemacetan ini.

    "Macetnya udah dimulai dari sekitar jam 06.00 WIB," kata pengemudi angkot ini.

    Menurut dia, kemacetan sejak pagi sudah dirasakan di depan kantor Polsek Ciputat padahal tempat ini terletak sekitar dua kilometer dari tempat pembangunan jalur busway.

    Edi dan sopir angkot ini adalah sebagian warga yang merasakan macet akibat proyek jalur busway koridor VIII rute Harmoni - Lebak Bulus yang panjang lintasanmya 27 kilometer.

    Sebelumnya, jalur ini juga sempat diprotes oleh warga perumahan Pondok Indah, Jakarta Selatan, karena proyek ini banyak menggusur jalur hijau di Jl Arteri Pondok Indah yang selama ini menjadi ciri khas warga perumahan elit itu.

    Warga sekitar Pondok Indah sempat membentangkan aneka spanduk dan poster sebagai protes proyek ini


    Gugatan Perdata

    Puncak penolakan warga Pondok Indah terjadi Selasa (30/10) ketika mereka mendaftarkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Perkara itu didaftarkan dengan nomor perkara 1655/Pdt.G/2007/PN Jaksel. Pendaftaran diterima oleh Panitera Muda Perdata PN Jaksel, Sobari Achmad.

    Kuasa hukum warga Pondok Indah, Wilmar Rizal Sitorus mengatakan, gugatan dilayangkan kepada Pemprov DKI Jakarta, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, PT Yasa Patria Perkasa sebagai pelaksana proyek, dan PT Wanita Mandiri.

    Kelima tergugat, katanya, telah melanggar UU No 23 tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah No 27 tahun 1999 tentang Lingkungan Hidup karena membangun jalur bus busway sepanjang 2,9 kilometer di kawasan Pondok Indah tanpa dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). .

    "Pembangunan fisik yang terkait lingkungan harus disertai Amdal," katanya.

    Ia menegaskan, sekitar 90 persen dari 15 ribu warga Pondok Indah menolak pembangunan busway yang melintasi kawasan ini.

    Gugatan itu juga menyertakan tuntutan ganti rugi materil dan imateril sebesar Rp200 juta.


    Ke KPK

    Tidak hanya secara perdata, tapi warga Pondok Indah ini juga berencana melaporkan proses pembangunan jalur busway koridor VIII ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pekan ini juga.

    "Kami akan mengambil melaporkan pembangunan jalur Transjakarta ke KPK pada hari Rabu (7/6)," kata Ketua Kelompok Peduli Tertib Lingkungan Pondok Indah, M Sulaeman.

    Menurut dia, pengaduan tersebut akan dilakukan karena pihaknya menduga ada yang tidak beres dengan pembangunan koridor baru untuk bus Transjakarta tersebut.

    Ketidakberesan tersebut, ujar Sulaeman, terindikasi dari proses pembangunan yang terkesan terburu-buru dan tidak menampung masukan dan aspirasi dari warga khususnya yang berkaitan dengan Amdal.

    Namun, ia juga tidak bersedia menyebutkan bagian mana dari proyek yang terindikasi korupsi.

    Sulaeman mengatakan, upaya perdata maupun laporan ke KPK itu cepat ditempuh warga untuk mengejar jadwal waktu pembangunan jalur busway.

    Kendati diperkarakan secara perdata dan pidana, namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta nampaknya tidak akan mundur sebab busway telah menjadi satu diantara sejumlah proyek angkutan umum massal yang telah dirancang sebelumnya. (*)

    http://www.antara.co.id/arc/2007/11/...-jalur-busway/

    dasar egois..

  6. #20

    Join Date
    Nov 2006
    Location
    Bandung-Makassar-Jakarta-Toraja
    Posts
    2,132
    Points
    2,761.00
    Thanks: 0 / 2

    Default

    mending terima aja deh..
    kn demi kepentingan umum di buat Bus Way....

  7. #21
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Quote Originally Posted by AcanthaZ View Post
    mending terima aja deh..
    kn demi kepentingan umum di buat Bus Way....
    ibetul, banyak orang yang mau lewat pondok indah naek kendaraan nyaman, yaitu busway

  8. #22

    Join Date
    Nov 2006
    Location
    Bandung-Makassar-Jakarta-Toraja
    Posts
    2,132
    Points
    2,761.00
    Thanks: 0 / 2

    Default

    tp malah kita masyarakat gk dukung pembuatan bus way..
    malah kata-katain pemerintah...
    hrsnya masyarakt jg sadar, pemerintah tlh berusaha berikn yg terbaik utk rakyat..
    rakyat yg memilih... rakyat hars dukung dlm doa donk...

  9. #23
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    betul, masyarakat arusnya respek sama pembangunan yang positif

  10. #24

    Join Date
    Nov 2006
    Location
    Bandung-Makassar-Jakarta-Toraja
    Posts
    2,132
    Points
    2,761.00
    Thanks: 0 / 2

    Default

    setidkny kita ambil hal baik dari negeri tetangga gt..
    pemerintah minta tanah untuk kepentingan umum, rakyat sukarela kasih...

  11. #25
    gaptekbet's Avatar
    Join Date
    Feb 2007
    Location
    Anywhere near Computer & Internet
    Posts
    2,892
    Points
    549.96
    Thanks: 80 / 394 / 108

    Default

    Kalau OOT delete lagi aja ya :

    Gini saya baru tahu alasan sebenarnya, mereka menolak karena pembangunan nya memang gag ada AMDAL nya, bukan semata2 karena sikap egois, dan perlu diperhatikan juga, apakah setelah jalan nya siap busnya sudah ada? patut kita ketahui bersama untuk jalur2 tertentu, bus yang disediakan tidak sebanding dengan jumlah penumpangnya, kalo gak salah jarak antar bus adalah 5-15 menit, tapi banyak kejadian jaraknya melebihi 30 menit sampai 1 jam.
    Lebih baik di tunda (baca : tunda bukan berarti berhenti) sampai AMDAL nya di proses, lalu perbaiki/menambahkan armada bus untuk jalur2 yang dirasa kurang, setelah AMDAL nya ada baru dilanjutkan kembali pembangunan nya. Tapi patut di ingat juga dalam proses pengurusan AMDAL pihak Komunitas Pondok Indah ga boleh menahan/menghambat proses tersebut.

  12. #26
    CrL-bLaCk-'s Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    -
    Posts
    10,051
    Points
    15,892.40
    Thanks: 13 / 232 / 105

    Default

    Macet Total Tidak Bergerak, Sebaiknya Hindari Pondok Indah
    Sumber : Ahmad Dani - Okezone

    Kemacetan parah terjadi di Jalan Metro Pondok Indah menuju Lebak Bulus, Selasa (13/11/2007) sore ini. Kemacetan akibat adanya pembangunan jalur Bus Transjakarta kian diperparah dengan bubaran penonton bola di Stadion Lebak Bulus.

    Seperti diketahui, pada sore ini ada pertandingan antara Persija VS PSM Makassar dalam Coppa Dji Sam Soe. Bubaran ratusan penonton itu membeludak di depan stadion hingga arah Pasar Jumat.

    Kemacetan sudah mulai terasa sejak memasuki Perempatan Haji Nawi. Kemacetan di lokasi itu cukup parah. Bahkan kendaraan tidak bergerak sedikitpun. Selain di perempatan H Nawi, kemacetan parah juga terjadi di depan Mall Pondok Indah menuju Lebak Bulus.

    Karena tidak sabar terjebak dalam kemacetan, para pengendara banyak yang mengalihkan kendaraan melintasi Arteri Pondok Indah menuju Tanah Kusir-Rempoa Jakarta Selatan. Namun apes, warga yang berharap bisa lancar melintas di wilayah ini juga terjebak kemacetan.

    "Aduh pusing mas, saya sudah dua jam kejebak macet," tutur Dama warga Pamulang I, Tangerang, kepada okezone.

    Lebih parahnya lagi, tidak terlihat petugas kepolisian di areal kemcetan. Begitupun dengan pak ogah yang biasa mangkal di beberapa lampu merah dan pertigaan jalan untuk mengatur lalu lintas.

    Link : http://news.okezone.com/index.php/ne.../11/13/1/60662

    Tampaknya Busway bukan faktor utama dalam kemacetan ini. Jakarta kan memang padat penduduk, jadi wajar kalo ada macet total seperti itu.
    • True love doesn't have a happy ending, because true love never ends •

  13. #27
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Quote Originally Posted by gaptekbet View Post
    Kalau OOT delete lagi aja ya :

    Gini saya baru tahu alasan sebenarnya, mereka menolak karena pembangunan nya memang gag ada AMDAL nya, bukan semata2 karena sikap egois, dan perlu diperhatikan juga, apakah setelah jalan nya siap busnya sudah ada? patut kita ketahui bersama untuk jalur2 tertentu, bus yang disediakan tidak sebanding dengan jumlah penumpangnya, kalo gak salah jarak antar bus adalah 5-15 menit, tapi banyak kejadian jaraknya melebihi 30 menit sampai 1 jam.
    Lebih baik di tunda (baca : tunda bukan berarti berhenti) sampai AMDAL nya di proses, lalu perbaiki/menambahkan armada bus untuk jalur2 yang dirasa kurang, setelah AMDAL nya ada baru dilanjutkan kembali pembangunan nya. Tapi patut di ingat juga dalam proses pengurusan AMDAL pihak Komunitas Pondok Indah ga boleh menahan/menghambat proses tersebut.
    yah memang AMDALnya penting, menurut gua sih, rakyatnya masak ga mau berkorban dikid buat negara, taneman ntar dipindah, bukan ditebang habis2an

  14. #28
    MimiHitam's Avatar
    Join Date
    Oct 2006
    Posts
    9,242
    Points
    16,524.95
    Thanks: 14 / 58 / 42

    Default

    Pondok Indah Banjir 50 Cm, Macet Semakin Parah

    JAKARTA - Kemacetan akibat pembangunan busway sudah biasa terjadi di Pondok Indah.Namun kali ini lain ceritanya. Jalanan Pondok Indah digenang air hingga 50 centimeter akibat hujan sore ini.

    Berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 16.25 Kamis (15/11/2007), genangan air terjadi di depan SPBU Pondok Indah di ruas jalan dari arah Radio Dalam menuju Lebak Bulus. Terlihat air menggenang hingga menutupi tinggi roda kendaraan sedan yang melintas di wilayah pemukiman elit itu.

    Banjir yang tingginya diperkirakan 50 cm itu menambah parah kemacetan yang terjadi di Pondok Indah. Kemacetan terjadi mulai dari Masjid Pondok Indah hingga Taman Bundaran Pondok Indah.

    Diduga genangan air terjadi karena adanya penyempitan gorong-gorong air akibat adanya pembangunan jalur busway. Sementara itu terpantau dari arah Lebak Bulus- Kalideres lalu lintas juga mengalami kemacetan karena banyaknya motor yang berhenti di bawah fly over antara Lebak Bulus - Pondok Indah.
    (Gede / Global / fit)

    http://news.okezone.com/index.php/ne.../11/15/1/61186

    bersakit2 dahulu, bersenang2 kemudian, nanti juga kalo udah jadi enak

  15. #29
    CrL-bLaCk-'s Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    -
    Posts
    10,051
    Points
    15,892.40
    Thanks: 13 / 232 / 105

    Default

    Datangi Foke, Warga PI Kesal Dianggurin
    Sumber : Lutfi Dwi Pujiastuti - Okezone

    JAKARTA - Ingin menemui pejabat pemerintah memang harus siap-siap memanjangkan urat sabar. Begitu yang dialami 15 warga Pondok Indah (PI) yang datang ke kantor Gubernur DKI untuk menemui Fauzi Bowo. Datang sejak pukul 10.30 mereka terkatung-katung di luar kantor Foke.



    "Kita dari jam 10.30 tapi dianggurin (ditelantarkan). Enggak dikasih duduk, enggak disuruh masuk," kesal Egy Sujana pengacara warga PI, di Kantor Gubernur DKI, Jakarta, Rabu (21/11/2007).

    Tujuan kedatangan warga PI itu, tak lain untuk mempertanyakan pembangunan busway di kawasan mereka. Warga ingin menanyakan kepada Fauzi Bowo mengenai banyaknya peraturan yang dilanggar dalam pembangunan busway. Namun hingga pukul 12.20 mereka belum mendapat kejelasan.

    "Kita kan mau ketemu gubernur. Kalau tidak bisa kan ada wakilnya. Wakilnya enggak bisa juga ada Sekda. Jangan dianggurin saja," keluh Egy kesal.

    Mengenai penolakannya, Egy menyatakan pembangunan busway di PI telah melanggar UUD 45 pasal 28 poin f tentang Hak Masyarakat dalam Masalah Lingkungan dan UU 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup.

    "Seharusnya warga kan diajak bicara dulu dibuat amdal dulu jangan main bangun saja. Untuk itu kita minta pemerintah menghentikan proyek itu. Selesaikan amdal dan lebarkan jalannya," jelas Egy.

    Menurut Egy dalam master plan pembangunan busway tidak terlihat rencana pembangunan dilakukan di Pondok Indah. "Tapi kenapa realisasinya malah lewat PI, padahal seharusna kan lewat Pondok Pinang," tukasnya.

    Di kesempatan yang sama, Luis Pakaila Ketua RW 17 PI menyatakan kecewa dengan sikap tak acuh pejabat DKI terhadap warga. Sebab menurut dia sebelumnya, pihaknya sudah melakukan kontak melalui telepon. dan berkali-kali melayangkan surat. Namun upaya itu tidak ditanggapi.

    "Kita disuruh ke wali kota dan juga disuruh ketemu sama staf-stafnya. Pembangunan ini jelas ada pidana pelanggaran. Dibuatnya asal, enggak pakai amdal. Kami jelas keberatan dan akan lawan sampai titik darah penghabisan," tegas Luis.

    Luis juga menyampaikan bahwa warga telah melapor ke Mabes Polri tentang penyimpangan amdal dan kerusakan lingkungan. Warga bahkan melapor ke KPK untuk melaporkan dugaan korupsi pembangunan busway.

    "Kami dapat data korupsi dari pejabat yang sakit hati," terang Luis. Sampai saat ini warga gagal menemui Gubernur Fauzi Bowo.

    Link : http://www.okezone.com/
    • True love doesn't have a happy ending, because true love never ends •

  16. #30
    CrL-bLaCk-'s Avatar
    Join Date
    Sep 2007
    Location
    -
    Posts
    10,051
    Points
    15,892.40
    Thanks: 13 / 232 / 105

    Default

    Warga PI Tuding Pemprov DKI Pakai Preman
    Sumber : Lutfi Dwi Pujiastuti - Okezone

    JAKARTA - Warga Pondok Indah (PI), Jakarta Selatan menuding Pemprov DKI mengerahkan preman untuk mengawal pembangunan busway koridor VIII yang ditentang warga.

    "Pemprov sudah mengerahkan preman indikasinya setiap kali pembangunan busway itu ada yang mengawasi dari luar pemprov," ujar Ketua RW 17 PI Luis Pakaila saat ingin menemui Gubernur Fauzi Bowo di Kantor Gubernur, Jakarta, Rabu (12/11/2007).

    Luis mengatakan sebenarnya warga juga bisa mengerahkan tenaga keamanan yang mereka miliki. Namun hal itu tidak dilakukan karena warga tidak ingin menyelesaikan persoalan busway dengan cara-cara kekerasan.

    "Kita juga sebenarnya ada 2.000 satpam tapi kita tidak gunakan itu," ujarnya.

    Sementara itu menyinggung masalah penertiban portal di PI yang pernah disinggung Wagub DKI Prijanto karena dianggap menghalangi interaksi sosial masyarakat, Luis menyatakan keberatannya.

    "Portal itu tetap akan dipertahankan. Karena kalau portal dibuka, pemerintah belum tentu bisa menjamin keamanan masyarakat," kata dia.

    Link : http://www.okezone.com/

    Seharusnya kedua pihak sama-sama mengalah agar terjadi sebuah kesepakatan yang memuaskan untuk kedua belah pihak.
    • True love doesn't have a happy ending, because true love never ends •

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •