Bertemu Teman di Medan Perang
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG / Kompas Images
Anggota Indogamers berkumpul di sebuah warnet di Muara Karang, Jakarta.
Minggu, 23 November 2008 | 03:00 WIB
Oleh DAHONO FITRIANTO & AMIR SODIKIN
Hobi main ”game” komputer membuat Anda kurang pergaulan dan tak punya teman? Berpikirlah lagi jika masih berpikir seperti itu, karena saat ini cukup dengan menekuni ”game” di komputer masing-masing, Anda bisa mendapatkan ratusan ribu teman.
Jika masih tidak percaya, tanyakan kepada anggota Indogamers, sebuah komunitas pencinta game online. ”Dalam satu sesi saja, rata-rata ada 4.000-5.000 orang yang online di server kami. Kalau jumlah keseluruhan, bisa 170.000 orang hanya untuk memainkan satu game saja,” tutur Suryadi Denis (22), administrator dan anggota senior Indogamers di Jakarta, hari Kamis (20/11).
Dari semula hanya kenal dan bergaul di medan perang game, anggota Indogamers kemudian kenal dan berinteraksi di dunia nyata. ”Saya kalau ke luar kota selalu menghubungi teman Indogamers, janjian main di warnet mana,” tutur Fendi (21).
Dunia game komputer memang mengalami revolusi sejak game online mulai populer di Tanah Air sekitar tujuh tahun silam. Dari sebelumnya game hanya bisa dimainkan sendiri atau bergantian di komputer masing-masing, kini game bisa dimainkan bersama-sama pemain lain dari seluruh dunia.
Biasanya game online ini dimainkan di warung internet (warnet). Dengan biaya hanya Rp 2.000-Rp 3.000 per jam, permainan game online ini menjadi terjangkau dan merakyat dalam waktu singkat.
Pencinta ”game”
Itulah yang mendorong Juny Maimun (28) sekitar lima tahun lalu ikut berinvestasi mendirikan warnet. ”Karena pada dasarnya saya juga suka game, saya kemudian kenal dengan pencinta game lain,” ujar Acong, panggilan akrab Juny.
Waktu itu, Acong bergabung dengan komunitas game lain untuk bermain game. ”Tetapi kemudian ada masalah di komunitas itu. Lalu saya dan teman saya, Iwan, mendirikan komunitas sendiri bernama Indogamers,” ungkap Acong.
Komunitas ini berinteraksi melalui situs www.indogamers.com. Dalam situs itu terdapat forum diskusi untuk membicarakan berbagai macam game online. Beberapa jenis game online yang paling digemari orang waktu itu adalah Counter Strike (CS), sebuah game perang, dan Warcraft III: Defense of The Ancient (DOTA), game strategi yang melibatkan makhluk-makhluk dari negeri fantasi. ”Setiap game punya komunitas penggemar dan forum diskusi masing-masing,” tutur Denis.
Saat ini, di dalam Indogamers terdapat enam game yang memiliki komunitas sendiri. Selain CS dan DOTA, ada World of Warcraft, MU Online, CABAL, dan World of KungFu.
Donasi
Pada perkembangannya, komunitas gamers ini tumbuh pesat sehingga arus permainan game online sudah tak sanggup lagi menggunakan server umum. Data dari lembaga pemeringkat web Alexa.com menunjukkan, dari sisi kepadatan lalu lintas pengguna situs, Indogamers menempati posisi 13.250 dunia dan peringkat 224 di Indonesia. Statistik Indogamers sendiri menyebutkan, hingga Sabtu (22/11) sore telah tercatat 115.864 anggota dan 1.708.922 posts di seluruh forum diskusinya.
Untuk mewadahi aktivitas yang makin tinggi ini, sejak tiga tahun lalu sebagian anggota komunitas ini rela patungan dalam bentuk donasi untuk membeli dan mengoperasikan server khusus untuk main game.
Sebanyak 500 anggota Indogamers telah menyumbang donasi sebesar Rp 50.000-Rp 80.000 per orang, dengan balasan mendapat fasilitas khusus mengakses server untuk para gamers profesional. ”Donasi ini sifatnya sukarela,” imbuh Denis.
http://cetak.kompas.com/read/xml/200...i.medan.perang
Wow Indogamers masuk koran! Memang sudah sewajarnya karena kita adalah "Indonesian largest gamers community". Dengan game semua dapat disatukan, dari programmer, cracker, olahragawan, cenayang, dll, semua bisa disatukan dalam game!
Share This Thread